Penguatan Pendidikan Akhlak Siswa Melalui Pembelajaran Kitab Adabul ‘Alim Wal Muta’allim Karya Syeikh Hasyim Asy’ari Di MAS Al Washliyah 12 Perbaungan
IQRO: Journal of Islamic Education
2025, Vol.8, No.2, hal.777-790
ISSN(E): 2622-3201
2025 PAI IAIN Palopo. https://ejournal.iainpalopo.ac.id/index.php/iqro
Penguatan Pendidikan Akhlak Siswa Melalui Pembelajaran Kitab
Adabul ‘Alim Wal Muta’allim Karya Syeikh Hasyim Asy’ari di
MAS Al Washliyah 12 Perbaungan
Muhammad Iqbal Hafiz1, Wahyudin Nur Nasution2
Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Indonesia
Email:
Abstract: This article discusses the strengthening of students' moral education at MAS Al
Washliyah 12 Perbaungan through learning the book of Adabul 'Alim wal Muta'allim. The
discussion in this article focuses on the background of learning the book of Adabul 'Alim wal
Muta'allim, the moral values contained in learning the book of Adabul 'Alim wal Muta'allim,
the benefits and implementation of learning Adabul 'Alim wal Muta'allim which includes
methods and evaluation in learning. The methodology used in writing this article is qualitative
research with a case study approach. This research is located at MAS Al Washliyah 12
Perbaungan which is located at Jl. Malinda II, Batang Terap Village, Perbaungan District.
Observation, interviews, and documentation carried out the data collection techniques in this
study. While the data analysis technique in the study used four stages, namely data collection,
data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The data validity technique carried
out in this study uses creadibility techniques (credibility test) with source triangulation. The
results of this study indicate that learning the book of Adabul 'Alim wal Muta'allim has a very
positive impact on strengthening student morals. This is evident in the development of students'
morals which are getting better during the learning of this book. The learning method used is the
wetonan method. The choice of this method is because it is in accordance with the needs of
students. The evaluation used in learning this book is formative, summative, and talaqqi
evaluation
Keywords: Moral education, students, learning, adabul 'alim wal muta'allim
Abstrak: Artikel ini membahas mengenai penguatan pendidikan akhlak siswa di MAS Al
Washliyah 12 Perbaungan melalui pembelajaran kitab Adabul ‘Alim wal Muta’allim.
Pembahasan dalam artikel ini difokuskan pada latar belakang adanya pembelajaran kitab Adabul
‘Alim wal Muta’allim, nilai-nilai akhlak yang terkandung dalam pembelajaran kitab Adabul
‘Alim wal Muta’allim, manfaat serta implementasi pembelajaran Adabul ‘Alim wal Muta’allim
yang meliputi metode dan evaluasi dalam pembelajarannya. Metodologi yang digunakan dalam
penulisan artikel ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian ini
berlokasi di MAS Al Washliyah 12 Perbaungan yang beralamat Jl. Malinda II, Desa Batang
Terap, Kecamatan Perbaungan. Adapun teknik pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan
dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data pada penelitian
menggunakan empat tahapan yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, serta
penarikan kesimpulan. Teknik keabsahan data yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan
teknik creadibility (uji kredibilitas) dengan triangulasi sumber. Hasil penelitian ini menunjukkan
bahwa pembelajaran kitab Adabul ‘Alim wal Muta’allim berdampak sangat positif dalam
penguatan akhlak siswa. Hal ini terbukti dalam perkembangan akhlak siswa yang semakin baik
selama mengikuti pembelajaran kitab ini. Metode pembelajaran yang digunakan adalah metode
wetonan. Pemilihan metode ini dikarenakan sesuai dengan kebutuhan siswa. Evaluasi yang
digunakan dalam pembelajaran kitab ini adalah evaluasi formatif, sumatif, dan talaqqi.
Kata Kunci: Pendidikan Akhlak, siswa, pembelajaran, adabul ‘alim wal muta’allim
778 | Muhammad Iqbal Hafiz et al.
