Pencegahan Dan Penatalaksanaan Gastritis Di Posyandu Lestari II di Kelurahan Tanjung Raya Kota Bandar Lampung

AACENDIKIA: Journal of Nursing, Dec 2022

Gastritis merupakan masalah terbesar di seluruh dunia, sekitar 1,7 milyar kasus terdapat di negara yang sedang berkembang. Gastritis di Indonesia mencapai 40,8% di beberapa daerah dengan prevalensi 274.396 kasus dari 238.452.952 jiwa penduduk dan termasuk sepuluh penyakit terbanyak yang masuk rawat inap, termasuk di Provinsi Bandar Lampung. Puskesmas Satelit mengalami peningkatan sejak 3 tahun terakhir dari tahun 2015-2017 yaitu 13% (1.650 kasus), 15% (1.979 kasus), 17% (1.867 kasus). Salah satu penyebab peningkatan adalah kurangnya pengetahuan, sehingga perlu dilakukan edukasi kesehatan secara tatap muka. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang gastritis di wilayah Posyandu Lestari II Wilayah Puskesmas Satelit Kota Bandar Lampung. Pengabdian ini di laksanakan tanggal 18 Agustus 2022. Hasil Pengabdian ini terdapat peningkatan pengetahuan masyarakat tentang pengetahuan dan pencegahan Gastritis. Kesimpulan, pemberian edukasi kesehatan berpengaruh terhadap pengetahuan masyarakat tentang penyakit Gastritis agar masyarakat dapat terhindar dari penyakit tersebut.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://aacendikiajournal.com/ojs/index.php/Journal-of-Nursing/article/download/8/5

Pencegahan Dan Penatalaksanaan Gastritis Di Posyandu Lestari II di Kelurahan Tanjung Raya Kota Bandar Lampung

