Strategi Perancangan Konten Media Koleksi Museum Di Instagram: Studi Kasus Museum Sri Baduga
ISSN : 2355-9357
e-Proceeding of Management : Vol.12, No.2 April 2025 | Page 565
Strategi Perancangan Konten Media Koleksi Museum Di Instagram: Studi
Kasus Museum Sri Baduga
Danang Qolbin Salim1, Idola Perdini Putri2
Ilmu Komunikasi, Fakultas Komunikasi dan Ilmu Sosial, Universitas Telkom , Indonesia,
2
Ilmu Komunikasi, Fakultas Komunikasi dan Ilmu Sosial, Universitas Telkom , Indonesia,
1
Abstract
Sri Baduga Museum is one of the government agencies in the field of history and culture learning centers. Sri Baduga
Museum has an Instagram social media with the username @sribaduga1980. Sri Baduga Museum currently has not
utilized social media optimally as an educational medium. So this is a challenge for the Sri Baduga Museum to remain
relevant amidst the high use of social media by the public. The purpose of designing this work is to optimize or
maximize the Sri Baduga Museum's Instagram social media through content. Through a content plan, the design of
the work can be carried out in a planned and timely manner. The design of this work was carried out in the period
August 2024 - January 2024. The results obtained in the design of this work are the Sri Baduga Museum's Instagram
social media @sribaduga1980 using visual communication theory and copywriting in the design process. The design
of this work reveals that the content design strategy created successfully uploaded educational content and had a
content plan that could be used for future content plans.
Keywords: Content, Instagram, Visual Communication, Copywriting
Abstrak
Museum Sri Baduga merupakan salah satu instansi pemerintah pada bidang pusat pembelajaran sejarah dan budaya.
Museum Sri Baduga memiliki media sosial Instagram dengan nama pengguna @sribaduga1980. Museum Sri Baduga
saat ini belum memanfaatkan media sosial dengan optimal sebagai media edukasi. Sehingga hal ini menjadi tantangan
bagi Museum Sri Baduga untuk tetap relevan ditengah penggunaan media sosial yang tinggi oleh masyarakat. Tujuan
dari perancancangan karya ini adalah untuk mengoptimalisasikan atau memaksimalkan media sosial Instagram
Museum Sri Baduga melalui konten. Melalui rencana konten, perancangan karya dapat dilakukan secara terencana
dan tepat waktu. Perancangan karya ini dilakukan dalam kurun periode Agustus 2024 – Januari 2024. Hasil yang
diperoleh pada perancangan karya ini adalah media sosial Instagram Museum Sri Baduga @sribaduga1980
menggunakan teori komunikasi visual dan copywriting dalam proses perancangan karya. Perancangan karya ini
mengungkapkan bahwa strategi perancangan konten yang dibuat berhasil mengunggah konten edukasi serta
mempunyai rencana konten yang dapat dimanfaatkan untuk rencana konten kedepannya.
Kata Kunci: Konten, Instagram, Komunikasi Visual, Copywriting
I.
PENDAHULUAN
Museum Sri Baduga, yang didirikan pada tahun 1974, memiliki peran penting sebagai pusat pendidikan sejarah
dan budaya di Jawa Barat. Dengan koleksi yang beragam, seperti arca zaman Megalitikum, pakaian adat, alat musik
tradisional, dan artefak budaya lainnya, museum ini menawarkan wawasan mendalam tentang warisan budaya
Indonesia. Namun, seiring dengan perubahan perilaku masyarakat yang lebih memilih informasi digital, museum ini
menghadapi tantangan untuk tetap relevan. Akun Instagram @sribaduga1980, yang digunakan untuk promosi dan
edukasi, menunjukkan keterbatasan dalam keterlibatan audiens, terlihat dari rendahnya statistik interaksi dan
engagement. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan strategi perancangan konten media yang
efektif guna meningkatkan keterlibatan audiens dan memaksimalkan potensi Instagram sebagai media edukasi dan
promosi museum.
