The Relationship Between The Provision Of Restraint Measures And Physical Responses In Agitated Patients In The Igd Rsj West Java Province

AACENDIKIA: Journal of Nursing, Jul 2023

Pendahuluan: Kegawatdaruratan psikiatri merupakan suatu kondisi yang ditandai dengan adanya gangguan pada pikiran, perasaan dan perilaku seseorang yang memerlukan intervensi terapeutik segera seperti pada kasus gaduh gelisah. Salah satu penatalaksanaan yang dapat dilakukan yaitu dengan pemberian tindakan restrain. Restrain merupakan intervensi restriktif untuk membatasi gerakan seseorang yang bertujuan untuk mengendalikan situasi berbahaya dengan segera yang mempunyai kemungkinan nyata untuk menyakiti dirinya atau orang lain. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pemberian tindakan restrain terhadap respon fisik pada pasien gaduh gelisah di IGD RSJ Provinsi Jawa Barat Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain penelitian deskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi seluruh pasien gaduh gelisah yang dilakukan pemberian tindakan restrain. Sampel diambil secara consecutive sampling didapatkan sebanyak 21 orang. Instumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah SOP pemasangan restrain dan kuesioner respon fisik. Data dianalisis secara univariat menggunakan distribusi frekuensi dan bivariat menggunakan chi square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar pemberian tindakan restrain tidak sesuai (61.1%), sebagian besar respon fisik negatif (52.4%). Hasil uji fisher exact didapatkan nilai p = 0.008 (p<0.05) Kesimpulan: Terdapat hubungan antara pemberian tindakan restrain terhadap respon fisik pada pasien gaduh gelisah di IGD RSJ provinsi Jawa Barat.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://aacendikiajournal.com/ojs/index.php/Journal-of-Nursing/article/download/21/17

The Relationship Between The Provision Of Restraint Measures And Physical Responses In Agitated Patients In The Igd Rsj West Java Province

