THE RELATIONSHIP BETWEEN ABILITY OF LIFE AND SELF CARE IN POST-HEART ATTACK PATIENTS
Jurnal Kesehatan, Sains, dan Teknologi
Vol. 4, No. 3 Desember 2025
Available online at https://jurnal.undhirabali.ac.id/index.php/jakasakti/index
Research Article
e-ISSN: 2963-0940
THE RELATIONSHIP BETWEEN QUALITY OF LIFE AND
SELF-CARE IN POST-HEART ATTACK PATIENTS
HUBUNGAN KUALITAS HIDUP DENGAN SELF CARE PADA PASIEN
PASCA SERANGAN JANTUNG
Ahmad Fauziansyah1*, Miftahul Munir2, Mohammad Fahrul Arifin3, Wanda
Astia4
1,2,3,4
Institut Ilmu Kesehatan Nahdlatul Ulama Tuban
*Corresponding Author:
Article info
Keywords:
Self-Care, Quality of
Life, Post-Heart
Attack
Kata kunci:
Self Care, Kualitas
Hidup, Pasca
Serangan Jantung
Abstract
Self-care is an effort to develop a health system in which patients and their
families participate in their care. Patients and families are partners in
making health decisions and ensuring that these decisions align with the
goals of improving health and sustaining life. Self-care in Post-Heart
Attack patients includes adherence to treatment, maintaining physical
health (diet, avoiding smoking, alcohol consumption, and consuming
high-cholesterol foods), managing stress, consulting with healthcare
professionals, and providing social support for self-care. This study is a
non-experimental study with a correlational design using a crosssectional approach. The population was 200 Post-Heart Attack patients
in the Tuban Community Health Center (Puskesmas) working area. The
sample size was 130 respondents selected using cluster random sampling.
The independent variable was quality of life, while the dependent variable
was self-care. The research instrument used was a questionnaire
measured using the Spearman rank sum test. The statistical test results
using the SPSS application yielded a significance value of 0.000,
indicating p < 0.05, which means that H1 is accepted. Therefore, it can be
concluded that there is a significant relationship between quality of life
and self-care in Post-Heart Attack patients in the Tuban Community
Health Center work area. To increase insight into self-care quality of life
in Post-Heart Attack patients in the Tuban Community Health Center
work area.
Abstrak
Self-care merupakan upaya untuk mengembangkan sistem kesehatan
dimana pasien dan keluarga ikut terlibat dalam perawatan kesehatan
pasien. Pasien dan keluarga sebagai mitra dalam membuat keputusan
kesehatan dan memastikan bahwa keputusan yang di buat sejalan dengan
tujuan untuk meningkatkan kesehatan dan mempertahankan kehidupan.
Self care pada pasien Pasca Serangan Jantung meliputi kepatuhan
terhadap pengobatan, pemeliharaan dalam kesehatan fisik (diet, tidak
merokok, konsumsi alkohol, konsumsi makanan berkolestrol tinggi),
mengelola stress, berkonsultasi dengan tenaga kesehatan dan adanya
dukungan sosial untuk melakukan perawatan diri. Penelitian ini termasuk
dalam penelitian non-experiment dengan desain penelitian korelasional
menggunakan pendekatan waktu cross-sectional. Populasi sebanyak 200
358
Jurnal Kesehatan, Sains, dan Teknologi
Vol. 4, No. 3 Desember 2025
Available online at https://jurnal.undhirabali.ac.id/index.php/jakasakti/index
Research Article
e-ISSN: 2963-0940
pasien Pasca Serangan Jantung di tuban. Besar sampel berjumlah 130
responden yang pilih dengan Teknik cluster random sampling. Variabel
independen yaitu kualitas hidup sedangkan variabel dependen yaitu self
care. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner yang diukur
menggunakan uji rank spearman. Hasil uji statistik menggunakan
applikasi SPSS dihasilkan nilai signifikansi p value 0,000 menunjukkan p
< 0,05 yang berarti bahwa H1 diterima, maka dapat disimpulkan bahwa
ada hubungan yang signifikansi antara hubungan kualitas hidup dengan
self care pada pasien Pasca Serangan Jantung di tuban. Untuk menambah
wawasan tentang self care kualitas hidup pada pasien Pasca Serangan
Jantung di tuban.