Di era digital, media sosial telah menjadi alat komunikasi yang sangat berpengaruh. Sebuah survei menunjukkan
bahwa 73% masyarakat Indonesia lebih suka mencari informasi melalui media sosial dibandingkan platform lainnya
ISSN : 2355-9357
e-Proceeding of Management : Vol.12, No.2 April 2025 | Page 566
(Ahdiat, 2022). Instagram, dengan berbagai fitur seperti reels dan stories, menjadi platform ideal untuk promosi
interaktif. Namun, pemanfaatannya harus dirancang secara strategis agar mampu menarik perhatian audiens dan
menyampaikan informasi yang relevan. Dalam hal ini, Museum Sri Baduga memerlukan pendekatan komunikasi
berbasis Komunikasi Visual, Menurut Martin Lester, komunikasi visual melibatkan segala jenis pesan yang
merangsang indra penglihatan dan dapat dipahami oleh orang yang melihatnya (Sukirno dalam Anditha, 2021)..
Dengan strategi konten yang kreatif dan informatif, museum dapat memperkuat identitasnya sekaligus mendorong
partisipasi publik dalam pelestarian budaya. Pemasaran media sosial, menurut Gunelius (dalam Salamah et al., 2021),
mencakup berbagai strategi untuk meningkatkan kesadaran merek dan membangun hubungan dengan audiens melalui
platform jejaring sosial. Instagram, sebagai salah satu platform yang paling banyak digunakan di Indonesia,
menawarkan peluang besar untuk promosi yang efektif. Namun, konten yang diproduksi harus mampu menarik
perhatian audiens dengan menyajikan informasi yang bernilai edukatif dan estetik. Dalam penelitian ini, pendekatan
komunikasi visual akan diterapkan untuk merancang konten yang relevan dan menarik, dengan memanfaatkan data
interaksi dan insight dari akun Instagram Museum Sri Baduga. Penelitian ini juga akan mengintegrasikan teori
komunikasi, Komunikasi Visual, dan strategi pemasaran digital sebagai dasar konseptual untuk menyusun kampanye
media sosial yang efektif.
Tujuan utama dari penelitian ini adalah mengembangkan strategi perancangan konten media yang mampu
meningkatkan statistik keterlibatan audiens di akun Instagram @sribaduga1980. Langkah-langkah yang diusulkan
mencakup pembuatan konten pra-produksi, produksi, dan pasca-produksi yang menarik dan informatif. Dalam
mendukung proses ini, teori komunikasi massa, konsep Komunikasi Visual, dan pemasaran media sosial menjadi
landasan utama. Pendekatan ini diharapkan mampu menjawab tantangan museum untuk tetap relevan dan menarik di
era digital, sekaligus mendukung upaya promosi serta pelestarian budaya melalui media sosial.
II. TINJAUAN LITERATUR
A. Tinjauan Teori
1. Komunikasi Visual
Komunikasi visual terdiri dari dua elemen utama, yaitu "komunikasi" dan "visual". Komunikasi dapat diartikan
sebagai proses pertukaran pesan antara pengirim pesan (komunikator) dan penerima pesan (komunikan) melalui media
tertentu, yang kemudian menghasilkan respons atau umpan balik. Sementara itu, "visual" merujuk pada hal-hal yang
dapat ditangkap oleh indra penglihatan, yakni mata. Dengan menggabungkan kedua pengertian ini, komunikasi visual
dapat didefinisikan sebagai proses penyampaian pesan dalam bentuk visual antara komunikator dan komunikan yang
menghasilkan respons tertentu. Menurut Martin Lester, komunikasi visual melibatkan segala jenis pesan yang
merangsang indra penglihatan dan dapat dipahami oleh orang yang melihatnya (Sukirno dalam Anditha, 2021).
2.
Media Sos (...truncated)