CITY BRANDING BERBASIS KEARIFAN LOKAL
229
Al- Ma'arif: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam ISSN 0740-8188
Revi, Imca
CITY BRANDING BERBASIS KEARIFAN LOKAL
Revi Marta 1*; Imca Pero Hasfera
1
Universitas Andalas Padang
2
Universitas Baiturrahman
Received: 08 Agustus 2021
Accepted: 20 Agustus 2021
Published: 14 Desember 2021
ABSTRACT
Currently, many regions are trying to image themselves as best they can by
implementing the right brand strategy in order to provide many benefits and
advantages. Location, geographic location, locale, products and personal figures from an
area are used as references to create a brand by communicating its identity and various
uniqueness within it. This phenomenon has resulted in many cities, provinces and even
countries actively campaigning through various promotional media. Initially, branding
was a science that was applied to goods and services, but in its development the brand
concept expanded to various objects, including cities. In contrast to the product, a city is a
complex entity because it is related to nature, people, objects and the artificial
environment. Branding is indeed not seen as a way to manage a city, but rather as a tool
to convey a positive image with the aim of increasing the perception of various
stakeholders where branding cannot change a city but can help increase its overall
competitiveness. the formation of city branding can affect the mental map of how
visitors perceive a city in their minds, this happens because the image is a reflection or
description of the condition of the elements that a city has in a relatively long period of
time.
Keyword: City Branding, Kearifan Lokal, pemasaran
ABSTRAK
Saat ini banyak daerah berusaha mencitrakan dirinya sebaik mungkin dengan
menerapkan brand strategy yang tepat agar memberikan banyak manfaat dan
keuntungan. Lokasi, letak geografis, kelokalan, produk dan sosok personal dari suatu
daerah dijadikan acuan untuk membuat brand dengan mengkomunikasikan identitas
dan beragam keunikan di dalamnya. Fenomena ini mengakibatkan banyak kota,
provinsi bahkan negara aktif mengkampanyekan diri melalui berbagai media promosi.
randing awalnya merupakan keilmuan yang diterapkan pada produk barang dan jasa,
namun dalam perkembangannya konsep brand meluas ke berbagai objek termasuk
kota. Berbeda dengan produk, sebuah kota merupakan entitas yang kompleks karena
berkaitan dengan alam, manusia, benda dan lingkungan buatan. Branding memang
tidak dipandang sebagai cara untuk mengelola suatu kota, melainkan sebagai alat
untuk menyampaikan citra positif dengan tujuan meningkatkan persepsi yang dimiliki
berbagai pemangku kepentingan di mana branding tidak dapat mengubah suatu kota
tetapi dapat membantu meningkatkan daya saing secara keseluruhan. pembentukan
branding kota dapat mempengaruhi peta mental bagaimana pengunjung
mempersepsikan sebuah kota di benak mereka, ini terjadi karena citra merupakan
cerminan atau gambaran kondisi dari unsur-unsur yang dimiliki suatu kota pada kurun
waktu yang relatif lama.
Kata Kunci: City Branding, Kearifan Lokal, pemasaran
Al- Ma'arif. Jurnal Prodi S1 Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam.
Fakultas Adab dan Humaniora UIN Imam Bonjol Padang
https://www.rjfahuinib.org/index.php/almaarif/
230
Al- Ma'arif: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam ISSN 0740-8188
Revi, Imca
pundi PAD dan pendapatan APBN dari City
1. PENDAHULUAN
Pemasaran sebuah kota, daerah, dan negara
Branding. Di antaranya Kota Bandung
telah menjadi sangat dinamis, kompetitif,
Jakarta”, Kota Solo dengan “Solo the spirit of
dan penting dewasa ini. Dalam keadaan ini,
Java”
para pemimpin pasar telah mencitrakan
adalah Kota Amsterdam – Belanda dengan
dirinya sendiri agar lebih menonjol daripada
“I amsterdam” begitu juga Kota New York –
kompetitor mereka. Kota, daerah, dan
USA dengan “I Love NY”. Creative City
negara menemukan bahwa gambaran yang
Branding merupakan bagian dari proses
baik dan implementasi penuh dari brand
kreatif. Tidak bisa muncul begitu saja secara
strategy memberikan banyak manfaat dan
instan, melainkan memerlukan proses yang
keuntungan. Lokasi geografis, seperti produk
panjang dengan cara melihat, berfikir, dan
dan personal, juga dapat dijadikan acuan
bertindak.
