Resiko Jatuh dan Kekhawatiran Jatuh terhadap Aktiftas Fisik Yang di Lakukan oleh Lansia

JURNAL PENELITIAN PERAWAT PROFESIONAL, Apr 2025

Penurunan kekuatan fisik pada lansia meliputi berkurangnya kepadatan tulang, menurunnya elastisitas otot,sendi dan kekuatan otot. Hal ini dapat menimbulkan rasa takut jatuh pada saat lansia melakukan aktifitas fisik.Pemicu rasa takut jatuh biasanya dikarenakan pengalaman yang tidak menyenangkan sehingga lansia kerap menghindari.Tujuan penelitian yaitu mengetahui hubungan resiko jatuh dan kekhawatiran jatuh terhadap aktifitas fisik yang di lakukan lansia Metode penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif korelatif crossectional, lokasi di UPTD Puskesmas Kedundung. Populasi adalah seluruh lansia yang mengikuti posyandu lansia berjumlah 65 lansia.Non Probability sampling dengan jenis convinience sampling yaitu teknik pengambilan sampel yang paling mudah diakses, tersedia dan dilakukan dengan memilih sampel yang dijumpai di lokasi penelitian. Data dalam penelitian ini diambil secara langsung dari responden (data primer) dengan metode pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner menggunakan metode structure interview pada lansia yang mengikuti layanan puskesmas, layanan posyandu dan senam lansia. Instrumennya menggunakan Falls Efficacy Scale (FES-I) Indonesian Version,Morse Fall Scale (MFS) dan Physical Activities Scale for Elderly (PASE).Lansia memiliki tingkat kekhawatiran rendah sebanyak 21 responden (52,5%),21 responden (52,5%) tidak beresiko jatuh dan Aktifitas baik 37 responden (92,5%).Uji korelasi Spearman rank antara nilai korelasi FES-I dan PASE adalah 0,513, MFS dan PASE nilai korelasi 0,513,FES dan MFS memiliki nilai korelasi 1.000.Nilai 0,513 menunjukan koefisien korelasi hubungan cukup kuat dan nilai korelasi 1.000 menunjukan hubungan sangat kuat. Hasil nilai signifikansi yaitu 0,001 yang menunjukan < 0,05 hubungan variabel signifikan.Lansia mayoritas memiliki kekhawatiran rendah, tidak beresiko jatuh dan aktifitas fisik baik.Rasa takut jatuh membentuk perilaku dalam beraktifitas dan resiko jatuh yang rendah juga mempengaruhi cara lansia dalam beraktifitas.Semakin rendah resiko jatuhnya, maka lansia tidak memiliki hambatan untuk berakatifitas.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

http://jurnal.globalhealthsciencegroup.com/index.php/JPPP/article/download/6414/4496

Resiko Jatuh dan Kekhawatiran Jatuh terhadap Aktiftas Fisik Yang di Lakukan oleh Lansia