©IQRO: Journal of Islamic Education. This is an open access article under the Creative
Commons - Attribution-ShareAlike 4.0 International license (CC BY-SA 4.0)
Pendahuluan
Pendidikan akhlak memiliki kedudukan yang sangat diutamakan dalam ajaran
Islam. Bahkan Islam menempatkan kedudukan akhlak sebagai ranah pembelajaran yang
harus dipelajari, karena didalamnya terdapat aturan-aturan dan tata kelola dalam
menjalani kehidupan sehari-hari (Imelda, 2017). dalam ajaran Islam sendiri, akhlak
menjadi wujud dari keimanan seseorang. Hal ini dijelaskan di dalam kitab Adabul ‘alim
wal Muta’allim karya syeikh Hasyim Asy’ari yang mengatakan bahwa orang yang tidak
memiliki akhlak yang baik maka ia tidak bersyari’at, tidak beriman, dan tidak bertauhid
kepada Allah Swt. (Asy’ari, 2023). Adabul ‘Alim wal Muta’allim merupakan sebuah kitab
turats yang ditulis oleh hadratus syeikh Hasyim Asy’ari sang pendiri Nahdlatul Ulama.
Beliau merupakan ulama yang berasal dari Indonesia yang berpegang teguh terhadap
Al Qur’an dan Hadis. (Miftahuddin, 2018).
Pendidikan tidak hanya sekedar mencari ilmu saja, namun juga bagaimana
mendapatkan ridho orangtua dan guru agar ilmu yang dipelajari menjadi keberkahan
bagi para siswa.Marimba (1989) mengatakan bahwa pendidikan adalah sebuah
kegiatan seorang pendidik dengan membimbing peserta didik agar dapat membentuk
kepribadian yang baik. Selain itu, pendidikan juga diartikan sebagai sebuah usaha
sadar yang dilakukan oleh seseorang kepada orang lain atau sekelompok orang secara
sistematis dan berkesinambungan baik pada pendidikan formal maupun informal
(Mulyadi & Adriantoni, 2021). Berdasarkan beberapa definisi diatas dapat disimpulkan
pendidikan adalah suatu proses bimbingan yang dilakukan secara sadar oleh pendidik
agar peserta didik memiliki perkembangan kepribadian yang lebih baik dari
sebelumnya.
Secara etimologi kata akhlak berasal dari bahasa arab yaitu “akhlaqun” sebagai
bentuk jamak dari kata “Khulqun” yang artinya perangai, budi pekerti, dan tingkah laku
(Hidayat et al., 2019). Secara terminologi Ibnu Maskawaih berpendapat bahwa akhlak
merupakan sifat yang tertanam dalam jiwa seseorang yang mendorongnya untuk
melakukan perbuatan tanpa memerlukan pertimbangan dan pemikiran. Selain itu,
senada dengan pendapat tersebut, Imam Ghazali berpendapat bahwa akhlak
merupakan sebagai sebuah sifat yang tertanam dalam jiwa yang menimbulkan
IQRO: Journal of Islamic Education
Penguatan Pendidikan Akhlak Siswa... |779
perbuatan-perbuatan dengan mudah tanpa memerlukan pertimbangan pemikiran
terlebih dahulu (Ghazali, 1988). Berdasarkan pemikiran imam Ghazali tersebut maka
para ulama membagi akhlak menjadi dua macam yaitu akhlaqul mahmudah dan
akhlaqul mazhmumah. Akhlaqul mahmudah merupakan akhlak baik yang sesuai
dengan ajaran Rasulullah Saw. Abuddin Nata (2008) mengatakan bahwa Akhlaqul
mahmudah adalah sebuah perbuatan ikhlas yang dilaksanakan hanya karena Allah Swt.
bukan karena ingin dipuji oleh manusia. Imam Ibnul Qayyim menerangkan bahwa
akhlak terpuji terbagi menjadi dua bentuk yaitu akhlak terpuji kepada Allah Swt.
dengan selalu ridho terhadap takdirnya dan akhlak terpuji kepada manusia yakni
dengan senantiasa berbuat baik kepada manusi (...truncated)