Patients With Diabetes Mellitus in Rural Area: Knowledge, Lifestyle, And Quality Of Life

AACENDIKIA: Journal of Nursing, Jul 2023

Indonesia is the fifth country with the highest number of Diabetes Mellitus (DM) sufferers in the world and is expected to reach 28.57 million in 2045. Diabetes Mellitus is a non-communicable disease that can affect anyone where knowledge, lifestyle and quality of life contribute to its incidence. the severity of the effects of the disease. The research objective was to determine knowledge, lifestyle, and quality of life of DM sufferers in rural areas. The design of this research is descriptive research. The sample of this study were 85 DM sufferers who were obtained using the technique purpossive sampling. Retrieval of data using Diabetes Knowledge Questionnaire (DKQ-24), Diabetes Self-Management Questionnaire (DSMQ), and WHOQOL-BREF. The results of this study indicate that the respondents' knowledge about diabetes mellitus is good (89.4%), the lifestyle of people with diabetes mellitus is good (87.1%), and the quality of life of people with diabetes mellitus is good (92.9%). This shows the knowledge, lifestyle and quality of life in diabetics is quite good. Based on the results of the study it was concluded that the knowledge, lifestyle and quality of life of DM sufferers were in the good category.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://aacendikiajournal.com/ojs/index.php/Journal-of-Nursing/article/download/17/23

Patients With Diabetes Mellitus in Rural Area: Knowledge, Lifestyle, And Quality Of Life

