Peran manajemen mutu dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan primer
Co-Creation :
Jurnal Ilmiah Ekonomi Manajemen Akuntansi dan Bisnis
Vol 4 No 2 September 2025
ISSN: 2827-8542 (Print) ISSN: 2827-7988 (Electronic)
Open Access: https://jurnal.arkainstitute.co.id/index.php/co-creation/index
Peran manajemen mutu dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan
primer
Sestu Retno Dwi Andayani1, Erika Agung Mulyaningsih2, Firdaus Azzahra Ramadhani
Bestiantono3
1,2,3
STIKES Pemkab Jombang
email: , ,
Info Artikel :
Diterima :
14 Maret 2026
Disetujui :
24 April 2026
Dipublikasikan :
23 Mei 2026
ABSTRAK
Layanan kesehatan primer (PHC) memiliki peran strategis dalam mendukung pencapaian Universal
Health Coverage, namun kualitas layanan terkait efektivitas sistem, keselamatan pasien, dan efisiensi
masih menjadi tantangan. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran manajemen mutu dalam
meningkatkan kualitas layanan PHC menggunakan pendekatan scoping review mengikuti alur
PRISMA-ScR. Pencarian literatur dilakukan pada database PubMed, Scopus, dan Google Scholar
periode 2016–2025; dari 320 artikel yang teridentifikasi, terdapat 12 artikel yang memenuhi kriteria
kelayakan untuk dianalisis menggunakan narrative synthesis dan pendekatan PICO. Hasil kajian
menunjukkan bahwa manajemen mutu meningkatkan kualitas PHC melalui strategi peningkatan
kinerja tim, penguatan sistem informasi dan inovasi, serta penguatan pendekatan sistem dan
masyarakat. Kesimpulannya, manajemen mutu merupakan komponen kunci dalam meningkatkan
kualitas PHC melalui implementasi continuous quality improvement (CQI) serta optimalisasi data
kesehatan. Oleh karena itu, diperlukan dukungan kebijakan komprehensif serta investasi
berkelanjutan pada sistem informasi kesehatan untuk memastikan mutu pelayanan yang optimal.
Kata kunci: Manajemen Mutu, Layanan Kesehatan Primer, Kualitas Layanan, Scoping
Review, Sistem Kesehatan
ABSTRACT
Primary health care (PHC) plays a strategic role in achieving Universal Health Coverage, yet service
quality regarding system effectiveness, patient safety, and efficiency remains challenging. This study
aims to analyze the role of quality management in enhancing PHC service quality using a scoping
review approach following the PRISMA-ScR guidelines. A literature search was conducted across
PubMed, Scopus, and Google Scholar databases for the 2016–2025 period; out of 320 identified
articles, 12 eligible articles were analyzed using narrative synthesis and the PICO framework. The
findings indicate that quality management enhances PHC quality through strategies such as
improving team performance, strengthening information systems and innovation, and reinforcing
system and community approaches. In conclusion, quality management is a pivotal component in
strengthening PHC through continuous quality improvement (CQI) implementation and data
optimization. Comprehensive policy support and sustainable investment in health information systems
are critically required to ensure optimal service quality
Keywords: Quality Management, Primary Health Care, Quality of Care, Scoping Review, Health
Care System
©2022 Hilda Rahmadani Haeahap, Dwita Hasanah S, dan Novi Dwi Komala. Diterbitkan oleh Arka Institute.
Ini adalah artikel akses terbuka di bawah lisensi Creative Commons Attribution NonCommercial 4.0
International License.
(https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0/)
PENDAHULUAN
Layanan kesehatan primer (primary health care/PHC) merupakan pilar utama dalam sistem
kesehatan yang berperan sebagai titik kontak pertama, penyedia layanan komprehensif, serta
koordinator pelayanan kesehatan yang berkesinambungan. Penguatan layanan kesehatan primer
menjadi strategi kunci dalam mencapai Universal Health Coverage (UHC) dan peningkatan derajat
kesehatan masyarakat secara global. Namun, peningkatan akses layanan kesehatan belum selalu diikuti
oleh peningkatan kualitas pelayanan, sehingga kualitas menjadi isu krusial dalam sistem kesehatan
modern.
Secara global, kualitas PHC masih menghadapi tantangan serius. World Health Organization
(WHO) melaporkan bahwa setiap tahun sekitar 5,7–8,4 juta kematian di negara berpenghasilan rendah
dan menengah disebabkan oleh kualitas pelayanan yang buruk, yang setara dengan sekitar 15% dari
PAG
Co-Creation : Jurnal Ilmiah Ekonomi Manajemen Akuntansi dan Bisnis
Vol 4 No 2 Bulan Tahun
total kematian. Sekitar 60% kematian yang dapat ditangani oleh layanan kesehatan terjadi akibat
rendahnya kualitas layanan, bukan karena kurangnya akses semata (National Academies of Sciences,
Engineering, 2018; WHO, 2025). Kondisi ini menunjukkan bahwa peningkatan kualitas layanan
kesehatan merupakan kebutuhan mendesak dalam sistem kesehatan global (WHO, 2025). PHC
memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas sistem kesehatan dan sebagai fondasi dalam
penyediaan layanan yang efektif, aman, berpusat pada pasien, dan terintegrasi, serta menjadi kunci
dalam meningkatkan kepercayaan masyarakat (WHO, 2025).
Tantangan peningkatan kualitas PHC di kawasan Asia semakin kompleks akibat transisi
epidemiologi, peningkatan penyakit tidak menular, serta ketimpangan distribusi sumber daya
kesehatan. Meskipun berbagai strategi peningkatan mutu telah diterapkan, seperti penguatan tata kelola,
monitoring indikator kualitas, dan program continuous quality improvement (CQI), implementasinya
masih belum optimal. Hambatan utama meliputi keterbatasan manajemen organisasi, kurangnya
penggunaan data dalam pengambilan keputusan, serta lemahnya koordinasi antar layanan (Endalamaw
et al., 2023). Begitu juga upaya penguatan PHC di Indonesia telah menjadi prioritas dalam transformasi
sistem kesehatan nasional. Berbagai indikator menunjukkan bahwa kualitas layanan masih perlu
ditingkatkan. Sistem pengukuran kinerja PBC masih belum komprehensif, terutama pada aspek
manajemen mutu dan sistem peningkatan kualitas layanan. Selain itu, masih terdapat keterbatasan
dalam implementasi sistem monitoring, evaluasi, serta penggunaan data untuk perbaikan layanan secara
berkelanjutan (Yunardi et al., 2025). Hal ini berdampak pada belum optimalnya kualitas layanan,
efisiensi sistem, serta kepuasan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan.
Permasalahan kualitas PHC tidak dapat dilepaskan dari peran manajemen dalam sistem
kesehatan. Manajemen kesehatan mencakup proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan,
dan pengendalian sumber daya untuk mencapai tujuan organisasi secara efektif dan efisien. Peningkatan
kualitas layanan kesehatan sangat bergantung pada sistem manajemen yang kuat, termasuk tata kelola
yang baik, tenaga kesehatan yang kompeten, sistem informasi yang efektif, serta mekanisme monitoring
dan evaluasi yang berkelanjutan (WHO, 2025). Pendekatan manajemen modern seperti CQI,
penggunaan indikator kualitas, serta pengambilan keputusan berbasis data menjadi strategi penting
dalam meningkatkan mutu PHC. Implementasi pendekatan ini memungkinkan organisasi layanan
kesehatan untuk mengidentifikasi kesenjangan layanan, meningkatkan efisiensi operasional, serta
meningkatkan dampak kesehatan (...truncated)