Pengaruh Gender Diversity, Leverage, Ukuran Perusahaan Dan Likuiditas Terhadap Kinerja Perusahaan (Studi Pada Perusahaan Sub Sektor Konstruksi Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2018-2022)
ISSN : 2355-9357
e-Proceeding of Management : Vol.12, No.2 April 2025 | Page 270
Pengaruh Gender Diversity, Leverage, Ukuran Perusahaan Dan Likuiditas
Terhadap Kinerja Perusahaan (Studi Pada Perusahaan Sub Sektor
Konstruksi Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2018-2022)
The Effect Of Gender Diversity, Leverage, Company Size And Liquidity On
Company Performance (A Study Of Construction Sub-Sector Companies Listed
On The Indonesia Stock Exchange In 2018-2022)
Muhammad Aulia Rahman1, Ali Riza Fahlevi2
Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Telkom, Indonesia,
2
Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Telkom, Indonesia,
1
Abstrak
Perusahaan senantiasa dituntut untuk mampu menerapkan strategi agar dapat memenangkan persaingan serta
memaksimalkan segala kekayaan aset yang dipunyai dengan baik untuk mencapai tujuan. Kinerja perusahaan
merupakan kondisi perusahaan dalam memenuhi pencapaian atau target yang menggambarkan keadaan finansial serta
capaian kerja badan usaha dalam suatu jangka waktu. Penelitian ini bertujuan guna memahami pengaruh leverage
serta gender diversity pada performa badan usaha dengan variabel kontrol ukuran badan usaha serta likuiditas pada
perusahaan sub sektor konstruksi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2018-2022, secara simultan
dan parsial. Studi ini memakai teknik kuantitatif dan analisa statistik deskriptif serta model analisa regresi data panel.
Studi ini memakai metode purposive sampling. Objek studi ini ialah subsektor konstruksi pada tahun 2018-2022. Data
yang diolah adalah data sekunder yang diperoleh dari halaman resmi badan usaha serta BEI. Sampel pada studi ini
yaitu 14 dengan total observasi 70. Hasil studi ini menandakan bahwasannya leverage serta gender diversity secara
bersamaan berdampak pada kinerja Perusahaan. Secara parsial leverage tidak berdampak pada performa badan usaha
serta gender diversity tidak mempengaruhi performa badan usaha.
Kata Kunci-gender diversity, leverage, ukuran perusahaan, likuiditas, performa badan usaha.
I.
PENDAHULUAN
Kinerja perusahaan merupakan kondisi perusahaan dalam memenuhi peraihan yang sudah dijalankan oleh badan
usaha yang memvisualisasikan keadaan finansial serta Gambaran dari capaian kerja perusahaan dalam periode
tertentu. Performa badan usaha diukur berdasarkan data finansial serta non-finansial yang berupa kepuasan dari
pelanggan atas pemberian layanan yang diberikan perusahaan. Tujuan utamanya yaitu untuk mencapai keuntungan
maksimal, yang berarti bahwa badan usaha wajib menjalankan aktivitas dengan baik. Pengukuran kinerja diperlukan
guna mengetahui misi jangka panjang badan usaha (Hapsari et al., 2023).
Dalam 2 tahun terakhir, beberapa perusahan di sub sektor konstruksi mengalami penurunan kinerja perusahaan,
terdapat beberapa perusahaan yang mengalami penurunan laba diantaranya PT Total Bangun Persada Tbk yang
mencatatkan laba bersih turun 25,8%, Penurunan ini terjadi sebab ada berbagai garapan yang melambat dalam
pelaksanaan pekerjaan disebabkan adanya kendala pada perizinan (Fadillah, 2024). Selain itu, PT Meta Epsi Tbk.
(MTPS) tercatat paling bengkak mencapai 694,20% (yoy) dari Rp29,16 miliar menjadi Rp231,61 miliar. Disisi lain
PT Bukaka Teknik Utama (BUKK) sepanjang 2022 membukukan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik
mencapai Rp450,50 miliar atau turun sekitar 5,39% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp476,17
ISSN : 2355-9357
e-Proceeding of Management : Vol.12, No.2 April 2025 | Page 271
miliar. Turunnya raihan laba bersih perseroan dipicu tingginya beban kontrak kontruksi dan non konstruksi sekitar
10,58% menjadi Rp3,45 triliun dari Rp3,12 triliun.
