Segmentasi Kerusakan Jalan Menggunakan Metode Binary Thresholding
Jurnal Elektronik Ilmu Komputer Udayana
Volume 11, No 4. Mei 2023
p-ISSN: 2301-5373
e-ISSN: 2654-5101
Segmentasi Kerusakan Jalan Menggunakan Metode
Binary Thresholding
Putu Bagus Dio Pranataa1, I Gede Arta Wibawaa2
Informatika, Universitas Udayana
Kuta Selatan, Badung, Bali, Indonesia
@email.com
Abstract
Segmentasi pada Kerusakan Jalan, dilakukan untuk mempermudah dalam menentukan hasil dari data
citra jalan, apakah memiliki akurasi yang tinggi atau rendah dalam mempertegas fitur yang diinginkan,
yaitu Kerusakan pada Jalan, dengan metode Binary Threesholding. Akan dilakukan Digitalisasi
Kerusakan Jalan agar menghasilkan data citra yang diperoleh melalui pemindai atau kamera dengan
kualitas yang baik.Kemudian jika citra Jalan terdapat kerusakan, serta memiliki kemiripan pixel antara
fitur atau foreground dengan background, dimana object yang di inginkan adalah kondisi jalan yang
rusak, dan sulit untuk dilihat. Oleh karena itu penelitian ini berfokus pada peningkatan kualitas citra
untuk mempertegas object yang terdapat pada citra dengan proses thresholding. Hasil pengujian dalam
penelitian ini adalah untuk menghasilkan rentang nilai Binary dari 120 sampai dengan 155. Sehingga
dengan rentang nilai tersebut akan menghasilkan sebuah gambar yang memiliki object yang lebih
akurat, sehingga mampu mendeteksi secara perbedaan. Nilai akurasi dari metode yang digunakan
untuk segmentasi citra ini adalah 75% akurat.
Keywords: Kerusakan Jalan, Segmentasi Image, Binary Thresholding
1.
Pendahuluan
Saat ini, perkembangan dari sistem transportasi darat saat ini di Indonesia mengingkat pesat.
Dimana menurut data Badan Pusat Statistika (BPS), dimana jumlah pengguna kendaraan bermotor
terus bertambah setiap tahunnya, dengan jenis kendaraan bermotor yaitu Mobil Penumpang dengan
kenaikan jumlah pada tahun 2020, dengan total 15.797.746, dengan total keseluruhan kendaraan
bermotor mencapai 136.137.451 unit [1].
Jalan adalah prasarana transportasi darat yang meliputi segala bagian Jalan, termasuk
bangunan penghubung, bangunan pelengkap dan perlengkapannya yang diperuntukkan bagi lalu
lintas, yang berada pada permukaan tanah, di atas perrnukaan tanah, di bawah permukaan tanah,
dan/atau air, serta di atas permukaan air, kecuali jalan rel, jalan lori, dan jalan kabel [2].
Segmentasi merupakan sebuah Teknik yang digunakan untuk memisahkan antara fitur yang diinginkan foreground, dengan fitur lain yaitu background, dengan tujuan untuk mendapatkan fitur yang
di-inginkan pada suatu citra tertentu sesuai kebutuhan, maka dari itu segmentasi pada citra diperlukan
dalam proses pengambilan fitur[7].
Penggunaan segmentasi dalam pengambilan fitur yang diinginkan, dengan disusulnya
perkembangan Sistem Transportasi Darat, menurut data dengan jenis kendaraan yaitu Mobil
Penumpang sangat pesat. Kemudian sebuah kondisi, dimana jalan mengalami tekstur dan berlubang,
adalah kondisi jalan yang tidak mampu untuk memberikan pelayanan optimal, dengan kondisi
permukaan membentuk lingkaran, dengan kedalaman setengah dari tebal jalan tersebut, dan dimensi
lingkaran sebesar 150 mm [3].
Pada umumnya, umur jalan yang sudah diperkirakan untuk masa pelayanan yang optimal,
ternyata tidaklah sesuai dengan keadaan yang terjadi di lapangan, dimana kondisi rusaknya jalan
tersebut terjadi disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya seperti kondisi tanah yang kurang baik
807
Jurnal Elektronik Ilmu Komputer Udayana
Volume 11, No 4. Mei 2023
p-ISSN: 2301-5373
e-ISSN: 2654-5101
dan bertekstur, material yang digunakan, lalu beban maksimal dari jalan tersebut, pertumbuhan lalu
lintas yang meningkat setiap tahuun nya, hingga kondisi dan faktor lingkungan[4].
