The Relationship Between Waiting Time for Medication Services and Patient Satisfaction at The Pagelaran Community Health Center Pringsewu Regency Lampung Province

JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI), Jan 2026

Patient satisfaction is a key indicator in assessing the quality of healthcare services, including pharmaceutical services. One factor that can affect the level of satisfaction is the length of waiting time, which is often a source of complaints at various public health centers. This research objective was to determine the level of patient satisfaction with the waiting time for medication services at Pagelaran Public Health Center. This research is a quantitative study using a survey method with a questionnaire that examines the correlation between medication service waiting time and patient satisfaction. The sample consisted of 96 respondents selected based on inclusion criteria, which included: patients aged 17–65 years, willing to participate as respondents, able to read and write, and having received pharmaceutical services. Exclusion criteria included incomplete questionnaires and incomplete respondent data. Based on the research results, the majority of respondents stated they agreed (57%), strongly agreed (42%), and only 1% disagreed with the medication service waiting time at Pagelaran Public Health Center. Regarding service satisfaction, the average score across five indicators of medication service satisfaction reached 82%, which falls into the “very satisfied” category. The five indicators included: reliability (83%), responsiveness (76%), assurance (97%), empathy (75%), and tangible evidence (77%). The overall average satisfaction level across the five indicators was 82%, categorized as very satisfied. The conclusion of this research indicates that the medication services provided by Pagelaran Public Health Center have met the expectations of the majority of patients. The chi-square test result was 0.000, indicating a significant correlation between the waiting time for medication services and patient satisfaction at Pagelaran Public Health Center .

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://jurnal.undhirabali.ac.id/index.php/jakasakti/article/download/4419/4360

The Relationship Between Waiting Time for Medication Services and Patient Satisfaction at The Pagelaran Community Health Center Pringsewu Regency Lampung Province

