Resiko Jatuh dan Kekhawatiran Jatuh terhadap Aktiftas Fisik Yang di Lakukan oleh Lansia
Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Volume 7 Nomor 2, April 2025
e-ISSN 2715-6885; p-ISSN 2714-9757
http://jurnal.globalhealthsciencegroup.com/index.php/JPPP
RESIKO JATUH DAN KEKHAWATIRAN JATUH TERHADAP AKTIFTAS FISIK
YANG DI LAKUKAN OLEH LANSIA
Rizky Meuthia Pratiwi
Universitas Bina Sehat PPNI, Jl. Raya Jabon, Gayaman, Mojoanyar, Mojokerto, Jawa Timur 61363, Indonesia
ABSTRAK
Penurunan kekuatan fisik pada lansia meliputi berkurangnya kepadatan tulang, menurunnya elastisitas
otot,sendi dan kekuatan otot. Hal ini dapat menimbulkan rasa takut jatuh pada saat lansia melakukan
aktifitas fisik.Pemicu rasa takut jatuh biasanya dikarenakan pengalaman yang tidak menyenangkan
sehingga lansia kerap menghindari.Tujuan penelitian yaitu mengetahui hubungan resiko jatuh dan
kekhawatiran jatuh terhadap aktifitas fisik yang di lakukan lansia Metode penelitian kuantitatif dengan
desain deskriptif korelatif crossectional, lokasi di UPTD Puskesmas Kedundung. Populasi adalah
seluruh lansia yang mengikuti posyandu lansia berjumlah 65 lansia.Non Probability sampling dengan
jenis convinience sampling yaitu teknik pengambilan sampel yang paling mudah diakses, tersedia dan
dilakukan dengan memilih sampel yang dijumpai di lokasi penelitian. Data dalam penelitian ini
diambil secara langsung dari responden (data primer) dengan metode pengumpulan data yang
digunakan adalah kuesioner menggunakan metode structure interview pada lansia yang mengikuti
layanan puskesmas, layanan posyandu dan senam lansia. Instrumennya menggunakan Falls Efficacy
Scale (FES-I) Indonesian Version,Morse Fall Scale (MFS) dan Physical Activities Scale for Elderly
(PASE).Lansia memiliki tingkat kekhawatiran rendah sebanyak 21 responden (52,5%),21 responden
(52,5%) tidak beresiko jatuh dan Aktifitas baik 37 responden (92,5%).Uji korelasi Spearman rank
antara nilai korelasi FES-I dan PASE adalah 0,513, MFS dan PASE nilai korelasi 0,513,FES dan MFS
memiliki nilai korelasi 1.000.Nilai 0,513 menunjukan koefisien korelasi hubungan cukup kuat dan
nilai korelasi 1.000 menunjukan hubungan sangat kuat. Hasil nilai signifikansi yaitu 0,001 yang
menunjukan < 0,05 hubungan variabel signifikan.Lansia mayoritas memiliki kekhawatiran rendah,
tidak beresiko jatuh dan aktifitas fisik baik.Rasa takut jatuh membentuk perilaku dalam beraktifitas
dan resiko jatuh yang rendah juga mempengaruhi cara lansia dalam beraktifitas.Semakin rendah resiko
jatuhnya, maka lansia tidak memiliki hambatan untuk berakatifitas.