ORIGINAL ARTICLE AACENDIKIA: Journal of Nursing, Volume 2 (1), Juli 2023, p.5-11 https://doi.org/10.1234/aacendikiajon.v2i1.17 Penderita Diabetes Mellitus di Rural Area: Pengetahuan, Gaya Hidup, Dan Kualitas Hidup Patients With Diabetes Mellitus in Rural Area: Knowledge, Lifestyle, And Quality Of Life Marisna Eka Yulianita1*, Chitra Dewi1, Abd. Rahman2 1Program Studi Profesi Ners Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Makassar, Indonesia 2Politeknik Kesehatan Kemenkes, Indonesia *Correspondence: Marisna Eka Yulianita. Address: Jalan Maccini Raya No. 197, Kec. Panakkukang, Kota Makassar. Sulawesi Selatan, Indonesia 90223; Email: Responsible Editor: Sumbara, S.Kep., Ns., M.Kep Received: 15 Maret 2023 ○ Revised: 28 Juli 2023 ○ Accepted: 30 Juli 2023 ABSTRACT Introduction: Indonesia is the fifth country with the highest number of Diabetes Mellitus (DM) sufferers in the world and is expected to reach 28.57 million in 2045. Diabetes Mellitus is a non-communicable disease that can affect anyone where knowledge, lifestyle and quality of life contribute to its incidence. the severity of the effects of the disease. The research objective was to determine knowledge, lifestyle, and quality of life of DM sufferers in rural areas. Methods: The design of this research is descriptive research. The sample of this study were 85 DM sufferers who were obtained using the technique purpossive sampling. Retrieval of data using Diabetes Knowledge Questionnaire (DKQ-24), Diabetes Self-Management Questionnaire (DSMQ), and WHOQOL-BREF. Results: The results of this study indicate that the respondents' knowledge about diabetes mellitus is good (89.4%), the lifestyle of people with diabetes mellitus is good (87.1%), and the quality of life of people with diabetes mellitus is good (92.9%). Conclusions: This shows the knowledge, lifestyle and quality of life in diabetics is quite good. Based on the results of the study it was concluded that the knowledge, lifestyle and quality of life of DM sufferers were in the good category. ABSTRAK Pendahuluan: Indonesia menjadi negara kelima dengan jumlah penderita Diabetes Mellitus (DM) terbanyak di dunia dan diperkirakan akan mencapai 28,57 juta pada 2045. Diabetes Mellitu s merupakan penyakit tidak menular yang dapat menyerang siapa saja dimana pengetahuan, gaya hidup, dan kualitas hidup berkontribusi terhadap kejadian bahkan berat tidaknya efek penyakit yang diderita. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui pengetahuan, gaya hidup, dan kualitas hidup penderita DM di rural area Metode: Desain penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Sampel penelitian ini adalah penderita DM sebanyak 85 orang yang diperoleh dengan menggunakan teknik purpossive sampling. Pengambilan data menggunakan kuesioner Diabetes Knowledge Questionnaire (DKQ-24), Diabetes Self-Management Questionnaire (DSMQ), dan WHOQOL-BREF. Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan responden tentang diabetes mellitus baik yaitu sebanyak 89,4%, gaya hidup penderita diabetes mellitus baik yaitu sebanyak 87,1%, dan kualitas hidup penderita diabetes mellitus baik yaitu sebanyak 92,9%. Kesimpulan: Hal ini menunjukkan pengetahuan, gaya hidup dan kualitas hidup pada penderita diabetes cukup baik. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa pengetahuan, gaya hidup dan kualitas hidup penderita DM berada pada kategori baik. Keywords: lifestyle; quality of life; knowledge; DM 5 | E-ISSN: 2963-6434 © 2023 AACENDIAKIA: Journal of Nursing. This is an open-access article distributed under the terms of the Creative Commons Attribution 4.0 International License (https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/). Marisna Eka Yulianita, Chitra Dewi, Abd. Rahman (2023) Pendahuluan Di era seperti saat ini terjadi pergeseran dari penyakit menular ke penyakit tidak menular dimana semakin banyak muncul penyakit degeneratif salah satunya adalah DM. Diabetes Mellitus adalah gangguan metabolik heterogen yang menyebabkan kadar gula darah meningkat/ hiperglikemia, akibat dari ketidakadekuatan produksi insulin, ketidakadekuatan sekresi insulin, atau kombinasi keduanya (Smeltzer and Bare, 2002 dalam Suhertini and Subandi, 2016). Penyakit DM membutuhkan perawatan berkelanjutan untuk mencegah komplikasi akut dan mengurangi risiko komplikasi jangka panjang. DM diklasifikasikan atas DM tipe 1, DM tipe 2, DM tipe lain, dan DM pada kehamilan. Diabetes adalah masalah kesehatan masyarakat yang penting, menjadi salah satu dari empat penyakit tidak menular prioritas yang menjadi target tindak lanjut oleh para pemimpin dunia. Jumlah kasus dan prevalensi diabetes terus meningkat selama beberapa dekade terakhir. Pada tahun 2021 International Diabetes Federation (IDF) mencatat terdapat 537 Juta orang dewasa (umur 20-79 Tahun) menderita DM dengan kasus angkat kematian 6,7 juta orang (Syamsari, 2021). Pengetahuan atau kognitif merupakan domain yang sangat penting untuk terbentuknya tindakan atau perilaku seseorang. Perilaku yang di dasari oleh pengetahuan dan sikap positif, akan berlangsung lama. Pengetahuan pasien tentang DM merupakan sarana yang dapat membantu penderita menjalankan penanganan diabetes sehingga semakin banyak dan semakin baik pasien DM mengetahui tentang diabetes mellitus, kemudian pengetahuan itu akan mengubah perilakunya, mengendalikan atau mengurangi dampak yang disebabkan oleh DM (Gultom, 2012). Kurangnya pengetahuan pasien mengenai pengaturan makan atau diet yang benar yakni sesuai umur, berat badan serta jumlah energi yang harus di keluarkan per hari, akan mengakibatkan tidak terkontrolnya kadar gula darah dalam tubuh pasien, serta tidak terkendalinya proses perkembangan penyakit, termasuk munculnya komplikasi DM (Perdana, dkk, 2013). Pengetahuan yang rendah dapat mengakibatkan pola makan yang salah sehingga mengakibatkan AACENDIKIA: Journal of Nursing kegemukan (obesitas), Hal ini terjadi karena tingginya asupan karbohidrat dan rendahnaya asupan serat. Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang diabetes mellitus mengakibatkan masyarakat baru sadar akan terkena penyakit DM setelah mengalami sakit parah (Kurniawaty dan Yanita, 2016). Penyakit DM tidak menular yang dapat menyerang siapa saja, tua-muda, kaya-miskin, kurus-gemuk, hal ini dapat diakibatkan oleh gaya hidup dari pola makan, aktifitas dan olahraga. Gaya hidup merupakan pola hidup seseorang di dunia yang diekspresikan dalam aktivitas, minat dan opininya yang menggambarkan seluruh diri seseorang yang berinteraksi dengan lingkungannya. Gaya hidup merupakan salah satu faktor penting yang mempengaruhi kesehatan, penyakit ataupun masalah kesehatan lainnya dapat ditimbulkan oleh gaya hidup yang salah (Yuliantina, 2020). Kualitas hidup yang tinggi merupakan tujuan akhir dan hasil penting dari intervensi medis kepada penderita DM, namun pada penderita DM yang tidak terkontrol diketahui memiliki kualitas hidup yang lebih. Penderita DM lanjut usia memiliki risiko mordibitas dan mortalitas yang lebih tinggi daripada penderita kelompok dewasa muda dan paruh baya ya (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://aacendikiajournal.com/ojs/index.php/Journal-of-Nursing/article/download/17/23
Article home page: https://aacendikiajournal.com/ojs/index.php/Journal-of-Nursing/article/view/17/23

MARISNA EKA YULIANITA, DEWI CHITRA, ABD. RAHMAN. Patients With Diabetes Mellitus in Rural Area: Knowledge, Lifestyle, And Quality Of Life, AACENDIKIA: Journal of Nursing, 2023, pp. 5-11,