Pengaruh Etos Kerja, Lingkungan Kerja, dan Kompensasi Terhadap Kinerja Guru MTs Al-Amanah Al-Gontory

IQRO: Journal of Islamic Education, May 2025

This study aims to to determine the influence of Work Ethic, Work Environment, and Compensation simultaneously or each variable on the performance of MTs Al-Amanah Al-Gontory Teachers. This is a quantitative research, because this study uses a data collection method with questionnaires to retrieve the information needed by researchers. The data collection used in this study uses documentation and questionnaires using the Likert scale. Sampling uses the purposive sampling technique, which is a sampling technique with certain considerations where the respondents have been predetermined according to the number of minimum needs and respondent criteria. The research was carried out from March 2024 to May 2024 and used a sample of 63 respondents who were permanent teachers of the foundation who taught at MTs Al-Amanah Al-Gontory. The tests carried out in this study are instrument tests, classical assumption tests, multiple linear regression tests, and hypothesis tests. The results of the analysis showed that work ethic, work environment, and compensation had a positive and significant effect on teacher performance at a significance level of 5%. The F test also confirmed the significant influence of the three variables. The results of the determination coefficient (R²) prediction show that 58.3% of the variation in teacher performance can be explained by the three variables, while 41.7% is influenced by other factors outside the variables studied.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://ejournal.iainpalopo.ac.id/index.php/iqro/article/download/6044/4077

Pengaruh Etos Kerja, Lingkungan Kerja, dan Kompensasi Terhadap Kinerja Guru MTs Al-Amanah Al-Gontory