ORIGINAL ARTICLE AACENDIKIA: Journal of Nursing AACENDIKIA: Journal of Nursing, Volume 2 (1), Juli 2023, p.25-33 https://doi.org/10.1234/aacendikiajon.v2i.21 Hubungan Pemberian Tindakan Restrain Terhadap Respon Fisik Pada Pasien Gaduh Gelisah Di Igd Rsj Provinsi Jawa Barat The Relationship Between The Provision Of Restraint Measures And Physical Responses In Agitated Patients In The Igd Rsj West Java Province Neneng Andini Fujiyanti1, Cucu Rokayah1, Sumbara1* 1Universitas Bhakti Kencana, Indonesia *Correspondence: Sumbara. Address: Jl. Soekarno Hatta No.754, Cipadung Kidul, Kec. Panyileukan, Kota Bandung, Jawa Barat 40614. Email: Responsible Editor: Safruddin, S.Kep., Ns., M.Kep Received: 19 Juni 2023 ○ Revised: 28 Juli 2023 ○ Accepted: 30 Juli 2023 ABSTRACT Introduction: Psychiatric emergency is a condition characterized by a disturbance in a person's thoughts, feelings and behavior that requires immediate therapeutic intervention such as in cases of restlessness. One of the treatments that can be done is to provide restraint. Restraint is a restrictive intervention to limit a person's movement that aims to control dangerous situations immediately that have a real possibility of hurting themselves or others. The purpose of this study was to determine the relationship between the provision of restraint measures on physical responses in restless patients in the emergency room of West Java Province Mental Hospital. Methods: This study used a quantitative research method using a correlational descriptive research design with a cross sectional approach. The population is all rowdy restless patients who are given restraint measures. Samples taken by consecutive sampling obtained as many as 21 people. The instruments used in this study were SOPs for installing restraints and physical response questionnaires. Data were analyzed univariately using frequency distribution and bivariately using chi square. Results: The results showed that most of the restraint actions were not appropriate (61.1%), most of the physical responses were negative (52.4%). The results of the fisher exact test obtained a value of p = 0.008 (p <0.05) Conclusions: Relationship between the provision of restraint measures and physical responses in restless patients in the emergency room of the West Java Provincial Mental Hospital. ABSTRAK Pendahuluan: Kegawatdaruratan psikiatri merupakan suatu kondisi yang ditandai dengan adanya gangguan pada pikiran, perasaan dan perilaku seseorang yang memerlukan intervensi terapeutik segera sepert i pada kasus gaduh gelisah. Salah satu penatalaksanaan yang dapat dilakukan yaitu dengan pemberian tindakan restrain. Restrain merupakan intervensi restriktif untuk membatasi gerakan seseorang yang bertujuan untuk mengendalikan situasi berbahaya dengan segera yang mempunyai kemungkinan nyata untuk menyakiti dirinya atau orang lain. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pemberian tindakan restrain terhadap respon fisik pada pasien gaduh gelisah di IGD RSJ Provinsi Jawa Barat Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain penelitian deskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi seluruh pasien gaduh gelisah yang dilakukan pemberian tindakan restrain. Sampel diambil secara consecutive sampling didapatkan sebanyak 21 orang. Instumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah SOP pemasangan restrain dan kuesioner respon fisik. Data dianalisis secara univariat menggunakan distribusi frekuensi dan bivariat menggunakan chi square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar pemberian tindakan restrain tidak sesuai (61.1%), sebagian besar respon fisik negatif (52.4%). Hasil uji fisher exact didapatkan nilai p = 0.008 (p<0.05) Kesimpulan: Terdapat hubungan antara pemberian tindakan restrain terhadap respon fisik pada pasien gaduh gelisah di IGD RSJ provinsi Jawa Barat. Keywords: restlessness; physical response; restraint 25 | E-ISSN: 2963-6434 © 2023 AACENDIAKIA: Journal of Nursing. This is an open-access article distributed under the terms of the Creative Commons Attribution 4.0 International License (https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/). Neneng Andini Fujiyanti, Cucu Rokayah, Sumbara (2023) Pendahuluan Kesehatan Mental atau Kesehatan jiwa merupakan aspek penting dalam mewujudkan Kesehatan secara menyeluruh yang harus diperhatikan selayaknya kesehatan fisik. Tidak ada kesehatan tanpa kesehatan mental (Ayuningtyas et al., 2018) sebagaimana definisi kesehatan menurut World Health Organization (WHO) adalah keadaan sejahtera fisik, mental dan sosial yang utuh, dan bukan hanya bebas dari penyakit atau kelemahan (WHO, 2020). Individu yang tidak memenuhi kriteria kesehatan jiwa diatas dapat diklasifikasikan memiliki gangguan jiwa. Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 Pasal 1 tahun 2014, Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) adalah orang yang mengalami gangguan dalam pikiran, perilaku, dan perasaan yang termanifestasi dalam bentuk sekumpulan gejala dan/atau perubahan perilaku yang bermakna, serta dapat menimbulkan penderitaan dan hambatan dalam menjalankan fungsi sebagai manusia (Keliat & Pasaribu, 2016). Di Indonesia, sekitar 85% ODGJ tidak mendapatkan pengobatan sehingga jumlah kasus gangguan jiwa kemungkinan akan terus bertambah (Kartikasari et al., 2019). Gangguan mental memiliki dampak negatif pada seluruh aspek kehidupan seperti menjadi korban tindakan kriminal, ditolak dalam dunia pekerjaan dan lingkungan rumah, kesempatan kerja yang lebih sedikit, penurunan peluang untuk mendapatkan pemukiman, penurunan kualitas dalam perawatan kesehatan, penurunan harga diri (Laila et al., 2018) turunnya produktivitas sehingga membebani keluarga, masyarakat, serta pemerintah (Ayuningtyas et al., 2018). Selain itu, apabila dukungan keluarga dan masyarakat kurang, akan memicu kecemasan dan meningkatkan ketegangan yang mengarah pada respons maladaptif dan dapat mengarah pada situasi krisis (Rokayah & Indarna, 2023). Menurut Kemenkes RI, 2010 kegawatdaruratan psikiatri (psychiatric emergency) merupakan cabang dari psikiatri yang mempelajari tindakan segera dalam rangka upaya penyelamatan nyawa maupun upaya pertolongan segera untuk menyelamatkan nyawa, seperti pada kasus gaduh gelisah. Perilaku gaduh gelisah ditandai dengan gerakan tangan dan kaki yang cepat, mimik muka yang terkadang terlihat kebingungan, marah dengan nada bicara yang 26 | E-ISSN: 2963-6434 AACENDIKIA: Journal of Nursing keras dan kasar yang dapat menimbulkan perilaku merugikan diri sendiri, orang lain atau lingkungan serta 60% dalam bentuk kata-kata kasar, 29% melakukan kekerasan terhadap objek, dan 19% melakukan kekerasan terhadap diri sendiri (Sujarwo & Livana, 2017). Penatalaksanaan yang bisa dilakukan pada klien dengan perilaku kekerasan atau gaduh gelisah salah satunya dengan pemberian tindakan restrain (Y. Dewi et al., 2019). Sebelum pemberian tindakan restrain pada pasien gaduh gelisah, akan diawali dengan pemberian interv (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://aacendikiajournal.com/ojs/index.php/Journal-of-Nursing/article/download/21/17
Article home page: https://aacendikiajournal.com/ojs/index.php/Journal-of-Nursing/article/view/21/17

Neneng Andini Fujiyanti, Cucu Rokayah, sumbara sumbara. The Relationship Between The Provision Of Restraint Measures And Physical Responses In Agitated Patients In The Igd Rsj West Java Province, AACENDIKIA: Journal of Nursing, 2023, pp. 25-33,