DINAMIKA GENDER DALAM RUANG PUBLIK: KAJIAN SOSIOLOGI FEMINISME PADA KUMPULAN CERPEN ROMANTIKA PEREMPUAN-PEREMPUAN KARYA RENTHYNA PAULINA
BAHTERA INDONESIA:
Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
ISSN 2541-3252
Vol.11, No.1, Mar. 2026
DINAMIKA GENDER DALAM RUANG PUBLIK: KAJIAN SOSIOLOGI
FEMINISME PADA KUMPULAN CERPEN ROMANTIKA PEREMPUANPEREMPUAN KARYA RENTHYNA PAULINA
Nadia Ramadhani Hadi1, Muh. Zaini Mun’im2, Nisrina Tiara Balqis3, Seli Mauludani4
Universitas Singaperbangsa Karawang,
Universitas Singaperbangsa Karawang,
Universitas Singaperbangsa Karawang,
Universitas Singaperbangsa Karawang,
1
2
3
4
Abstrak
Ketidaksetaraan gender, pengalaman nyata perempuan menghadapi berbagai rintangan, perjuangan
menemukan identitas diri, serta upaya mendapatkan suara di ranah publik menjadi fokus penting untuk
memahami kompleksitas relasi sosial. Kajian ini mengungkap pengalaman perempuan dalam cerpen
Romantika Perempuan-Perempuan karya Renthyna Paulina, khususnya dalam “Tanda Terima dari
Mbak Diah”, “18 Menit di dalam Bus Jakarta”, dan “Air Mata Evi”, yang merepresentasikan beban
ganda, kerentanan di ruang publik, serta KDRT dan stigma sosial. Dengan pendekatan kualitatif dan
metode deskriptif, serta teknik pengumpulan data melalui studi pustaka dan simak catat, analisis
dilakukan terhadap narasi dan penokohan dalam struktur sosial patriarki. Penelitian ini bermanfaat
untuk memahami isu gender dengan menyoroti posisi perempuan sebagai kelompok terpinggirkan, serta
memberikan rekomendasi untuk kebijakan publik yang lebih inklusif. Dengan mengaitkan teori
feminisme liberal, hasil kajian menunjukkan bahwa karya sastra dapat menjadi media penting dalam
menyuarakan ketidakadilan gender dan memperjuangkan kesetaraan serta keadilan sosial.
Kata Kunci: Feminisme Liberal, Sosiologi Sastra, Cerpen, Dinamika Gender
Abstract
Gender inequality, women's real experiences facing various obstacles, the struggle to find their identity,
and efforts to gain a voice in the public sphere are important focuses for understanding the complexity
of social relations. This study reveals women's experiences in the short stories Romantika PerempuanPerempuan by Renthya Paulina, especially in "Tanda Terima dari Mbak Diah", "18 Minutes on the
Jakarta Bus", and "Air Mata Evi", which represent double burdens, vulnerability in public spaces, as
well as domestic violence and social stigma. With a qualitative approach and descriptive methods, as
well as data collection techniques through literature studies and reading notes, an analysis was carried
out on the narrative and characterization in the patriarchal social structure. This study is useful for
understanding gender issues by highlighting the position of women as a marginalized group, as well as
providing recommendations for more inclusive public policies. By linking liberal feminist theory, the
results of the study show that literary works can be an important medium for voicing gender injustice
and fighting for equality and social justice.
Keywords: Liberal Feminism, Sociology of Literature, Short Stories, Gender Dynamics
How to Cite: Hadi, N. R., Mun’im, M. Z., Balqis, N. T., & Mauludani, S. (2026). DINAMIKA
GENDER DALAM RUANG PUBLIK: KAJIAN SOSIOLOGI FEMINISME PADA KUMPULAN
CERPEN ROMANTIKA PEREMPUAN-PEREMPUAN KARYA RENTHYNA PAULINA. Bahtera
150
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
BAHTERA INDONESIA:
Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
ISSN 2541-3252
Vol.11, No.1, Mar. 2026
Indonesia; Jurnal Penelitian Bahasa
https://doi.org/10.31943/bi.v11i1.1288
DOI: https://doi.org/10.31943/bi.v11i1.1288
PENDAHULUAN
Dan
Sastra
Indonesia
,
11(1),
150–166.