IQRO: Journal of Islamic Education Desember-2024, Vol.7, No.2, hal. 374-387 ISSN(P): 2622-2671; ISSN(E): 2622-3201 ©2024 Pendidikan Agama Islam IAIN Palopo. http://ejournal.iainpalopo.ac.id/index.php/iqro Pengaruh Etos Kerja, Lingkungan Kerja, dan Kompensasi Terhadap Kinerja Guru MTs Al-Amanah Al-Gontory 1Aisyah Almas Nurul Izzah, 2Singgih Aji Purnomo, 3Mohammad Muhtadi Sekolah Tinggi Agama Islam Al Amanah Al-Gontory, Indonesia Email: Abstract This study aims to determine the influence of work ethic, work environment, and compensation on teacher performance at MTs Al-Amanah Al-Gontory, both simultaneously and partially. This study is a quantitative research with a survey method using a Likert scale questionnaire. The sampling technique used purposive sampling with a total of 63 respondents who were permanent teachers of the foundation. Data were analyzed using instrument tests, classical assumption tests (normality, multicollinearity, and heteroscedasticity), multiple linear regression, and t-test and F test. The value of the determination coefficient (R²) of 0.583 showed that 58.3% of the variation in teacher performance was explained by these three variables, while 41.7% was influenced by other factors that were not studied. Keywords: Work Ethic, Work Environment, Compensation, and Teacher Performance. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh etos kerja, lingkungan kerja, dan kompensasi terhadap kinerja guru di MTs Al-Amanah Al-Gontory, baik secara simultan maupun parsial. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode survei menggunakan angket skala Likert. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 63 guru tetap yayasan. Data dianalisis menggunakan uji instrumen, uji asumsi klasik (normalitas, multikolinearitas, dan heteroskedastisitas), regresi linear berganda, serta uji t dan uji F. Hasil analisis menunjukkan bahwa ketiga variabel independen berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru pada tingkat signifikansi 5%. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,583 menunjukkan bahwa 58,3% variasi kinerja guru dijelaskan oleh ketiga variabel tersebut, sedangkan 41,7% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti. Kata Kunci: Etos Kerja, Lingkungan Kerja, Kompensasi, dan Kinerja Guru. PENDAHULUAN Kinerja guru menjadi salah satu indikator utama keberhasilan lembaga pendidikan, termasuk di tingkat madrasah. Namun demikian, masih ditemukan guru dengan tingkat kinerja yang rendah, seperti kurang disiplin, rendah motivasi, dan minim inisiatif dalam mengajar. Sementara itu, sekolah merupakan sebuah lembaga pendidikan yang berperan sebagai tempat di mana guru, dosen, atau ustaz bertugas untuk mendidik, mengajarkan, memotivasi, membimbing, dan mengarahkan peserta didik agar dapat mempelajari berbagai pengetahuan, termasuk ilmu pengetahuan, agama, sains, dan berbagai bidang ilmu lain yang bermanfaat dalam kehidupan.1 Lembaga pendidikan memiliki peran yang sangat penting 1 Na’Im, Zaedun, et al. Manajemen Pendidikan Islam. (Bandung: CV Widina Media Utama, 2021), h.95 375 | Aisyah Almas Nurul Izzah dkk/ IQRO: Journal of Islamic Education Desember-2024, Vol.7, No.2, hal. 374-387 dalam perbaikan dan kemajuan suatu masyarakat. Pada dasarnya, pendidikan diartikan sebagai usaha untuk mentransfer nilai-nilai dan pengetahuan yang akan menjadi modal penting bagi seseorang dalam menghadapi masa depan. Bagi sebagian individu, pendidikan juga dianggap sebagai sarana untuk mengubah nasib mereka dan meningkatkan peradaban umat manusia. 2 Proses pendidikan dapat berjalan optimal apabila semua komponen di dalam sekolah dimanfaatkan secara maksimal. Komponen-komponen tersebut mencakup kepala sekolah, guru, staf, kurikulum, sarana dan prasarana, serta unsur lain yang mendukung pelaksanaan pembelajaran. Salah satu elemen yang krusial dalam konteks sekolah adalah peran guru, yang merupakan pendidik utama siswa. Sesuai dengan Pasal 1 Ayat 1 Undangundang No. 14 tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen: “Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi siswa pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, dan Pendidikan menengah.”3 Mulyasa menjelaskan bahwa kinerja dapat diartikan sebagai “prestasi kerja, pelaksanaan kerja, pencapaian kerja atau unjuk kerja”. 4 Kinerja merupakan suatu bentuk unjuk kerja seseorang yang ditunjukkan dalam penampilan, perbuatan dan prestasi kerjanya sebagai akumulasi dari pengetahuan, keterampilan, nilai dan sikap yang telah dimilikinya. Dalam meningkatkan budaya kinerja dibutuhkan etos kerja yang baik, karena etos kerja memiliki peran yang besar dalam keberhasilan kinerja. Soebagio Admodiwirio yang dikutip oleh Pianda bahwa: “Etos kerja adalah landasan untuk meningkatkan kinerja pegawai”. Setiap guru memiliki etos kerja yang beragam. Guru yang tidak memiliki etos kerja akan bekerja asal-asalan, sedangkan guru yang memiliki etos kerja yang baik akan bekerja penuh tanggung jawab dan pengabdian. Lingkungan yang baik untuk bekerja akan menimbulkan perasaan nyaman dan kerasan dalam bekerja. Tabrani yang dikutip oleh Pianda mengatakan bahwa: “Lingkungan kerja yang dapat mendukung guru dalam melaksanakan tugas secara efektif dan efisien adalah lingkungan sosial psikologis dan lingkungan fisik”.5 Lingkungan kerja dan segala sesuatu yang ada di sekitar para pekerja dapat mempengaruhi diri dalam menjalankan tugas-tugas yang dilakukan. Kinerja guru berkaitan dengan kondisi fisik dan kondisi sosial pekerjaan, yaitu iklim organisasi sekolah dan pemenuhan kebutuhan hidup guru, yaitu kompensasi. Di dalam Al-Qur’an ada ayat yang memberikan isyarat tentang balasan dari segala hal yang manusia kerjakan, disebutkan dalam al-Qur’an surat AlAn’am ayat 132: ‫َو ِل ُ ٍّل‬ ١٣٢ ‫ون‬ َ ُ‫ك د ََر َجاتٌ ِم َّما َ َِعلُوا ۚ َو َما َرب ُّ َك ِبغَا ِفلٍّ َ ََّعا ي َ ْع َمل‬ 2 Ibid, h. 177 Undang-undang RI Nomor 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen. 4 E Mulyasa, Menjadi Kepala Sekolah Profesional, (Bandung: PT Remaja Rosda Karya, 2003), h.136 5 Pianda, D. Kinerja guru: kompetensi guru, motivasi kerja dan kepemimpinan kepala sekolah. (CV Jejak Publisher: 2018), h. 29 3 376 | Aisyah Almas Nurul Izzah dkk/ IQRO: Journal of Islamic Education Desember-2024, Vol.7, No.2, hal. 374-387 Artinya: “Dan masing-masing orang memperoleh derajat-derajat (seimbang) dengan apa yang dikerjakannya. Dan Tuhanmu tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan.” (Qs. Al-An’am: 132).6 Hal ini menunjukkan bahwa Islam mendorong profesionalisme, tanggung jawab, dan dedikasi dalam menjalankan peran sebagai guru. Dijelaskan pada tafsir Ibnu Katsir surat Al-An’am ayat 132, setiap orang yang beramal baik atau buruk, baik taat kepada Allah ataupun durhaka terhadap-Nya, masing-masing amalan mempunyai tingkatan dan kedudukannya sendiri. Barang siapa yang mengerjakan hal baik, Allah akan memberikan balasan yang baik pula. Jika seseorang melakukan hal b (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://ejournal.iainpalopo.ac.id/index.php/iqro/article/download/6044/4077
Article home page: https://ejournal.iainpalopo.ac.id/index.php/iqro/article/view/6044/4077

Aisyah Almas Nurul Izzah, Singgih Aji Purnomo, Mohammad Muhtadi. Pengaruh Etos Kerja, Lingkungan Kerja, dan Kompensasi Terhadap Kinerja Guru MTs Al-Amanah Al-Gontory, IQRO: Journal of Islamic Education, 2025, pp. 374-387,