Pemanfaatan Instagram sebagai Media Edukasi Investasi: Analisis Multimodal Akun @AKADEMICRYPTOCOM

Indonesian Social Science Review, Mar 2026

This study aims to analyze the use of Instagram as a medium for cryptocurrency investment education on the account @akademicryptocom through a multimodal content analysis approach. The analytical framework is based on multimodality theory developed by Gunther Kress and Theo van Leeuwen, which emphasizes the integration of various semiotic modes in meaning-making. This research employs a qualitative method using observation and documentation techniques on Feed and Reels content published by the account. The analysis focuses on how textual, visual; audio, movement, and layout elements are constructed to convey educational messages related to cryptocurrency investment. The findings indicate that @akademicryptocom utilizes visual strength, informative design, and relatively simple language to enhance audience understanding. The integration of these multimodal elements contributes to the development of systematic and accessible educational content for social media users. However, the effectiveness of educational communication still faces several challenges, including limited two-way interaction, the use of technical terms that are not fully simplified, and potential distractions inherent in the social media environment. This study highlights that optimizing multimodal strategies is essential for improving the quality and effectiveness of cryptocurrency investment education on Instagram. Penelitian ini bertujuan menganalisis pemanfaatan Instagram sebagai media edukasi investasi kripto pada akun @akademicryptocom melalui pendekatan analisis konten multimodal. Kerangka analisis mengacu pada teori multimodalitas yang dikembangkan oleh Gunther Kress dan Theo van Leeuwen, yang menekankan integrasi berbagai mode semiotik dalam membangun makna. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik observasi dan dokumentasi terhadap konten Feed dan Reels yang dipublikasikan akun tersebut. Analisis difokuskan pada bagaimana elemen teks, visual, audio, gerak, dan tata letak dikonstruksi untuk menyampaikan pesan edukatif terkait investasi kripto. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akun @akademicryptocom memanfaatkan kekuatan visual, desain informatif, serta penggunaan bahasa yang relatif sederhana untuk meningkatkan pemahaman audiens. Integrasi elemen multimodal tersebut berkontribusi dalam membangun pesan yang lebih sistematis dan mudah diakses oleh pengguna media sosial. Namun demikian, efektivitas komunikasi edukatif masih menghadapi beberapa hambatan, antara lain keterbatasan interaksi dua arah, penggunaan istilah teknis yang belum sepenuhnya disederhanakan, serta potensi distraksi yang melekat pada karakteristik platform media sosial. Penelitian ini menegaskan bahwa optimalisasi strategi multimodal menjadi faktor penting dalam meningkatkan kualitas dan efektivitas komunikasi edukasi investasi kripto di Instagram.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://journal.lenvari.org/issr/article/download/368/190

Pemanfaatan Instagram sebagai Media Edukasi Investasi: Analisis Multimodal Akun @AKADEMICRYPTOCOM

