BAHTERA INDONESIA:
Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
ISSN 2541-3252
Vol.11, No.1, Mar. 2026
ANALISIS KONFLIK SOSIAL DALAM DRAMA MEGA-MEGA KARYA ARIFIN C.
NOER: KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA
Erlin Atifah Azzahrah1, Anggun Fatma Mustika2, Maulinda Nurul Hasanah3, Ika Rahayu
Nursulistya Ningsih 4, Firlanda Azzahro5
1,2,3,4,5
Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta,
[email protected],
[email protected],
[email protected],
[email protected],
[email protected]
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi konflik sosial dalam naskah drama
Mega-Mega karya Arifin C. Noer melalui pendekatan sosiologi sastra. Drama ini
menggambarkan berbagai bentuk konflik sosial seperti ketidakadilan, kemiskinan struktural,
marginalisasi, ketimpangan gender, dan kehancuran nilai kemanusiaan. Pendekatan teori
sosiologi sastra Ian Watt digunakan untuk memahami keterkaitan antara realitas sosial dan isi
karya sastra, serta bagaimana karya tersebut berfungsi sebagai cermin dan kritik terhadap
kondisi masyarakat pada masanya. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif
kualitatif dengan teknik analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Mega-Mega tidak
hanya berperan sebagai media hiburan, tetapi juga sebagai alat kritik sosial yang kuat terhadap
ketimpangan dan ketidakadilan yang terjadi di masyarakat. Nilai-nilai seperti perjuangan hidup,
kepedulian sosial, dan harapan digambarkan melalui tokoh-tokoh dalam drama yang hidup di
tengah tekanan sosial dan ekonomi. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam memperkaya
kajian sosiologi sastra, khususnya dalam memahami bagaimana karya sastra mencerminkan dan
menyuarakan realitas sosial yang kompleks.
Kata Kunci: Arifin C. Noer, drama mega-mega, ketimpangan sosial, konflik sosial, kritik
sosial, sosiologi sastra.
ABSTRACK
This study aims to analyze the representation of social conflict in the play Mega-Mega by Arifin
C. Noer using a sociological approach to literature. The drama portrays various forms of social
conflict, such as injustice, structural poverty, marginalization, gender inequality, and the
breakdown of humanitarian values. Ian Watt’s theory of the sociology of literature is employed
to explore the relationship between social reality and the content of the literary work, as well as
how literature serves as a mirror and critique of societal conditions. This research adopts a
qualitative descriptive method with content analysis techniques. The findings reveal that MegaMega functions not only as a medium of entertainment but also as a powerful tool of social
criticism against inequality and injustice. Values such as the struggle for life, social awareness,
and hope are depicted through characters living under social and economic pressure. This study
contributes to the enrichment of literary sociology by demonstrating how literature reflects and
gives voice to complex social realities.
Keywords: Arifin C. Noer, mega-mega drama, social criticism, social conflict, social inequality,
sociology of literature.
How to Cite: Azzahrah, E. A., Mustika, A. F., Hasanah, M. N., Ningsih, I. R. N., & Azzahro, F.
(2026). ANALISIS KONFLIK SOSIAL DALAM DRAMA MEGA-MEGA KARYA ARIFIN
C. NOER: KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA. Bahtera Indonesia; Jurnal Penelitian Bahasa Dan
Sastra Indonesia , 11(1), 67–79. https://doi.org/10.31943/bi.v11i1.1249
DOI: https://doi.org/10.31943/bi.v11i1.1249
67
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
BAHTERA INDONESIA:
Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
ISSN 2541-3252
Vol.11, No.1, Mar. 2026
pendapat
PENDAHULUAN
Nurgiyantoro
(dalam
jurnal
Karya sastra merupakan hasil dari
Setiawan, dkk. 2024) mengatakan bahwa
kreativitas manusia yang memberdayakan
sastra yang didalamnya mengandung pesan
bahasa untuk mencapai puncak estetika.
sosial
Menurut Sukirman (2021) karya sastra
kehidupan
merupakan karya yang diciptakan dengan
(dalam buku Wicaksono, 2017) Pengkajian
makna
memberikan
prosa fiksi (edisi revisi) mengemukakan
pengalaman batin, menghibur pembaca dan
bahwa fungsi karya sastra adalah dulce at
penikmatnya. Menurut Arifin (2019), bahwa
utile artinya menyenangkan dan berguna.
