Peran manajemen mutu dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan primer

Co-Creation : Jurnal Ilmiah Ekonomi Manajemen Akuntansi dan Bisnis, May 2026

Layanan kesehatan primer (PHC) memiliki peran strategis dalam mendukung pencapaian Universal Health Coverage, namun kualitas layanan terkait efektivitas sistem, keselamatan pasien, dan efisiensi masih menjadi tantangan. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran manajemen mutu dalam meningkatkan kualitas layanan PHC menggunakan pendekatan scoping review mengikuti alur PRISMA-ScR. Pencarian literatur dilakukan pada database PubMed, Scopus, dan Google Scholar periode 2016–2025; dari 320 artikel yang teridentifikasi, terdapat 12 artikel yang memenuhi kriteria kelayakan untuk dianalisis menggunakan narrative synthesis dan pendekatan PICO. Hasil kajian menunjukkan bahwa manajemen mutu meningkatkan kualitas PHC melalui strategi peningkatan kinerja tim, penguatan sistem informasi dan inovasi, serta penguatan pendekatan sistem dan masyarakat. Kesimpulannya, manajemen mutu merupakan komponen kunci dalam meningkatkan kualitas PHC melalui implementasi continuous quality improvement (CQI) serta optimalisasi data kesehatan. Oleh karena itu, diperlukan dukungan kebijakan komprehensif serta investasi berkelanjutan pada sistem informasi kesehatan untuk memastikan mutu pelayanan yang optimal.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://jurnal.arkainstitute.co.id/index.php/co-creation/article/download/2259/1657

Peran manajemen mutu dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan primer

