Antibacterial Effectiveness Test on the Combination of Kersen Leaf (Muntingia calabura L.) and Jackfruit Leaf (Artocarpus heterophyllus L.) Extracts Against The Growth of Staphylococcus aureus Bacteria

JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI), Jan 2026

Kersen leaves (Muntingia calabura L.) and jackfruit leaves (Artocarpus heterophyllus L.) are tropical plants that grow in Indonesia. The phytochemical content of kersen leaves and jackfruit leaves include flavonoids, tannins and saponins. Flavonoids have antibacterial properties because they can fight bacteria in several ways. These substances can interfere with the formation of bacterial genetic material (nucleic acids), damage cell membranes that maintain the contents of bacterial cells, and inhibit the processes used by bacteria to produce energy. This study aims to determine the effectiveness of secondary metabolite compounds against the growth of Staphylococcus aureus bacteria contained in kersen leaves and jackfruit leaves. The research method used is experimental. The sample in this study was a combination of 96% ethanol extract of kersen leaves (Muntingia calabura L.) and jackfruit leaves (Artocarpus heterophyllus. L). The yield of extracts obtained in kersen leaves amounted to 32.1% and avocado leaves 25.42%. Phytochemical screening showed that both samples contained secondary metabolites such as flavonoids, tannins and saponins. The combination of kersen leaf and jackfruit leaf extracts at a concentration ratio of 80:50% and has an average inhibition zone with high effectiveness of 11.10 mm which is classified as strong. This shows that there is a difference, the inhibition zone is better than ampicillin in inhibiting Staphylococcus aureus bacteria.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://jurnal.undhirabali.ac.id/index.php/jakasakti/article/download/4366/4359

Antibacterial Effectiveness Test on the Combination of Kersen Leaf (Muntingia calabura L.) and Jackfruit Leaf (Artocarpus heterophyllus L.) Extracts Against The Growth of Staphylococcus aureus Bacteria

