THE RELATIONSHIP BETWEEN ABILITY OF LIFE AND SELF CARE IN POST-HEART ATTACK PATIENTS

JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI), Jan 2026

Self-care is an effort to develop a health system in which patients and their families participate in their care. Patients and families are partners in making health decisions and ensuring that these decisions align with the goals of improving health and sustaining life. Self-care in post-stroke patients includes adherence to treatment, maintaining physical health (diet, avoiding smoking, alcohol consumption, and consuming high-cholesterol foods), managing stress, consulting with healthcare professionals, and providing social support for self-care. This study is a non-experimental study with a correlational design using a cross-sectional approach. The population was 200 post-stroke patients in the Tuban Community Health Center (Puskesmas) working area. The sample size was 130 respondents selected using cluster random sampling. The independent variable was quality of life, while the dependent variable was self-care. The research instrument used was a questionnaire measured using the Spearman rank sum test. The statistical test results using the SPSS application yielded a significance value of 0.000, indicating p < 0.05, which means that H1 is accepted. Therefore, it can be concluded that there is a significant relationship between quality of life and self-care in post-stroke patients in the Tuban Community Health Center work area. To increase insight into self-care quality of life in post-stroke patients in the Tuban Community Health Center work area

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://jurnal.undhirabali.ac.id/index.php/jakasakti/article/download/4858/4508

