Hubungan Promosi Penjualan dan Harga terhadap Loyalitas Konsumen melalui Kepercayaan Merek: Studi pada Konsumen Shopee Bandung
INKUBIS: Jurnal Ekonomi dan Bisnis
Volume 8, Issue 1, 499-508
e_ISSN: 2775-3913
https://inkubis.polteksci.ac.id/index.php/ink/index
DOI: doi.org/10.59261/inkubis.v8i1.168
Hubungan Promosi Penjualan dan Harga terhadap Loyalitas
Konsumen melalui Kepercayaan Merek: Studi pada Konsumen Shopee
Bandung
Ryan Kurniawan1*
Rifa Melinda2
Universitas Widyatama,
Indonesia
Universitas Widyatama,
Indonesia
*Corresponding author:
Ryan Kurniawan, Universitas Widyatama,
Indonesia.
🖂
Article Info :
Article history:
Received: Maret 09, 2026
Revised: April 02, 2026
Accepted: April 06, 2026
Keywords:
promotion;
loyalty.
price;
Kata Kunci:
promosi;
harga;
merek; loyalitas.
brand
trust;
kepercayaan
Abstract
Background: Twin-date promotions (e.g., 12.12) intensify price
competition in Indonesian e-commerce. While boosting transactions, their
long-term effects on brand trust and loyalty, particularly via trust
mediation, remain underexplored.
Objective: This study aims to analyze the effects of Shopee’s sales
promotion and price during the Kurma Kembar program on consumer
brand trust. It also examines how brand trust influences consumer loyalty
and how promotion and price simultaneously affect consumer loyalty.
Method: This research employed descriptive and verificative approaches.
Data were collected through questionnaires distributed to 200 respondents.
Purposive sampling was applied with the criterion that respondents had
made at least one purchase during a Kurma Kembar promotion on Shopee.
The data were then analyzed using Structural Equation Modeling (SEM)
based on SmartPLS 3.0.
Result: The findings indicate that the Kurma Kembar promotion and price
has a positive and statistically significant effect on brand trust. Brand trust
during the promotion significantly and positively influences consumer
loyalty. However, the direct effect of sales promotion on consumer loyalty is
not statistically significant. Meanwhile, price during the promotion has a
positive and statistically significant effect on consumer loyalty. Brand trust
significantly mediated both relationships (Promotion → Brand Trust →
Loyalty: t = 2.489, p = 0.013; Price → Brand Trust → Loyalty: t = 2.576, p =
0.010).
Conclusion: Brand trust acts as the key link between promotion and
consumer loyalty. Promotions enhance trust rather than directly
influencing loyalty, while price affects loyalty both directly and through
brand trust.
Abstrak
Latar belakang: Promosi tanggal kembar (misalnya 12.12)
meningkatkan persaingan harga di e-commerce Indonesia. Meski
meningkatkan transaksi, dampak jangka panjang terhadap kepercayaan
merek dan loyalitas masih belum banyak diteliti.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh promosi
penjualan dan harga Shopee selama program Kurma Kembar terhadap
kepercayaan merek konsumen. Studi ini juga meneliti bagaimana
kepercayaan merek memengaruhi loyalitas konsumen dan bagaimana
promosi dan harga secara bersamaan memengaruhi loyalitas konsumen.
Metode: Penelitian ini menerapkan pendekatan deskriptif dan verifikatif.
Kuesioner dimanfaatkan untuk menghimpun data kepada 200 responden.
Pengambilan sampel bertujuan diterapkan dengan kriteria bahwa
responden telah melakukan setidaknya satu pembelian selama promosi
Kurma Kembar di Shopee. Kemudian data dianalisis dengan metode
Structural Equation Modeling (SEM) berbasis SmartPLS 3.0.
499 | INKUBIS: Jurnal Ekonomi dan Bisnis
Ryan Kurniawan, Rifa Melinda
Hubungan Promosi...
Hasil: Hasilnya menginformasikan bahwa promosi dan harga kurma
kembar berdampak positif dan signifikan pada kepercayaan merek.
