In Vitro Effectiveness Test of Anti Acne Gel Formula in Combination With Natural Ingredients
Jurnal Kesehatan, Sains, dan Teknologi
Vol. 4, No. 3 Desember 2025
Available online at https://jurnal.undhirabali.ac.id/index.php/jakasakti/index
Research Article
e-ISSN:2963-0940
In Vitro Effectiveness Test of Anti Acne Gel Formula in
Combination of Kaempferia galanga L. Extract and Alpinia galanga
L. Extract
Uji Efektivitas Formula Gel Antijerawat Kombinasi Ekstrak Kencur (Kaempferia
galanga L.) dan Ekstrak Lengkuas (Alpinia galanga L.) Secara In Vitro
Maria Nuari Putri Wadhi1*, Winioliski Rohi Bire2 , Yulia Kristiyanti3, Krisantus
Yosef Oeleu4
1,2,3,
Prodi Farmasi, Universitas Citra Bangsa, Nusa Tenggara Timur, Indonesia
(*) Corresponding Author :
Article info
Keywords:
Ethanol
Extract,
Bacteria, Kaempferia
galanga L, Alpinia
galanga L, Gel
Kata kunci:
Antibakteri,
Ekstrak, Gel,
Lengkuas, Kencur.
Abstract
The development of this research aims to evaluate the antibacterial potential and
formulation of Kaempferia galanga L. and Alpinia galanga L., which are plants
containing ethyl para-methoxy cinnamate, flavonoids, polyphenols, and
essential oils with potential antibacterial activity. The purpose of this study is to
produce a stable gel formulation and determine its effectiveness. The simplicia
was extracted using the maceration method with 70% ethanol as the solvent. The
antibacterial activity of the extract was tested using the agar diffusion method at
a concentration of 10%, followed by gel formulation with varying concentrations
of the gelling agent, after which its effectiveness was assessed. The activity test
results showed an inhibition zone of 9.63 mm for kencur and 10.3 mm for
galangal, while the combination extract produced an inhibition zone of 12.14
mm. A stable formula was obtained at a concentration of 1.5% Carbopol 940
with an inhibitory effectiveness of 11.62 mm (Kaempferia galanga L. : Alpinia
galanga L. ratio = 3 : 1), which is classified as having strong antibacterial
activity.
Abstrak
Pengembangan penelitian ini untuk melihat potensi antibakteri dan formulasi
terhadap Kencur dan Lengkuas merupakan tanaman yang mengandung senyawa
Etil Para Metoksi Sinamat, flavonoid, polifenol dan minyak atsiri yang
berpotensi sebagai antibakteri. Tujuan penelitian ini untuk menghasilkan sediaan
gel yang stabil dan untuk menentukan efektivitasnya. Simplisia di ekstraksi
dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70%, pengujian aktivitas
ekstrak dilakukan menggunakan metode difusi agar pada konsentrasi 10%,
selanjutnya diformulasi dengan memvariasikan konsentrasi gelling agent
kemudian dilakukan pengujian efektivitasnya. Hasil pengujian aktivitas
diperoleh zona hambat lengkuas sebesar 9,63 mm dan kencur 10,3 mm
sedangkan untuk kombinasi ekstrak diperoleh sebesar 12,14 mm. Formula stabil
diperoleh pada konsentrasi carbopol 940 sebesar 1,5% dengan hasil efektifitas
penghambatan sebesar 11,62 mm (perbandingan kencur:lengkuas = 3:1) dan
tergolong aktivitas kuat.
PENDAHULUAN
Jerawat atau acne vulgaris adalah suatu peradangan pada lapisan pilosebaseus
yang disertai dengan penimbunan bahan keratin dan penyumbatan yang umumnya dipicu
oleh bakteri acne. Bakteri yang sering menjadi penyebab timbulnya jerawat adalah
Propionibacterium Acnes. Jerawat juga merupakan penyakit kulit yang terjadi akibat
peradangan menahun kelenjar polisebasea yang ditandai dengan adanya komedo, papul,
pustul, nodus dan kista pada tempat predileksi (Suzalin et al., 2021). Jerawat seringkali
168
Jurnal Kesehatan, Sains, dan Teknologi
Vol. 4, No. 3 Desember 2025
Available online at https://jurnal.undhirabali.ac.id/index.php/jakasakti/index
Research Article
e-ISSN:2963-0940
timbul akibat adanya kelebihan produksi minyak pada kelenjar sebasea sehingga
menyebabkan pori-pori kulit tersumbat. (Rasyid & Amody, 2020).