THE RELATIONSHIP BETWEEN ABILITY OF LIFE AND SELF CARE IN POST-HEART ATTACK PATIENTS

Jurnal Kesehatan, Sains, dan Teknologi Vol. 4, No. 3 Desember 2025 Available online at https://jurnal.undhirabali.ac.id/index.php/jakasakti/index Research Article e-ISSN: 2963-0940 THE RELATIONSHIP BETWEEN QUALITY OF LIFE AND SELF-CARE IN POST-HEART ATTACK PATIENTS HUBUNGAN KUALITAS HIDUP DENGAN SELF CARE PADA PASIEN PASCA SERANGAN JANTUNG Ahmad Fauziansyah1*, Miftahul Munir2, Mohammad Fahrul Arifin3, Wanda Astia4 1,2,3,4 Institut Ilmu Kesehatan Nahdlatul Ulama Tuban *Corresponding Author: Article info Keywords: Self-Care, Quality of Life, Post-Heart Attack Kata kunci: Self Care, Kualitas Hidup, Pasca Serangan Jantung Abstract Self-care is an effort to develop a health system in which patients and their families participate in their care. Patients and families are partners in making health decisions and ensuring that these decisions align with the goals of improving health and sustaining life. Self-care in Post-Heart Attack patients includes adherence to treatment, maintaining physical health (diet, avoiding smoking, alcohol consumption, and consuming high-cholesterol foods), managing stress, consulting with healthcare professionals, and providing social support for self-care. This study is a non-experimental study with a correlational design using a crosssectional approach. The population was 200 Post-Heart Attack patients in the Tuban Community Health Center (Puskesmas) working area. The sample size was 130 respondents selected using cluster random sampling. The independent variable was quality of life, while the dependent variable was self-care. The research instrument used was a questionnaire measured using the Spearman rank sum test. The statistical test results using the SPSS application yielded a significance value of 0.000, indicating p < 0.05, which means that H1 is accepted. Therefore, it can be concluded that there is a significant relationship between quality of life and self-care in Post-Heart Attack patients in the Tuban Community Health Center work area. To increase insight into self-care quality of life in Post-Heart Attack patients in the Tuban Community Health Center work area. Abstrak Self-care merupakan upaya untuk mengembangkan sistem kesehatan dimana pasien dan keluarga ikut terlibat dalam perawatan kesehatan pasien. Pasien dan keluarga sebagai mitra dalam membuat keputusan kesehatan dan memastikan bahwa keputusan yang di buat sejalan dengan tujuan untuk meningkatkan kesehatan dan mempertahankan kehidupan. Self care pada pasien Pasca Serangan Jantung meliputi kepatuhan terhadap pengobatan, pemeliharaan dalam kesehatan fisik (diet, tidak merokok, konsumsi alkohol, konsumsi makanan berkolestrol tinggi), mengelola stress, berkonsultasi dengan tenaga kesehatan dan adanya dukungan sosial untuk melakukan perawatan diri. Penelitian ini termasuk dalam penelitian non-experiment dengan desain penelitian korelasional menggunakan pendekatan waktu cross-sectional. Populasi sebanyak 200 358 Jurnal Kesehatan, Sains, dan Teknologi Vol. 4, No. 3 Desember 2025 Available online at https://jurnal.undhirabali.ac.id/index.php/jakasakti/index Research Article e-ISSN: 2963-0940 pasien Pasca Serangan Jantung di tuban. Besar sampel berjumlah 130 responden yang pilih dengan Teknik cluster random sampling. Variabel independen yaitu kualitas hidup sedangkan variabel dependen yaitu self care. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner yang diukur menggunakan uji rank spearman. Hasil uji statistik menggunakan applikasi SPSS dihasilkan nilai signifikansi p value 0,000 menunjukkan p < 0,05 yang berarti bahwa H1 diterima, maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikansi antara hubungan kualitas hidup dengan self care pada pasien Pasca Serangan Jantung di tuban. Untuk menambah wawasan tentang self care kualitas hidup pada pasien Pasca Serangan Jantung di tuban. PENDAHULUAN Self-care merupakan upaya untuk mengembangkan sistem kesehatan dimana pasien dan keluarga ikut terlibat dalam perawatan kesehatan pasien. Pasien dan keluarga sebagai mitra dalam membuat keputusan kesehatan dan memastikan bahwa keputusan yang di buat sejalan dengan tujuan untuk meningkatkan kesehatan dan mempertahankan kehidupan (Barbara, 2020). Self care pada pasien Pasca Serangan Jantung meliputi kepatuhan terhadap pengobatan, pemeliharaan dalam kesehatan fisik (diet, tidak merokok, konsumsi alkohol, konsumsi makanan berkolestrol tinggi), mengelola stress, berkonsultasi dengan tenaga kesehatan dan adanya dukungan sosial untuk melakukan perawatan diri (Ayu, 2020). Penyakit jantung koroner (PJK) merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas di dunia, termasuk di Indonesia. Serangan jantung atau infark miokard akut menjadi kondisi akut yang tidak hanya mengancam keselamatan jiwa, tetapi juga berdampak jangka panjang terhadap kondisi fisik, psikologis, sosial, dan spiritual pasien. Pasien pasca serangan jantung sering mengalami penurunan kemampuan fungsional, kecemasan, depresi, keterbatasan aktivitas, serta perubahan peran sosial yang secara keseluruhan berpengaruh terhadap kualitas hidup. (Thalib, 2022). Menurut WHO tahun 2017 setiap 4 detik orang meninggal karena jantung, sekitar 15 juta orang di dunia mengalami jantung setiap tahunnya. (Jantung Assosiation dalam Syarif, 2020). Selain menyumbangkan angka kematian tinggi akibat jantung, indonesia juga memiliki angka beban jantung terbanyak kedua setelah Mongolia yaitu sebanyak 3.382,2/10.000 orang berdasarkan DALYs (Disabillity-Adjusted Life Year), prevelensi jantung di indonesia pada tahun 2018 sebanyak 10,9% dan mengalami kenaikan sebanyak 3.9% dalam 5 tahun terakhir ( et 2020). Prevelensi jantung di jawa timur 12,4% dan di wilayah tuban 22,841. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Tuban didapatkan laporan hasil kegiatan bulan timbang bulan februari 2023 di Puskesmas tuban Berjumlah 200 kasus Pasca Serangan Jantung dengan kategori 130 pasien jantung dan 70 pasien Pasca Serangan Jantung. Selanjutnya peneliti melakukan survei awal di Puskesmas Tuban Kec. Tuban Kab Tuban didapatkan bahwa hasil bulan timbang febuari 2024 di wilayah pukesmas tuban Kec Tuban Kab Tuban dengan jumlah 130 tidak dapat melakukan perawatan diri. dari 200 pasien jantung dan 70 lainnya mampu melakukan perawatan secara mandiri (Tarigan, 2023). Kualitas hidup pada pasien pasca serangan jantung menjadi indikator penting dalam keberhasilan perawatan jangka panjang. Kualitas hidup yang baik mencerminkan kemampuan pasien untuk beradaptasi dengan kondisi penyakitnya, mempertahankan fungsi sehari-hari, serta mencapai kesejahteraan fisik dan psikososial. Namun, berbagai 359 Jurnal Kesehatan, Sains, dan Teknologi Vol. 4, No. 3 Desember 2025 Available online at https://jurnal.undhirabali.ac.id/index.php/jakasakti/index Research Article e-ISSN: 2963-0940 penelitian menunjukkan bahwa banyak pasien pasca serangan jantung masih memiliki kualitas hidup yang rendah akibat kurangnya pengelolaan penyaki (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://jurnal.undhirabali.ac.id/index.php/jakasakti/article/download/4858/4508
Article home page: https://jurnal.undhirabali.ac.id/index.php/jakasakti/article/view/4858/4508

Ahmad Fauziansyah, Miftahul Munir, Mohammad Fahrul Arifin, Wanda Astia. THE RELATIONSHIP BETWEEN ABILITY OF LIFE AND SELF CARE IN POST-HEART ATTACK PATIENTS, JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI), 2026, pp. 358-368,