Kepercayaan merek pada periode promosi terbukti berpengaruh positif
dan signifikan terhadap loyalitas konsumen. Namun, pengaruh langsung
promosi penjualan terhadap loyalitas konsumen tidak signifikan.
Sementara itu, harga selama promosi memiliki pengaruh positif dan
signifikan terhadap loyalitas konsumen. Kepercayaan merek secara
signifikan memediasi kedua hubungan tersebut (Promosi → Kepercayaan
Merek → Loyalitas: t = 2,489, p = 0,013; Harga → Kepercayaan Merek →
Loyalitas: t = 2,576, p = 0,010).
Kesimpulan: Kepercayaan merek menjadi penghubung utama antara
promosi dan loyalitas konsumen. Promosi meningkatkan kepercayaan
(bukan langsung loyalitas), sementara harga berpengaruh pada loyalitas
baik secara langsung maupun melalui kepercayaan merek.
To cite this article: Kurniawan, R., & Melinda, R. (2026). Hubungan Promosi Penjualan dan Harga terhadap
Loyalitas Konsumen melalui Kepercayaan Merek: Studi pada Konsumen Shopee Bandung . INKUBIS: Jurnal Ekonomi
dan Bisnis, 8(1), 499-508. https://doi.org/10.59261/inkubis.v8i1.168
PENDAHULUAN
Membeli produk secara online menawarkan banyak keuntungan. Selain banyak
kemudahan, diskon menjadi salah satu keunggulan yang disukai konsumen (Livina & Tunjungsari,
2025). Berdasarkan data penelitian pada aplikasi Snapcart melaporkan jenis-jenis konsumen
yang berbelanja di marketplace. Penelitian ini dilakukan secara online dan diikuti oleh 1.000
responden dengan usia 20 hingga 35 tahun. Sebanyak 51% konsumen yang bertransaksi di
marketplace tergolong sebagai pemburu diskon, yakni mereka yang melakukan pembelian
terutama karena tertarik pada beragam program promosi yang ditawarkan oleh platform
tersebut. Promosi berupa gratis ongkos kirim, diskon hingga beli satu gratis satu memberikan
pengalaman berbelanja bagi konsumen. Manfaat tersebut bisa didapatkan konsumen dari
berbagai marketplace. Tidak jarang konsumen membandingkan harga jual dengan promosi yang
ditawarkan oleh marketplace. Hal ini dapat berdampak pada keputusan pembelian dan membuat
loyalitas konsumen terhadap suatu pasar dipertanyakan. Data Snapcart (2022) ini menunjukkan
bahwa strategi promosi berbasis diskon dan cashback menjadi pemicu utama keputusan belanja
online di Indonesia, terutama pada momentum event tanggal kembar seperti 12.12. Angka 51%
pemburu diskon ini mengindikasikan bahwa sensitivitas harga dan respons terhadap promosi
menjadi variabel kritis yang perlu dipahami oleh platform e-commerce dalam merancang
kampanye yang tidak hanya mendorong transaksi sesaat, tetapi juga membangun loyalitas jangka
panjang
Perkembangan proses jual beli, menimbulkan banyak keuntungan dan kerugian.
Faktanya, terjadi proses persaingan antar pasar. Banyaknya marketplace yang ada di Indonesia
membuat para marketplace berbondong- bondong membuat daya tarik tersendiri. Media promosi
terus dikembangkan. Duta iklan dan brand dari marketplace juga bekerja sama dengan beberapa
artis, aktor, dan public figure dalam dan luar negeri. Pilihan manfaat dan kepentingan dari pasar
dapat membuat konsumen menjadi tidak loyal terhadap suatu pasar. Berdasarkan laporan
SurveySensum tentang tren marketplace tahun 2022, diketahui bahwa 42% pengguna
menunjukkan tingkat loyalitas yang masih rendah. Kondisi ini tercermin dari kebiasaan mereka
yang kerap beralih dari satu marketplace ke marketplace lainnya dalam kurun waktu tiga bulan
pada tahun tersebut. Dinamika persaingan (...truncated)