berkontribusi secara ekonomi (Rachman,
Posisi perempuan sebagai kelompok
2010: 32). Kesetaraan gender sendiri
yang terpinggirkan dalam masyarakat masih
diartikan
berupa
menjadi masalah signifikan hingga saat ini,
mendasar
yang
terlihat
angka
terhadap kemajuan sosial, ekonomi, dan
perempuan,
politik. Dalam ranah kebijakan publik,
ketimpangan upah antara laki-laki dan
kesetaraan gender memegang peran penting.
perempuan, serta rendahnya representasi
Sebab,
perempuan dalam posisi kepemimpinan di
mempertimbangkan
berbagai sektor, hal tersebut tercermin
warga negara tanpa memandang jenis
dalam berbagai aspek kehidupan seperti
kelamin. Ketidakhadiran perspektif gender
ekonomi, sosial, politik, dan budaya. Umar
dapat
dalam (Nur, 2023: 169) menegaskan bahwa
memperburuk ketidakadilan sosial.
dari
kekerasan
masih
tingginya
terhadap
hak
asasi
manusia
berdampak
kebijakan
yang
signifikan
adil
kebutuhan
mengakibatkan
eksklusi
harus
semua
dan
Dalam konteks ini, ketidaksetaraan
nilai-nilai patriarki yang membedakan peran
laki-laki dan perempuan masih sangat kuat,
gender,
memengaruhi
yang
menghadapi berbagai rintangan, perjuangan
bersifat hirarkis dalam struktur rumah
untuk menemukan identitas diri, serta upaya
tangga.
mendapatkan suara di ranah publik menjadi
hubungan
gender
Upaya untuk mencapai kesetaraan
fokus
pengalaman
penting
nyata
untuk
perempuan
memahami
dan keadilan gender sering kali terhambat
kompleksitas relasi sosial. Representasi
oleh kurangnya peluang bagi perempuan
perempuan dalam sastra, khususnya dalam
untuk bersaing di sektor publik, di mana
menggambarkan
laki-laki masih menduduki posisi-posisi
perjuangan mereka, menawarkan wawasan
penting
dan
mendalam mengenai isu-isu ini. Kumpulan
menyebabkan
cerpen Romantika Perempuan-Perempuan
perempuan sering terjebak dalam peran
karya Renthyna Paulina menjadi bahan
ganda, di mana mereka harus menjalankan
kajian objek penelitian yang signifikan
tanggung
untuk menyelidiki isu-isu tersebut, sebab
dalam
pemerintahan.
Hal
jawab
dunia
ini
bisnis
domestik
sekaligus
Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
pengalaman
dan
151
ISSN 2541-3252
Vol.11, No.1, Mar. 2026
BAHTERA INDONESIA:
Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
karya-karya
ini
eksplisit
menyimpang dari prinsip-prinsip feminis
nyata
yang mereka anut. Wolf dalam (Yoga et al,
perempuan dalam menghadapi berbagai
2018: 227) menekankan bahwa tidak
tantangan
di
sekaligus
seharusnya salah satu pihak diperlakukan
merekam
perjuangan
dalam
lebih istimewa hanya karena perbedaan
dan
gender yang ada. Dengan memahami aliran
mengartikulasikan suara mereka dalam
ini, kita dapat lebih mendalami bagaimana
konteks sosial yang sering kali patriarkis.
perjuangan gender berakar dalam konteks
Dengan begitu, objek penelitian ini akan di
sosial dan ekonomi, serta bagaimana sastra,
padukan dengan teori feminisme liberal
termasuk cerpen, dapat berfungsi sebagai
yang berlandaskan pada kajian sosiologi
medium
sastra.
menantang isu-isu tersebut.
mencerminkan
secara
pengalaman
ruang
menemukan
publik,
mereka
identitas
Teori feminisme liberal muncul pada
untuk
Menurut
mengeksplorasi
Endraswara
dan
dalam
abad ke-18 sebagai pengembangan salah
(Primasari et al., 2016: 54) sosiologi sastra
satu
paling
merupakan penelitian sastra yang bersifat
berpengaruh hingga abad (...truncated)