In Vitro Effectiveness Test of Anti Acne Gel Formula in Combination With Natural Ingredients

JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI), Jan 2026

he development of this research aims to evaluate the antibacterial potential and formulation of Kaempferia galanga L. and Alpinia galanga L., which are plants containing ethyl para-methoxy cinnamate, flavonoids, polyphenols, and essential oils with potential antibacterial activity. The purpose of this study is to produce a stable gel formulation and determine its effectiveness. The simplicia was extracted using the maceration method with 70% ethanol as the solvent. The antibacterial activity of the extract was tested using the agar diffusion method at a concentration of 10%, followed by gel formulation with varying concentrations of the gelling agent, after which its effectiveness was assessed. The activity test results showed an inhibition zone of 9.63 mm for kencur and 10.3 mm for galangal, while the combination extract produced an inhibition zone of 12.14 mm. A stable formula was obtained at a concentration of 1.5% Carbopol 940 with an inhibitory effectiveness of 11.62 mm (Kaempferia galanga L. : Alpinia galanga L. ratio = 3 : 1), which is classified as having strong antibacterial activity.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://jurnal.undhirabali.ac.id/index.php/jakasakti/article/download/4978/4342

In Vitro Effectiveness Test of Anti Acne Gel Formula in Combination With Natural Ingredients

