ANALISIS SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM DESA MANIKLIYU KECAMATAN KINTAMANI KABUPATEN BANGLI
Jurnal Teknik Gradien
Vol. 17, No. 01, April 2025, Hal. 32 - 41
e-ISSN: 2797-0094
http://www.ojs.unr.ac.id/index.php/teknikgradien
ANALISIS SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM DESA MANIKLIYU
KECAMATAN KINTAMANI KABUPATEN BANGLI
I Putu Dwikarna Putra1), I Ketut Soriarta2) dan I Ketut Mahardika Putra3)
1), 2) dan 3)
1,3
Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Bali, 2 Program Studi Program Profesi Insinyur
Universitas Ngurah Rai
ABSTRAK
Reservoar eksisting di Desa Manikliyu yang diberi nama Reservoar Manikliyu Satu hanya melayani
sambungan rumah penduduk Desa Manikliyu yang terletak di hilir reservoar. Sedangkan penduduk yang
terletak di hulu Reservoar Manikliyu Satu belum terlayani air bersih. Oleh sebab itu, dibutuhkan pembangunan
reservoar rencana atau Reservoar Manikliyu Dua yang terletak di hulu Reservoar Manikliyu Satu sehingga
dapat meningkatkan daerah pelayanan air bersih di Desa Manikliyu. Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi
permasalahan air bersih di Desa Manikliyu. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah
metode penelitian kuantitatif. Hasil perhitungan proyeksi jumlah penduduk di Desa Manikliyu di tahun 2045
berjumlah 2576 jiwa. Debit yang dapat dialirkan sebesar 5 lt/dt. Defisit air terjadi pada tahun 2046 karena
kebutuhan air pada tahun tersebut sebesar 5.07 lt/dt. Dari analisis perhitungan volume Reservoar Manikliyu
Dua sebesar 100 m3. Berdasarkan volume tersebut, direncanakan dimensi reservoar yaitu: panjang 5 meter,
lebar 5 meter, tinggi permukaan air 4 meter dan dengan tinggi jagaan 0,5 meter. Hasil analisis tekanan
maksimum pada jaringan pipa transmisi sebesar 10,97 bar. Berhubung tekanan pipa melebihi 10 bar maka
sepanjang 300 meter dari pompa digunakan pipa berjenis GIP. Hasil analisis tekanan maksimum pada jaringan
pipa distribusi sebesar 6,19 bar maka digunakan jenis pipa PVC bertekanan PN 10. Hasil analisis kecepatan
aliran pada jaringan pipa transmisi sebesar 0,64 m/dt. Hasil analisis kecepatan aliran pada jaringan pipa
distribusi sebesar 1,13 m/dt dan 0,57 m/dt. Dari hasil analisis diperoleh diameter pipa 100 mm untuk jaringan
pipa transmisi dan diameter pipa 75 mm untuk jaringan pipa distribusi.
Kata Kunci : Kebutuhan air bersih; volume reservoar; tekanan air; kecepatan aliran; diameter pipa.
ABSTRACT
The existing reservoir in Manikliyu Village, named Manikliyu One Reservoir, only serves household
connections for residents living downstream of the reservoir. Meanwhile, residents living upstream of
Manikliyu One Reservoir have not yet received clean water services. Therefore, it is necessary to construct a
planned reservoir, named Manikliyu Two Reservoir, which will be located upstream of Manikliyu One
Reservoir to expand the clean water service area in Manikliyu Village. This study aims to address the clean
water issues in Manikliyu Village. The research method used is quantitative research. The population
projection for Manikliyu Village in 2045 is estimated to be 2,576 people. The discharge that can be supplied
is 5 lt/s. A water deficit is projected to occur in 2046 as the water demand in that year is estimated to be 5.07
lt/s. From the volume analysis, the required volume for Manikliyu Two Reservoir is 100 m³. Based on this
volume, the planned dimensions of the reservoir are as follows: length of 5 meters, width of 5 meters, water
surface height of 4 meters, and a freeboard height of 0.5 meters. The maximum pressure on the transmission
pipe network is 10.97 bars. Since the pipe pressure exceeds 10 bars, GIP pipes are used for the first 300 meters
from the pump. The maximum pressure on the distribution pipe network is 6.19 bars, so PVC pipes with a
pressure rating of PN 10 are used. The flow velocity analysis on the transmission pipe network is 0.64 m/s.
