Motivasi dan Perilaku Guru dalam Berinovasi (Studi Pada Kombel Basamaan SDN Abirau)
IQRO: Journal of Islamic Education
Juli 2025, Vol.8, No.2, hal.12-21
ISSN(E): 2622-3201
2025 PAI IAIN Palopo. https://ejournal.iainpalopo.ac.id/index.php/iqro
Motivasi dan Perilaku Guru dalam Berinovasi
(Studi Pada Kombel Basamaan SDN Abirau)
*1Ahmad
Widhoni, 2Rama Aditya Pratama, 3 Rama Meiagriza, 4 Aslamiah,
5Celia Cinantya
Universitas Lambung Mangkurat, Indonesia
e-mail:
Abstract
The purpose of the study is to describe matters related to motivation, innovative teacher
behavior, community support in schools, as well as obstacles and strategies to support
teachers in innovating that are running at Abirau State Elementary School, Banjar
Regency. The technique used in this study is to use direct interview techniques to the
research subjects, namely the Principal of Abirau Elementary School and one of the
teachers to explain how teachers contribute to Kombel Basamaan. The data that has been
obtained is analyzed using a descriptive qualitative method based on phenomena with
analysis techniques including (1) data reduction; (2) data presentation/display; (3)
verification or drawing conclusions. The results of the study indicate that motivation,
innovative teacher behavior, and community support in Kombel Basamaan can be started
by joining teachers led by the principal in Kombel Basamaan to improve skills and
knowledge and have the opportunity to learn from fellow teachers who may have different
experiences or approaches in teaching. Kombel Basamaan is also created for a more
inclusive and effective learning environment innovation and implementing the leadership
role strategy of the principal which is needed as an active facilitator in the innovation
process.
Keywords: Motivation, Teacher innovative behavior, Kombel Basamaan, Strategy
Abstrak
Tujuan penelitian yakni mendeskripsikan hal-hal yang terkait dengan motivasi,
perilaku inovatif guru, dukungan komunitas dalam sekolah, serta hambatan dan
strategi untuk mendukung guru dalam berinovasi yang berjalan di Sekolah Dasar
Negeri Abirau Kabupaten Banjar. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah
menggunakan teknik wawancara langsung kepada subjek penelitian yakni Kepala
Sekolah SDN Abirau dan salah seorang guru untuk menjelaskan bagaimana guru
berkontribusi dalam Kombel Basamaan. Data yang telah diperoleh dianalisis dengan
metode kualitatif deskriptif berdasarkan fenomena dengan teknik analisis meliputi (1)
reduksi data; (2) penyajian/display data; (3) verifikasi atau penarikan kesimpulan. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa motivasi, perilaku inovatif Guru, dan dukungan
komunitas dalam Kombel Basamaan dapat dimulai dengan tergabungnya para guru
yang dipimpin kepala sekolah dalam Kombel Basamaan untuk meningkatkan
keterampilan dan pengetahuan serta memiliki kesempatan belajar dari rekan-rekan
Motivasi dan Perilaku Guru ..|13
sesama guru yang mungkin memiliki pengalaman atau pendekatan berbeda dalam
mengajar. Kombel Basamaan ini juga diciptakan untuk inovasi lingkungan belajar yang
lebih inklusif dan efektif serta menerapkan strategi peran kepemimpinan dari kepala
sekolah yang diperlukan sebagai fasilitator yang aktif dalam proses inovasi.
Kata kunci: Motivasi, perilaku inovatif Guru, Kombel Basamaan, Strategi
©IQRO: Journal of Islamic Education. This is an open access article under the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International license (CC BY-SA 4.0)
Pendahuluan
Inovasi dalam pendidikan pada beberapa dekade terakhir menjadi topik yang
semakin penting, terutama dalam konteks pengajaran di Sekolah Dasar. Guru sebagai
agen perubahan dituntut untuk mengembangkan strategi pengajaran yang inovatif
guna meningkatkan kualitas pembelajaran. Menurut penelitian oleh Baharuddin &
Hatta (2024), inovasi dalam pengajaran dapat meningkatkan motivasi siswa dan hasil
belajar secara signifikan. Namun, untuk mencapai inovasi yang efektif, motivasi dan
perilaku guru dalam berinovasi menjadi elemen kunci yang perlu diperhatikan.
