Transformasi Perkembangan Kajian Teoritis Tafsir di Mesir dan Implikasinya terhadap Pembaharuan Pendidikan Islam Kontemporer
IQRO: Journal of Islamic Education
2025, Vol.8, No.3, hal.1359-1374
ISSN(E): 2622-3201
2025 PAI IAIN Palopo. https://ejournal.iainpalopo.ac.id/index.php/iqro
Transformasi Perkembangan Kajian Teoritis Tafsir di Mesir dan
Implikasinya terhadap Pembaharuan Pendidikan Islam
Kontemporer
Zamroni Wafa1, Tanuri2, Mukroni AB3, Slamet Munawar4
Institut Pembina Rohani Islam Jakarta, Indonesia
Email:
Abstract
This study aims to analyze the development of theoretical studies of interpretation in Egypt and
analyze its influence on the renewal of contemporary Islamic education. The type of research used
in this study uses a descriptive-qualitative library research approach with the main sources being
several references related to the development of the study of interpretation theories, while
additional sources (secondary) are several references in the form of journals, books, and online
media as supporting data that correlate with the focus of the study. The results of this study
indicate that the development of interpretation studies in Egypt has undergone a significant
transformation from a textual-classical approach to a modern approach that is rational,
contextual, and multidisciplinary which has implications for the renewal of contemporary Islamic
education. Periodically, if grouped, the development of interpretation from the early Islamic
period to the modern era, especially in Egypt, can be divided into three periods: compilation,
classification, and renewal. From these three stages of the process, various interpretations have
emerged and have developed over time; In the initial phase, the study of interpretation was still
oriented towards the aspect of riwâyah, then in the next phase, namely the stage of developing
interpretation, it began to elaborate on the aspect of riwâyah with dirâyah which made language
studies the main focus and in the third phase, there was a renewal of interpretation studies
through more objective methods and became a reference for every social problem that hit the
Muslim community.
Keywords: Egypt; Reform; Islamic Education; Development; Theory of Tafsir
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan kajian teoritis tafsir di Mesir serta
menganalisis pengaruhnya terhadap pembaharuan pendidikan Islam kontemporer. Jenis
penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kajian pustaka (library
research) yang bersifat deskriptif-kualitatif dengan sumber utama adalah beberapa referensi yang
berhubungan dengan perkembangan kajian teori-teori tafsir, sedangkan sumber tambahannya
(sekunder) adalah beberapa referensi berupa berupa jurnal, buku, dan media online sebagai data
pendukung yang berkorelasi dengan fokus penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa
perkembangan kajian tafsir di Mesir mengalami transformasi signifikan dari pendekatan
tekstual-klasik menuju pendekatan modern yang rasional, kontekstual, dan multidisipliner yang
berimplikasi terhadap pembaharuan pendidikan Islam kontemporer. Secara periodik jika
dikelompokkan perkembangan tafsir dari masa awal Islam hingga era modern khususnya di Mesir
dapat dibagi menjadi tiga periodesasi; penyusunan, klasifikasi, dan pembaharuan. Dari ketiga
proses tahapan ini, muncul beragam tafsir dan mengalami perkembangan seiring perkembangan
zaman; pada fase awal kajian tafsir masih berorientasi pada aspek riwâyah kemudian pada fase
berikutnya yaitu tahap pengembangan penafsiran sudah mulai mengelaborasi aspek riwâyah
dengan dirâyah yang menjadikan kajian bahasa sebagai fokus utama dan pada fase ketiga adalah
1360 | Indah Khoerunnisa & Alam Fathurochman
pembaharuan studi tafsir melalui metode yang lebih objektif dan menjadi rujukan dari setiap
masalah-masalah sosial yang melanda umat Islam.
Kata Kunci : Mesir; Pembaharuan; Pendidikan Islam; Perkembangan; Teori Tafsir
©IQRO: Journal of Islamic Education. This is an open access article under the Creative Commons - AttributionShareAlike 4.0 International license (CC BY-SA 4.0)
Pendahuluan
Berbicara tafsir maka tidak diragukan lagi bahwa tafsir memiliki sejarah yang
panjang yang berlangsung dari era klasik hingga era modern. Sejatinya perkembangan
tafsir dimulai sejak zaman rasullah ﷺsebagai orang yang pertama menyampaikan dan
menguraikan maksud-maksud Al-Qur’an dan menjelaskan wahyu-wahyu Allah ﷻyang
diturunkan kepadanya (Shihab & Nasution, 2002).
Perkembangan tafsir di Mesir tidak dapat dilepaskan dari dinamika sejarah
intelektual Islam. Dalam hal ini, setidaknya ada dua karya yang sangat representatif
untuk memotret peta perkembangan tafsir di Mesir sejak abad klasik hingga fase
modern; pertama, untuk fase klasik yaitu karya Abd Allāh Khūrshīd al-Barrī, yang
berjudul “al-Qur’ān wa ‘Ulūmuh fī Miṣr”; kedua, untuk fase modern yaitu karya J.J.G.
Jansen, “The Interpretation of the Koran in Modern Egypt”. Al-Barrî menulis sejarah tafsir
dari perspektif internal Islam dengan menekankan kesinambungan metodologis antara
klasik dan modern (al-Barrî, 1988). Sementara itu, Jansen memotret tafsir Mesir modern
sebagai respons terhadap tantangan kolonialisme, modernitas, dan reformisme Islam
(Jansen, 1974). Dengan demikian, kedua karya tersebut saling melengkapi dalam
memetakan perkembangan tafsir di Mesir secara komprehensif (al-Barrî, 1988; Jansen,
1974)
Sejak kemunduran Bagdad setelah mendapat invansi dari Bagdad, Mesir selalu
menjadi kiblat perkembangan dunia Islam. Mesir merupakan pusat perkembangan
intelektual Islam yang memainkan peran signifikan dalam pembentukan tradisi tafsir
modern. Sejak era kolonial hingga masa globalisasi, perkembangan tafsir di Mesir tidak
dapat dipisahkan dari dinamika politik, sosial, budaya, dan pendidikan. Tokoh-tokoh
seperti Muhammad ‘Abduh, Rashîd Riḍâ, Sayyid Quṭb, dan Nasr Hamid Abu Zayd
adalah figur yang memberikan warna baru pada proses penafsiran Al-Qur’an.
Perubahan-perubahan tersebut berdampak pada cara masyarakat Muslim memahami
teks suci, terutama dalam konteks pendidikan. Pendidikan Islam pada era modern
membutuhkan pendekatan tafsir yang bukan hanya tekstual, tetapi juga kontekstual
dan relevan dengan kebutuhan zaman. Karena itulah, tidak mengherankan jika di Mesir,
IQRO: Journal of Islamic Education
Transformasi Perkembangan Kajian Teoritis Tafsir di Mesir... |1361
kajian tafsir Al-Qur’an menjadi salah satu diskursus keilmuan yang turut mewarnai peta
pemikiran Islam Mesir. Perkembangan seperti itu terus berlangsung sampai saat ini
(Mudzakkir, 2021).
Berdasarkan uraian tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji
transformasi perkembangan kajian teoritis tafsir di Mesir sejak periode klasik hingga
modern serta menganalisis implikasinya terhadap pembaruan pendidikan Islam
kontemporer. Kebaruan penelitian ini terletak pada pendekatan integratif yang
menghubungkan perkembangan metodologi tafsir dengan kebutuhan epistemologis
dan praksis pendidikan Islam masa kini. Penelitian-penelitian sebelumnya umumnya
menempatkan kajian tafsir Mesir dalam kerangka historis atau bio (...truncated)