Antibacterial Effectiveness Test on the Combination of Kersen Leaf (Muntingia calabura L.) and Jackfruit Leaf (Artocarpus heterophyllus L.) Extracts Against The Growth of Staphylococcus aureus Bacteria
Jurnal Kesehatan, Sains, dan Teknologi
Vol. 4, No. 3 Desember 2025
Available online at https://jurnal.undhirabali.ac.id/index.php/jakasakti/index
Research Article
e-ISSN:2963-0940
Antibacterial Effectiveness Test on the Combination of Kersen Leaf
(Muntingia calabura L.) and Jackfruit Leaf (Artocarpus
heterophyllus L.) Extracts Against The Growth of Staphylococcus
aureus Bacteria
Uji Efektivitas Antibakteri Pada Kombinasi Ekstrak Daun Kersen
(Muntingia calabura L.) dan Daun Nangka (Artocarpus heterophyllus L.)
Terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus aureus
Adelia Citra Mahendri1*, Vicko Suswidiantoro2, Mida Pratiwi3, Iga Mayola
Pisacha4
1,2,3,4
Program Studi Farmasi, Universitas Aisyah Pringsewu, Lampung, Indonesia
(*) Corresponding Author:
Article info
Keywords:
Staphylococcus
aureus, Kersen
leaves, Jackfruit
leaves, disc diffusion,
antibacterial
Abstract
Kersen leaves (Muntingia calabura L.) and jackfruit leaves (Artocarpus
heterophyllus L.) are tropical plants that grow in Indonesia. The
phytochemical content of kersen leaves and jackfruit leaves include
flavonoids, tannins and saponins. Flavonoids have antibacterial
properties because they can fight bacteria in several ways. These
substances can interfere with the formation of bacterial genetic material
(nucleic acids), damage cell membranes that maintain the contents of
bacterial cells, and inhibit the processes used by bacteria to produce
energy. This study aims to determine the effectiveness of secondary
metabolite compounds against the growth of Staphylococcus aureus
bacteria contained in kersen leaves and jackfruit leaves. The research
method used is experimental. The sample in this study was a combination
of 96% ethanol extract of kersen leaves (Muntingia calabura L.) and
jackfruit leaves (Artocarpus heterophyllus. L). The yield of extracts
obtained in kersen leaves amounted to 32.1% and avocado leaves 25.42%.
Phytochemical screening showed that both samples contained secondary
metabolites such as flavonoids, tannins and saponins. The combination of
kersen leaf and jackfruit leaf extracts at a concentration ratio of 80:50%
and has an average inhibition zone with high effectiveness of 11.10 mm
which is classified as strong. This shows that there is a difference, the
inhibition zone is better than ampicillin in inhibiting Staphylococcus
aureus bacteria.
267
Jurnal Kesehatan, Sains, dan Teknologi
Vol. 4, No. 3 Desember 2025
Available online at https://jurnal.undhirabali.ac.id/index.php/jakasakti/index
Research Article
Kata kunci:
Staphylococcus
aureus, daun Kersen,
daun Nangka, difusi
cakram, anti bakteri
e-ISSN:2963-0940
Abstrak
Daun kersen (Muntingia calabura L.) dan daun nangka (Artocarpus
heterophyllus L.) merupakan tanaman tropis yang tumbuh di Indonesia.
Kandungan fitokimia daun kersen dan daun nangka antara lain golongan
senyawa flavonoid, tanin dan saponin. Flavonoid memiliki sifat
antibakteri karena mampu melawan bakteri melalui beberapa cara. Zat ini
dapat mengganggu pembentukan materi genetik bakteri (asam nukleat),
merusak membran sel yang menjaga isi sel bakteri, dan menghambat
proses yang digunakan bakteri untuk menghasilkan energi. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui efektivitas senyawa metabolit sekunder
terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus yang terdapat di
dalam daun kersen dan daun nangka. Metode penelitian yang digunakan
yaitu eksperimental melalui uji difusi cakram dan one way ANOVA.