dengan “BDG”, Kota Jakarta dengan “Enjoy
dan yang
lebih
mencengangkan
untuk membuat brand dengan menciptakan
dan
mengkomunikasikan
bagi
Dengan perkembangan ini, berbagai daerah
Kota,
di Indonesia dihadapkan pada persaingan
negara bagian, dan negara masa kini telah
global dengan daerah dan kota lain di
aktif dikampanyekan melalui periklanan,
seluruh dunia yang tidak bisa ditawar-tawar.
direct mail, dan perangkat komunikasi
Padang misalnya, tidak hanya bersaing
lainnya. (Keller, 2003, h.40).
dengan Bali, Jogja, Bandung dan Jakarta,
suatu lokasi yang
identitas
bersangkutan.
tetapi juga dengan Kualalumpur, Singapura,
City branding dapat dikatakan sebagai
Phuket, Macau dan kota lainnya di dunia.
strategi dari suatu negara atau daerah
untuk membuat positioning yang kuat
2. TINJAUAN PUSTAKA
didalam benak target pasar mereka, seperti
layaknya positioning sebuah produk atau
2.1 City Branding
jasa, sehingga negara dan daerah tersebut
Saat ini terdapat berbagai definisi "brand"
dapat dikenal secara luas diseluruh dunia.
dan "branding". Menurut kamus kosakata
Harahap (dalam Gustiawan, 2011). Banyak
Interbrand, sebuah konsultan branding
kota dan negara lain telah merasakan
terkemuka di dunia yang berpusat di
keuntungan besar mendapatkan pundi-
New York, mendefinisikan brand secara
Al- Ma'arif. Jurnal Prodi S1 Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam.
Fakultas Adab dan Humaniora UIN Imam Bonjol Padang
https://www.rjfahuinib.org/index.php/almaarif/
231
Al- Ma'arif: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam ISSN 0740-8188
Revi, Imca
lebih
spesifik,
attributes,
yakni
"a
tangible
mixture
and
of
intangible,
pembeda dikenal dengan istilah brand
elements.
Jadi
secara
teknis,
ketika
symbolized in a trademark, which, if
seseorang menciptakan nama baru, logo,
managed properly, creates value and
atau simbol untuk sebuah produk baru, ia
influence" Yaitu suatu perpaduan dari
telah menciptakan sebuah brand.
atribut,
nyata
disimbolkan
dan
melalui
abstrak,
yang
sebuah
nama
Namun
demikian,
brand
bukan
produk tetapi memberi arti pada produk
dagang, yang, apabila dikelola dengan
dan
mendefinisikan
tepat, dapat menghasilkan nilai dan
dalam
pengaruh.
sepenuhnya adalah janji, persepsi, segala
ruang
dan
identitas
produk
waktu.
Brand
Sedangkan "branding" didefinisikan
sesuatu yang konsumen lihat, dengar,
sebagai "selecting and blending tangible
baca, ketahui, rasakan pikiran tentang
and intangible attributes to differentiate
suatu produk, jasa, atau bisnis. Merek
the product, service or corporation in an
juga memiliki posisi istimewa dibenak
attractive, meaningful and compelling
konsumen,
way"
masa lalu, pergaulan, dan ekspetasi masa
(Ibid)
Yaitu
pemilihan
dan (...truncated)