Indonesian Social Science Review (ISSR) Volume 4 Nomor 1 (2026) Pg 48-58 E-ISSN: 3025-7352 | P-ISSN: 3026-0035 Pemanfaatan Instagram sebagai Media Edukasi Investasi: Analisis Multimodal Akun @AKADEMICRYPTOCOM Ahmad Vicky Nihalani Bisri1*, Samia Elviria2, Yusnaini3 Program Studi Ilmu Komunikasi, Universitas Nurdin Hamzah *Email korespondensi: 1, 2, 3) Abstract This study aims to analyze the use of Instagram as a medium for cryptocurrency investment education on the account @akademicryptocom through a multimodal content analysis approach. The analytical framework is based on multimodality theory developed by Gunther Kress and Theo van Leeuwen, which emphasizes the integration of various semiotic modes in meaning-making. This research employs a qualitative method using observation and documentation techniques on Feed and Reels content published by the account. The analysis focuses on how textual, visual; audio, movement, and layout elements are constructed to convey educational messages related to cryptocurrency investment. The findings indicate that @akademicryptocom utilizes visual strength, informative design, and relatively simple language to enhance audience understanding. The integration of these multimodal elements contributes to the development of systematic and accessible educational content for social media users. However, the effectiveness of educational communication still faces several challenges, including limited two-way interaction, the use of technical terms that are not fully simplified, and potential distractions inherent in the social media environment. This study highlights that optimizing multimodal strategies is essential for improving the quality and effectiveness of cryptocurrency investment education on Instagram. Keywords: cryptocurrency education, digital communication, Instagram, multimodal analysis Abstrak Penelitian ini bertujuan menganalisis pemanfaatan Instagram sebagai media edukasi investasi kripto pada akun @akademicryptocom melalui pendekatan analisis konten multimodal. Kerangka analisis mengacu pada teori multimodalitas yang dikembangkan oleh Gunther Kress dan Theo van Leeuwen, yang menekankan integrasi berbagai mode semiotik dalam membangun makna. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik observasi dan dokumentasi terhadap konten Feed dan Reels yang dipublikasikan akun tersebut. Analisis difokuskan pada bagaimana elemen teks, visual, audio, gerak, dan tata letak dikonstruksi untuk menyampaikan pesan edukatif terkait investasi kripto. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akun @akademicryptocom memanfaatkan kekuatan visual, desain informatif, serta penggunaan bahasa yang relatif sederhana untuk meningkatkan pemahaman audiens. Integrasi elemen multimodal tersebut berkontribusi dalam membangun pesan yang lebih sistematis dan mudah diakses oleh pengguna media sosial. Namun demikian, efektivitas komunikasi edukatif masih menghadapi beberapa hambatan, antara lain keterbatasan interaksi dua arah, penggunaan istilah teknis yang belum sepenuhnya disederhanakan, serta potensi distraksi yang melekat pada karakteristik platform media sosial. Penelitian ini menegaskan bahwa optimalisasi strategi multimodal menjadi faktor penting dalam meningkatkan kualitas dan efektivitas komunikasi edukasi investasi kripto di Instagram. Kata kunci: analisis multimodal, edukasi investasi kripto, Instagram, komunikasi digital PENDAHULUAN Dalam beberapa tahun terakhir, media sosial mengalami transformasi peran yang signifikan dalam kehidupan masyarakat modern. Media sosial tidak lagi sekadar berfungsi sebagai sarana hiburan dan komunikasi interpersonal, tetapi telah berkembang menjadi ruang publik digital yang memfasilitasi pertukaran informasi, pembentukan opini, serta proses pembelajaran informal. Perubahan ini sejalan dengan pergeseran pola konsumsi informasi generasi digitalnative yang semakin bergantung pada media sosial sebagai sumber utama informasi sehari-hari, menggantikan peran media konvensional seperti televisi dan surat kabar (We Are Social & 48 | Bisri, A. V. N., Elviria, S., & Yusnaini, Y. (2026). Pemanfaatan Instagram sebagai Media Edukasi Investasi: Analisis Multimodal Akun @AKADEMICRYPTOCOM. Indonesian Social Science Review (ISSR), 4(1), 48–58. https://doi.org/10.61105/issr.v4i1.368 Indonesian Social Science Review (ISSR) Volume 4 Nomor 1 (2026) Pg 48-58 E-ISSN: 3025-7352 | P-ISSN: 3026-0035 Hootsuite, 2024). Dalam konteks ini, media sosial tidak hanya menjadi medium distribusi pesan, tetapi juga ruang produksi makna yang aktif dan partisipatif. Perkembangan teknologi digital turut mendorong perubahan model komunikasi dari yang bersifat satu arah menuju komunikasi yang interaktif, partisipatif, dan real-time. Audiens tidak lagi diposisikan sebagai penerima pesan yang pasif, melainkan sebagai subjek yang dapat menafsirkan, merespons, dan memproduksi pesan secara simultan. Fenomena ini berdampak signifikan pada praktik komunikasi massa dan komunikasi edukatif, di mana proses penyampaian pengetahuan tidak lagi terpusat pada institusi formal, melainkan berlangsung dalam ruang digital yang terbuka dan dinamis. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa media sosial berperan sebagai ruang pembelajaran informal yang memungkinkan terjadinya proses berbagi pengetahuan (knowledge sharing) dan pembentukan pemahaman kolektif (Sivakumar et al., 2023; Rahmatia et al., 2025). Dalam ranah literasi keuangan, media sosial menunjukkan potensi strategis sebagai sarana edukasi yang efektif karena mampu menjangkau audiens luas serta menyajikan informasi dalam format yang ringkas dan mudah diakses. Studi oleh Ayuningtyas, Widati, dan Suparno (2023) menunjukkan bahwa penyampaian konten keuangan melalui media sosial berkontribusi pada peningkatan pemahaman finansial, terutama ketika informasi dikemas dalam bentuk visual seperti video pendek dan infografis. Temuan ini mengindikasikan bahwa karakteristik multimodal media sosial selaras dengan preferensi konsumsi informasi generasi digital yang cenderung cepat, visual, dan interaktif (Nadhifah & Christabella, 2022). Selain itu, media sosial juga dipahami sebagai ruang pembelajaran informal yang memungkinkan terjadinya proses berbagi pengetahuan dan pembentukan makna secara kolaboratif (Fitriani, 2021). Dengan demikian, media sosial tidak hanya berfungsi sebagai saluran distribusi informasi, tetapi juga sebagai ekosistem edukatif yang adaptif terhadap kebutuhan literasi keuangan. Instagram merupakan salah satu platform media sosial dengan kekuatan visual yang dominan dan jumlah pengguna yang besar di Indonesia. Berdasarkan laporan We Are Social dan Hootsuite (2024), Indonesia termasuk negara dengan jumlah pengguna Instagram tertinggi di dunia, dengan mayoritas pengguna berada pada rentang usia 18–34 tahun. Kelompok usia ini juga merupakan segmen yang paling aktif dalam mengakses informasi keuangan dan investasi digital. Melalui fitur-fitur seperti Feed, Reels, Stories, dan Carousel, Instagram memungkinkan (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://journal.lenvari.org/issr/article/download/368/190
Article home page: https://journal.lenvari.org/issr/article/view/368/190

Bisri Ahmad Vicky Nihalani, Samia Elviria, Yusnaini Yusnaini. Pemanfaatan Instagram sebagai Media Edukasi Investasi: Analisis Multimodal Akun @AKADEMICRYPTOCOM, Indonesian Social Science Review, 2026, pp. 48-58,