Sampel dalam penelitian ini adalah kombinasi ekstrak etanol 96% daun
kersen (Muntingia calabura L.) dan daun nangka (Artocarpus
heterophyllus. L). Hasil rendemen ekstrak yang diperoleh pada daun
kersen sebesar 32,1% dan daun alpukat 25,42%. Skrinining fitokimia
menunjukkan kedua sampel mengandung metabolit sekunder berupa
flavonoid, tanin dan saponin. Kombinasi dari ekstrak daun kersen dan
daun nangka pada konsentrasi perbandingan 80:50% dan memiliki ratarata zona hambat dengan efektivitas tinggi senilai 11,10 mm yang
tergolong kuat .Hal tersebut menunjukkan jika konsentrasi 80:50%
memiliki zona hambat yang lebih baik dibandingkan dengan ampicilin
dalam menghambat Staphylococcus aureus.
PENDAHULUAN
Banyak penyakit menular yang dapat ditimbulkan oleh kuman Staphylococcus
aureus. Gejalanya bisa beragam, mulai dari infeksi kulit ringan seperti impetigo dan
furunkulosis hingga infeksi yang lebih parah pada saluran kemih, sistem pernapasan, mata,
dan sistem saraf pusat (SSP). (Rahmadani et al., 2017). Studi epidemiologi menjabarkan
bahwa infeksi Staphylococcus aureus telah bertambah selama 20 tahun terakhir. Di AS dan
Eropa, bakteri ini merupakan agen infeksi yang paling umum, mencakup 18% hingga 30%
dari seluruh infeksi (Pradana et al., 2019). Sistem imun melemah atau jumlah koloni bakteri
meningkat ketika Staphylococcus aureus dapat menginvasi jaringan dan menyebabkan
berbagai penyakit, mulai dari infeksi kulit hingga infeksi sistemik (Howden et al., 2023).
Saat menangani infeksi menular yang disebabkan oleh bakteri Staphylococcus aureus,
antibiotik biasanya menjadi garis pertahanan pertama (Dewa et al., 2019).
Tumbuhan yang berasal dari alam menjadi pilihan alternatif yang menjanjikan
sebagai salah satu senyawa antibakteri, karena resistensi terhadap antibakteri alami
cenderung lebih rendah dibandingkan dengan antibiotik sintetis karena keragaman
komponen kimia yang kompleks (Howden et al., 2023). Metabolit sekunder, seperti
terpenoid, senyawa fenolik, dan alkaloid, merupakan sumber potensial senyawa
antibakteri. Mekanisme kerja antibakteri dari metabolit sekunder meliputi gangguan pada
sintesis asam nukleat (DNA atau RNA), gangguan permeabilitas membran sel, serta
kerusakan dinding sel bakteri (Zaunit et al., 2019). Penelitian milik (Alouw et al., 2022)
efektivitas antibakteri ekstrak daun kersen memiliki zona hambat sebesar 20,2 mm.
Penelitian milik (Elysa, 2018) menggunakan ekstrak daun nangka menghasilkan zona
hambat senilai 14,7 mm. Penelitian sebelumnya telah mengkaji manfaat tunggal dari
ekstrak daun kersen dan daun nangka yang menghambat pertumbuhan Staphylococcus
aureus. Kombinasi pada penelitian kali ini dilakukan karena ingin mendapatkan efek
268
Jurnal Kesehatan, Sains, dan Teknologi
Vol. 4, No. 3 Desember 2025
Available online at https://jurnal.undhirabali.ac.id/index.php/jakasakti/index
Research Article
e-ISSN:2963-0940
sinergis ketika kedua ekstrak memiliki potensi antibakteri yang lebih kuat dengan variasi
konsentrasi berbeda.
Berdasarkan uraian di atas peneliti berniat melanjutkan penelitian dengan
mengkombinasikan ekstrak daun kersen (Muntingia calabura L.) dan daun nangka
(Artocarpus heterophyllus L.) dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus
aureus.
METODE
Metode studi yang diterapkan yakni Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5
perlakuan dan 4 kali replikasi (Kristin et al., 2022). Penelitian ini menggunakan purposive
sampling dengan daun kersen dan daun nangka sebagai sampel. Penentuan daya hambat
menggunakan difusi cakram dengan melihat ada (...truncated)