Kata kunci: aktifitas fisik; kekhawatiran jatuh; lansia; resiko jatuh
RISK OF FALLS AND FALLING CONCERNS RELATING TO PHYSICAL ACTIVITIES
PERFORMED BY THE ELDERLY
ABSTRACT
Decreased physical strength in the elderly includes reduced bone density, decreased elasticity of
muscles, joints and muscle strength. This can cause a fear of falling when the elderly do physical
activity. The trigger for the fear of falling is usually due to unpleasant experiences so that the elderly
often avoid it. The aim of the research is to determine the relationship between the risk of falling and
fear of falling with the physical activity carried out by the elderly. Quantitative research method with
a cross-sectional correlative descriptive design, located at the UPTD Puskesmas Kedundung. The
population is all 65 elderly people attending posyandu for the elderly. Non Probability sampling with
convenience sampling type namely the sampling technique that is most easily accessible, available and
is carried out by selecting samples found at the research location. The data in this study was taken
directly from respondents (primary data) with the data collection method used being a questionnaire
using the structured interview method for elderly people who participated in community health center
services, posyandu services and elderly gymnastics. The instruments used the Falls Efficacy Scale
(FES-I) Indonesian Version, Morse Fall Scale (MFS) and Physical Activities Scale for Elderly
(PASE). Elderly people had a low level of worry as many as 21 respondents (52.5%), 21 respondents
889
Jurnal Penelitian Perawat Profesional, Volume 7 No 2, April 2025
Global Health Science Group
(52.5%) were not at risk of falling and 37 respondents (92.5%) had good activity. The Spearman rank
correlation test between the FES-I and PASE correlation values was 0.513, the MFS and PASE
correlation values. 0.513, FES and MFS have a correlation value of 1,000. A value of 0.513 indicates
a correlation coefficient that is quite strong and a correlation value of 1,000 indicates a very strong
relationship. The result of the significance value is 0.001 which shows <0.05 significant variable
relationship. The majority of elderly people have low anxiety, are not at risk of falling and have good
physical activity. The fear of falling shapes behavior in activities and a low risk of falling also
influences the way elderly people do their activities. The lower the risk of falling, the older people
have no obstacles to their activities.
Keywords: fall risk; fear of falls; elderly; physical activity.
PENDAHULUAN
Memasuki usia lansia, tentunya banyak perubahan yang di alami karena proses menua
diantaranya perubahan fisiologis,mental, psikososial dan spiritual (Renrusuna, Maria, &
Firdaus, 2022). Perubahan pada lansia biasanya mempengaruhi aktifitas fisiknya. Pada tubuh
lansia, sistem muskuloskeletal ,sistem syaraf, sistem kardiovaskular bahkan sistem pernafasan
juga mengalami penurunan atau perubahan (Fatmawati, Andarmoyo, & Muftiana, 2020).
Apabila ada penurunan fisik maka akan berpengaruh kepada penurunan elastisitas otot,sendi
dan kekuatan otot. Hal ini tentu berpengaruh juga pada tingkat kemandirian lansia,
kemampuan aktifitas fisik yang mengakibatkan penurunan tingkat kesehatan
(Paat,Amisi,&Asrifuddin, 2021).Penurunan aktivitas fisik pada lansia bersifat multi-faktorial,
salah satunya adalah rasa cemas atau anxiety (Sari 2020). Rasa cemas ini akan berimbas pada
rasa takut jatuh atau kekhawatiran yang akan mempengaruhi aktivitas fisiknya karena
penurunan rasa percaya diri pada diri lansia. Hal ini dapat terjadi karena fokus lansia akan
condong pada rasa takutnya dibandingkan dengan pelaksanaan aktivitas fisiknya. Salah satu
faktor penyebab terganggunya aktifitas fisik pada lansia yaitu rasa takut jatuh ( fear of falling)
yang bisa saja muncul karena pengalaman jatuh sebelumnya sehingga lansia takut ataupun
menghindari aktifitas fisik itu. Lansia juga bisa sangat hati-hati dikarenakan adanya trauma.
Keseimbangan tubuh menjadi kunci utama, bila lansia mengalami gangguan keseimbangan
tubuh maka akan menyebabkan masalah baru yang dapat mempengaruhi kualitas hidup. Saat
lansia mengalami ketakutan ataupun kecemasan akan jatuh, maka kepercayaan diri lansia
dalam melakukan aktifitas tersebut juga bisa berpengaruh. Hal ini juga akan menyebabkan
masalah baru yaitu resiko jatuh meningkat (bethesda.or.id, 2022). Jatuh bisa menjadi faktor
utama lansia mengalami trauma dan cedera bahkan bsia menimbulkan resiko k (...truncated)