Pengobatan jerawat dapat disesuaikan dengan jenisnya. Jerawat dengan jenis
komedo terbuka (bintil kecil), komedo tertutup dan papule (benjolan-benjolan kemerahan)
dapat diobati menggunakan retinoid, benzil peroksida, asam azelat, Sulfur, sodium
sulfasetamid, resorsinol, dan asam salisilat. Sedangkan jerawat dengan jenis pastule
(benolan merah dengan titik putih atau kuning) dapat diobati dengan antibiotik seperti
clindamicyn dan eritromicyn. Namun penggunaan antibiotik memberikan efek samping
peningkatan terjadinya infeksi saluran nafas, iritasi dan resistensi antibiotik (Daud &
Suryanti, 2017) dan penggunaan bahan kimia yang berlebihan dapat memberikan efek yang
buruk sehingga pengembangan penelitian untuk melihat potensi antibakteri dan formulasi
terhadap tumbuhan alami di Indonesia perlu dilakukan.
Beberapa tanaman yang dapat digunakan sebagai antijerawat adalah kencur dan
lengkuas. Lengkuas mengandung senyawa-senyawa fenol, flavonoid, alkaloid, tanin, dan
saponin yang berpotensi sebagai antibakteri (Badriyah et al., 2023) sedangkan kencur
mengandung minyak atsiri, flavonoid, alkaloid, senyawa pati, dan mineral yang berkhasiat
sebagai antijerawat (Primawati & Jannah, 2019). Senyawa minyak atsiri bekerja pada
kencur bekerja dengan mendenaturasi protein sel bakteri sedangkan senyawa fenol pada
lengkuas bekerja dengan merusak membrane sel bakteri (Sangadji et al., 2021; Utama et
al., 2023). Kombinasi bahan alam yang memiliki perbedaan mekanisme kerja dinilai dapat
memberikan efek sinergis (Yang et al., 2014). Berdasarkan hasil penelitian oleh Fatmawaty
et al (2016), ekstrak rimpang lengkuas (Alpinia galanga L.) dengan konsentrasi 10%
memiliki aktivitas antibakteri terhadap propionibacterium acne dengan zona hambat
sebesar 15,01 yang merupakan kategori kuat sebagai antibakteri. Penelitian sebelumnya
dari kusuma (2016) menunjukan bahwa kristal Etil Para Metoksi Sinamat dari kencur
memilik aktivitas sebagai antibakteri kategori kuat pada konsentrasi 2,4% dengan zona
hambat sebesar 16 mm. Penggunaan ekstrak lengkuas dan kencur secara langsung dinilai
kurang efektif dan efisien sehingga untuk mempermudah penggunaannya dapat diformulasi
menjadi suatu bentuk sediaan topikal misalnya gel.
Bentuk sediaan gel (hydrogel) lebih baik digunakan pada pengobatan jerawat dari
pada bentuk sediaan lain karena sediaan gel dengan pelarut yang polar lebih mudah
dibersihkan dari permukaan kulit setelah pemakaian, tidak mengandung minyak yang dapat
meningkatkan keparahan jerawat, bening, dan cocok untuk terapi topikal pada jerawat
terutama penderita dengan tipe kulit berminyak (Yusu et al., 2022).
Berdasarkan latar belakang tersebut, untuk mendapatkan efek antibakteri yang
lebih maka perlu dilakukan kombinasi ekstrak kencur (Kaempferia galanga L.) dan
lengkuas (Alpinia galanga L.) yang dibuat dalam sediaan gel antijerawat dan diuji
efektivitas formula stabil gel tersebut.
METODE
Alat dan Bahan
Alat–alat yang digunakan antara lain : alat maserasi (bejana kaca), autoclave
(GEA 18 liter), batang pengaduk, beaker glass (pyrex), cawan porselen, cawan petri,
clinimatic chamber (ICH Memmert), erlenmeyer (pyrex), gelas ukur (pyrex), microwave
(LG MS2322D), jangka sorong, kaca arloji, mortir dan stamper, o (...truncated)