(STUDI KEPUSTAKAAN) IMPLEMENTASI ETHNOPARENTING TERHADAP ANAK USIA DINI SUKU BADUY
AL IHSAN: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini
Volume 03 Nomor 02 Tahun 2022
Online ISSN 2745-8253
(Studi Kepustakaan) Implementasi Ethnoparenting
Terhadap Anak Usia Dini Suku Baduy
Dinah Halilah1, RR. Deni Widjayatri2
Universitas Pendidikan Indonesia Bandung, Indonesia
e-mail: , ,
Abstrak
Penelitian tentang implementasi ethnoparenting ini memiliki urgensi krusial
dalam keunikan yang ada di Nusantara. Penelitian ini mengangkat isu menarik
mengenai pengasuhan yang diterapkan oleh suku Baduy kepada anak-anak dengan
sistem kepercayaan adat yang diadopsi. Nilai-nilai budaya yang berada di wilayah
suku Baduy Lebak Banten telah menjadi tradisi turun temurun yang disadari oleh
orang tua kepada anak-anak dengan adat istiadat setempat. Tujuan penelitian ini
adalah untuk mengetahui penerapan ethnoparenting pada suku Baduy. Metode
penelitian menggunakan studi kepustakaan dengan pendekatan deskriptif kualitatif
berdasarkan keadaan sifat atau sifat nilai suatu objek dan gejala tertentu. Hasil studi
literatur yang ditinjau oleh peneliti menggambarkan pola asuh yang diterapkan oleh
orang tua suku Baduy dengan menerapkan nilai-nilai budaya lokal yang telah
dilakukan secara turun temurun. Penelitian ini menggambarkan bahwa penerapan
pola asuh bagi anak usia dini di suku Baduy masih mempertahankan amanah leluhur,
meskipun Baduy luar sudah mulai beradaptasi dengan dunia moderen, namun
amanat leluhur tetap dipertahankan dan dilestarikan.
Kata Kunci: Anak Usia Dini, Ethnoparenting, Suku Baduy.
Abstract
This research on the implementation of ethnoparenting has a crucial urgency
in the uniqueness that exists in the archipelago. This study raises an interesting issue
regarding the upbringing applied by the Baduy culture to children with the customary
belief system adopted. Cultural values that are in the area of the Baduy-Lebak Banten
tribe have become a hereditary tradition that is realized by parents to children with
local customs. The purpose of this study was to determine the application or
application of parenting culture in the Baduy tribe. The research method uses a
literature study with a qualitative descriptive approach that is studied based on a
description of the state of the nature or nature of the value of an object and certain
symptoms. The results of the literature study reviewed by researchers describe the
parenting applied by Baduy tribal parents implementing local cultural values that
have been carried out from generation to generation. This study illustrates that the
AL IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini
E-ISSN 2745-8253
Dinah Halilah & RR. Deni Widjayatri
application of parenting for early childhood in the Baduy Tribe still maintains the
ancestral mandate, although the outer Baduy has begun to adapt to the world of
developments, the ancestral mandate is still maintained and preserved.
Keywords : Early Chilhood, Ethnoparenting, Baduy Tribe.
Accepted:
October 30 2022
Reviewed:
November 21 2022
Published:
November 26 2022
A. Pendahuluan
Indonesia merupakan negara kepulauan yang terdiri dari pulau-pulau dengan
karakteristik alam yang berbeda-beda. Jumlah penduduk negara Indonesia juga
sangat banyak yaitu sekitar 240 juta jiwa. Ciri-ciri alam akan membentuk karakter
dan budaya orang yang berbeda. Selanjutnya, sebagai masyarakat multi etnis, di
Indonesia ada ratusan orang dengan kultur yang berbeda. Meskipun Indonesia
merupakan negara dengan populasi masyarakat yang sangat beragam, tetapi
kerukunannya dapat terjaga karena semboyan negara kesatuan republik Indonesia
(NKRI) yaitu “bhineka tunggal ika” (berbeda tapi tetap satu tujuan).
