Pola Makan dengan Kejadian Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Danau Indah Kecamatan Cikarang Barat Kab. Bekasi

AACENDIKIA: Journal of Nursing, Dec 2022

Diabetes Melitus (DM) merupakan salah satu kelompok penyakit metabolik dan kronis ditandai dengan hiperglikemia. Di Puskesmas Danau Indah di lihat dari tiga bulan terkahir pasien diabetes melitus berjumlah 120 orang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahu adanya hubungan pola makan dengan kejadian diabetes melitus tipe 2. Jenis penelitian ini menggunakan observasional analitik yang dengan rancangan cross sectional, populasi pada penelitian ini adalah 30 orang dan sampelnya mengunakan teknik total sampling dimana besar sampel sama dengan populasi. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner dan lembar obeservasi pengukuran GDS. Analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji chi-square. Hasil pengolahan data menggunakan chi-square menunjukan bahwa nilai p= 0.023 < α 0,005. Maka dapat diambil kesimpulan secara statistik bahwa ada hubungan antara pola makan dengan kejadian diabetes melitus tipe 2, dengan nilai OR 9.750 dan (95% CI = 1-592 – 59.695). Sebagai pasien di Puskesmas Danau Indah memiliki pola makan kurang baik. Di harapkan dapat melakukan pencegahan secara teratur dan menerapkan Gaya hidup yang sehat dengan Cara menjaga pola makan dan rutin mengecek gula darah agar tetap normal.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://aacendikiajournal.com/ojs/index.php/Journal-of-Nursing/article/download/10/7

Pola Makan dengan Kejadian Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Danau Indah Kecamatan Cikarang Barat Kab. Bekasi

