INDEKS KOLEKSI MUSEUM RUMAH KELAHIRAN BAGINDO AZIZ CHAN
107
Al- Ma'arif: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam ISSN 0740-8188
Rifa, Dian
INDEKS KOLEKSI MUSEUM RUMAH KELAHIRAN BAGINDO AZIZ CHAN
Rifa Utami Putri*; Dian Hasfera2; Erizal Ilyas
Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang
Received: 25 April 2022
Accepted: 20Mei 2022
Published: 28 Juni 2022
ABSTRACT
This research is motivated by the problem of the absence of a suitable search tool Present
complete and detailed information about museum collections, which Making it difficult
to find information about the home museum collectionThe birth of Bagindo Aziz Chan.
The purpose of this research is to design And produce an information search tool in the
form of a museum collection index Bagindo Aziz Chan's birth house that is valid, effective
and practical so that you can Facilitate school children, students, students and the
community. This research Is a development method. This research procedure consists of
several Stages, namely conducting needs analysis, designing products, developing
Products, and conduct trials. The test results of this product are declared valid Evidenced
by the value of A from the Expert validator, the effectiveness of which is carried out on
Large groups get a score of 80% of respondents stated "strongly agree", 20% of
respondents stated "agree" and practical obtained in the trial Large groups get a score of
78% of respondents stated "strongly agree", 22% of respondents stated "agree". Then it
can be concluded that the Collection Index Bagindo Aziz Chan's Birth House Museum is
now worthy of use.
Keywords: Index, Museum Collection, and the Museum of the Birth of Bagindo Aziz
Chan.
ABSTRAK
dilatar belakangi dari permasalahan tidak adanya alat telusur yang menyajikan
informasi lengkap dan terperinci tentang koleksi museum, yang menyebabkan sulitnya
menelusuri informasi tentang koleksi museum rumah kelahiran Bagindo Aziz Chan .
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merancang dan menghasilkan sebuah alat
telusur informasi berupa indeks koleksi museum Rumah Kelahiran Bagindo Aziz Chan
yang valid, efektif dan praktis sehingga dapat mempermudah anak-anak sekolah,
pelajar, mahasiswa dan masyarakat. Penelitian ini merupakan metode pengembangan.
Prosedur penelitian ini terdiri dari beberapa tahapan, yaitu melakukan analisis
kebutuhan, merancang produk, mengembangkan produk, dan melakukan uji coba.
Hasil uji coba produk ini dinyatakan valid yang dibuktikan dengan nilai A dari
validator Ahli, keefektifan yang dilakukan pada kelompok besar mendapatkan nilai
80% responden menyatakan “sangat setuju”, 20% responden menyatakan “ setuju” dan
praktis yang didapatkan pada uji coba kelompok besar mendapatkan nilai 78%
Al- Ma'arif. Jurnal Prodi S1 Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam.
Fakultas Adab dan Humaniora UIN Imam Bonjol Padang
https://www.rjfahuinib.org/index.php/almaarif/
108
Al- Ma'arif: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam ISSN 0740-8188
Rifa, Dian
responden menyatakan “sangat setuju”, 22% responden menyatakan “ setuju”. Maka
dapat disimpulkan bahwa Indeks Koleksi Museum Rumah Kelahiran Bagindo Aziz Chan
ini telah layak untuk digunakan.
Keywords: Indeks, Koleksi Museum, dan Museum Rumah kelahiran Bagindo Aziz Chan
---------------------------------------------------------------*)
mendapatkan
1. PENDAHULUAN
dukungan
dari
Belanda.
Namun tentara sekutu meminta agar Bagindo
Bagindo Aziz Chan Lahir di padang pada
tanggal 30 September 1910. Bagindo Aziz
Chan adalah anak keempat dari enam
bersaudara, buah pernikahan dari Bagindo
Montok dan Djamilah. Bagindo Aziz Chan
mengeyam pendidikan HIS di Padang, MULO
di Surabaya, dan AMS di Batavia. Tamat dari
AMS, Bagindo Aziz Chan Melanjutkan ke
Rechts Hogee School (RHS) di Batavia, tetapi
sampai dua tahun dan tidak menamatkannya.
