Pola Makan dengan Kejadian Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Danau Indah Kecamatan Cikarang Barat Kab. Bekasi
ORIGINAL ARTICLE
AACENDIKIA: Journal of Nursing, Volume 01(2), Desember 2022, p.44-48
https://doi.org/10.1234/aacendikiajon.v1i2
Pola makan dengan kejadian diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Danau Indah
Kecamatan Cikarang Barat Kab. Bekasi
Diet with the incidence of type 2 diabetes mellitus at the Danau Indah Health Center, West
Cikarang District, Kab. Bekasi
Helmalia Husnul Hotimah1*, Yana Setiawan1
1
Program Studi Sarjana Keperawatan Universitas Medika Suherman, Indonesia
*Correspondence: Helmalia Husnul Hotimah. Address: Program Studi Sarjana Keperawatan, Universitas Medika Suherman,
Indonesia. Email:
Responsible Editor: Suratun, S.Kep., Ns., M.Kep
Received: 2 Desember 2022 ○ Revised: 8 Desember 2022 ○ Accepted: 13 Desember 2022
ABSTRACT
Introduction: Diabetes Mellitus (DM) is a group of metabolic and chronic diseases characterized by hyperglycemia. At the
Danau Indah Health Center, in the last three months, there were 120 patients with diabetes mellitus. The purpose of this study
was to determine the relationship between diet and the incidence of type 2 diabetes mellitus.
Methods: This type of research used observational analytic with a cross sectional design, the population in this study was 30
people and the sample used a total sampling technique where the sample size was the same as the population. The instruments
used are questionnaires and GDS measurement observation sheets. Analysis of the data used in this study was the chi-square
test.
Results: The results of data processing using chi-square showed that the value of p = 0.023 < 0.005. So it can be concluded
statistically that there is a relationship between diet and the incidence of type 2 diabetes mellitus, with an OR value of 9.750
and (95% CI = 1-592 – 59.695).
Conclusions: As a patient at the Danau Indah Health Center, he had a poor diet. It is hoped that you can take regular
precautions and implement a healthy lifestyle by maintaining a healthy diet and regularly checking blood sugar to keep it
normal.
ABSTRAK
Pendahuluan: Diabetes Melitus (DM) merupakan salah satu kelompok penyakit metabolik dan kronis ditandai dengan
hiperglikemia. Di Puskesmas Danau Indah di lihat dari tiga bulan terkahir pasien diabetes melitus berjumlah 120 orang.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahu adanya hubungan pola makan dengan kejadian diabetes melitus tipe 2.
Metode: Jenis penelitian ini menggunakan observasional analitik yang dengan rancangan cross sectional, populasi pada
penelitian ini adalah 30 orang dan sampelnya mengunakan teknik total sampling dimana besar sampel sama dengan populasi.
Instrumen yang digunakan adalah kuesioner dan lembar obeservasi pengukuran GDS. Analisa data yang digunakan dalam
penelitian ini adalah uji chi-square.
Hasil: Hasil pengolahan data menggunakan chi-square menunjukan bahwa nilai p= 0.023 < α 0,005. Maka dapat diambil
kesimpulan secara statistik bahwa ada hubungan antara pola makan dengan kejadian diabetes melitus tipe 2, dengan nilai OR
9.750 dan (95% CI = 1-592 – 59.695). Sebagai pasien di Puskesmas Danau Indah memiliki pola makan kurang baik
Kesimpulan: Diharapkan dapat melakukan pencegahan secara teratur dan menerapkan Gaya hidup yang sehat dengan Cara
menjaga pola makan dan rutin mengecek gula darah agar tetap normal.
Kata Kunci: diabetes; pola makan
44 | E-ISSN: 2963-6434
© 2022 AACENDIAKIA: Journal of Nursing. This is an open-access article distributed under the terms of the Creative
Commons Attribution 4.0 International License (https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/).
Helmalia Husnul Hotimah & Yana Setiawan (2022)
Pendahuluan
Diabetes (DM) adalah sekelompok penyakit
metabolik
dan
kronis.
ditandai
dengan
hiperglikemia akibat gangguan sekresi insulin,
Tindakan insulin, atau keduanya, membutuhkan
perawatan medis dan pendidikan Manajemen diri
untuk menghindari komplikasi jangka panjang
yang akut Asosiasi Diabetes Amerika (ADA).