Jurnal Kesehatan, Sains, dan Teknologi Vol. 4, No. 3 Desember 2025 Available online at https://jurnal.undhirabali.ac.id/index.php/jakasakti/index Research Article e-ISSN:2963-0940 The Relationship Between Waiting Time for Medication Services and Patient Satisfaction at The Pagelaran Community Health Center Pringsewu Regency Lampung Province Hubungan Lama Waktu Tunggu Pelayanan Obat Terhadap Kepuasan Pasien di Puskesmas Pagelaran Kabupaten Pringsewu Provinsi Lampung Mida Pratiwi1, Vicko Suswidiantoro2, Wisnu Probo Wijayanto3, Septama Bagaskara4* 1,2,3 S1 Farmasi, Universitas Aisyah Pringsewu, Lampung, Indonesia (*) Corresponding Author : Article info Keywords: Waiting time, Satisfaction level, Medication service Kata kunci: Waktu tunggu, Tingkat Kepuasan, Pelayanan Obat Abstract Patient satisfaction is a key indicator in assessing the quality of healthcare services, including pharmaceutical services. One factor that can affect the level of satisfaction is the length of waiting time, which is often a source of complaints at various public health centers. This research objective was to determine the level of patient satisfaction with the waiting time for medication services at Pagelaran Public Health Center. This research is a quantitative study using a survey method with a questionnaire that examines the correlation between medication service waiting time and patient satisfaction. The sample consisted of 96 respondents selected based on inclusion criteria, which included: patients aged 17–65 years, willing to participate as respondents, able to read and write, and having received pharmaceutical services. Exclusion criteria included incomplete questionnaires and incomplete respondent data. Based on the research results, the majority of respondents stated they agreed (57%), strongly agreed (42%), and only 1% disagreed with the medication service waiting time at Pagelaran Public Health Center. Regarding service satisfaction, the average score across five indicators of medication service satisfaction reached 82%, which falls into the “very satisfied” category. The five indicators included: reliability (83%), responsiveness (76%), assurance (97%), empathy (75%), and tangible evidence (77%). The overall average satisfaction level across the five indicators was 82%, categorized as very satisfied. The conclusion of this research indicates that the medication services provided by Pagelaran Public Health Center have met the expectations of the majority of patients. The chi-square test result was 0.000, indicating a significant correlation between the waiting time for medication services and patient satisfaction at Pagelaran Public Health Center. Abstrak Kepuasan pasien merupakan tolak ukur utama dalam menilai mutu pelayanan kesehatan, termasuk pada pelayanan kefarmasian. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi tingkat kepuasan tersebut adalah 217 Jurnal Kesehatan, Sains, dan Teknologi Vol. 4, No. 3 Desember 2025 Available online at https://jurnal.undhirabali.ac.id/index.php/jakasakti/index Research Article e-ISSN:2963-0940 lamanya waktu tunggu, yang kerap menjadi sumber keluhan di berbagai Puskesmas. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien terhadap lama waktu tunggu pelayanan obat di Puskesmas Pagelaran. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode survei menggunakan kuesioner tentang lama waktu tunggu pelayanan obat terhadap kepuasan pasien. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 96 responden yang dipilih berdasarkan kriteria inklusi, yaitu pasien berusia 17-65 tahun, bersedia menjadi responden, dapat membaca dan menulis serta mendapatkan pelayanan kefarmasian, kriteria ekslusi meliputi kuesioner yang tidak diisi lengkap dan data responden yang tidak lengkap. Berdasarkan hasil penelitian yang di dapat sebagian besar responden menyatakan setuju 57%, sangat setuju 42% dan 1% yang menyatakan tidak setuju terhadap waktu tunggu pelayanan obat di Puskesmas Pagelaran. Pada kepuasan pelayanan, hasil rata-rata dari lima indikator kepuasan pelayanan obat mencapai 82 % yang termasuk dalam kategori sangat puas. Lima indikator tersebut meliputi, kehandalan 83%, ketanggapan 76%, jaminan 97%, empati 75% dan bukti langsung 77%. Kepuasan pelayanan rata-rata dari lima indikator sebesar 82% yang masuk kategori sangat puas. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukan bahwa pelayanan obat yang diberikan oleh Puskesmas Pagelaran telah memenuhi harapan sebagian besar pasien. Hasil uji chi-square sebesar 0,000. Kesimpulanya menunjukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara lama waktu tunggu pelayanan obat terhadap kepuasan pasien di Puskesmas Pagelaran. PENDAHULUAN Pelayanan kefarmasian yang berkualitas merupakan komponen yang sangat penting dalam sistem pelayanan kesehatan, karena berfokus pada peningkatan kualitas hidup pasien melalui penggunaan obat yang aman, efektif dan rasional (Putri, 2017). Pelayanan kefarmasian yang baik yaitu pelayanan yang berorientasi langsung dalam proses peggunaan obat, dengan tujuan menjamin keamanan, efektivitas dan rasionalitas penggunaan. Pelayanan kefarmasian merupakan kegiatan terpadu yang bertujuan untuk mengidentifikasi, mencegah dan menyelesaikan masalah terkait obat serta kesehatan pasien (Kemenkes, 2020). Pelayanan kefarmasian memiliki peran yang sangat penting dalam pelayanan kesehatan karena menjamin penggunaan obat yang aman, efektif dan rasional bagi pasien. Pada fasilitas kesehatan yang terdapat pelayanan kefarmasian akan meminimalisir resiko kesalahan pengobatan melalui pemberian informasi yang akurat serta pemantauan terapi yang berkelanjutan (Kunaedi, 2022). Pelayanan kefarmasian dapat meningkatkan kepuasan dan kepatuhan pasien terhadap terapi obat yang diberikan dan keberadaan pelayanan kefarmasian yang profesional sangat diperlukan dalam mendukung keselamatan dan kualitas hidup pasien (Susanto et al., 2023). Salah satu indikator penting dalam kepuasan pelayanan kefarmasian adalah waktu tunggu pelayanan obat, yaitu waktu sejak pasien menyerahkan resep hingga menerima obat (Arini et al., 2020). Standar umum waktu tunggu pelayanan obat di Indonesia telah diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 74 Tahun 2016 tentang standar waktu tunggu pelayanan resep obat non-racikan adalah ≤ 30 menit, sedangkan untuk resep obat racikan adalah ≤ 60 menit. Kepuasan pasien diakui sebagai tolak ukur utama dalam menilai mutu pelayanan kesehatan, termasuk pada pelayanan kefarmasian. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi tingkat kepuasan tersebut adalah lamanya waktu tunggu, yang kerap menjadi sumber keluhan di berbagai puskesmas (Sely & Lihi, 2021). Durasi tunggu yang 218 Jurnal Kesehatan, Sains, dan Teknologi Vol. 4, No. 3 Desember 2025 Available online at https://jurnal.undhirabali.ac.id/index.php/jakasakti/index Research Article e-ISSN:2963-0940 berlebihan berpotensi menurunkan presepsi pasien terhadap kualitas pelayanan yang diberikan. Oleh sebab itu, dibutuhkan pelayanan yang efisien dan cep (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://jurnal.undhirabali.ac.id/index.php/jakasakti/article/download/4419/4360
Article home page: https://jurnal.undhirabali.ac.id/index.php/jakasakti/article/view/4419/4360

cemara Septama Bagaskara, UAP Mida Pratiwi, UAP Vicko Suswidiantoro, UAP Wisnu Probo Wijayanto. The Relationship Between Waiting Time for Medication Services and Patient Satisfaction at The Pagelaran Community Health Center Pringsewu Regency Lampung Province, JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI), 2026, pp. 217-231,