Pada tahun 1935, Bagindo Aziz Chan kembali
ke kampung halamannya. Beliau mengabdi
sebagai guru di bebebrapa sekolah di Kota
Padang dan di kota-kota lainnya di Sumatera
Aziz Chan tunduk pada kekuatan militer
belanda. Bagindo Aziz Chan melakukan
perlawanan dengan berbagai cara, salah
satunya melalui surat kabar. Bagindo Aziz
Chan
juga
turun
langsung
memimpin
perlawanan terhadap belanda. Beliau gugur
setelah terlibat dalam sebuah pertempuran
melawan Belanda pada 19 Juli 1947 dalam usia
36 tahun. Jasadnya dikebumikan di taman
makam pahlawan bahagia, Bukittinggi. Pada
7 November 2005, berdasarkan keppres No.
82/TK/2005, pemerintah menobatkan Bagindo
Aziz Chan sebagai pahlawan (Didi Junaedi,
2014).
Barat (Mirnawati, 2012).
Sebagai penghargaan yang diberikan oleh
Setelah
proklamasi
kemerdekaan,
beliau
ditunjuk sebagai wakil wali Kota Padang
pada 24 Januari 1946 dan pada 15 Agustus
1946 dilantik sebagai wali kota menggantikan
pemerintah
Kota
Padang
sendiri
Untuk
menghormati jasa-jasa dan pengorbanannya,
maka nama Bagindo Aziz Chan diabadikan
menjadi nama jalan di beberapa kota, seperti
Mr. Abubakar Jaar, yang pindah tugas
menjadi residen di Sumatera Utara. Pada
Padang dan Bukittinggi. Di Kota Padang,
masa pemerintahannya, sekutu menduduki
sebuah monumen berbentuk kepalan tinju
Kota Padang. Pada saat itu tentara sekutu
yang didirikan di persimpangan jalan Gajah
Al- Ma'arif. Jurnal Prodi S1 Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam.
Fakultas Adab dan Humaniora UIN Imam Bonjol Padang
https://www.rjfahuinib.org/index.php/almaarif/
109
Al- Ma'arif: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam ISSN 0740-8188
Rifa, Dian
Mada, Jalan Jhoni Anwar, Kampung Olo, dan
Rumah tersebut dijadikan sebagai museum
Nanggalo.
sebagai
yang dilindungi berdasarkan undang-undang
monumen Bagindo Aziz Chan oleh walikota
No. 05 Tahun 2010 tentang penetapan 24
Padang Syahrul Ujud pada 19 Juli 1983, maka
Cagar Budaya Kota Padang dan peraturan
dari situlah monumen itu dikenal dengan
walikota Padang No. 2 Tahun 2012 tentang
sebutan tugu simpang tinju (Hendra Makmur,
Pengelolaan cagar budaya dan peninggalan
Langgam.id, 19 Juli 2019). pertanyaan dari
sejarah
pengguna dan digunakan sebagai alat telusur
sekarang menjadi museum tempat yang
untuk petunjuk informasi yang disusun secara
dahulunya beliau habiskan untuk masa kecil
sistematis dan
beliau (Sekretariat Direktorat Jendral Sejarah
Meskipun
diresmikan
tidak dapat
dipinjamkan
kepada pengguna seperti pada koleksi umum
sehingga hanya bisa dibaca di tempat.
di
Kota
Padang.
Rumah
yang
dan Purbakala, 2011).
Namun
sejak
Museum
rumah
kelahiran
Bagindo Aziz Chan dianggapsangat penting
Bagindo Aziz Chan diresmikan tahun 2019 dan
oleh pemerintah Kota Padang. Atas dasar itu
dibuka untuk umum kondisinya sepi akan
pemerintah kota padang mendirikan Museum
pengunjung.
rumah kelahiran Bagindo Aziz Chan sebagai
dilakukan dalam 1 minggu yang datang cuma
penghormatan dan penghargaan atas jasa
4-5 orang saja atau tidak ada sama sekali
Bagindo Aziz Chan merupakan walikota
(Ade, Posmetropadang.co.id. 27 Juli 2019 ).
Padang yang kedua. Dengan didirikannya
Minimnya
museum itu untuk mengenang perjuangan (...truncated)