Jurnal Penelitian Perawat Profesional Volume 7 Nomor 2, April 2025 e-ISSN 2715-6885; p-ISSN 2714-9757 http://jurnal.globalhealthsciencegroup.com/index.php/JPPP RESIKO JATUH DAN KEKHAWATIRAN JATUH TERHADAP AKTIFTAS FISIK YANG DI LAKUKAN OLEH LANSIA Rizky Meuthia Pratiwi Universitas Bina Sehat PPNI, Jl. Raya Jabon, Gayaman, Mojoanyar, Mojokerto, Jawa Timur 61363, Indonesia ABSTRAK Penurunan kekuatan fisik pada lansia meliputi berkurangnya kepadatan tulang, menurunnya elastisitas otot,sendi dan kekuatan otot. Hal ini dapat menimbulkan rasa takut jatuh pada saat lansia melakukan aktifitas fisik.Pemicu rasa takut jatuh biasanya dikarenakan pengalaman yang tidak menyenangkan sehingga lansia kerap menghindari.Tujuan penelitian yaitu mengetahui hubungan resiko jatuh dan kekhawatiran jatuh terhadap aktifitas fisik yang di lakukan lansia Metode penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif korelatif crossectional, lokasi di UPTD Puskesmas Kedundung. Populasi adalah seluruh lansia yang mengikuti posyandu lansia berjumlah 65 lansia.Non Probability sampling dengan jenis convinience sampling yaitu teknik pengambilan sampel yang paling mudah diakses, tersedia dan dilakukan dengan memilih sampel yang dijumpai di lokasi penelitian. Data dalam penelitian ini diambil secara langsung dari responden (data primer) dengan metode pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner menggunakan metode structure interview pada lansia yang mengikuti layanan puskesmas, layanan posyandu dan senam lansia. Instrumennya menggunakan Falls Efficacy Scale (FES-I) Indonesian Version,Morse Fall Scale (MFS) dan Physical Activities Scale for Elderly (PASE).Lansia memiliki tingkat kekhawatiran rendah sebanyak 21 responden (52,5%),21 responden (52,5%) tidak beresiko jatuh dan Aktifitas baik 37 responden (92,5%).Uji korelasi Spearman rank antara nilai korelasi FES-I dan PASE adalah 0,513, MFS dan PASE nilai korelasi 0,513,FES dan MFS memiliki nilai korelasi 1.000.Nilai 0,513 menunjukan koefisien korelasi hubungan cukup kuat dan nilai korelasi 1.000 menunjukan hubungan sangat kuat. Hasil nilai signifikansi yaitu 0,001 yang menunjukan < 0,05 hubungan variabel signifikan.Lansia mayoritas memiliki kekhawatiran rendah, tidak beresiko jatuh dan aktifitas fisik baik.Rasa takut jatuh membentuk perilaku dalam beraktifitas dan resiko jatuh yang rendah juga mempengaruhi cara lansia dalam beraktifitas.Semakin rendah resiko jatuhnya, maka lansia tidak memiliki hambatan untuk berakatifitas. Kata kunci: aktifitas fisik; kekhawatiran jatuh; lansia; resiko jatuh RISK OF FALLS AND FALLING CONCERNS RELATING TO PHYSICAL ACTIVITIES PERFORMED BY THE ELDERLY ABSTRACT Decreased physical strength in the elderly includes reduced bone density, decreased elasticity of muscles, joints and muscle strength. This can cause a fear of falling when the elderly do physical activity. The trigger for the fear of falling is usually due to unpleasant experiences so that the elderly often avoid it. The aim of the research is to determine the relationship between the risk of falling and fear of falling with the physical activity carried out by the elderly. Quantitative research method with a cross-sectional correlative descriptive design, located at the UPTD Puskesmas Kedundung. The population is all 65 elderly people attending posyandu for the elderly. Non Probability sampling with convenience sampling type namely the sampling technique that is most easily accessible, available and is carried out by selecting samples found at the research location. The data in this study was taken directly from respondents (primary data) with the data collection method used being a questionnaire using the structured interview method for elderly people who participated in community health center services, posyandu services and elderly gymnastics. The instruments used the Falls Efficacy Scale (FES-I) Indonesian Version, Morse Fall Scale (MFS) and Physical Activities Scale for Elderly (PASE). Elderly people had a low level of worry as many as 21 respondents (52.5%), 21 respondents 889 Jurnal Penelitian Perawat Profesional, Volume 7 No 2, April 2025 Global Health Science Group (52.5%) were not at risk of falling and 37 respondents (92.5%) had good activity. The Spearman rank correlation test between the FES-I and PASE correlation values was 0.513, the MFS and PASE correlation values. 0.513, FES and MFS have a correlation value of 1,000. A value of 0.513 indicates a correlation coefficient that is quite strong and a correlation value of 1,000 indicates a very strong relationship. The result of the significance value is 0.001 which shows <0.05 significant variable relationship. The majority of elderly people have low anxiety, are not at risk of falling and have good physical activity. The fear of falling shapes behavior in activities and a low risk of falling also influences the way elderly people do their activities. The lower the risk of falling, the older people have no obstacles to their activities. Keywords: fall risk; fear of falls; elderly; physical activity. PENDAHULUAN Memasuki usia lansia, tentunya banyak perubahan yang di alami karena proses menua diantaranya perubahan fisiologis,mental, psikososial dan spiritual (Renrusuna, Maria, & Firdaus, 2022). Perubahan pada lansia biasanya mempengaruhi aktifitas fisiknya. Pada tubuh lansia, sistem muskuloskeletal ,sistem syaraf, sistem kardiovaskular bahkan sistem pernafasan juga mengalami penurunan atau perubahan (Fatmawati, Andarmoyo, & Muftiana, 2020). Apabila ada penurunan fisik maka akan berpengaruh kepada penurunan elastisitas otot,sendi dan kekuatan otot. Hal ini tentu berpengaruh juga pada tingkat kemandirian lansia, kemampuan aktifitas fisik yang mengakibatkan penurunan tingkat kesehatan (Paat,Amisi,&Asrifuddin, 2021).Penurunan aktivitas fisik pada lansia bersifat multi-faktorial, salah satunya adalah rasa cemas atau anxiety (Sari 2020). Rasa cemas ini akan berimbas pada rasa takut jatuh atau kekhawatiran yang akan mempengaruhi aktivitas fisiknya karena penurunan rasa percaya diri pada diri lansia. Hal ini dapat terjadi karena fokus lansia akan condong pada rasa takutnya dibandingkan dengan pelaksanaan aktivitas fisiknya. Salah satu faktor penyebab terganggunya aktifitas fisik pada lansia yaitu rasa takut jatuh ( fear of falling) yang bisa saja muncul karena pengalaman jatuh sebelumnya sehingga lansia takut ataupun menghindari aktifitas fisik itu. Lansia juga bisa sangat hati-hati dikarenakan adanya trauma. Keseimbangan tubuh menjadi kunci utama, bila lansia mengalami gangguan keseimbangan tubuh maka akan menyebabkan masalah baru yang dapat mempengaruhi kualitas hidup. Saat lansia mengalami ketakutan ataupun kecemasan akan jatuh, maka kepercayaan diri lansia dalam melakukan aktifitas tersebut juga bisa berpengaruh. Hal ini juga akan menyebabkan masalah baru yaitu resiko jatuh meningkat (bethesda.or.id, 2022). Jatuh bisa menjadi faktor utama lansia mengalami trauma dan cedera bahkan bsia menimbulkan resiko k (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: http://jurnal.globalhealthsciencegroup.com/index.php/JPPP/article/download/6414/4496
Article home page: http://jurnal.globalhealthsciencegroup.com/index.php/JPPP/article/view/6414/4496

Pratiwi Rizky Meuthia. Resiko Jatuh dan Kekhawatiran Jatuh terhadap Aktiftas Fisik Yang di Lakukan oleh Lansia, JURNAL PENELITIAN PERAWAT PROFESIONAL, 2025, pp. 889-900,