PENGARUH METODE CLOSE READING ADAPTIF BERBASIS CERITA RAKYAT TERHADAP KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN SISWA KELAS V SD INPRES TIDUNG II MAKASSAR
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan
Vol. 6, No. 3, Mei-Juli 2026
e-ISSN : 2774-4183 | p-ISSN : 2774-8030
Online Journal System : https://jurnalp4i.com/index.php/cendekia
PENGARUH METODE CLOSE READING ADAPTIF BERBASIS CERITA RAKYAT
TERHADAP KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN SISWA
KELAS V SD INPRES TIDUNG II MAKASSAR
Muh Ziqri Anugrah1, Rosdiah Salam*2, Andi Makkasau3
Universitas Negeri Makassar
Email:
Diterima: 20/05/2026; Direvisi: 23/05/2026; Diterbitkan: 07/06/2026
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan metode Close Reading adaptif
berbasis cerita rakyat terhadap kemampuan membaca pemahaman siswa kelas V UPT SPF SD
Inpres Tidung II Kecamatan Rappocini Kota Makassar. Penelitian ini menggunakan
pendekatan kuantitatif dengan jenis quasi experimental design dalam bentuk Nonequivalent
Control Group Design. Sampel penelitian terdiri atas dua kelas, yaitu kelas eksperimen dan
kelas kontrol yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan
data dilakukan melalui observasi, tes, dan dokumentasi dengan instrumen berupa tes
membaca pemahaman. Analisis data menggunakan statistik deskriptif dan inferensial melalui
uji independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan
kemampuan membaca pemahaman antara siswa yang mengikuti pembelajaran menggunakan
metode Close Reading adaptif berbasis cerita rakyat dan siswa yang mengikuti pembelajaran
konvensional. Penerapan metode Close Reading adaptif berbasis cerita rakyat memberikan
pengaruh positif terhadap peningkatan kemampuan membaca pemahaman siswa. Dengan
demikian, metode ini efektif digunakan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah
dasar.
Kata kunci: Close Reading adaptif; cerita rakyat; membaca pemahaman; Bahasa Indonesia
ABSTRACT
This study aimed to determine the effect of the implementation of an adaptive Close Reading
method based on folklore on fifth-grade students’ reading comprehension skills at UPT SPF SD
Inpres Tidung II, Rappocini District, Makassar City. This study employed a quantitative
approach using a quasi-experimental design in the form of a Nonequivalent Control Group
Design. The sample consisted of an experimental class and a control class selected through
purposive sampling. Data collection techniques included observation, tests, and documentation
using reading comprehension tests as the research instrument. Data were analyzed through
descriptive and inferential statistics using an independent sample t-test. The findings revealed
differences in reading comprehension skills between students taught using the adaptive Close
Reading method based on folklore and those taught using conventional learning methods. The
implementation of this method positively affected students’ reading comprehension
improvement. Therefore, the adaptive Close Reading method based on folklore is effective for
Indonesian language learning in elementary schools.
Keywords: adaptive Close Reading; folklore; reading comprehension
PENDAHULUAN
Bahasa Indonesia memiliki peran yang sangat penting dalam mempersatukan bangsa
yang multikultural dan majemuk. Sebagai bahasa negara dan bahasa nasional, Bahasa
Copyright (c) 2026 CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan
https://doi.org/10.51878/cendekia.v6i3.11438
1803
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan
Vol. 6, No. 3, Mei-Juli 2026
e-ISSN : 2774-4183 | p-ISSN : 2774-8030
Online Journal System : https://jurnalp4i.com/index.php/cendekia
Indonesia tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga menjadi simbol identitas
nasional serta sarana utama dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan budaya di Indonesia
(Masiu dkk., 2024). Dalam konteks pendidikan, pembelajaran Bahasa Indonesia diarahkan
untuk mengembangkan kemampuan komunikasi peserta didik sekaligus melatih kemampuan
berpikir kritis, menalar, dan mengungkapkan gagasan secara terstruktur sebagai fondasi
penguatan literasi.
Salah satu keterampilan berbahasa yang memiliki peran penting dalam pembelajaran
ialah membaca. Membaca dipahami sebagai proses menemukan informasi dan memahami isi
tulisan yang melibatkan kemampuan mengenali simbol, memaknai teks, serta
menghubungkan informasi dengan pengetahuan yang telah dimiliki pembaca (Ritonga dkk.,
2023). Membaca juga merupakan proses kompleks yang melibatkan pengenalan kata,
pengetahuan awal, dan pemrosesan makna sehingga menghasilkan pemahaman yang utuh
terhadap isi teks (Harianto, 2020). Oleh karena itu, kemampuan membaca menjadi aspek
penting yang harus dikuasai siswa sekolah dasar untuk menunjang keberhasilan belajar pada
berbagai mata pelajaran. Kemampuan membaca pemahaman siswa dipengaruhi oleh berbagai
faktor, seperti minat baca, penguasaan kosakata, serta strategi pembelajaran yang digunakan
guru dalam proses pembelajaran. Rendahnya kemampuan memahami isi bacaan dapat
berdampak pada kesulitan siswa dalam menangkap informasi penting dan
menghubungkannya dengan konteks pembelajaran yang lebih luas (Safitri dkk., t.t.).
Namun demikian, kemampuan membaca masyarakat Indonesia masih tergolong rendah.
Studi Central Connecticut State University tahun 2016 menempatkan Indonesia pada
peringkat ke-60 dari 61 negara dengan tingkat minat baca hanya mencapai 0,01% (Pujianti,
2021). Kondisi tersebut juga tercermin pada lingkungan sekolah yang menunjukkan adanya
penurunan kebiasaan membaca siswa, meningkatnya ketergantungan terhadap media visual,
serta rendahnya penerapan strategi membaca mendalam yang berdampak pada kemampuan
pemahaman siswa terhadap bacaan. Kemampuan membaca pemahaman pada siswa sekolah
dasar masih menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam memahami makna inferensial
dan evaluatif dari suatu bacaan. Penelitian sebelumnya juga menunjukkan bahwa rendahnya
minat baca memiliki hubungan terhadap rendahnya kemampuan membaca pemahaman siswa
sekolah dasar sehingga diperlukan inovasi pembelajaran yang mampu meningkatkan
keterlibatan siswa selama proses membaca (Halawa, 2020). Rendahnya kemampuan
memahami isi teks sering kali dipengaruhi oleh kurangnya strategi pembelajaran yang
mendorong keterlibatan aktif siswa dalam proses membaca (Alpian & Yatri, 2022).
Penelitian menunjukkan bahwa penggunaan cerita rakyat dalam pembelajaran membaca
dapat meningkatkan motivasi, keterlibatan emosional, dan pemahaman siswa terhadap teks
bacaan (Indriyani & Suniasih, 2023). Secara Teoretis, membaca pemahaman dipandang
sebagai proses aktif pembentukan makna yang melibatkan pengetahuan awal, interpretasi,
evaluasi, dan respons terhadap teks. Tujuan membaca pemahaman adalah untuk mengetahui
informasi dari bahan bacaan yang telah dibaca (Ayuningrum, Herzamzam, dkk., 2022). Dalam
perspektif konstruktivisme, pembaca tidak hanya berperan sebagai penerima informasi, tetapi
juga sebagai pengolah makna berdasarkan pengalaman dan struktur berpikir yang dimiliki.
Kemampuan membaca pemahaman pada siswa sekolah dasar masih menghadapi berbagai
tantangan, terutama dalam memahami makna inferensial dan evaluatif dari suatu bacaan.
Rendahnya kemampuan memahami (...truncated)