Pengaruh Discovery Learning Pengaruh Discovery Learning terhadap Hasil Belajar Al-Qur’an Hadis Siswa Kelas X-F MAN Kota Batu: -
IQRO: Journal of Islamic Education
2025, Vol.8, No.2, hal.627-639
ISSN(E): 2622-3201
2025 PAI IAIN Palopo. https://ejournal.iainpalopo.ac.id/index.php/iqro
Pengaruh Discovery Learning terhadap Hasil Belajar Al-Qur’an
Hadis Siswa Kelas X-F MAN Kota Batu
Manarul Alam Al Farizi
Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, Indonesia
Email:
Abstract
This research aims to explore the impact of applying the Discovery Learning model on student
achievement in the subject of Al-Qur'an Hadith for Class X-F at MAN Kota Batu. Discovery
Learning is an instructional approach that promotes active student engagement through
inquiry-based activities, fostering curiosity and supporting the development of deep, meaningful
understanding. It is believed that this model enhances memory retention, facilitates the transfer
of knowledge to novel situations, and improves students' reasoning and analytical abilities.
Initial classroom observations revealed increased student participation when the Discovery
Learning model was implemented. The study adopts a Classroom Action Research methodology
to assess the effectiveness of this model in boosting students’ academic performance. The
findings are expected to provide empirical evidence of the positive influence of Discovery
Learning on the quality of Al-Qur'an Hadith instruction at MAN Kota Batu.
Keywords: Discovery Learning, Academic Achievement, Al-Qur'an Hadith, Active Learning,
Instructional Model, Class X-F, MAN Kota Batu, Classroom Action Research.
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penerapan model pembelajaran Discovery
Learning terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Al-Qur’an Hadis di kelas X-F MAN
Kota Batu. Discovery Learning merupakan suatu pendekatan pembelajaran yang mendorong
keterlibatan aktif peserta didik dalam proses inkuiri, menumbuhkan rasa ingin tahu, serta
mendukung terbentuknya pemahaman yang lebih mendalam dan bermakna. Model ini diyakini
mampu memperkuat daya ingat, mempermudah transfer konsep ke dalam konteks baru, serta
meningkatkan kemampuan berpikir logis dan analitis siswa. Hasil observasi awal menunjukkan
bahwa penggunaan model ini membuat peserta didik lebih aktif dalam proses pembelajaran.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research)
untuk mengevaluasi sejauh mana efektivitas Discovery Learning dalam meningkatkan prestasi
akademik peserta didik. Temuan dari studi ini diharapkan dapat menjadi bukti empiris
mengenai kontribusi positif model tersebut terhadap peningkatan kualitas pembelajaran AlQur’an Hadis di MAN Kota Batu.
Kata Kunci: Discovery Learning, Hasil Belajar, Al-Qur’an Hadis, Pembelajaran Aktif, Model
Pembelajaran, Kelas X-F, MAN Kota Batu, Penelitian Tindakan Kelas.
©IQRO: Journal of Islamic Education. This is an open access article under the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International license (CC BY-SA 4.0)
626 | Manarul Alam Al Farizi
Pendahuluan
Model pembelajaran Discovery Learning merupakan suatu pendekatan pedagogis
yang memberikan keleluasaan optimal bagi peserta didik untuk berperan aktif dalam
proses konstruksi pengetahuan secara mandiri. Dalam kerangka ini, peran guru
mengalami pergeseran dari sumber utama informasi menjadi fasilitator yang
mendampingi dan mengarahkan siswa dalam menjalani proses eksplorasi serta
penemuan makna dari materi pembelajaran. Melalui keterlibatan dalam kegiatan
investigatif dan pemecahan masalah secara otonom, siswa didorong untuk membangun
pemahamannya sendiri berdasarkan pengalaman belajar yang nyata dan kontekstual,
sehingga proses internalisasi konsep menjadi lebih bermakna dan mendalam.
