Pengaruh Etos Kerja, Lingkungan Kerja, dan Kompensasi Terhadap Kinerja Guru MTs Al-Amanah Al-Gontory
IQRO: Journal of Islamic Education
Desember-2024, Vol.7, No.2, hal. 374-387
ISSN(P): 2622-2671; ISSN(E): 2622-3201
©2024 Pendidikan Agama Islam IAIN Palopo. http://ejournal.iainpalopo.ac.id/index.php/iqro
Pengaruh Etos Kerja, Lingkungan Kerja, dan Kompensasi
Terhadap Kinerja Guru MTs Al-Amanah Al-Gontory
1Aisyah
Almas Nurul Izzah, 2Singgih Aji Purnomo, 3Mohammad Muhtadi
Sekolah Tinggi Agama Islam Al Amanah Al-Gontory, Indonesia
Email:
Abstract
This study aims to determine the influence of work ethic, work environment, and
compensation on teacher performance at MTs Al-Amanah Al-Gontory, both
simultaneously and partially. This study is a quantitative research with a survey method
using a Likert scale questionnaire. The sampling technique used purposive sampling
with a total of 63 respondents who were permanent teachers of the foundation. Data
were analyzed using instrument tests, classical assumption tests (normality,
multicollinearity, and heteroscedasticity), multiple linear regression, and t-test and F
test. The value of the determination coefficient (R²) of 0.583 showed that 58.3% of the
variation in teacher performance was explained by these three variables, while 41.7%
was influenced by other factors that were not studied.
Keywords: Work Ethic, Work Environment, Compensation, and Teacher
Performance.
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh etos kerja, lingkungan kerja, dan
kompensasi terhadap kinerja guru di MTs Al-Amanah Al-Gontory, baik secara simultan
maupun parsial. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode survei
menggunakan angket skala Likert. Teknik pengambilan sampel menggunakan
purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 63 guru tetap yayasan. Data
dianalisis menggunakan uji instrumen, uji asumsi klasik (normalitas, multikolinearitas,
dan heteroskedastisitas), regresi linear berganda, serta uji t dan uji F. Hasil analisis
menunjukkan bahwa ketiga variabel independen berpengaruh positif dan signifikan
terhadap kinerja guru pada tingkat signifikansi 5%. Nilai koefisien determinasi (R²)
sebesar 0,583 menunjukkan bahwa 58,3% variasi kinerja guru dijelaskan oleh ketiga
variabel tersebut, sedangkan 41,7% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti.
Kata Kunci: Etos Kerja, Lingkungan Kerja, Kompensasi, dan Kinerja Guru.
PENDAHULUAN
Kinerja guru menjadi salah satu indikator utama keberhasilan lembaga
pendidikan, termasuk di tingkat madrasah. Namun demikian, masih
ditemukan guru dengan tingkat kinerja yang rendah, seperti kurang disiplin,
rendah motivasi, dan minim inisiatif dalam mengajar.
Sementara itu, sekolah merupakan sebuah lembaga pendidikan yang
berperan sebagai tempat di mana guru, dosen, atau ustaz bertugas untuk
mendidik, mengajarkan, memotivasi, membimbing, dan mengarahkan peserta
didik agar dapat mempelajari berbagai pengetahuan, termasuk ilmu
pengetahuan, agama, sains, dan berbagai bidang ilmu lain yang bermanfaat
dalam kehidupan.1 Lembaga pendidikan memiliki peran yang sangat penting
1
Na’Im, Zaedun, et al. Manajemen Pendidikan Islam. (Bandung: CV Widina Media Utama,
2021), h.95
375 | Aisyah Almas Nurul Izzah dkk/ IQRO: Journal of Islamic Education Desember-2024, Vol.7, No.2, hal. 374-387
dalam perbaikan dan kemajuan suatu masyarakat. Pada dasarnya, pendidikan
diartikan sebagai usaha untuk mentransfer nilai-nilai dan pengetahuan yang
akan menjadi modal penting bagi seseorang dalam menghadapi masa depan.