Jurnal Kesehatan, Sains, dan Teknologi Vol. 4, No. 3 Desember 2025 Available online at https://jurnal.undhirabali.ac.id/index.php/jakasakti/index Research Article e-ISSN:2963-0940 In Vitro Effectiveness Test of Anti Acne Gel Formula in Combination of Kaempferia galanga L. Extract and Alpinia galanga L. Extract Uji Efektivitas Formula Gel Antijerawat Kombinasi Ekstrak Kencur (Kaempferia galanga L.) dan Ekstrak Lengkuas (Alpinia galanga L.) Secara In Vitro Maria Nuari Putri Wadhi1*, Winioliski Rohi Bire2 , Yulia Kristiyanti3, Krisantus Yosef Oeleu4 1,2,3, Prodi Farmasi, Universitas Citra Bangsa, Nusa Tenggara Timur, Indonesia (*) Corresponding Author : Article info Keywords: Ethanol Extract, Bacteria, Kaempferia galanga L, Alpinia galanga L, Gel Kata kunci: Antibakteri, Ekstrak, Gel, Lengkuas, Kencur. Abstract The development of this research aims to evaluate the antibacterial potential and formulation of Kaempferia galanga L. and Alpinia galanga L., which are plants containing ethyl para-methoxy cinnamate, flavonoids, polyphenols, and essential oils with potential antibacterial activity. The purpose of this study is to produce a stable gel formulation and determine its effectiveness. The simplicia was extracted using the maceration method with 70% ethanol as the solvent. The antibacterial activity of the extract was tested using the agar diffusion method at a concentration of 10%, followed by gel formulation with varying concentrations of the gelling agent, after which its effectiveness was assessed. The activity test results showed an inhibition zone of 9.63 mm for kencur and 10.3 mm for galangal, while the combination extract produced an inhibition zone of 12.14 mm. A stable formula was obtained at a concentration of 1.5% Carbopol 940 with an inhibitory effectiveness of 11.62 mm (Kaempferia galanga L. : Alpinia galanga L. ratio = 3 : 1), which is classified as having strong antibacterial activity. Abstrak Pengembangan penelitian ini untuk melihat potensi antibakteri dan formulasi terhadap Kencur dan Lengkuas merupakan tanaman yang mengandung senyawa Etil Para Metoksi Sinamat, flavonoid, polifenol dan minyak atsiri yang berpotensi sebagai antibakteri. Tujuan penelitian ini untuk menghasilkan sediaan gel yang stabil dan untuk menentukan efektivitasnya. Simplisia di ekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70%, pengujian aktivitas ekstrak dilakukan menggunakan metode difusi agar pada konsentrasi 10%, selanjutnya diformulasi dengan memvariasikan konsentrasi gelling agent kemudian dilakukan pengujian efektivitasnya. Hasil pengujian aktivitas diperoleh zona hambat lengkuas sebesar 9,63 mm dan kencur 10,3 mm sedangkan untuk kombinasi ekstrak diperoleh sebesar 12,14 mm. Formula stabil diperoleh pada konsentrasi carbopol 940 sebesar 1,5% dengan hasil efektifitas penghambatan sebesar 11,62 mm (perbandingan kencur:lengkuas = 3:1) dan tergolong aktivitas kuat. PENDAHULUAN Jerawat atau acne vulgaris adalah suatu peradangan pada lapisan pilosebaseus yang disertai dengan penimbunan bahan keratin dan penyumbatan yang umumnya dipicu oleh bakteri acne. Bakteri yang sering menjadi penyebab timbulnya jerawat adalah Propionibacterium Acnes. Jerawat juga merupakan penyakit kulit yang terjadi akibat peradangan menahun kelenjar polisebasea yang ditandai dengan adanya komedo, papul, pustul, nodus dan kista pada tempat predileksi (Suzalin et al., 2021). Jerawat seringkali 168 Jurnal Kesehatan, Sains, dan Teknologi Vol. 4, No. 3 Desember 2025 Available online at https://jurnal.undhirabali.ac.id/index.php/jakasakti/index Research Article e-ISSN:2963-0940 timbul akibat adanya kelebihan produksi minyak pada kelenjar sebasea sehingga menyebabkan pori-pori kulit tersumbat. (Rasyid & Amody, 2020). Pengobatan jerawat dapat disesuaikan dengan jenisnya. Jerawat dengan jenis komedo terbuka (bintil kecil), komedo tertutup dan papule (benjolan-benjolan kemerahan) dapat diobati menggunakan retinoid, benzil peroksida, asam azelat, Sulfur, sodium sulfasetamid, resorsinol, dan asam salisilat. Sedangkan jerawat dengan jenis pastule (benolan merah dengan titik putih atau kuning) dapat diobati dengan antibiotik seperti clindamicyn dan eritromicyn. Namun penggunaan antibiotik memberikan efek samping peningkatan terjadinya infeksi saluran nafas, iritasi dan resistensi antibiotik (Daud & Suryanti, 2017) dan penggunaan bahan kimia yang berlebihan dapat memberikan efek yang buruk sehingga pengembangan penelitian untuk melihat potensi antibakteri dan formulasi terhadap tumbuhan alami di Indonesia perlu dilakukan. Beberapa tanaman yang dapat digunakan sebagai antijerawat adalah kencur dan lengkuas. Lengkuas mengandung senyawa-senyawa fenol, flavonoid, alkaloid, tanin, dan saponin yang berpotensi sebagai antibakteri (Badriyah et al., 2023) sedangkan kencur mengandung minyak atsiri, flavonoid, alkaloid, senyawa pati, dan mineral yang berkhasiat sebagai antijerawat (Primawati & Jannah, 2019). Senyawa minyak atsiri bekerja pada kencur bekerja dengan mendenaturasi protein sel bakteri sedangkan senyawa fenol pada lengkuas bekerja dengan merusak membrane sel bakteri (Sangadji et al., 2021; Utama et al., 2023). Kombinasi bahan alam yang memiliki perbedaan mekanisme kerja dinilai dapat memberikan efek sinergis (Yang et al., 2014). Berdasarkan hasil penelitian oleh Fatmawaty et al (2016), ekstrak rimpang lengkuas (Alpinia galanga L.) dengan konsentrasi 10% memiliki aktivitas antibakteri terhadap propionibacterium acne dengan zona hambat sebesar 15,01 yang merupakan kategori kuat sebagai antibakteri. Penelitian sebelumnya dari kusuma (2016) menunjukan bahwa kristal Etil Para Metoksi Sinamat dari kencur memilik aktivitas sebagai antibakteri kategori kuat pada konsentrasi 2,4% dengan zona hambat sebesar 16 mm. Penggunaan ekstrak lengkuas dan kencur secara langsung dinilai kurang efektif dan efisien sehingga untuk mempermudah penggunaannya dapat diformulasi menjadi suatu bentuk sediaan topikal misalnya gel. Bentuk sediaan gel (hydrogel) lebih baik digunakan pada pengobatan jerawat dari pada bentuk sediaan lain karena sediaan gel dengan pelarut yang polar lebih mudah dibersihkan dari permukaan kulit setelah pemakaian, tidak mengandung minyak yang dapat meningkatkan keparahan jerawat, bening, dan cocok untuk terapi topikal pada jerawat terutama penderita dengan tipe kulit berminyak (Yusu et al., 2022). Berdasarkan latar belakang tersebut, untuk mendapatkan efek antibakteri yang lebih maka perlu dilakukan kombinasi ekstrak kencur (Kaempferia galanga L.) dan lengkuas (Alpinia galanga L.) yang dibuat dalam sediaan gel antijerawat dan diuji efektivitas formula stabil gel tersebut. METODE Alat dan Bahan Alat–alat yang digunakan antara lain : alat maserasi (bejana kaca), autoclave (GEA 18 liter), batang pengaduk, beaker glass (pyrex), cawan porselen, cawan petri, clinimatic chamber (ICH Memmert), erlenmeyer (pyrex), gelas ukur (pyrex), microwave (LG MS2322D), jangka sorong, kaca arloji, mortir dan stamper, o (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://jurnal.undhirabali.ac.id/index.php/jakasakti/article/download/4978/4342
Article home page: https://jurnal.undhirabali.ac.id/index.php/jakasakti/article/view/4978/4342

WADHI MARIA NUARI PUTRI, Bire Winioliski Rohi, Yulia Kristiyanti, Oeleu Krisantus Yosef. In Vitro Effectiveness Test of Anti Acne Gel Formula in Combination With Natural Ingredients, JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI), 2026, pp. 168-182,