Entrepreneurship dalam Perspektif Islam: Konsep, Nilai, dan Implementasi Pendidikan
IQRO: Journal of Islamic Education
2025, Vol.8, No.3, hal.999-1014
ISSN(E): 2622-3201
2025 PAI IAIN Palopo. https://ejournal.iainpalopo.ac.id/index.php/iqro
Entrepreneurship dalam Perspektif Islam: Konsep, Nilai, dan
Implementasi Pendidikan
*1Agussalim, 2
Wardana, 3Aminullah
1,2,3Institut
Agama Islam Negeri Bone, Indonesia
Email:
Abstract
Islamic education not only aims to shape individuals with faith and noble character, but is also
relevant in fostering an entrepreneurial spirit. This study aims to examine the concept of Islamic
education from an entrepreneurial perspective, identify Islamic values that support the
development of entrepreneurship, and explain their implementation in developing an
entrepreneurial character. This study employed a library research method with a descriptive
qualitative approach, with data obtained from scientific literature, the Quran, Hadith, and
previous research findings. The results suggest that Islamic education embodies entrepreneurial
principles, including honesty, hard work, responsibility, and creativity. These values are
reflected in Islamic teachings and can be integrated into both formal and non-formal education.
The implementation of Islamic education in developing entrepreneurial character is carried out
through curriculum integration strategies, role models, and fostering entrepreneurial practices
based on Islamic values. This study concludes that Islamic education has great potential in
developing entrepreneurs who are not only economically competent but also ethical and morally
and spiritually responsible.
Keywords: Islamic education; entrepreneurship; Islamic values; curriculum integration.
Abstrak
Pendidikan Islam tidak hanya bertujuan membentuk insan yang beriman dan berakhlak mulia,
tetapi juga relevan dalam membangun jiwa kewirausahaan. Penelitian ini bertujuan untuk
mengkaji konsep pendidikan Islam dalam perspektif kewirausahaan, mengidentifikasi nilai-nilai
Islam yang mendukung pengembangan entrepreneurship, serta menjelaskan implementasinya
dalam membentuk karakter wirausaha. Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka
(library research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan data diperoleh dari literatur
ilmiah, Al-Qur’an, hadis, dan hasil penelitian terdahulu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
pendidikan Islam mengandung prinsip-prinsip kewirausahaan seperti kejujuran, kerja keras,
tanggung jawab, dan kreativitas. Nilai-nilai tersebut tercermin dalam ajaran Islam dan dapat
diintegrasikan dalam pendidikan formal maupun nonformal. Implementasi pendidikan Islam
dalam membentuk karakter wirausaha dilakukan melalui strategi integrasi kurikulum,
keteladanan, serta pembinaan praktik kewirausahaan berbasis nilai-nilai Islam. Penelitian ini
menyimpulkan bahwa pendidikan Islam memiliki potensi besar dalam membentuk
wirausahawan yang tidak hanya kompeten secara ekonomi, tetapi juga beretika dan
bertanggung jawab secara moral dan spiritual.
Kata kunci: Pendidikan Islam; kewirausahaan; nilai-nilai Islam; integrasi kurikulum.
©IQRO: Journal of Islamic Education. This is an open access article under the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International license (CC BY-SA 4.0)
1000 | Agussalim et al.
Pendahuluan
Islam pada hakikatnya merupakan proses pembentukan manusia seutuhnya
(insan kamil), yang tidak hanya berfokus pada dimensi teologis dan spiritual, tetapi juga
mencakup dimensi sosial, ekonomi, dan budaya (Aulia dkk., 2024). Seiring
perkembangan zaman, tantangan yang dihadapi umat Islam semakin kompleks,
khususnya dalam bidang ekonomi. Kemiskinan struktural, keterbatasan akses terhadap
sumber daya ekonomi, serta lemahnya daya saing menjadi persoalan yang kerap
melanda umat Islam di berbagai negara, termasuk Indonesia. Menurut data dari (Badan
Pusat Statistik, 2024), tingkat kemiskinan di Indonesia masih berada pada angka 9,03
dari total penduduk, dengan dominasi dari kalangan Muslim. Kondisi ini
mengindikasikan adanya kebutuhan mendesak untuk melakukan pendekatan yang
lebih transformatif dalam pendidikan Islam, salah satunya dengan memasukkan unsur
entrepreneurship ke dalam kurikulum dan praktik pendidikan.