Bagi sebagian individu, pendidikan juga dianggap sebagai sarana untuk
mengubah nasib mereka dan meningkatkan peradaban umat manusia. 2
Proses pendidikan dapat berjalan optimal apabila semua komponen di
dalam sekolah dimanfaatkan secara maksimal. Komponen-komponen
tersebut mencakup kepala sekolah, guru, staf, kurikulum, sarana dan
prasarana, serta unsur lain yang mendukung pelaksanaan pembelajaran. Salah
satu elemen yang krusial dalam konteks sekolah adalah peran guru, yang
merupakan pendidik utama siswa. Sesuai dengan Pasal 1 Ayat 1 Undangundang No. 14 tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen:
“Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik,
mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi
siswa pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, dan Pendidikan
menengah.”3
Mulyasa menjelaskan bahwa kinerja dapat diartikan sebagai “prestasi
kerja, pelaksanaan kerja, pencapaian kerja atau unjuk kerja”. 4 Kinerja
merupakan suatu bentuk unjuk kerja seseorang yang ditunjukkan dalam
penampilan, perbuatan dan prestasi kerjanya sebagai akumulasi dari
pengetahuan, keterampilan, nilai dan sikap yang telah dimilikinya. Dalam
meningkatkan budaya kinerja dibutuhkan etos kerja yang baik, karena etos
kerja memiliki peran yang besar dalam keberhasilan kinerja. Soebagio
Admodiwirio yang dikutip oleh Pianda bahwa: “Etos kerja adalah landasan
untuk meningkatkan kinerja pegawai”. Setiap guru memiliki etos kerja yang
beragam. Guru yang tidak memiliki etos kerja akan bekerja asal-asalan,
sedangkan guru yang memiliki etos kerja yang baik akan bekerja penuh
tanggung jawab dan pengabdian.
Lingkungan yang baik untuk bekerja akan menimbulkan perasaan
nyaman dan kerasan dalam bekerja. Tabrani yang dikutip oleh Pianda
mengatakan bahwa: “Lingkungan kerja yang dapat mendukung guru dalam
melaksanakan tugas secara efektif dan efisien adalah lingkungan sosial
psikologis dan lingkungan fisik”.5 Lingkungan kerja dan segala sesuatu yang
ada di sekitar para pekerja dapat mempengaruhi diri dalam menjalankan
tugas-tugas yang dilakukan. Kinerja guru berkaitan dengan kondisi fisik dan
kondisi sosial pekerjaan, yaitu iklim organisasi sekolah dan pemenuhan
kebutuhan hidup guru, yaitu kompensasi.
Di dalam Al-Qur’an ada ayat yang memberikan isyarat tentang balasan
dari segala hal yang manusia kerjakan, disebutkan dalam al-Qur’an surat AlAn’am ayat 132:
َو ِل ُ ٍّل
١٣٢ ون
َ ُك د ََر َجاتٌ ِم َّما َ َِعلُوا ۚ َو َما َرب ُّ َك ِبغَا ِفلٍّ َ ََّعا ي َ ْع َمل
2
Ibid, h. 177
Undang-undang RI Nomor 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen.
4
E Mulyasa, Menjadi Kepala Sekolah Profesional, (Bandung: PT Remaja Rosda Karya,
2003), h.136
5
Pianda, D. Kinerja guru: kompetensi guru, motivasi kerja dan kepemimpinan kepala
sekolah. (CV Jejak Publisher: 2018), h. 29
3
376 | Aisyah Almas Nurul Izzah dkk/ IQRO: Journal of Islamic Education Desember-2024, Vol.7, No.2, hal. 374-387
Artinya: “Dan masing-masing orang memperoleh derajat-derajat
(seimbang) dengan apa yang dikerjakannya. Dan Tuhanmu tidak lengah dari
apa yang mereka kerjakan.” (Qs. Al-An’am: 132).6
Hal ini menunjukkan bahwa Islam mendorong profesionalisme,
tanggung jawab, dan dedikasi dalam menjalankan peran sebagai guru.
Dijelaskan pada tafsir Ibnu Katsir surat Al-An’am ayat 132, setiap orang
yang beramal baik atau buruk, baik taat kepada Allah ataupun durhaka
terhadap-Nya, masing-masing amalan mempunyai tingkatan dan
kedudukannya sendiri. Barang siapa yang mengerjakan hal baik, Allah akan
memberikan balasan yang baik pula. Jika seseorang melakukan hal b (...truncated)