PENGARUH PENGGUNAAN APLIKASI AL-QUR’AN DIGITAL TERHADAP KELANCARAN TAJWID SISWA : ANALISIS KOMPARATIF

EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan, Jun 2026

The development of digital technology has introduced various Qur'an applications equipped with color-coded tajweed, murattal audio, and interactive exercises that have the potential to enhance the quality of tajweed learning. Although the utilization of technology in Qur'anic learning has been widely studied, experimental studies directly comparing the effectiveness of digital Qur'an applications with conventional learning methods in improving students’ tajweed fluency remain limited. This study aims to analyze the effect of using digital Qur'an applications on students’ tajweed fluency and compare their effectiveness with conventional teaching methods. The research employed a quantitative approach using a quasi-experimental pretest-posttest two-group design. The sample consisted of 25 students divided into an experimental group (n=13) using a digital Qur'an application and a control group (n=12) receiving lecture-based instruction and conventional practice for one week (5 sessions × 40 minutes). The research instrument was an oral test measuring tajweed fluency based on 15 indicators of recitation rules validated by tahsin experts. Data were analyzed using the Mann–Whitney U test and N-Gain analysis. The findings showed that the experimental group achieved a higher average posttest score (78.31) than the control group (68.17) (p=0.032<0.05). The N-Gain score of the experimental group was categorized as moderate (0.52), while the control group was categorized as low (0.28). These findings indicate that the use of digital Qur'an applications provides greater improvement in tajweed fluency compared to conventional learning methods, even within a relatively short intervention period. The contribution of this study lies in providing empirical evidence through a comparative experimental design regarding the effectiveness of digital Qur'an media in tajweed learning, which remains underreported in the context of Islamic education at the primary and secondary levels. The results highlight the importance of integrating adaptive digital media as supporting tools for tahsin and tajweed learning in Islamic educational settings. ABSTRAK Perkembangan teknologi digital menghadirkan berbagai aplikasi Al-Qur'an dengan fitur color-coded tajweed, audio murattal, dan latihan interaktif yang berpotensi meningkatkan kualitas pembelajaran tajwid. Meskipun pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran Al-Qur'an telah banyak dikaji, kajian eksperimental yang membandingkan secara langsung efektivitas aplikasi Al-Qur'an digital dengan metode pembelajaran konvensional terhadap peningkatan kelancaran tajwid masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penggunaan aplikasi Al-Qur'an digital terhadap kelancaran tajwid siswa serta membandingkan efektivitasnya dengan metode konvensional. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi-experimental pretest-posttest two-group. Sampel terdiri atas 25 siswa yang dibagi ke dalam kelompok eksperimen (n=13) menggunakan aplikasi Al-Qur'an digital dan kelompok kontrol (n=12) menggunakan metode ceramah serta latihan konvensional selama satu minggu (5 pertemuan × 40 menit). Instrumen penelitian berupa tes lisan kelancaran tajwid berdasarkan 15 indikator hukum bacaan yang telah divalidasi oleh ahli tahsin. Analisis data dilakukan menggunakan uji Mann–Whitney U dan N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan kelompok eksperimen memperoleh rata-rata posttest sebesar 78,31, lebih tinggi dibanding kelompok kontrol sebesar 68,17 (p=0,032<0,05). Nilai N-Gain kelompok eksperimen berada pada kategori sedang (0,52), sedangkan kelompok kontrol berada pada kategori rendah (0,28). Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan aplikasi Al-Qur'an digital memberikan peningkatan kelancaran tajwid yang lebih baik dibanding pembelajaran konvensional meskipun diterapkan dalam durasi intervensi singkat. Kontribusi penelitian terletak pada penyediaan bukti empiris melalui desain eksperimen komparatif mengenai efektivitas media Al-Qur'an digital dalam pembelajaran tajwid, yang masih jarang dilaporkan pada konteks pendidikan Islam tingkat dasar dan menengah. Hasil penelitian mengindikasikan pentingnya integrasi media digital adaptif sebagai pendukung pembelajaran tahsin dan tajwid di lingkungan pendidikan Islam.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://jurnalp4i.com/index.php/educator/article/download/11245/7590