Jurnal Kesehatan, Sains, dan Teknologi Vol. 4, No. 3 Desember 2025 Available online at https://jurnal.undhirabali.ac.id/index.php/jakasakti/index Research Article e-ISSN:2963-0940 Antibacterial Effectiveness Test on the Combination of Kersen Leaf (Muntingia calabura L.) and Jackfruit Leaf (Artocarpus heterophyllus L.) Extracts Against The Growth of Staphylococcus aureus Bacteria Uji Efektivitas Antibakteri Pada Kombinasi Ekstrak Daun Kersen (Muntingia calabura L.) dan Daun Nangka (Artocarpus heterophyllus L.) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus aureus Adelia Citra Mahendri1*, Vicko Suswidiantoro2, Mida Pratiwi3, Iga Mayola Pisacha4 1,2,3,4 Program Studi Farmasi, Universitas Aisyah Pringsewu, Lampung, Indonesia (*) Corresponding Author: Article info Keywords: Staphylococcus aureus, Kersen leaves, Jackfruit leaves, disc diffusion, antibacterial Abstract Kersen leaves (Muntingia calabura L.) and jackfruit leaves (Artocarpus heterophyllus L.) are tropical plants that grow in Indonesia. The phytochemical content of kersen leaves and jackfruit leaves include flavonoids, tannins and saponins. Flavonoids have antibacterial properties because they can fight bacteria in several ways. These substances can interfere with the formation of bacterial genetic material (nucleic acids), damage cell membranes that maintain the contents of bacterial cells, and inhibit the processes used by bacteria to produce energy. This study aims to determine the effectiveness of secondary metabolite compounds against the growth of Staphylococcus aureus bacteria contained in kersen leaves and jackfruit leaves. The research method used is experimental. The sample in this study was a combination of 96% ethanol extract of kersen leaves (Muntingia calabura L.) and jackfruit leaves (Artocarpus heterophyllus. L). The yield of extracts obtained in kersen leaves amounted to 32.1% and avocado leaves 25.42%. Phytochemical screening showed that both samples contained secondary metabolites such as flavonoids, tannins and saponins. The combination of kersen leaf and jackfruit leaf extracts at a concentration ratio of 80:50% and has an average inhibition zone with high effectiveness of 11.10 mm which is classified as strong. This shows that there is a difference, the inhibition zone is better than ampicillin in inhibiting Staphylococcus aureus bacteria. 267 Jurnal Kesehatan, Sains, dan Teknologi Vol. 4, No. 3 Desember 2025 Available online at https://jurnal.undhirabali.ac.id/index.php/jakasakti/index Research Article Kata kunci: Staphylococcus aureus, daun Kersen, daun Nangka, difusi cakram, anti bakteri e-ISSN:2963-0940 Abstrak Daun kersen (Muntingia calabura L.) dan daun nangka (Artocarpus heterophyllus L.) merupakan tanaman tropis yang tumbuh di Indonesia. Kandungan fitokimia daun kersen dan daun nangka antara lain golongan senyawa flavonoid, tanin dan saponin. Flavonoid memiliki sifat antibakteri karena mampu melawan bakteri melalui beberapa cara. Zat ini dapat mengganggu pembentukan materi genetik bakteri (asam nukleat), merusak membran sel yang menjaga isi sel bakteri, dan menghambat proses yang digunakan bakteri untuk menghasilkan energi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas senyawa metabolit sekunder terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus yang terdapat di dalam daun kersen dan daun nangka. Metode penelitian yang digunakan yaitu eksperimental melalui uji difusi cakram dan one way ANOVA. Sampel dalam penelitian ini adalah kombinasi ekstrak etanol 96% daun kersen (Muntingia calabura L.) dan daun nangka (Artocarpus heterophyllus. L). Hasil rendemen ekstrak yang diperoleh pada daun kersen sebesar 32,1% dan daun alpukat 25,42%. Skrinining fitokimia menunjukkan kedua sampel mengandung metabolit sekunder berupa flavonoid, tanin dan saponin. Kombinasi dari ekstrak daun kersen dan daun nangka pada konsentrasi perbandingan 80:50% dan memiliki ratarata zona hambat dengan efektivitas tinggi senilai 11,10 mm yang tergolong kuat .Hal tersebut menunjukkan jika konsentrasi 80:50% memiliki zona hambat yang lebih baik dibandingkan dengan ampicilin dalam menghambat Staphylococcus aureus. PENDAHULUAN Banyak penyakit menular yang dapat ditimbulkan oleh kuman Staphylococcus aureus. Gejalanya bisa beragam, mulai dari infeksi kulit ringan seperti impetigo dan furunkulosis hingga infeksi yang lebih parah pada saluran kemih, sistem pernapasan, mata, dan sistem saraf pusat (SSP). (Rahmadani et al., 2017). Studi epidemiologi menjabarkan bahwa infeksi Staphylococcus aureus telah bertambah selama 20 tahun terakhir. Di AS dan Eropa, bakteri ini merupakan agen infeksi yang paling umum, mencakup 18% hingga 30% dari seluruh infeksi (Pradana et al., 2019). Sistem imun melemah atau jumlah koloni bakteri meningkat ketika Staphylococcus aureus dapat menginvasi jaringan dan menyebabkan berbagai penyakit, mulai dari infeksi kulit hingga infeksi sistemik (Howden et al., 2023). Saat menangani infeksi menular yang disebabkan oleh bakteri Staphylococcus aureus, antibiotik biasanya menjadi garis pertahanan pertama (Dewa et al., 2019). Tumbuhan yang berasal dari alam menjadi pilihan alternatif yang menjanjikan sebagai salah satu senyawa antibakteri, karena resistensi terhadap antibakteri alami cenderung lebih rendah dibandingkan dengan antibiotik sintetis karena keragaman komponen kimia yang kompleks (Howden et al., 2023). Metabolit sekunder, seperti terpenoid, senyawa fenolik, dan alkaloid, merupakan sumber potensial senyawa antibakteri. Mekanisme kerja antibakteri dari metabolit sekunder meliputi gangguan pada sintesis asam nukleat (DNA atau RNA), gangguan permeabilitas membran sel, serta kerusakan dinding sel bakteri (Zaunit et al., 2019). Penelitian milik (Alouw et al., 2022) efektivitas antibakteri ekstrak daun kersen memiliki zona hambat sebesar 20,2 mm. Penelitian milik (Elysa, 2018) menggunakan ekstrak daun nangka menghasilkan zona hambat senilai 14,7 mm. Penelitian sebelumnya telah mengkaji manfaat tunggal dari ekstrak daun kersen dan daun nangka yang menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus. Kombinasi pada penelitian kali ini dilakukan karena ingin mendapatkan efek 268 Jurnal Kesehatan, Sains, dan Teknologi Vol. 4, No. 3 Desember 2025 Available online at https://jurnal.undhirabali.ac.id/index.php/jakasakti/index Research Article e-ISSN:2963-0940 sinergis ketika kedua ekstrak memiliki potensi antibakteri yang lebih kuat dengan variasi konsentrasi berbeda. Berdasarkan uraian di atas peneliti berniat melanjutkan penelitian dengan mengkombinasikan ekstrak daun kersen (Muntingia calabura L.) dan daun nangka (Artocarpus heterophyllus L.) dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. METODE Metode studi yang diterapkan yakni Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 kali replikasi (Kristin et al., 2022). Penelitian ini menggunakan purposive sampling dengan daun kersen dan daun nangka sebagai sampel. Penentuan daya hambat menggunakan difusi cakram dengan melihat ada (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://jurnal.undhirabali.ac.id/index.php/jakasakti/article/download/4366/4359
Article home page: https://jurnal.undhirabali.ac.id/index.php/jakasakti/article/view/4366/4359

Mahendri Adelia Citra, Vicko Suswidiantoro, Mida Pratiwi, Pisacha Iga Mayola. Antibacterial Effectiveness Test on the Combination of Kersen Leaf (Muntingia calabura L.) and Jackfruit Leaf (Artocarpus heterophyllus L.) Extracts Against The Growth of Staphylococcus aureus Bacteria, JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI), 2026, pp. 267-280,