PENDAHULUAN
Self-care merupakan upaya untuk mengembangkan sistem kesehatan dimana
pasien dan keluarga ikut terlibat dalam perawatan kesehatan pasien. Pasien dan keluarga
sebagai mitra dalam membuat keputusan kesehatan dan memastikan bahwa keputusan yang
di buat sejalan dengan tujuan untuk meningkatkan kesehatan dan mempertahankan
kehidupan (Barbara, 2020). Self care pada pasien Pasca Serangan Jantung meliputi
kepatuhan terhadap pengobatan, pemeliharaan dalam kesehatan fisik (diet, tidak merokok,
konsumsi alkohol, konsumsi makanan berkolestrol tinggi), mengelola stress, berkonsultasi
dengan tenaga kesehatan dan adanya dukungan sosial untuk melakukan perawatan diri
(Ayu, 2020).
Penyakit jantung koroner (PJK) merupakan salah satu penyebab utama morbiditas
dan mortalitas di dunia, termasuk di Indonesia. Serangan jantung atau infark miokard akut
menjadi kondisi akut yang tidak hanya mengancam keselamatan jiwa, tetapi juga
berdampak jangka panjang terhadap kondisi fisik, psikologis, sosial, dan spiritual pasien.
Pasien pasca serangan jantung sering mengalami penurunan kemampuan fungsional,
kecemasan, depresi, keterbatasan aktivitas, serta perubahan peran sosial yang secara
keseluruhan berpengaruh terhadap kualitas hidup. (Thalib, 2022).
Menurut WHO tahun 2017 setiap 4 detik orang meninggal karena jantung, sekitar
15 juta orang di dunia mengalami jantung setiap tahunnya. (Jantung Assosiation dalam
Syarif, 2020). Selain menyumbangkan angka kematian tinggi akibat jantung, indonesia
juga memiliki angka beban jantung terbanyak kedua setelah Mongolia yaitu sebanyak
3.382,2/10.000 orang berdasarkan DALYs (Disabillity-Adjusted Life Year), prevelensi
jantung di indonesia pada tahun 2018 sebanyak 10,9% dan mengalami kenaikan sebanyak
3.9% dalam 5 tahun terakhir ( et 2020). Prevelensi jantung di jawa timur 12,4% dan di
wilayah tuban 22,841. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan
Keluarga Berencana Kabupaten Tuban didapatkan laporan hasil kegiatan bulan timbang
bulan februari 2023 di Puskesmas tuban Berjumlah 200 kasus Pasca Serangan Jantung
dengan kategori 130 pasien jantung dan 70 pasien Pasca Serangan Jantung. Selanjutnya
peneliti melakukan survei awal di Puskesmas Tuban Kec. Tuban Kab Tuban didapatkan
bahwa hasil bulan timbang febuari 2024 di wilayah pukesmas tuban Kec Tuban Kab Tuban
dengan jumlah 130 tidak dapat melakukan perawatan diri. dari 200 pasien jantung dan 70
lainnya mampu melakukan perawatan secara mandiri (Tarigan, 2023).
Kualitas hidup pada pasien pasca serangan jantung menjadi indikator penting
dalam keberhasilan perawatan jangka panjang. Kualitas hidup yang baik mencerminkan
kemampuan pasien untuk beradaptasi dengan kondisi penyakitnya, mempertahankan
fungsi sehari-hari, serta mencapai kesejahteraan fisik dan psikososial. Namun, berbagai
359
Jurnal Kesehatan, Sains, dan Teknologi
Vol. 4, No. 3 Desember 2025
Available online at https://jurnal.undhirabali.ac.id/index.php/jakasakti/index
Research Article
e-ISSN: 2963-0940
penelitian menunjukkan bahwa banyak pasien pasca serangan jantung masih memiliki
kualitas hidup yang rendah akibat kurangnya pengelolaan penyaki (...truncated)