PENGARUH PENGGUNAAN APLIKASI AL-QUR’AN DIGITAL TERHADAP KELANCARAN TAJWID SISWA : ANALISIS KOMPARATIF

EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 6, No. 2, April-Juni 2026 e-ISSN : 2807-8659 | p-ISSN : 2807-8829 Online Journal System : https://jurnalp4i.com/index.php/educator PENGARUH PENGGUNAAN APLIKASI AL-QUR’AN DIGITAL TERHADAP KELANCARAN TAJWID SISWA : ANALISIS KOMPARATIF Dessy Kurnia Mulyani1,Yendra Yuza Pratama2, Intan Pratiwi3 STAI Ibnu Rusyd1,2,3 e-mail: [email protected] , [email protected] , [email protected] Diterima: 16/5/2026; Direvisi: 22/5/2026; Diterbitkan: 6/5/2026 ABSTRAK Perkembangan teknologi digital menghadirkan berbagai aplikasi Al-Qur'an dengan fitur colorcoded tajweed, audio murattal, dan latihan interaktif yang berpotensi meningkatkan kualitas pembelajaran tajwid. Meskipun pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran Al-Qur'an telah banyak dikaji, kajian eksperimental yang membandingkan secara langsung efektivitas aplikasi Al-Qur'an digital dengan metode pembelajaran konvensional terhadap peningkatan kelancaran tajwid masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penggunaan aplikasi AlQur'an digital terhadap kelancaran tajwid siswa serta membandingkan efektivitasnya dengan metode konvensional. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasiexperimental pretest-posttest two-group. Sampel terdiri atas 25 siswa yang dibagi ke dalam kelompok eksperimen (n=13) menggunakan aplikasi Al-Qur'an digital dan kelompok kontrol (n=12) menggunakan metode ceramah serta latihan konvensional selama satu minggu (5 pertemuan × 40 menit). Instrumen penelitian berupa tes lisan kelancaran tajwid berdasarkan 15 indikator hukum bacaan yang telah divalidasi oleh ahli tahsin. Analisis data dilakukan menggunakan uji Mann–Whitney U dan N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan kelompok eksperimen memperoleh rata-rata posttest sebesar 78,31, lebih tinggi dibanding kelompok kontrol sebesar 68,17 (p=0,032<0,05). Nilai N-Gain kelompok eksperimen berada pada kategori sedang (0,52), sedangkan kelompok kontrol berada pada kategori rendah (0,28). Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan aplikasi Al-Qur'an digital memberikan peningkatan kelancaran tajwid yang lebih baik dibanding pembelajaran konvensional meskipun diterapkan dalam durasi intervensi singkat. Kontribusi penelitian terletak pada penyediaan bukti empiris melalui desain eksperimen komparatif mengenai efektivitas media Al-Qur'an digital dalam pembelajaran tajwid, yang masih jarang dilaporkan pada konteks pendidikan Islam tingkat dasar dan menengah. Hasil penelitian mengindikasikan pentingnya integrasi media digital adaptif sebagai pendukung pembelajaran tahsin dan tajwid di lingkungan pendidikan Islam. Kata Kunci: Aplikasi Al-Qur'an Digital, Kelancaran Tajwid, Tahsin Al-Qur’an, Media Pembelajaran Digital Islam ABSTRACT The development of digital technology has introduced various Qur'an applications equipped with color-coded tajweed, murattal audio, and interactive exercises that have the potential to enhance the quality of tajweed learning. Although the utilization of technology in Qur'anic learning has been widely studied, experimental studies directly comparing the effectiveness of digital Qur'an applications with conventional learning methods in improving students’ tajweed fluency remain limited. This study aims to analyze the effect of using digital Qur'an applications on students’ tajweed fluency and compare their effectiveness with conventional teaching Copyright (c) 2026 EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan https://doi.org/10.51878/educator.11245 166 EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 6, No. 2, April-Juni 2026 e-ISSN : 2807-8659 | p-ISSN : 2807-8829 Online Journal System : https://jurnalp4i.com/index.php/educator methods. The research employed a quantitative approach using a quasi-experimental pretestposttest two-group design. The sample consisted of 25 students divided into an experimental group (n=13) using a digital Qur'an application and a control group (n=12) receiving lecturebased instruction and conventional practice for one week (5 sessions × 40 minutes). The research instrument was an oral test measuring tajweed fluency based on 15 indicators of recitation rules validated by tahsin experts. Data were analyzed using the Mann–Whitney U test and N-Gain analysis. The findings showed that the experimental group achieved a higher average posttest score (78.31) than the control group (68.17) (p=0.032<0.05). The N-Gain score of the experimental group was categorized as moderate (0.52), while the control group was categorized as low (0.28). These findings indicate that the use of digital Qur'an applications provides greater improvement in tajweed fluency compared to conventional learning methods, even within a relatively short intervention period. The contribution of this study lies in providing empirical evidence through a comparative experimental design regarding the effectiveness of digital Qur'an media in tajweed learning, which remains underreported in the context of Islamic education at the primary and secondary levels. The results highlight the importance of integrating adaptive digital media as supporting tools for tahsin and tajweed learning in Islamic educational settings. Keywords: Digital Qur'an Application, Tajweed Fluency, Tahsin of the Qur'an, Digital Islamic Learning Media. PENDAHULUAN Kemampuan membaca Al-Qur’an sesuai kaidah tajwid merupakan kompetensi esensial dalam pendidikan agama Islam karena berkaitan dengan ketepatan pengucapan huruf, makhraj, serta penerapan hukum bacaan yang memengaruhi pemahaman makna ayat. Urgensi penguasaan tajwid tidak hanya dipahami sebagai keterampilan fonetik, tetapi juga sebagai upaya menjaga otentisitas bacaan Al-Qur’an sebagaimana diwariskan dalam tradisi keilmuan Islam klasik dan kontemporer (Hidayat & Rofiq, 2020). Oleh sebab itu, kemampuan membaca Al-Qur’an secara benar menjadi bagian penting dalam pembentukan kompetensi religius peserta didik yang perlu dikembangkan secara berkelanjutan. Meskipun demikian, berbagai penelitian menunjukkan bahwa peserta didik masih mengalami kendala pada aspek pengenalan hukum bacaan, ketepatan pelafalan huruf hijaiyah, dan kelancaran membaca Al-Qur’an (Hakim & Susilo, 2021). Kondisi tersebut menunjukkan adanya kesenjangan antara capaian pembelajaran yang diharapkan dengan kemampuan aktual peserta didik, terutama pada lembaga pendidikan Islam yang menghadapi keterbatasan waktu pembelajaran dan rendahnya intensitas latihan mandiri. Perubahan karakteristik generasi belajar yang semakin dekat dengan teknologi digital mendorong transformasi pendekatan pembelajaran agama Islam menjadi lebih adaptif. Pedagogi responsif teknologi menekankan bahwa integrasi media digital tidak hanya meningkatkan efisiensi pembelajaran, tetapi juga membangun pengalaman belajar yang lebih personal, interaktif, dan sesuai kebutuhan peserta didik era digital (Arifin & Santoso, 2023). Kajian sistematis menunjukkan bahwa inovasi tek (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://jurnalp4i.com/index.php/educator/article/download/11245/7590
Article home page: https://jurnalp4i.com/index.php/educator/article/view/11245/7590

Dessy Kurnia Mulyani, Yendra Yuza Pratama Pratama, Intan Pratiwi Pratiwi. PENGARUH PENGGUNAAN APLIKASI AL-QUR’AN DIGITAL TERHADAP KELANCARAN TAJWID SISWA : ANALISIS KOMPARATIF, EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan, 2026, pp. 166-175,