The flow velocity on the distribution pipe network is 1.13 m/s and 0.57 m/s. From the analysis, a pipe diameter
of 100 mm is used for the transmission pipe network, and a pipe diameter of 75 mm is used for the distribution
pipe network.
Keywords: Clean water demand; reservoir volume; water pressure; velocity; pipe diameter.
1. PENDAHULUAN
Desa Manikliyu terletak di Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli. Jumlah penduduk di
Desa Manikliyu pada tahun 2023 berjumlah 1.736 jiwa. Jumlah penduduk tersebut terdiri dari laki –
laki berjumlah 872 jiwa dan perempuan berjumlah 864 jiwa. Laju pertumbuhan penduduk sebesar
1,83% (Badan Pusat Statistik, 2024). “Sistem Penyediaan Air Minum yang selanjutnya disingkat
Jurnal Teknik Gradien, Vol. 17, No. 01, April 2025
32
I Putu Dwikarna Putra, I Ketut Soriarta, I Ketut Mahardika Putra
SPAM merupakan satu kesatuan sarana dan prasarana penyediaan Air Minum” (Peraturan
Pemerintah Republik Indonesia Nomor 122 Tahun 2015 Tentang Sistem Penyediaan Air Minum,
2015). “Kabag Teknik Perumda Air Minum Tirta Danu Arta Kabupaten Bangli mengungkapkan jalur
pipa transmisi Sistem Penyediaan Air Minum Manikliyu menggunakan sistem perpompaan dengan
tiga tingkat. Debit yang dialirkan sebesar 5 liter/detik. Sumber air berasal dari Mata Air Lembean,
mata air tersebut ditampung dalam broncap tering. Selanjutnya didistribusikan ke Reservoar Bunutin
kemudian didistribusikan ke Reservoar Lembean kemudian didistribusikan ke Reservoar Manikliyu
Satu (Wawancara Pribadi, 2025).”
Reservoar Manikliyu Satu hanya melayani sambungan rumah penduduk Desa Manikliyu yang
terletak di hilir reservoar sedangkan penduduk yang terletak di hulu Reservoar Manikliyu Satu belum
terlayani air bersih. Reservoar Manikliyu Satu (eksisting) berada di elevasi 1178 mdpal. Sistem
penyediaan air minum Manikliyu membutuhkan pembangunan reservoar rencana yang terletak di
elevasi 1275 mdpal atau di hulu Reservoar Manikliyu Satu. Dengan pembangunan Reservoar
Manikliyu Dua (rencana), dapat meningkatkan daerah pelayanan air bersih di Desa Manikliyu.
Panjang pipa transmisi rencana dari Reservoar Manikliyu Satu menuju ke Reservoar Manikliyu Dua
sepanjang 1920 meter (Data Primer, 2025). Jenis pipa yang digunakan yaitu PVC (polivinil klorida),
karena beda tinggi elevasi antara kedua reservoar tersebut hanya 97 meter. Akibat dari tidak terlayani
air bersih di hulu reservoar eksisting, mengakibatkan penduduk di daerah tersebut mengalami
kesulitan dalam melakukan aktivitas sehari-hari seperti mandi, mencuci pakaian dan mencuci piring
sehingga penduduk menempuh jarak jauh untuk mencari sumber air. Selanjutnya penduduk juga
mengandalkan tampungan air hujan yang ditampung saat musim hujan dan akan dipergunakan saat
musim kemarau. Sebagian penduduk juga menggunakan sumur untuk memenuhi kebutuhan air
sehari-hari. Idealnya jika kuantitas air bersih dapat terpenuhi dengan baik, maka akan mendorong
penduduk untuk dapat melakukan aktivitas yang lebih produktif.
Berdasarkan permasalahan tersebut di atas, untuk mewujudkan layanan air bersih yang optimal
bagi masyarakat, memastikan ketersediaan air dengan jumlah yang cukup dan kualitas yang baik,
serta menjamin hak masyarakat atas air bersih dengan akses yang t (...truncated)