Co-Creation : Jurnal Ilmiah Ekonomi Manajemen Akuntansi dan Bisnis Vol 4 No 2 September 2025 ISSN: 2827-8542 (Print) ISSN: 2827-7988 (Electronic) Open Access: https://jurnal.arkainstitute.co.id/index.php/co-creation/index Peran manajemen mutu dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan primer Sestu Retno Dwi Andayani1, Erika Agung Mulyaningsih2, Firdaus Azzahra Ramadhani Bestiantono3 1,2,3 STIKES Pemkab Jombang email: , , Info Artikel : Diterima : 14 Maret 2026 Disetujui : 24 April 2026 Dipublikasikan : 23 Mei 2026 ABSTRAK Layanan kesehatan primer (PHC) memiliki peran strategis dalam mendukung pencapaian Universal Health Coverage, namun kualitas layanan terkait efektivitas sistem, keselamatan pasien, dan efisiensi masih menjadi tantangan. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran manajemen mutu dalam meningkatkan kualitas layanan PHC menggunakan pendekatan scoping review mengikuti alur PRISMA-ScR. Pencarian literatur dilakukan pada database PubMed, Scopus, dan Google Scholar periode 2016–2025; dari 320 artikel yang teridentifikasi, terdapat 12 artikel yang memenuhi kriteria kelayakan untuk dianalisis menggunakan narrative synthesis dan pendekatan PICO. Hasil kajian menunjukkan bahwa manajemen mutu meningkatkan kualitas PHC melalui strategi peningkatan kinerja tim, penguatan sistem informasi dan inovasi, serta penguatan pendekatan sistem dan masyarakat. Kesimpulannya, manajemen mutu merupakan komponen kunci dalam meningkatkan kualitas PHC melalui implementasi continuous quality improvement (CQI) serta optimalisasi data kesehatan. Oleh karena itu, diperlukan dukungan kebijakan komprehensif serta investasi berkelanjutan pada sistem informasi kesehatan untuk memastikan mutu pelayanan yang optimal. Kata kunci: Manajemen Mutu, Layanan Kesehatan Primer, Kualitas Layanan, Scoping Review, Sistem Kesehatan ABSTRACT Primary health care (PHC) plays a strategic role in achieving Universal Health Coverage, yet service quality regarding system effectiveness, patient safety, and efficiency remains challenging. This study aims to analyze the role of quality management in enhancing PHC service quality using a scoping review approach following the PRISMA-ScR guidelines. A literature search was conducted across PubMed, Scopus, and Google Scholar databases for the 2016–2025 period; out of 320 identified articles, 12 eligible articles were analyzed using narrative synthesis and the PICO framework. The findings indicate that quality management enhances PHC quality through strategies such as improving team performance, strengthening information systems and innovation, and reinforcing system and community approaches. In conclusion, quality management is a pivotal component in strengthening PHC through continuous quality improvement (CQI) implementation and data optimization. Comprehensive policy support and sustainable investment in health information systems are critically required to ensure optimal service quality Keywords: Quality Management, Primary Health Care, Quality of Care, Scoping Review, Health Care System ©2022 Hilda Rahmadani Haeahap, Dwita Hasanah S, dan Novi Dwi Komala. Diterbitkan oleh Arka Institute. Ini adalah artikel akses terbuka di bawah lisensi Creative Commons Attribution NonCommercial 4.0 International License. (https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0/) PENDAHULUAN Layanan kesehatan primer (primary health care/PHC) merupakan pilar utama dalam sistem kesehatan yang berperan sebagai titik kontak pertama, penyedia layanan komprehensif, serta koordinator pelayanan kesehatan yang berkesinambungan. Penguatan layanan kesehatan primer menjadi strategi kunci dalam mencapai Universal Health Coverage (UHC) dan peningkatan derajat kesehatan masyarakat secara global. Namun, peningkatan akses layanan kesehatan belum selalu diikuti oleh peningkatan kualitas pelayanan, sehingga kualitas menjadi isu krusial dalam sistem kesehatan modern. Secara global, kualitas PHC masih menghadapi tantangan serius. World Health Organization (WHO) melaporkan bahwa setiap tahun sekitar 5,7–8,4 juta kematian di negara berpenghasilan rendah dan menengah disebabkan oleh kualitas pelayanan yang buruk, yang setara dengan sekitar 15% dari PAG Co-Creation : Jurnal Ilmiah Ekonomi Manajemen Akuntansi dan Bisnis Vol 4 No 2 Bulan Tahun total kematian. Sekitar 60% kematian yang dapat ditangani oleh layanan kesehatan terjadi akibat rendahnya kualitas layanan, bukan karena kurangnya akses semata (National Academies of Sciences, Engineering, 2018; WHO, 2025). Kondisi ini menunjukkan bahwa peningkatan kualitas layanan kesehatan merupakan kebutuhan mendesak dalam sistem kesehatan global (WHO, 2025). PHC memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas sistem kesehatan dan sebagai fondasi dalam penyediaan layanan yang efektif, aman, berpusat pada pasien, dan terintegrasi, serta menjadi kunci dalam meningkatkan kepercayaan masyarakat (WHO, 2025). Tantangan peningkatan kualitas PHC di kawasan Asia semakin kompleks akibat transisi epidemiologi, peningkatan penyakit tidak menular, serta ketimpangan distribusi sumber daya kesehatan. Meskipun berbagai strategi peningkatan mutu telah diterapkan, seperti penguatan tata kelola, monitoring indikator kualitas, dan program continuous quality improvement (CQI), implementasinya masih belum optimal. Hambatan utama meliputi keterbatasan manajemen organisasi, kurangnya penggunaan data dalam pengambilan keputusan, serta lemahnya koordinasi antar layanan (Endalamaw et al., 2023). Begitu juga upaya penguatan PHC di Indonesia telah menjadi prioritas dalam transformasi sistem kesehatan nasional. Berbagai indikator menunjukkan bahwa kualitas layanan masih perlu ditingkatkan. Sistem pengukuran kinerja PBC masih belum komprehensif, terutama pada aspek manajemen mutu dan sistem peningkatan kualitas layanan. Selain itu, masih terdapat keterbatasan dalam implementasi sistem monitoring, evaluasi, serta penggunaan data untuk perbaikan layanan secara berkelanjutan (Yunardi et al., 2025). Hal ini berdampak pada belum optimalnya kualitas layanan, efisiensi sistem, serta kepuasan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan. Permasalahan kualitas PHC tidak dapat dilepaskan dari peran manajemen dalam sistem kesehatan. Manajemen kesehatan mencakup proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian sumber daya untuk mencapai tujuan organisasi secara efektif dan efisien. Peningkatan kualitas layanan kesehatan sangat bergantung pada sistem manajemen yang kuat, termasuk tata kelola yang baik, tenaga kesehatan yang kompeten, sistem informasi yang efektif, serta mekanisme monitoring dan evaluasi yang berkelanjutan (WHO, 2025). Pendekatan manajemen modern seperti CQI, penggunaan indikator kualitas, serta pengambilan keputusan berbasis data menjadi strategi penting dalam meningkatkan mutu PHC. Implementasi pendekatan ini memungkinkan organisasi layanan kesehatan untuk mengidentifikasi kesenjangan layanan, meningkatkan efisiensi operasional, serta meningkatkan dampak kesehatan (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://jurnal.arkainstitute.co.id/index.php/co-creation/article/download/2259/1657
Article home page: https://jurnal.arkainstitute.co.id/index.php/co-creation/article/view/2259/1657

Sestu Retno Dwi Andayani, Erika Agung Mulyaningsih, Firdaus Azzahra Ramadhani Bestiantono. Peran manajemen mutu dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan primer, Co-Creation : Jurnal Ilmiah Ekonomi Manajemen Akuntansi dan Bisnis, 2026,