Motivasi guru untuk berinovasi dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk
dukungan dari lingkungan sekolah, kebijakan pendidikan, dan sumber daya yang
tersedia. Sebuah studi oleh Faridh et al. (2024) menunjukkan bahwa dukungan dari
kepala sekolah dan rekan sejawat dapat meningkatkan motivasi guru untuk berinovasi.
Selain itu, kebijakan pendidikan yang mendukung eksperimen dan pengembangan
metode baru juga berperan penting dalam mendorong inovasi. Faktor-faktor ini menjadi
landasan penting dalam memahami bagaimana motivasi guru dapat mendorong
perilaku inovatif dalam pengajaran.
Perilaku inovatif guru mencakup kemampuan untuk mengidentifikasi masalah
dalam proses pembelajaran dan mengembangkan solusi kreatif untuk mengatasinya.
Dalam konteks ini, penelitian oleh Efendi & Sholeh (2023); Syafiq et al. (2024); Ansori et
al. (2024) menekankan pentingnya pelatihan dan pengembangan profesional bagi guru
untuk meningkatkan keterampilan inovatif mereka. Guru yang terlatih dalam
menerapkan pendekatan baru cenderung lebih berani mencoba metode pengajaran
yang berbeda dan lebih efektif. Hal ini menunjukkan bahwa perilaku inovatif tidak
hanya bergantung pada motivasi individu, tetapi juga dipengaruhi oleh dukungan
struktural dan pelatihan yang memadai.
Berkaitan dengan motivasi individu tertentu, dunia Pendidikan sangat perlu
untuk mendirikan suatu komunitas belajar, seperti halnya yang dibahas pada penelitian
IQRO: Journal of Islamic Education
14 | Ahmad Wildhoni at el.
ini. Studi ini berfokus pada Kombel Basamaan (Komunitas Belajar Bersama Majukan
Pendidikan) SDN Abirau, yang merupakan salah satu Sekolah Dasar dengan akreditasi
B yang mengedepankan penerapan inovasi pendidikan. Dalam konteks Kombel
Basamaan, dukungan dari komunitas dan kolaborasi antar guru menjadi aspek penting
dalam mendorong inovasi. Menurut Wulansari et al. (2023) menyoroti bahwa kolaborasi
efektif di antara guru dapat merangsang ide-ide baru dan mempercepat penerapan
inovasi di kelas. Kombel Basamaan menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi dapat
meningkatkan motivasi dan perilaku inovatif guru.
Kebaharuan penelitian ini terletak pada pendekatan komprehensif yang
menghubungkan antara motivasi, perilaku inovatif, dan dukungan komunitas dalam
konteks lingkungan Sekolah Dasar. Sementara banyak penelitian sebelumnya berfokus
pada salah satu aspek saja, studi ini mengintegrasikan ketiga elemen tersebut untuk
memberikan gambaran yang lebih holistik. Penelitian ini juga memanfaatkan data
terbaru untuk mengeksplorasi dinamika yang kompleks ini. Dengan demikian, hasil
penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap literatur
pendidikan dan praktik pengajaran.
Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengidentifikasi hambatanhambatan yang mungkin dihadapi oleh guru dalam berinovasi dan mencari solusi yang
efektif. Menurut laporan oleh Paulina & Patimah (2023); Ariescy et al. (2021)
menekankan, salah satu hambatan utama adalah kurangnya waktu dan sumber daya
yang memadai untuk mengembangkan dan menerapk (...truncated)