Diabetes juga dikenal sebagai gangguan
metabolisme kronis di mana pankreas tidak
menghasilkan sejumlah kecil insulin atau tubuh
tidak dapat menggunakan insulin yang
dihasilkannya secara efektif. Insulin adalah
hormon yang mengatur keseimbangan gula darah.
Hal ini menyebabkan peningkatan kadar glukosa
darah (hiperglikemia) (Ritonga, 2020).
Menurut WHO (2016) Sekitar 422 juta
orang dewasa di Dunia menderita diabetes melitus
(DM) dan diperkirakan Akan terus meningkat.
International
Diabetes
Federation
(IDF)
memperkirakan prevalensi diabetes pada tahun
2019 menjadi 9% pada wanita dan 9,65% pada
pria. Prevalensi diperkirakan akan terus meningkat
seiring bertambahnya usia penduduk sekitar
19,9% atau dari menjadi 111,2 juta orang berusia
65 hingga 79 tahun.
Menurut data Riset Kesehatan Dasar
(RISKESDAS, 2018) Prevalensi DM di Indonesia
berada di posisi ketujuh dengan jumlah pengidap
diabetes sebanyak 10,9 juta. Kejadian DM
tertinggi berada di provinsi DKI Jakarta sebesar
3,4%, sedangkan prevalensi DM terendah berada
di Provinsi NTT yaitu sebesar 0,9%.
Prevalensi Diabetes Melitus di Jawa Barat
naik dari 1,3% menjadi 1,7% (Kemenkes RI
2018). Gaya hidup, pola makan, stress, pola
aktivitas serta kebiasaan merokok bisa menjadi
salah satu faktor yang dapat menjadi pemicu
terjadinya hipertensi ataupun diabetes melitus
pada seseorang (Nurdiana, 2020). Sedangkan Di
kabupaten Bekasi penderita Diabetes Melitus lakilaki maupun perempuan tahun 2020 berjumlah
242.169 orang, sedangkan yang sudah mendapkat
pelayanan kesehatan sesuai standar diperkirakan
9,32% setara dengan 22.573 orang.
45 | E-ISSN: 2963-6434
Perencanaan diet adalah indikator kunci
keberhasilan manajemen DM. Perencanaan makan
digunakan untuk membantu pasien menyesuaikan
kebiasaan makan mereka untuk mengontrol kadar
gula darah, lemak, dan tekanan darah.
Perencanaan makan pada pasien DM sangat
penting. Hal ini bertujuan untuk mengatur jumlah
kalori dan karbohidrat yang dikonsumsi setiap
hari. Rencana tersebut berusaha untuk memenuhi
kebutuhan pasien dengan mengikuti instruksi 3J
(Jumlah, Jadwal dan Jenis).
Pola makan yang sering di konsumsi
masyarakat secara berlebihan yaitu tak lain seperti
lemak, garam dan gula, dan juga sering nya
mengkonsumsi maknana instan yang dapat
menyebabkan peningkatan kadar gula darah
menjadi meningkat. kebiasaan mengkonsumsi
makanan cepat saji seperti makanan dan minuman
dengan kandungan gula yang tinggi telah menjadi
gaya hidup masyarakat modern saat ini, sehingga
menimbulkan penyakit yang disebabkan oleh
kebiasaan makan yang tidak sehat (Dafriani,
2018).
Berdasarkan hasil survei yang dilakukan di
Puskesmas Danau Indah didapatkan bahwa Di
Lihat dari tiga bulan terkahir terhitung mulai dari
bulan febuari sampai mei 2022 pasien diabetes
melitus berjumlah 120 orang dengan jumlah
perbulannya yaitu febuari berjumlah 29 orang,
maret 31 orang, april 35 orang, mei 25 orang.
Hasil observasi kepada masyarakat setempat
DM yang terjadi bukan karena genetic melainkan
karena gaya hidup yang kurang sehat. Salah
satunya pola makan, kebiasaan masyarakat sering
melewati jadwal (...truncated)