Keanekaragaman ini terjadi bukan hanya karena banyaknya pulau, tetapi juga
karena perbedaan budaya disemua kelompok etnis (Supriatin and Nasution 2017).
Indonesia dikenal pula dengan negeri seribu pulau karena terdiri dari 16.056 pulau
(Badan informasi Geospasial 2017). Pulau utama yang berada di Indonesia
diantaranya Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi dan Papua. Jumlah pulau di
Indonesia sesuai dengan keanekaragaman etnis yang dipengaruhi oleh proses
akulturasi dan asimilasi. Peningkatan keanekaragaman budaya di Indonesia dicapai
melalui perbedaan agama, adat istiadat, tradisi, mata pencaharian dan kesenian
sesuai suku-suku tersebut (Latif and Manjorang 2021).
Indonesia sebagai negara multikultural memiliki risiko konflik yang tinggi.
Konflik tersebut didasarkan pada perbedaan gaya hidup dan identitas kelompok
budaya. Dalam identitas dan cara hidup kelompok budaya ini memungkinkan
terjadinya prasangka rasial sehingga memicu konflik masyarakat. Berbagai konflik
ras, suku, budaya dan agama di Indonesia sendiri menjadi tantangan terutama bagi
sistem pendidikan untuk mengolah dan mengorganisir berbagai perbedaanperbedaan yang ada untuk menjadi potensi yang dapat mengarah kepada kemajuan
dan menimbulkan sisi positif pada masyarakat yang kaya akan budaya. Mengutip
penelitian Isnaini dalam (Husaini et al. 2022) mengenai keaneka ragaman suku
bangsa, terdapat penyebab dan konflik atas permasalahan keberadaan suku bangsa
yang cukup berkembang di Indonesia. Paham individualis akan pandangan hidup
Al Ihsan: Volume 03 Nomor 02, 2022
92
Dinah Halilah & RR. Deni Widjayatri
menjadi permasalahan yang muncul bagi interaksi suku bangsa di negara yang kaya
budaya.
Masyarakat Indonesia yang memiliki berbagai macam suku adat sebagian
terisolir secara kelompok, fisik, geografis dan sosial, namun umumnya memiliki
kesinambungan sejarah, fitur, marginalisasi, identitas diri dan otonomi. Sebagian
komunitas ini tinggal di daerah terpencil yang sering kali sulit dijangkau. Kebiasaan
sosial di masyarakat umumnya bergantung pada kekerabatan yang sangat dekat
terbatas dan homogen. Aktivitas sehari-hari mereka tetap berinteraksi secara
biologis tradisional dalam ikatan darah dan pernikahan. Salah satu suku adat
tersebut adalah masyarakat Baduy yang terletak di Kabupaten Lebak Banten. Suku
Baduy merupakan salah satu suku negara yang sangat populer di Indonesia karena
masyarakatnya patuh kepada kepercayaan nenek moyang dari jaman dahulu.
Sistem budaya pada suku adat Baduy meliputi kepercayaan, nilai dan sistem
normatif, ekspresi, estetika dan komunikasi. Pada dasarnya suku Baduy merupakan
masyarakat yang unik. Hingga saat ini suku Baduy tetap mempertahankan nilai-nilai
dasar budaya yang mereka yakini dan miliki di tengah peradaban jaman. Suku
Baduy memiliki warna yang kaya akan adat, budaya dan tradisi pada nilai-nilai
kehidupan. Terdapat tiga hal utama dalam mewarnai aktivitas sehari-hari mereka
yaitu sikap kesederhanaan dalam kehidupan, dekat dengan alam dan semangat
mandiri (Hasmika and Malihah 2020).
Suku Baduy merupakan salah satu keragaman budaya yang terdapat di
Indonesia dengan memiliki ciri khas memegang nilai-nilai adat setempat. Suku
Baduy merupakan sekelompok etnis yang hidup berdampingan dengan alam,
terletak di pegunungan Kendeng, Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar,
Kabupaten Lebak Banten. Suku Baduy memiliki dua wilayah teritorial yaitu ya (...truncated)