The Relationship Between Waiting Time for Medication Services and Patient Satisfaction at The Pagelaran Community Health Center Pringsewu Regency Lampung Province
Jurnal Kesehatan, Sains, dan Teknologi
Vol. 4, No. 3 Desember 2025
Available online at https://jurnal.undhirabali.ac.id/index.php/jakasakti/index
Research Article
e-ISSN:2963-0940
The Relationship Between Waiting Time for Medication Services
and Patient Satisfaction at The Pagelaran Community Health
Center Pringsewu Regency Lampung Province
Hubungan Lama Waktu Tunggu Pelayanan Obat Terhadap Kepuasan
Pasien di Puskesmas Pagelaran Kabupaten Pringsewu
Provinsi Lampung
Mida Pratiwi1, Vicko Suswidiantoro2, Wisnu Probo Wijayanto3, Septama
Bagaskara4*
1,2,3
S1 Farmasi, Universitas Aisyah Pringsewu, Lampung, Indonesia
(*) Corresponding Author :
Article info
Keywords:
Waiting time,
Satisfaction level,
Medication service
Kata kunci:
Waktu tunggu,
Tingkat Kepuasan,
Pelayanan Obat
Abstract
Patient satisfaction is a key indicator in assessing the quality of healthcare
services, including pharmaceutical services. One factor that can affect the
level of satisfaction is the length of waiting time, which is often a source
of complaints at various public health centers. This research objective was
to determine the level of patient satisfaction with the waiting time for
medication services at Pagelaran Public Health Center. This research is
a quantitative study using a survey method with a questionnaire that
examines the correlation between medication service waiting time and
patient satisfaction. The sample consisted of 96 respondents selected
based on inclusion criteria, which included: patients aged 17–65 years,
willing to participate as respondents, able to read and write, and having
received pharmaceutical services. Exclusion criteria included incomplete
questionnaires and incomplete respondent data. Based on the research
results, the majority of respondents stated they agreed (57%), strongly
agreed (42%), and only 1% disagreed with the medication service waiting
time at Pagelaran Public Health Center. Regarding service satisfaction,
the average score across five indicators of medication service satisfaction
reached 82%, which falls into the “very satisfied” category. The five
indicators included: reliability (83%), responsiveness (76%), assurance
(97%), empathy (75%), and tangible evidence (77%). The overall average
satisfaction level across the five indicators was 82%, categorized as very
satisfied. The conclusion of this research indicates that the medication
services provided by Pagelaran Public Health Center have met the
expectations of the majority of patients. The chi-square test result was
0.000, indicating a significant correlation between the waiting time for
medication services and patient satisfaction at Pagelaran Public Health
Center.
Abstrak
Kepuasan pasien merupakan tolak ukur utama dalam menilai mutu
pelayanan kesehatan, termasuk pada pelayanan kefarmasian. Salah satu
faktor yang dapat mempengaruhi tingkat kepuasan tersebut adalah
217
Jurnal Kesehatan, Sains, dan Teknologi
Vol. 4, No. 3 Desember 2025
Available online at https://jurnal.undhirabali.ac.id/index.php/jakasakti/index
Research Article
e-ISSN:2963-0940
lamanya waktu tunggu, yang kerap menjadi sumber keluhan di berbagai
Puskesmas. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat kepuasan
pasien terhadap lama waktu tunggu pelayanan obat di Puskesmas
Pagelaran. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode
survei menggunakan kuesioner tentang lama waktu tunggu pelayanan obat
terhadap kepuasan pasien. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 96
responden yang dipilih berdasarkan kriteria inklusi, yaitu pasien berusia
17-65 tahun, bersedia menjadi responden, dapat membaca dan menulis
serta mendapatkan pelayanan kefarmasian, kriteria ekslusi meliputi
kuesioner yang tidak diisi lengkap dan data responden yang tidak lengkap.
