Pencegahan Dan Penatalaksanaan Gastritis Di Posyandu Lestari II di Kelurahan Tanjung Raya Kota Bandar Lampung
ORIGINAL ARTICLE
AACENDIKIA: Journal of Nursing, Volume 01(2), Desember 2022, p.35-37
https://doi.org/10.1234/aacendikiajon.v1i2
Pencegahan dan penatalaksanaan gastritis di posyandu Lestari II di Kelurahan
Tanjung Raya Kota Bandar Lampung
Prevention and management of gastritis at Posyandu Lestari II in Tanjung Raya Village,
Bandar Lampung City
Ferry¹*, Wijonarko1
1
Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung, Indonesia
*Correspondence: Ferry. Address: Akper Bunda Delima Bandar Lampung, Indonesia. Email:
Responsible Editor: Marisna Eka Yulianita, S.Kep., Ns., M.Kep
Received: 2 Desember 2022 ○ Revised: 8 Desember 2022 ○ Accepted: 13 Desember 2022
ABSTRACT
Introduction: Gastritis is the biggest problem worldwide, around 1.7 billion cases are in developing countries. Gastritis in
Indonesia reaches 40.8% in several areas with a prevalence of 274,396 cases out of 238,452,952 people and is one of the ten
most common diseases that are hospitalized, including in Bandar Lampung Province. Satellite Health Centers have increased
since the last 3 years from 2015-2017, namely 13% (1,650 cases), 15% (1,979 cases), 17% (1,867 cases). One of the reasons
for the increase is the lack of knowledge, so face-to-face health education is necessary.
Methods: The type of research used is descriptive research with the provision of educational interventions. The samples in
this study were gastritis sufferers.
Results: The result of this service is an increase in public knowledge about knowledge and prevention of gastritis.
Conclusions: The provision of health education influences public knowledge about gastritis so that people can avoid the
disease.
ABSTRAK
Pendahuluan: Gastritis merupakan masalah terbesar di seluruh dunia, sekitar 1,7 milyar kasus terdapat di negara yang sedang
berkembang. Gastritis di Indonesia mencapai 40,8% di beberapa daerah dengan prevalensi 274.396 kasus dari 238.452.952
jiwa penduduk dan termasuk sepuluh penyakit terbanyak yang masuk rawat inap, termasuk di Provinsi Bandar Lampung.
Puskesmas Satelit mengalami peningkatan sejak 3 tahun terakhir dari tahun 2015-2017 yaitu 13% (1.650 kasus), 15% (1.979
kasus), 17% (1.867 kasus). Salah satu penyebab peningkatan adalah kurangnya pengetahuan, sehingga perlu dilakukan
edukasi kesehatan secara tatap muka.
Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pemberian intervensi edukasi. Sampel dalam
penelitian adalah penderita gastritis.
Hasil: Hasil Pengabdian ini terdapat peningkatan pengetahuan masyarakat tentang pengetahuan dan pencegahan Gastritis.
Kesimpulan: Pemberian edukasi kesehatan berpengaruh terhadap pengetahuan masyarakat tentang penyakit Gastritis agar
masyarakat dapat terhindar dari penyakit tersebut.
Kata Kunci: gastritis; edukasi kesehatan; pengetahuan
Pendahuluan
Gastritis merupakan masalah terbesar di
seluruh dunia, sekitar 1,7 milyar kasus di negara
yang sedang berkembang, dari usia dewasa muda
hingga lanjut usia. Data World Health
35 | E-ISSN: 2963-6434
Organization (WHO) pada beberapa negara di
dunia didapatkan, Inggris 22%, China 31%,
Jepang 14,5%, Kanada 35%, dan Perancis 29,5%,
sedangkan di Asia Tenggara seperti Shanghai
sekitar 17,2%. Indonesia mencapai 40,8% pada
© 2022 AACENDIAKIA: Journal of Nursing. This is an open-access article distributed under the terms of the Creative
Commons Attribution 4.0 International License (https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/).
Ferry & Wijonarko (2022)
AACENDIKIA: Journal of Nursing
beberapa daerah dengan prevalensi 274.396 kasus
dari 238.452.952 jiwa penduduk (Sarwan & Sinta,
2017).
