Pemanfaatan Instagram sebagai Media Edukasi Investasi: Analisis Multimodal Akun @AKADEMICRYPTOCOM
Indonesian Social Science Review (ISSR)
Volume 4 Nomor 1 (2026) Pg 48-58
E-ISSN: 3025-7352 | P-ISSN: 3026-0035
Pemanfaatan Instagram sebagai Media Edukasi Investasi: Analisis
Multimodal Akun @AKADEMICRYPTOCOM
Ahmad Vicky Nihalani Bisri1*, Samia Elviria2, Yusnaini3
Program Studi Ilmu Komunikasi, Universitas Nurdin Hamzah
*Email korespondensi:
1, 2, 3)
Abstract
This study aims to analyze the use of Instagram as a medium for cryptocurrency investment education on the
account @akademicryptocom through a multimodal content analysis approach. The analytical framework is
based on multimodality theory developed by Gunther Kress and Theo van Leeuwen, which emphasizes the
integration of various semiotic modes in meaning-making. This research employs a qualitative method using
observation and documentation techniques on Feed and Reels content published by the account. The analysis
focuses on how textual, visual; audio, movement, and layout elements are constructed to convey educational
messages related to cryptocurrency investment. The findings indicate that @akademicryptocom utilizes visual
strength, informative design, and relatively simple language to enhance audience understanding. The
integration of these multimodal elements contributes to the development of systematic and accessible
educational content for social media users. However, the effectiveness of educational communication still faces
several challenges, including limited two-way interaction, the use of technical terms that are not fully
simplified, and potential distractions inherent in the social media environment. This study highlights that
optimizing multimodal strategies is essential for improving the quality and effectiveness of cryptocurrency
investment education on Instagram.
Keywords: cryptocurrency education, digital communication, Instagram, multimodal analysis
Abstrak
Penelitian ini bertujuan menganalisis pemanfaatan Instagram sebagai media edukasi investasi kripto pada
akun @akademicryptocom melalui pendekatan analisis konten multimodal. Kerangka analisis mengacu
pada teori multimodalitas yang dikembangkan oleh Gunther Kress dan Theo van Leeuwen, yang
menekankan integrasi berbagai mode semiotik dalam membangun makna. Penelitian ini menggunakan
metode kualitatif dengan teknik observasi dan dokumentasi terhadap konten Feed dan Reels yang
dipublikasikan akun tersebut. Analisis difokuskan pada bagaimana elemen teks, visual, audio, gerak, dan
tata letak dikonstruksi untuk menyampaikan pesan edukatif terkait investasi kripto. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa akun @akademicryptocom memanfaatkan kekuatan visual, desain informatif, serta
penggunaan bahasa yang relatif sederhana untuk meningkatkan pemahaman audiens. Integrasi elemen
multimodal tersebut berkontribusi dalam membangun pesan yang lebih sistematis dan mudah diakses oleh
pengguna media sosial. Namun demikian, efektivitas komunikasi edukatif masih menghadapi beberapa
hambatan, antara lain keterbatasan interaksi dua arah, penggunaan istilah teknis yang belum sepenuhnya
disederhanakan, serta potensi distraksi yang melekat pada karakteristik platform media sosial. Penelitian
ini menegaskan bahwa optimalisasi strategi multimodal menjadi faktor penting dalam meningkatkan
kualitas dan efektivitas komunikasi edukasi investasi kripto di Instagram.
Kata kunci: analisis multimodal, edukasi investasi kripto, Instagram, komunikasi digital
PENDAHULUAN
Dalam beberapa tahun terakhir, media sosial mengalami transformasi peran yang signifikan
dalam kehidupan masyarakat modern. Media sosial tidak lagi sekadar berfungsi sebagai sarana
hiburan dan komunikasi interpersonal, tetapi telah berkembang menjadi ruang publik digital
yang memfasilitasi pertukaran informasi, pembentukan opini, serta proses pembelajaran
informal. Perubahan ini sejalan dengan pergeseran pola konsumsi informasi generasi digitalnative yang semakin bergantung pada media sosial sebagai sumber utama informasi sehari-hari,
menggantikan peran media konvensional seperti televisi dan surat kabar (We Are Social &
48 | Bisri, A. V. N., Elviria, S., & Yusnaini, Y. (2026). Pemanfaatan Instagram sebagai Media Edukasi Investasi: Analisis Multimodal
Akun @AKADEMICRYPTOCOM. Indonesian Social Science Review (ISSR), 4(1), 48–58. https://doi.org/10.61105/issr.v4i1.368
Indonesian Social Science Review (ISSR)
Volume 4 Nomor 1 (2026) Pg 48-58
E-ISSN: 3025-7352 | P-ISSN: 3026-0035
Hootsuite, 2024). Dalam konteks ini, media sosial tidak hanya menjadi medium distribusi pesan,
tetapi juga ruang produksi makna yang aktif dan partisipatif.
Perkembangan teknologi digital turut mendorong perubahan model komunikasi dari yang
bersifat satu arah menuju komunikasi yang interaktif, partisipatif, dan real-time. Audiens tidak
lagi diposisikan sebagai penerima pesan yang pasif, melainkan sebagai subjek yang dapat
menafsirkan, merespons, dan memproduksi pesan secara simultan. Fenomena ini berdampak
signifikan pada praktik komunikasi massa dan komunikasi edukatif, di mana proses penyampaian
pengetahuan tidak lagi terpusat pada institusi formal, melainkan berlangsung dalam ruang digital
yang terbuka dan dinamis. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa media sosial berperan
sebagai ruang pembelajaran informal yang memungkinkan terjadinya proses berbagi
pengetahuan (knowledge sharing) dan pembentukan pemahaman kolektif (Sivakumar et al., 2023;
Rahmatia et al., 2025).
Dalam ranah literasi keuangan, media sosial menunjukkan potensi strategis sebagai sarana
edukasi yang efektif karena mampu menjangkau audiens luas serta menyajikan informasi dalam
format yang ringkas dan mudah diakses. Studi oleh Ayuningtyas, Widati, dan Suparno (2023)
menunjukkan bahwa penyampaian konten keuangan melalui media sosial berkontribusi pada
peningkatan pemahaman finansial, terutama ketika informasi dikemas dalam bentuk visual
seperti video pendek dan infografis. Temuan ini mengindikasikan bahwa karakteristik
multimodal media sosial selaras dengan preferensi konsumsi informasi generasi digital yang
cenderung cepat, visual, dan interaktif (Nadhifah & Christabella, 2022). Selain itu, media sosial
juga dipahami sebagai ruang pembelajaran informal yang memungkinkan terjadinya proses
berbagi pengetahuan dan pembentukan makna secara kolaboratif (Fitriani, 2021). Dengan
demikian, media sosial tidak hanya berfungsi sebagai saluran distribusi informasi, tetapi juga
sebagai ekosistem edukatif yang adaptif terhadap kebutuhan literasi keuangan.
Instagram merupakan salah satu platform media sosial dengan kekuatan visual yang
dominan dan jumlah pengguna yang besar di Indonesia. Berdasarkan laporan We Are Social dan
Hootsuite (2024), Indonesia termasuk negara dengan jumlah pengguna Instagram tertinggi di
dunia, dengan mayoritas pengguna berada pada rentang usia 18–34 tahun. Kelompok usia ini juga
merupakan segmen yang paling aktif dalam mengakses informasi keuangan dan investasi digital.
Melalui fitur-fitur seperti Feed, Reels, Stories, dan Carousel, Instagram memungkinkan
(...truncated)