ORIGINAL ARTICLE AACENDIKIA: Journal of Nursing, Volume 01(2), Desember 2022, p.44-48 https://doi.org/10.1234/aacendikiajon.v1i2 Pola makan dengan kejadian diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Danau Indah Kecamatan Cikarang Barat Kab. Bekasi Diet with the incidence of type 2 diabetes mellitus at the Danau Indah Health Center, West Cikarang District, Kab. Bekasi Helmalia Husnul Hotimah1*, Yana Setiawan1 1 Program Studi Sarjana Keperawatan Universitas Medika Suherman, Indonesia *Correspondence: Helmalia Husnul Hotimah. Address: Program Studi Sarjana Keperawatan, Universitas Medika Suherman, Indonesia. Email: Responsible Editor: Suratun, S.Kep., Ns., M.Kep Received: 2 Desember 2022 ○ Revised: 8 Desember 2022 ○ Accepted: 13 Desember 2022 ABSTRACT Introduction: Diabetes Mellitus (DM) is a group of metabolic and chronic diseases characterized by hyperglycemia. At the Danau Indah Health Center, in the last three months, there were 120 patients with diabetes mellitus. The purpose of this study was to determine the relationship between diet and the incidence of type 2 diabetes mellitus. Methods: This type of research used observational analytic with a cross sectional design, the population in this study was 30 people and the sample used a total sampling technique where the sample size was the same as the population. The instruments used are questionnaires and GDS measurement observation sheets. Analysis of the data used in this study was the chi-square test. Results: The results of data processing using chi-square showed that the value of p = 0.023 < 0.005. So it can be concluded statistically that there is a relationship between diet and the incidence of type 2 diabetes mellitus, with an OR value of 9.750 and (95% CI = 1-592 – 59.695). Conclusions: As a patient at the Danau Indah Health Center, he had a poor diet. It is hoped that you can take regular precautions and implement a healthy lifestyle by maintaining a healthy diet and regularly checking blood sugar to keep it normal. ABSTRAK Pendahuluan: Diabetes Melitus (DM) merupakan salah satu kelompok penyakit metabolik dan kronis ditandai dengan hiperglikemia. Di Puskesmas Danau Indah di lihat dari tiga bulan terkahir pasien diabetes melitus berjumlah 120 orang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahu adanya hubungan pola makan dengan kejadian diabetes melitus tipe 2. Metode: Jenis penelitian ini menggunakan observasional analitik yang dengan rancangan cross sectional, populasi pada penelitian ini adalah 30 orang dan sampelnya mengunakan teknik total sampling dimana besar sampel sama dengan populasi. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner dan lembar obeservasi pengukuran GDS. Analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji chi-square. Hasil: Hasil pengolahan data menggunakan chi-square menunjukan bahwa nilai p= 0.023 < α 0,005. Maka dapat diambil kesimpulan secara statistik bahwa ada hubungan antara pola makan dengan kejadian diabetes melitus tipe 2, dengan nilai OR 9.750 dan (95% CI = 1-592 – 59.695). Sebagai pasien di Puskesmas Danau Indah memiliki pola makan kurang baik Kesimpulan: Diharapkan dapat melakukan pencegahan secara teratur dan menerapkan Gaya hidup yang sehat dengan Cara menjaga pola makan dan rutin mengecek gula darah agar tetap normal. Kata Kunci: diabetes; pola makan 44 | E-ISSN: 2963-6434 © 2022 AACENDIAKIA: Journal of Nursing. This is an open-access article distributed under the terms of the Creative Commons Attribution 4.0 International License (https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/). Helmalia Husnul Hotimah & Yana Setiawan (2022) Pendahuluan Diabetes (DM) adalah sekelompok penyakit metabolik dan kronis. ditandai dengan hiperglikemia akibat gangguan sekresi insulin, Tindakan insulin, atau keduanya, membutuhkan perawatan medis dan pendidikan Manajemen diri untuk menghindari komplikasi jangka panjang yang akut Asosiasi Diabetes Amerika (ADA). Diabetes juga dikenal sebagai gangguan metabolisme kronis di mana pankreas tidak menghasilkan sejumlah kecil insulin atau tubuh tidak dapat menggunakan insulin yang dihasilkannya secara efektif. Insulin adalah hormon yang mengatur keseimbangan gula darah. Hal ini menyebabkan peningkatan kadar glukosa darah (hiperglikemia) (Ritonga, 2020). Menurut WHO (2016) Sekitar 422 juta orang dewasa di Dunia menderita diabetes melitus (DM) dan diperkirakan Akan terus meningkat. International Diabetes Federation (IDF) memperkirakan prevalensi diabetes pada tahun 2019 menjadi 9% pada wanita dan 9,65% pada pria. Prevalensi diperkirakan akan terus meningkat seiring bertambahnya usia penduduk sekitar 19,9% atau dari menjadi 111,2 juta orang berusia 65 hingga 79 tahun. Menurut data Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS, 2018) Prevalensi DM di Indonesia berada di posisi ketujuh dengan jumlah pengidap diabetes sebanyak 10,9 juta. Kejadian DM tertinggi berada di provinsi DKI Jakarta sebesar 3,4%, sedangkan prevalensi DM terendah berada di Provinsi NTT yaitu sebesar 0,9%. Prevalensi Diabetes Melitus di Jawa Barat naik dari 1,3% menjadi 1,7% (Kemenkes RI 2018). Gaya hidup, pola makan, stress, pola aktivitas serta kebiasaan merokok bisa menjadi salah satu faktor yang dapat menjadi pemicu terjadinya hipertensi ataupun diabetes melitus pada seseorang (Nurdiana, 2020). Sedangkan Di kabupaten Bekasi penderita Diabetes Melitus lakilaki maupun perempuan tahun 2020 berjumlah 242.169 orang, sedangkan yang sudah mendapkat pelayanan kesehatan sesuai standar diperkirakan 9,32% setara dengan 22.573 orang. 45 | E-ISSN: 2963-6434 Perencanaan diet adalah indikator kunci keberhasilan manajemen DM. Perencanaan makan digunakan untuk membantu pasien menyesuaikan kebiasaan makan mereka untuk mengontrol kadar gula darah, lemak, dan tekanan darah. Perencanaan makan pada pasien DM sangat penting. Hal ini bertujuan untuk mengatur jumlah kalori dan karbohidrat yang dikonsumsi setiap hari. Rencana tersebut berusaha untuk memenuhi kebutuhan pasien dengan mengikuti instruksi 3J (Jumlah, Jadwal dan Jenis). Pola makan yang sering di konsumsi masyarakat secara berlebihan yaitu tak lain seperti lemak, garam dan gula, dan juga sering nya mengkonsumsi maknana instan yang dapat menyebabkan peningkatan kadar gula darah menjadi meningkat. kebiasaan mengkonsumsi makanan cepat saji seperti makanan dan minuman dengan kandungan gula yang tinggi telah menjadi gaya hidup masyarakat modern saat ini, sehingga menimbulkan penyakit yang disebabkan oleh kebiasaan makan yang tidak sehat (Dafriani, 2018). Berdasarkan hasil survei yang dilakukan di Puskesmas Danau Indah didapatkan bahwa Di Lihat dari tiga bulan terkahir terhitung mulai dari bulan febuari sampai mei 2022 pasien diabetes melitus berjumlah 120 orang dengan jumlah perbulannya yaitu febuari berjumlah 29 orang, maret 31 orang, april 35 orang, mei 25 orang. Hasil observasi kepada masyarakat setempat DM yang terjadi bukan karena genetic melainkan karena gaya hidup yang kurang sehat. Salah satunya pola makan, kebiasaan masyarakat sering melewati jadwal (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://aacendikiajournal.com/ojs/index.php/Journal-of-Nursing/article/download/10/7
Article home page: https://aacendikiajournal.com/ojs/index.php/Journal-of-Nursing/article/view/10/7

Helmalia Husnul Hotimah, Yana Setiawan. Pola Makan dengan Kejadian Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Danau Indah Kecamatan Cikarang Barat Kab. Bekasi, AACENDIKIA: Journal of Nursing, 2022, pp. 44-48,