ORIGINAL ARTICLE AACENDIKIA: Journal of Nursing, Volume 01(2), Desember 2022, p.35-37 https://doi.org/10.1234/aacendikiajon.v1i2 Pencegahan dan penatalaksanaan gastritis di posyandu Lestari II di Kelurahan Tanjung Raya Kota Bandar Lampung Prevention and management of gastritis at Posyandu Lestari II in Tanjung Raya Village, Bandar Lampung City Ferry¹*, Wijonarko1 1 Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung, Indonesia *Correspondence: Ferry. Address: Akper Bunda Delima Bandar Lampung, Indonesia. Email: Responsible Editor: Marisna Eka Yulianita, S.Kep., Ns., M.Kep Received: 2 Desember 2022 ○ Revised: 8 Desember 2022 ○ Accepted: 13 Desember 2022 ABSTRACT Introduction: Gastritis is the biggest problem worldwide, around 1.7 billion cases are in developing countries. Gastritis in Indonesia reaches 40.8% in several areas with a prevalence of 274,396 cases out of 238,452,952 people and is one of the ten most common diseases that are hospitalized, including in Bandar Lampung Province. Satellite Health Centers have increased since the last 3 years from 2015-2017, namely 13% (1,650 cases), 15% (1,979 cases), 17% (1,867 cases). One of the reasons for the increase is the lack of knowledge, so face-to-face health education is necessary. Methods: The type of research used is descriptive research with the provision of educational interventions. The samples in this study were gastritis sufferers. Results: The result of this service is an increase in public knowledge about knowledge and prevention of gastritis. Conclusions: The provision of health education influences public knowledge about gastritis so that people can avoid the disease. ABSTRAK Pendahuluan: Gastritis merupakan masalah terbesar di seluruh dunia, sekitar 1,7 milyar kasus terdapat di negara yang sedang berkembang. Gastritis di Indonesia mencapai 40,8% di beberapa daerah dengan prevalensi 274.396 kasus dari 238.452.952 jiwa penduduk dan termasuk sepuluh penyakit terbanyak yang masuk rawat inap, termasuk di Provinsi Bandar Lampung. Puskesmas Satelit mengalami peningkatan sejak 3 tahun terakhir dari tahun 2015-2017 yaitu 13% (1.650 kasus), 15% (1.979 kasus), 17% (1.867 kasus). Salah satu penyebab peningkatan adalah kurangnya pengetahuan, sehingga perlu dilakukan edukasi kesehatan secara tatap muka. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pemberian intervensi edukasi. Sampel dalam penelitian adalah penderita gastritis. Hasil: Hasil Pengabdian ini terdapat peningkatan pengetahuan masyarakat tentang pengetahuan dan pencegahan Gastritis. Kesimpulan: Pemberian edukasi kesehatan berpengaruh terhadap pengetahuan masyarakat tentang penyakit Gastritis agar masyarakat dapat terhindar dari penyakit tersebut. Kata Kunci: gastritis; edukasi kesehatan; pengetahuan Pendahuluan Gastritis merupakan masalah terbesar di seluruh dunia, sekitar 1,7 milyar kasus di negara yang sedang berkembang, dari usia dewasa muda hingga lanjut usia. Data World Health 35 | E-ISSN: 2963-6434 Organization (WHO) pada beberapa negara di dunia didapatkan, Inggris 22%, China 31%, Jepang 14,5%, Kanada 35%, dan Perancis 29,5%, sedangkan di Asia Tenggara seperti Shanghai sekitar 17,2%. Indonesia mencapai 40,8% pada © 2022 AACENDIAKIA: Journal of Nursing. This is an open-access article distributed under the terms of the Creative Commons Attribution 4.0 International License (https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/). Ferry & Wijonarko (2022) AACENDIKIA: Journal of Nursing beberapa daerah dengan prevalensi 274.396 kasus dari 238.452.952 jiwa penduduk (Sarwan & Sinta, 2017). Gastritis masuk dalam sepuluh penyakit terbanyak pada pasien rawat inap Rumah Sakit di Indonesia. Di Provinsi Lampung, kasus gastritis mengalami peningkatan, tahun 2014 7,33%, tahun 2015 8,64% dan pada tahun 2016 8,91%. Terutama di Puskesmas Satelit sejak 3 tahun terakhir yang menunjukkan peningkatan penderita gastritis dari tahun 2015 13% (1.650 kasus), tahun 2016 15% (1.979 kasus), dan tahun 2017 17% (1.867 kasus) (Muliani et al., 2021) Peningkatan gastritis dapat terjadi karena kurangnya pengetahuan dan perilaku. Penelitian oleh Oktaviani (2011) mendapatkan bahwa kurangnya pengetahuan berhubungan dengan kejadian gastritis, dan penelitian yang dilakukan oleh Rika( 2016) menyatakan adanya hubungan pengetahuan dengan perilaku seseorang dalam pencegahan penyakit gastritis (Kartikasari, 2013) Prevalensi yang tinggi dan peningkatan kasus yang terjadi dari tahun ke tahun berkaitan dengan belum adanya edukasi kesehatan tentang gastritis pada masyarakat di Wilayah Kerja Puskesmas Satelit secara tatap muka. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan tingkat pengetahuan responden tentang gastritis di wilayah Kerja Puskesmas Satelit Kota Bandar Lampung. Metode Metode pelaksanaan kegiatan ini dilakukan dengan menggunakan metode penyuluhan atau pendidikan kesehatan tentang Gastritis. Media yang digunakan adalah LCD, laptop, leaflet. Kegiatan ini meliputi beberapa tahap pelaksanaan, yakni: tahap persiapan, tahap ini seluruh warga mengisi daftar hadir; pembukaan kegiatan pengabdian masyarakat, dilanjutkan dengan pre test/tes awal secara verbal bagi peserta untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan peserta tentang diare dan cara penanganannya sebelum diberikan penyuluhan; penyampaian materi oleh narasumber, penyampaian materi dilakukan dengan metode ceramah dan tanya jawab; kegiatan akhir, dengan pemberian tes akhir yang bertujuan untuk mengetahui sejauh mana peningkatan pemahaman peserta setelah diberikan penyuluhan. Hasil Kegiatan ini diikuti 21 orang dengan karakteristik usia responden antara 15-30 tahun, jenis kelamin laki-laki 26,7% dan perempuan 73,3%, pekerjaan 6,7% guru, 13,3% ibu rumah tangga 13,3%. Rata-rata Untuk persentase peningkatan pengetahuan tentang gastritis menunjukkan peningkatan sebesar 80%, khususnya di posyandu Lestari II kelurahan tanjung Raya Kota Bandar Lampung Tahun 2022. Pembahasan Hasil ini sejalan dengan hasil yang dilakukan oleh Aldi (2017) tentang pengaruh pendidikan kesehatan pada responden terhadap penatalaksanaan gastritis di wilayah kerja Puskesmas Kedaton Bandar Lampung, yaitu ratarata pengetahuan penatalaksanaan gastritis sebelum diberikan pendidikan kesehatan adalah 7,60 yang dinilai rendah. Sedangkan menurut yang dilakukan oleh Sumangkut dkk (2014) tentang pengaruh penyuluhan kesehatan tentang gastritis terhadap pengetahuan dan perilaku pencegahan gastritis pada remaja di SMA Negeri 7 Manado, ditemukan bahwa rata-rata pengetahuan responden sebelum diberikan penyuluhan kesehatan adalah 13,91. Sebelum diberikan edukasi kesehatan tentang gastritis didapatkan rata-rata pengetahuan responden adalah 11,73. Pengetahuan ini juga dapat dilihat dari hasil analisis kuesioner, dimana 67% responden tidak mengetahui manfaat dari susu untuk menetralkan asam lambung. Sebesar 63% responden tidak mengetahui zat apa yang bisa menyebabkan kekambuhan gastritis. Sebesar 60% responden tidak mengetahui pencegahan terhadap gastritis. Sebesar (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://aacendikiajournal.com/ojs/index.php/Journal-of-Nursing/article/download/8/5
Article home page: https://aacendikiajournal.com/ojs/index.php/Journal-of-Nursing/article/view/8/5

Ferry Ferry, Wijonarko Wijonarko. Pencegahan Dan Penatalaksanaan Gastritis Di Posyandu Lestari II di Kelurahan Tanjung Raya Kota Bandar Lampung, AACENDIKIA: Journal of Nursing, 2022, pp. 35-37,