Berdasarkan studi milik Chijoke-Mgbame et al., (2020) yang mengatakan bahwasannya gender diversity
berdampak positif pada pengungkapan performa badan usaha. Berdeda dengan studi milik Maghfiroh, (2019) yang
mengatakan bahwasannya gender diversity tidak berdampak pada kinerja badan usaha. Berdasarkan studi milik
Margono & Gantino, (2021) yang mengatakan bahwasannya leverage berdampak positif pada kinerja badan usaha.
Berbeda dengan studi milik Partiwi et al., (2022) yang mengatakan bahwasannya leverage berdampak negatif pada
pengungkapan performa badan usaha.
Berdasarkan penjelasan tersebut, masih ditemukannya inkonsistensi hasil dari penelitian sebelumnnya antara
variabel independen pada performa badan usaha. Maka, peneliti berminat menjalankan riset berjudul <Pengaruh
Gender Diversity dan Leverage terhadap Kinerja Perusahaan dengan variabel kontrol ukuran perusahaan dan likuiditas
(Studi Kasus pada Perusahaan sub sektor konstruksi yang terdaftar di BEI Tahun 2018-2022)=.
II. TINJAUAN LITERATUR
A. Dasar Teori
1. Teori Sinyal
Signalling theory (Teori Sinyal) disampaikan pada awalnya oleh Michael Spence di tahun 1973. Menurut Spence
(1973) dengan membagikan sinyal, pihak pemilik data (badan usaha) berupaya menginformasikan yang bisa
dimaksimalkan oleh pihak penerima data (investor) yang nantinya pihak penerima informasi akan menyesuaikan
tingkah lakunya seperti pemahamannya pada sinyal itu. Pendapat Leny Suzan & Nurul Izza Ramadhani, (2023) sinyal
adalah situasi di mana perusahaan perlu membagikan sinyal pada pihak yang menggunakan informasi guna
meminimalkan asimetri informasi. Teori sinyal ialah sebuah gagasan yang berhubungan dengan tindakan manajemen
perusahaan yang berusaha untuk memperoleh perhatian dari investor dengan cara memberikan gambaran tentang
kondisi perusahaan di masa depan (Putu Kevin Desman, n.d.). Menurut (Farida, 2019) teori sinyal merupakan
penjelasan mengenai strategi bagaimana sebuah badan usaha membagi sinyal pada penggina laporan finansial berupa
sikap manajemen yang sejalan dengan pemilik perusahaan. Teori ini biasanya mencirikan sebuah masalah yang
berguna pada keputusan investasi. Sinyal itu sendiri dapat diartikan sebagai aksi kelola badan usaha dalam membagi
acuan untuk investor tentang prospek badan usaha. Sinyal diberikan akibat dorongan dari adanya asymmetric
information antara agent, yaitu pihak manajemen, dengan principal, yaitu pemilik, dimana principal cenderung
memiliki lebih sedikit pengetahuan mengenai kondisi internal perusahaan dan lebih lambat mengetahui informasi
dibandingkan pihak agent (Brigham, 2019).
2.
a.
Variabel Dependen
Kinerja Perusahaan
Kinerja perusahaan merupakan kondisi perusahaan dalam mencapai tujuan yang sudah dijalankan badan usaha
yang memberi visualisasi keadaan finansial serta merupakan gambaran dari capaian kerja badan usaha dalam periode
tertentu. Performa badan usaha dihitung sesuai data finansial serta non finansial yang berupa kepuasan dari pelanggan
atas pemberian layanan yang diberikan perusahaan. Tujuan utamanya yaitu untuk mencapai keuntungan, yang artinya
bahwa badan usaha wajib berkegiatan secara efektif dan efisien. Badan usaha senantiasa dituntut untuk bisa
menerapkan strategi agar dapat memenangkan persaingan serta memaksimalkan segala aset kekayaan yang dipunyai
dengan baik un (...truncated)