Dalam konteks pembelajaran modern, Discovery Learning memberikan dampak
signifikan terhadap peningkatan kualitas belajar siswa karena menumbuhkan keaktifan,
kreativitas, dan rasa ingin tahu. Siswa tidak sekadar menerima informasi secara pasif,
tetapi mereka ditantang untuk menemukan hubungan antar konsep, menguji hipotesis,
dan menarik kesimpulan dari hasil penyelidikannya. Proses ini secara tidak langsung
membentuk pola pikir ilmiah yang kritis dan sistematis (Bruner, 1961).
Model ini menjadi sangat relevan jika dikaitkan dengan pembelajaran Al-Qur’an
Hadis, yang menuntut pemahaman mendalam terhadap kandungan teks suci, serta
kemampuan menafsirkan pesan moral dan spiritual yang terkandung di dalamnya.
Dengan Discovery Learning, siswa dapat mengeksplorasi makna ayat dan hadis melalui
aktivitas diskusi, tanya jawab, dan pencarian referensi yang bervariasi, sehingga
menjadikan proses belajar lebih dinamis dan mendalam (Yani, 2014).
Penerapan Discovery Learning dalam pembelajaran Al-Qur’an Hadis juga
mendorong terjadinya pembelajaran bermakna (meaningful learning), di mana siswa
tidak hanya sekadar menghafal ayat atau hadis, tetapi juga memahami konteks dan
aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari. Proses ini membantu siswa dalam
membangun relasi antara nilai-nilai keagamaan dengan realitas sosial yang mereka
hadapi (Sanjaya, 2006).
Dalam praktiknya, pembelajaran tradisional yang bersifat ceramah dan satu arah
terbukti kurang efektif dalam menjawab tuntutan zaman. Model pembelajaran seperti
itu sering kali menjadikan siswa sebagai objek pasif, yang hanya menyimak tanpa diberi
kesempatan untuk berpartisipasi secara aktif. Hal ini menyebabkan rendahnya
IQRO: Journal of Islamic Education
Pengaruh Discovery Learning… |627
keterlibatan siswa dan lemahnya kemampuan berpikir kritis yang seharusnya
ditumbuhkan sejak dini (Uno, 2008).
Kondisi tersebut memperkuat urgensi penerapan model pembelajaran inovatif
yang mampu mengembangkan potensi peserta didik secara optimal. Pemerintah
melalui Kurikulum Nasional yang diberlakukan mulai tahun ajaran 2021/2022,
menetapkan pendekatan saintifik sebagai landasan utama dalam proses pembelajaran.
Pendekatan ini mengarahkan siswa untuk melalui tahapan mengamati, menanya,
mencoba, menalar, dan mengomunikasikan, yang sejalan dengan prinsip-prinsip
Discovery Learning (Kemendikbudristek, 2022).
Selain Discovery Learning, pendekatan pembelajaran saintifik juga mencakup dua
model lainnya, yakni Problem Based Learning dan Project Based Learning. Ketiga
pendekatan ini memiliki kesamaan fundamental dalam menempatkan peserta didik
sebagai pelaku utama dalam proses pembelajaran. Tujuan utamanya adalah untuk
mengembangkan keterampilan berpikir tingkat lanjut (Higher Order Thinking
Skills/HOTS), meningkatkan kemampuan bekerja sama dalam kelompok, serta
menumbuhkan kemandirian belajar (Hosnan, 2014).
Dalam konteks pembelajaran Al-Qur’an Hadis di MAN Kota Batu, khususnya di
kelas X-F, hasil observasi pendahuluan menunjukkan bahwa implementasi model
Discovery Learning cukup berhasil dalam mengaktifkan peran serta siswa. Para peserta
didik menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam mengeksplorasi materi, menafsirkan
ayat-ayat Al-Qur’an secara mendalam, dan mendialogkan nilai-nilai religius dengan
realitas kehidupan kontemporer (Data Observasi Awal, 2024).
Partisipasi akt (...truncated)