Gastritis masuk dalam sepuluh penyakit
terbanyak pada pasien rawat inap Rumah Sakit di
Indonesia. Di Provinsi Lampung, kasus gastritis
mengalami peningkatan, tahun 2014 7,33%, tahun
2015 8,64% dan pada tahun 2016 8,91%.
Terutama di Puskesmas Satelit sejak 3 tahun
terakhir yang menunjukkan peningkatan penderita
gastritis dari tahun 2015 13% (1.650 kasus), tahun
2016 15% (1.979 kasus), dan tahun 2017 17%
(1.867 kasus) (Muliani et al., 2021)
Peningkatan gastritis dapat terjadi karena
kurangnya pengetahuan dan perilaku. Penelitian
oleh Oktaviani (2011) mendapatkan bahwa
kurangnya pengetahuan berhubungan dengan
kejadian gastritis, dan penelitian yang dilakukan
oleh Rika( 2016) menyatakan adanya hubungan
pengetahuan dengan perilaku seseorang dalam
pencegahan penyakit gastritis (Kartikasari, 2013)
Prevalensi yang tinggi dan peningkatan
kasus yang terjadi dari tahun ke tahun berkaitan
dengan belum adanya edukasi kesehatan tentang
gastritis pada masyarakat di Wilayah Kerja
Puskesmas Satelit secara tatap muka. Pengabdian
ini bertujuan untuk meningkatkan tingkat
pengetahuan responden tentang gastritis di
wilayah Kerja Puskesmas Satelit Kota Bandar
Lampung.
Metode
Metode pelaksanaan kegiatan ini dilakukan
dengan menggunakan metode penyuluhan atau
pendidikan kesehatan tentang Gastritis. Media
yang digunakan adalah LCD, laptop, leaflet.
Kegiatan ini meliputi beberapa tahap pelaksanaan,
yakni: tahap persiapan, tahap ini seluruh warga
mengisi daftar hadir; pembukaan kegiatan
pengabdian masyarakat, dilanjutkan dengan pre
test/tes awal secara verbal bagi peserta untuk
mengetahui sejauh mana pengetahuan peserta
tentang diare dan cara penanganannya sebelum
diberikan penyuluhan; penyampaian materi oleh
narasumber, penyampaian materi dilakukan
dengan metode ceramah dan tanya jawab;
kegiatan akhir, dengan pemberian tes akhir yang
bertujuan untuk mengetahui sejauh mana
peningkatan pemahaman peserta setelah diberikan
penyuluhan.
Hasil
Kegiatan ini diikuti 21 orang dengan
karakteristik usia responden antara 15-30 tahun,
jenis kelamin laki-laki 26,7% dan perempuan
73,3%, pekerjaan 6,7% guru, 13,3% ibu rumah
tangga 13,3%. Rata-rata Untuk persentase
peningkatan pengetahuan tentang gastritis
menunjukkan
peningkatan
sebesar
80%,
khususnya di posyandu Lestari II kelurahan
tanjung Raya Kota Bandar Lampung Tahun 2022.
Pembahasan
Hasil ini sejalan dengan hasil yang
dilakukan oleh Aldi (2017) tentang pengaruh
pendidikan kesehatan pada responden terhadap
penatalaksanaan gastritis di wilayah kerja
Puskesmas Kedaton Bandar Lampung, yaitu ratarata pengetahuan penatalaksanaan gastritis
sebelum diberikan pendidikan kesehatan adalah
7,60 yang dinilai rendah. Sedangkan menurut
yang dilakukan oleh Sumangkut dkk (2014)
tentang pengaruh penyuluhan kesehatan tentang
gastritis terhadap pengetahuan dan perilaku
pencegahan gastritis pada remaja di SMA Negeri
7
Manado,
ditemukan
bahwa
rata-rata
pengetahuan responden sebelum diberikan
penyuluhan kesehatan adalah 13,91.
Sebelum diberikan edukasi kesehatan
tentang gastritis didapatkan rata-rata pengetahuan
responden adalah 11,73. Pengetahuan ini juga
dapat dilihat dari hasil analisis kuesioner, dimana
67% responden tidak mengetahui manfaat dari
susu untuk menetralkan asam lambung. Sebesar
63% responden tidak mengetahui zat apa yang
bisa menyebabkan kekambuhan gastritis. Sebesar
60% responden tidak mengetahui pencegahan
terhadap gastritis. Sebesar (...truncated)