Berdasarkan hasil penelitian yang di dapat sebagian besar responden
menyatakan setuju 57%, sangat setuju 42% dan 1% yang menyatakan
tidak setuju terhadap waktu tunggu pelayanan obat di Puskesmas
Pagelaran. Pada kepuasan pelayanan, hasil rata-rata dari lima indikator
kepuasan pelayanan obat mencapai 82 % yang termasuk dalam kategori
sangat puas. Lima indikator tersebut meliputi, kehandalan 83%,
ketanggapan 76%, jaminan 97%, empati 75% dan bukti langsung 77%.
Kepuasan pelayanan rata-rata dari lima indikator sebesar 82% yang masuk
kategori sangat puas. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukan bahwa
pelayanan obat yang diberikan oleh Puskesmas Pagelaran telah memenuhi
harapan sebagian besar pasien. Hasil uji chi-square sebesar 0,000.
Kesimpulanya menunjukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan
antara lama waktu tunggu pelayanan obat terhadap kepuasan pasien di
Puskesmas Pagelaran.
PENDAHULUAN
Pelayanan kefarmasian yang berkualitas merupakan komponen yang sangat
penting dalam sistem pelayanan kesehatan, karena berfokus pada peningkatan kualitas
hidup pasien melalui penggunaan obat yang aman, efektif dan rasional (Putri, 2017).
Pelayanan kefarmasian yang baik yaitu pelayanan yang berorientasi langsung dalam proses
peggunaan obat, dengan tujuan menjamin keamanan, efektivitas dan rasionalitas
penggunaan. Pelayanan kefarmasian merupakan kegiatan terpadu yang bertujuan untuk
mengidentifikasi, mencegah dan menyelesaikan masalah terkait obat serta kesehatan pasien
(Kemenkes, 2020).
Pelayanan kefarmasian memiliki peran yang sangat penting dalam pelayanan
kesehatan karena menjamin penggunaan obat yang aman, efektif dan rasional bagi pasien.
Pada fasilitas kesehatan yang terdapat pelayanan kefarmasian akan meminimalisir resiko
kesalahan pengobatan melalui pemberian informasi yang akurat serta pemantauan terapi
yang berkelanjutan (Kunaedi, 2022). Pelayanan kefarmasian dapat meningkatkan kepuasan
dan kepatuhan pasien terhadap terapi obat yang diberikan dan keberadaan pelayanan
kefarmasian yang profesional sangat diperlukan dalam mendukung keselamatan dan
kualitas hidup pasien (Susanto et al., 2023).
Salah satu indikator penting dalam kepuasan pelayanan kefarmasian adalah waktu
tunggu pelayanan obat, yaitu waktu sejak pasien menyerahkan resep hingga menerima obat
(Arini et al., 2020). Standar umum waktu tunggu pelayanan obat di Indonesia telah diatur
dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 74 Tahun 2016 tentang standar waktu tunggu
pelayanan resep obat non-racikan adalah ≤ 30 menit, sedangkan untuk resep obat racikan
adalah ≤ 60 menit. Kepuasan pasien diakui sebagai tolak ukur utama dalam menilai mutu
pelayanan kesehatan, termasuk pada pelayanan kefarmasian. Salah satu faktor yang dapat
mempengaruhi tingkat kepuasan tersebut adalah lamanya waktu tunggu, yang kerap
menjadi sumber keluhan di berbagai puskesmas (Sely & Lihi, 2021). Durasi tunggu yang
218
Jurnal Kesehatan, Sains, dan Teknologi
Vol. 4, No. 3 Desember 2025
Available online at https://jurnal.undhirabali.ac.id/index.php/jakasakti/index
Research Article
e-ISSN:2963-0940
berlebihan berpotensi menurunkan presepsi pasien terhadap kualitas pelayanan yang
diberikan. Oleh sebab itu, dibutuhkan pelayanan yang efisien dan cep (...truncated)