Paradigma Twin Towers sebagai Model Integrasi Keilmuan dalam Perspektif Al-Ghazali dan Syed Naquib al-Attas
IQRO: Journal of Islamic Education
2025, Vol.8, No.3, hal.1173-1183
ISSN(E): 2622-3201
2025 PAI IAIN Palopo. https://ejournal.iainpalopo.ac.id/index.php/iqro
Paradigma Twin Towers sebagai Model Integrasi Keilmuan dalam
Perspektif Al-Ghazali dan Syed Naquib al-Attas
1Adelia
Yuli Pranita, 2Irma Nur Setyani, 3Nuriyatul Khanifah, 4Tabriz Nur
Imami, 5Davina Keisya Shera Putri, 6Lailatul Maghfiroh, 7Abd. Muqit
Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya, Indonesia
Email:
Abstract
Amid the rapid tide of globalization and the challenges of modernity that often reproduce a
dichotomy between religious knowledge and scientific knowledge, Islamic education is urged to
develop a new paradigm capable of integrating both within a unified epistemological framework.
This study aims to analyze the Twin Towers Scientific Integration paradigm at UIN Sunan
Ampel Surabaya as a conceptual model that synthesizes religious knowledge (naqliyah) and
scientific knowledge (aqliyah) through the perspectives of al-Ghazali and Syed Naquib al-Attas.
Employing a qualitative approach through literature review and interviews with academic
program managers, this research highlights a significant gap in previous studies, which tended
to focus on structural and institutional aspects while insufficiently addressing the deeper
philosophical and epistemological foundations of the Twin Towers paradigm. The findings show
that the symbol of two interconnected towers functions not merely as architectural
representation but as a conceptual framework for Islamic education that affirms the
inseparability of science and religion. This paradigm aligns with al-Ghazali’s classical thought
on the balance of intellectual, moral, and spiritual development, as well as Syed Muhammad
Naquib al-Attas’s concept of the centrality of adab in the cultivation of knowledge. Its
implementation is reflected in curriculum development, teaching strategies, interdisciplinary
research, and community engagement. The study concludes that the Twin Towers model
constitutes a strategic innovation that strengthens the philosophical foundations of knowledge
integration in Islamic higher education while addressing the persistent knowledge dichotomy
and the demands of global modernity.
Keywords: Knowledge Integration; Twin Towers; Islamic Education
Abstrak
Derasnya arus globalisasi dan tantangan modernitas yang seringkali memunculkan dikotomi
antara ilmu agama dan ilmu sains, dunia pendidikan Islam dituntut untuk menghadirkan
paradigma baru yang mampu menyatukan keduanya dalam kerangka epistemologis yang utuh.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis paradigma Integrasi Keilmuan Twin Towers UIN
Sunan Ampel Surabaya sebagai model konseptual yang menyatukan ilmu agama (naqliyah) dan
ilmu sains (aqliyah) dalam perspektif al-Ghazali dan Syed Naquib al-Attas. Menggunakan
pendekatan kualitatif melalui studi literatur dan wawancara dengan pengelola program studi,
penelitian ini menegaskan adanya celah pada studi terdahulu yang cenderung berfokus pada
aspek struktural dan kelembagaan, namun kurang mengulas fondasi filosofis dan epistemologis
secara mendalam. Temuan penelitian menunjukkan bahwa simbol dua menara kembar yang
dihubungkan oleh jembatan epistemologis tidak hanya merepresentasikan arsitektur kampus,
tetapi berfungsi sebagai model konseptual pendidikan Islam yang menegaskan keterpaduan
1174 | Adelia Yuli Pranita et al.
antara sains dan agama. Paradigma ini selaras dengan pemikiran al-Ghazali tentang
keseimbangan intelektual–moral–spiritual serta gagasan Syed Muhammad Naquib al-Attas
mengenai sentralitas adab dalam ilmu. Implementasi paradigma ini tampak pada kurikulum,
strategi pembelajaran, riset interdisipliner, dan pengabdian masyarakat. Penelitian ini
menyimpulkan bahwa model Twin Towers merupakan inovasi strategis yang memperkuat
fondasi filosofis integrasi ilmu dalam pendidikan Islam serta menjawab dikotomi keilmuan dan
tantangan global modernitas.