Karya
satu
Karya Sastra Banyak Ragamnya, di dalam
perwujudan hasil rekaan seseorang sehingga
karya sastra di dalamnya ada puisi, prosa,
menghasilkan kehidupan dengan berbagai
dan drama.
yang
sastra
bertujuan
merupakan
salah
macam corak, antara lain sikap penulis, latar
belakang, dan keteguhan hati pengarang.
Sastra
untuk
sosialnya.
mengkritik
dalam
Menurut
Horace
Menurut Astuti dan Humaira (2022),
Puisi merupakan karya sastra
dengan
bentuk
yang
menggunakan rima, dan termasuk ke dalam
dinikmati
oleh
gagasan perasaan seseorang mengenai hal
manusia dengan kesan mendalam yang
yang dituangkan ke dalam kata-kata yang
berpengaruh
manusia.
indah. Menurut pendapat Widayati (2020),
Menurut Kusinwati (2019) Sastra dipandang
prosa dalam kesusastraan disebut fiksi, teks
sebagai
untuk
naratif atau wacana naratif. Istilah fiksi
diharapkan
dalam pengertian ini berarti cerita rekaan
menimbulkan kesan yang mendalam dan
atau cerita khayalan. Menurut Webster
berpengaruh
(dalam buku Soleh, 2021). Drama: Teori dan
dihasilkan,
merupakan
guna
dan
pada
suatu
dinikmati,
untuk
kehidupan
yang
karya
pada
dihasilkan
sastra
kehidupan
manusia.
Lahirnya karya sastra di tengah-tengah
Pementasan),
masyarakat
sebagai
Komposisi dalam bentuk syair atau prosa
rekayasa imajinasi pengarang. Sosial dan
yang disusun untuk diperagakan (seperti
budaya yang berkembang di masyarakat
oleh
sangat berpengaruh di dalam isi dan tema
dimaksudkan
yang tertuang dalam suatu karya sastra.
kehidupan atau untuk menceritakan sebuah
Sebuah karya sastra pasti selalu terikat
kisah melalui aksi atau biasanya dialog para
dengan pola berpikir, ide, dan prinsip
aktor.
tak
merubahnya
pengarangnya.
Fungsi dari karya sastra seringkali
menjadi wujud yang terjadi. Menurut
aktor
Akar
berpusat
bahwa
di
atas
untuk
masalah
pada
drama
adalah
panggung)
dan
menggambarkan
dalam
kemiskinan
drama
ini
struktural,
marginalisasi kaum miskin, ketimpangan
Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
68
BAHTERA INDONESIA:
Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
sosial,
dan
kehancuran
ISSN 2541-3252
Vol.11, No.1, Mar. 2026
nilai-nilai
menjadi kaya melalui lotre, sementara Retno
kemanusiaan. Karya ini tidak hanya menjadi
berharap menemukan kehidupan yang lebih
kritik terhadap pemerintah dan struktur
baik meskipun akhirnya terjebak dalam
sosial yang timpang, tetapi juga menjadi
dunia prostitusi. Hal ini menunjukkan bahwa
pengingat bagi masyarakat untuk lebih
dalam
peduli terhadap mereka yang hidup di
seringkali menjadi satu-satunya pelarian
pinggiran
bagi masyarakat miskin.
sistem
menggunakan
sosial.
pendekatan
Dengan
keterpurukan,
harapan
sesuai
Sejalan dengan pandangan Watt, (...truncated)