Entrepreneurship atau kewirausahaan dalam konteks Islam bukanlah sekadar
aktivitas ekonomi untuk mencari keuntungan, melainkan merupakan bagian dari
ibadah dan pengabdian kepada Allah Swt (Rizky dkk., 2024). Kewirausahaan Islami
memadukan aspek spiritual, moral, dan ekonomi dalam satu kesatuan aktivitas yang
mendatangkan maslahat bagi diri sendiri dan masyarakat luas (Hartono dkk., 2022a).
Rasulullah saw. sendiri dikenal sebagai sosok entrepreneur sukses sebelum masa
kenabiannya. Beliau tidak hanya menunjukkan integritas dan kejujuran dalam
berdagang, tetapi juga menjadi panutan dalam membangun jaringan bisnis yang etis
dan penuh tanggung jawab (Aisyah, 2025). Keberhasilan Rasulullah dan para sahabat
dalam bidang entrepreneurship memberikan inspirasi bahwa Islam memiliki potensi
besar dalam membangun sistem ekonomi berbasis nilai dan etika.
Literatur keislaman juga mencatat pentingnya nilai-nilai seperti amanah,
kejujuran, tanggung jawab, kerja keras, dan kemandirian dalam kegiatan ekonomi
(Lestari dkk., 2024). Nilai-nilai ini tidak hanya memperkuat etos kerja umat Islam tetapi
juga membentuk karakter entrepreneur yang tangguh dan berintegritas. Menurut
(Mukhlis, 2024), pendidikan Islam memiliki peran strategis dalam membentuk pola
pikir dan sikap hidup peserta didik, termasuk dalam menginternalisasi nilai-nilai
kewirausahaan (Nurlia dkk., 2025). Dalam konteks ini, pendidikan Islam perlu didesain
agar mampu menanamkan kesadaran ekonomi yang tidak sekadar berbasis profit, tetapi
juga berbasis maslahat dan keberkahan.
IQRO: Journal of Islamic Education
Entrepreneurship dalam Perspektif Islam... |1001
Fenomena meningkatnya pengangguran terdidik menjadi tantangan nyata bagi dunia
pendidikan Islam. Berdasarkan laporan (Kompas, 2023), sekitar 7,86 juta orang lulusan
perguruan tinggi di Indonesia mengalami kesulitan mendapatkan pekerjaan, dan
sebagian besar berasal dari latar belakang pendidikan umum maupun keagamaan. Hal
ini menunjukkan bahwa sistem pendidikan saat ini masih cenderung menghasilkan
lulusan yang berorientasi menjadi pencari kerja (job seeker), bukan pencipta lapangan
kerja (job creator). Oleh karena itu, diperlukan pendekatan baru dalam pendidikan
Islam yang tidak hanya menekankan aspek kognitif, tetapi juga mengembangkan
kompetensi kewirausahaan berbasis nilai-nilai Islam.
Entrepreneurship dalam perspektif Islam memerlukan pemahaman yang utuh,
mulai dari konsep teologis, historis, hingga implementatif dalam dunia Pendidikan (A.
S. Maulana, 2020, hlm. 36). Konsep ini memiliki akar yang kuat dalam Al-Qur’an dan
Hadis. Misalnya, dalam QS. Al-Jumu’ah [62]: 10, Allah SWT berfirman: "Apabila salat
telah ditunaikan, maka bertebaranlah kamu di muka bumi dan carilah karunia Allah..."
Ayat ini menunjukkan bahwa mencari rezeki melalui aktivitas ekonomi merupakan
perintah agama yang s (...truncated)