Kata kunci: Integrasi Keilmuan; Twin Towers; Pendidikan Islam.
©IQRO: Journal of Islamic Education. This is an open access article under the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International license (CC BY-SA 4.0)
Pendahuluan
Konsep integrasi ilmu dalam pendidikan Islam menjadi isu yang semakin
relevan di tengah derasnya arus globalisasi dan kemajuan sains modern. Universitas
Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya merespons tantangan dikotomi antara
ilmu agama dan ilmu umum dengan menghadirkan paradigma Twin Tower sebagai
simbol dan model epistemologis yang memadukan dua rumpun keilmuan: naqliyah
(wahyu) dan aqliyah (rasional). Dua menara yang dihubungkan oleh jembatan
epistemologis tersebut merepresentasikan keterpaduan metodologis dan aksiologis
antara ilmu agama dan sains (Zainiyati, 2016). Dalam konteks ini, pemikiran Al-Ghazali
dan Syed Muhammad Naquib al-Attas memberikan fondasi filosofis yang kuat bagi
upaya penyatuan ilmu. Keduanya menolak sekularisasi pengetahuan dan menekankan
keseimbangan antara dimensi intelektual, spiritual, dan moral (Mahmudah, 2023).
Berbagai penelitian sebelumnya telah mengkaji integrasi ilmu di lingkungan
Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN). Misalnya, menurut Imam
Suprayogo dalam Siti Roisadul Nisok, model integrasi ini menekankan bahwa al-Qur'an
dan hadits seharusnya sebagai sumber ilmu pengetahuan, yang jika diadopsi, dapat
menghilangkan pemisahan tradisional antara ilmu agama dan ilmu umum (Sufratman,
2019) ; Sufratman mengkaji model “jaring laba-laba keilmuan” di UIN Sunan Kalijaga;
Zainiyati meneliti makna filosofis konsep bangunan paradigmatik-filosofis bernama
"Integrated Twin Towers" (menara kembar tersambung) (Zainiyati, 2016). Temuantemuan tersebut menunjukkan bahwa upaya penyatuan antara ilmu agama dan sains
telah menjadi fokus penting dalam pengembangan keilmuan di PTKIN. Namun,
sebagian
besar
penelitian
tersebut
berhenti
pada
tataran
deskriptif,
yakni
menggambarkan model integrasi tanpa menganalisis landasan filosofisnya secara
mendalam. Selain itu, pendekatan yang digunakan cenderung normatif dan kurang
IQRO: Journal of Islamic Education
Paradigma Twin Towers sebagai Model Integrasi Keilmuan… |1175
mengeksplorasi hubungan antara paradigma integrasi dengan kerangka epistemologis
Islam klasik maupun kontemporer.
Namun demikian, masih terdapat kesenjangan epistemologis dalam penelitianpenelitian terdahulu. Kebanyakan studi belum mengaitkan secara langsung model
integrasi ilmu di PTKIN dengan teori dan filsafat pendidikan Islam dari tokoh-tokoh
besar seperti Al-Ghazali dan Naquib al-Attas. Padahal, kedua tokoh ini memiliki
pandangan yang komplementer: Al-Ghazali menekankan kesatuan ilmu yang
berorientasi pada kebahagiaan dunia-akhirat (Muhaya, 2015), sementara Naquib alAttas menegaskan pentingnya adab sebagai fondasi keilmuan dan solusi atas confusion
of knowledge dalam dunia modern. Kajian yang menggabungkan konsep Twin Tower
dengan dua perspektif filosofis ini akan membuka pemahaman baru tentang bagaim (...truncated)