Untuk kenyamanan berkendara, realisasi dan klasifikasi jalan menjadi topik penting dalam
sebuah aplikasi, kemudian aplikasi sistem bantuan mengemudi atau Advance Driver Assisance System
(ADAS), sedang dikembangkan saat ini [5][6]. Dan dengan hasil penelitian ini, dapat melakukan
segmentasi kerusakan jalan, serta akurasi nya terhadap hasil fitur atau foreground yang di-inginkan.
2.
Metode Penelitian
Pada penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimen yang merupakan rangkaian
kegiatan percobaan dengan tujuan untuk menyelidiki suatu masalah sehingga diperoleh hasil Gambar
2.1 berikut :
Gambar 2.1 Model Desain Penelitian
2.1.
Pengumpulan Data
Penggunaan citra pada penelitian ini adalah Citra digital dari kondisi jalan yang rusak, sertaberlubang, di
Kota Denpasar, Gianyar, serta sumber dari internet, dan berjumlah 10 data citra, dapat dilihat pada
gambar 2.2. berikut :
Gambar 2.2 Dataset jalan berlubang Kota Denpasar
2.2.
Pengambilan Citra Berlubang pada Jalan Raya
Tahap pengambilan citra ini dilakukan dengan cara menggunakan kamera dari handphone (mobile)
808
Jurnal Elektronik Ilmu Komputer Udayana
Volume 11, No 4. Mei 2023
p-ISSN: 2301-5373
e-ISSN: 2654-5101
dengan sudut kemiringan 30 β 40 derajat, seperti gambar 2.3 berikut:
Gambar 2.3
2.3.
Digitalisasi Citra
Kemudian setelah citra didapatkan, dilakuakn pengolahan citra terlebih dahulu, seperti perbaikan kualitas
gambar (peningkatan kontras, transformasi warna, restorasi citra), pemilihan citra , melakuakan proses
penarikan informasi atau deskripsi objek foreground yang terkandung pada citra. Input dari pengolahan
citra adalah citra, sedangkan output-nya adalah citra hasil pengolahan[4].
2.4.
Konversi Citra Dari RGB ke Grayscale (Preprocessing)
Pada tahap ini, citra yang digunakan memiliki pixel dengan warna RGB (Red Green Blue) secara default
saat melakukan pengambilan data, kemudian dilakukan pengubahan pixel warna pada cirta menjadi
Grayscale, dimana Grayscale memiliki rentang warna gradasi hitam serta putih, dan cocok digunakan
untuk pengolahan gambar.[7] Didefinisikan sesuai persamaan berikut:
ππππ¦π ππππ = 0.299π
+ 0.587πΊ + 0.114π΅ β¦ β¦ β¦ β¦ β¦ . (1)
atau
ππππ¦π ππππ = 0.333π
+ 0.333πΊ + 0.333π΅ β¦ β¦ β¦ β¦ β¦ . (2)
2.5.
Segmentasi Citra dengan Metode Binary Thresholding
Dalam penelitian ini, dilakukan Teknik segmentasi citra pada jalan berlubang untuk mengetahui
foreground fitur yang diinginkan, dan memisahkan nya dengan background fitur lainnya. Kemudian
segmentasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah Binary Thresholding. Dalam Thressholding,
setiap nilai piksel citra dibandingkan dengan nilai ambang (threshold) tertentu.[7] Dengan kata lain,
mencari angka binary dari 0 β 225 yang pas untuk digunakan untuk memisahkan antara objek atau fitur
foreground berupa jalan yang rusak, dengan background bagian jalan lainnya, atay bagian jalan tidak
rusak. Untuk proses binarisasi nilai pada citra, dapat menggunakan rumus berikut :
1, ππππ π(π₯, π¦) β₯ π
π(π₯, π¦) = {
}
0, ππππ π(π₯, π¦) β€ π
2.6.
Pengujian Pakar
Pada tahapan ini, akan dilakukan pengujian terhadap data yang akan di uji. Data yang akan diuji adalah
Gambar Citra Digital, dari bagian jalan yang rusak dengan hasil dari tingkat Segmentasi Citra
menggunakan metode Binary Threesholding.
809
Jurnal Elektronik Ilmu Komputer Udayana
Volume 11, No 4. (...truncated)