(STUDI KEPUSTAKAAN) IMPLEMENTASI ETHNOPARENTING TERHADAP ANAK USIA DINI SUKU BADUY

AL IHSAN: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Nov 2022

This research on the implementation of ethnoparenting has a crucial urgency in the uniqueness that exists in the archipelago. This study raises an interesting issue regarding the upbringing applied by the Baduy culture to children with the customary belief system adopted. Cultural values ​​that are in the area of ​​the Baduy-Lebak Banten tribe have become a hereditary tradition that is realized by parents to children with local customs. The purpose of this study was to determine the application or application of parenting culture in the Baduy tribe. The research method uses a literature study with a qualitative descriptive approach that is studied based on a description of the state of the nature or nature of the value of an object and certain symptoms. The results of the literature study reviewed by researchers describe the parenting applied by Baduy tribal parents implementing local cultural values ​​that have been carried out from generation to generation. This study illustrates that the application of parenting for early childhood in the Baduy Tribe still maintains the ancestral mandate, although the Outer Baduy has begun to adapt to the world of developments, the ancestral mandate is still maintained and preserved. Keywords : Early chilhood, etnoparenting, Baduy tribe

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://ejournal.iaiibrahimy.ac.id/index.php/alihsan/article/download/1324/919

(STUDI KEPUSTAKAAN) IMPLEMENTASI ETHNOPARENTING TERHADAP ANAK USIA DINI SUKU BADUY

AL IHSAN: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 03 Nomor 02 Tahun 2022 Online ISSN 2745-8253 (Studi Kepustakaan) Implementasi Ethnoparenting Terhadap Anak Usia Dini Suku Baduy Dinah Halilah1, RR. Deni Widjayatri2 Universitas Pendidikan Indonesia Bandung, Indonesia e-mail: , , Abstrak Penelitian tentang implementasi ethnoparenting ini memiliki urgensi krusial dalam keunikan yang ada di Nusantara. Penelitian ini mengangkat isu menarik mengenai pengasuhan yang diterapkan oleh suku Baduy kepada anak-anak dengan sistem kepercayaan adat yang diadopsi. Nilai-nilai budaya yang berada di wilayah suku Baduy Lebak Banten telah menjadi tradisi turun temurun yang disadari oleh orang tua kepada anak-anak dengan adat istiadat setempat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan ethnoparenting pada suku Baduy. Metode penelitian menggunakan studi kepustakaan dengan pendekatan deskriptif kualitatif berdasarkan keadaan sifat atau sifat nilai suatu objek dan gejala tertentu. Hasil studi literatur yang ditinjau oleh peneliti menggambarkan pola asuh yang diterapkan oleh orang tua suku Baduy dengan menerapkan nilai-nilai budaya lokal yang telah dilakukan secara turun temurun. Penelitian ini menggambarkan bahwa penerapan pola asuh bagi anak usia dini di suku Baduy masih mempertahankan amanah leluhur, meskipun Baduy luar sudah mulai beradaptasi dengan dunia moderen, namun amanat leluhur tetap dipertahankan dan dilestarikan. Kata Kunci: Anak Usia Dini, Ethnoparenting, Suku Baduy. Abstract This research on the implementation of ethnoparenting has a crucial urgency in the uniqueness that exists in the archipelago. This study raises an interesting issue regarding the upbringing applied by the Baduy culture to children with the customary belief system adopted. Cultural values that are in the area of the Baduy-Lebak Banten tribe have become a hereditary tradition that is realized by parents to children with local customs. The purpose of this study was to determine the application or application of parenting culture in the Baduy tribe. The research method uses a literature study with a qualitative descriptive approach that is studied based on a description of the state of the nature or nature of the value of an object and certain symptoms. The results of the literature study reviewed by researchers describe the parenting applied by Baduy tribal parents implementing local cultural values that have been carried out from generation to generation. This study illustrates that the AL IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini E-ISSN 2745-8253 Dinah Halilah & RR. Deni Widjayatri application of parenting for early childhood in the Baduy Tribe still maintains the ancestral mandate, although the outer Baduy has begun to adapt to the world of developments, the ancestral mandate is still maintained and preserved. Keywords : Early Chilhood, Ethnoparenting, Baduy Tribe. Accepted: October 30 2022 Reviewed: November 21 2022 Published: November 26 2022 A. Pendahuluan Indonesia merupakan negara kepulauan yang terdiri dari pulau-pulau dengan karakteristik alam yang berbeda-beda. Jumlah penduduk negara Indonesia juga sangat banyak yaitu sekitar 240 juta jiwa. Ciri-ciri alam akan membentuk karakter dan budaya orang yang berbeda. Selanjutnya, sebagai masyarakat multi etnis, di Indonesia ada ratusan orang dengan kultur yang berbeda. Meskipun Indonesia merupakan negara dengan populasi masyarakat yang sangat beragam, tetapi kerukunannya dapat terjaga karena semboyan negara kesatuan republik Indonesia (NKRI) yaitu “bhineka tunggal ika” (berbeda tapi tetap satu tujuan). Keanekaragaman ini terjadi bukan hanya karena banyaknya pulau, tetapi juga karena perbedaan budaya disemua kelompok etnis (Supriatin and Nasution 2017). Indonesia dikenal pula dengan negeri seribu pulau karena terdiri dari 16.056 pulau (Badan informasi Geospasial 2017). Pulau utama yang berada di Indonesia diantaranya Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi dan Papua. Jumlah pulau di Indonesia sesuai dengan keanekaragaman etnis yang dipengaruhi oleh proses akulturasi dan asimilasi. Peningkatan keanekaragaman budaya di Indonesia dicapai melalui perbedaan agama, adat istiadat, tradisi, mata pencaharian dan kesenian sesuai suku-suku tersebut (Latif and Manjorang 2021). Indonesia sebagai negara multikultural memiliki risiko konflik yang tinggi. Konflik tersebut didasarkan pada perbedaan gaya hidup dan identitas kelompok budaya. Dalam identitas dan cara hidup kelompok budaya ini memungkinkan terjadinya prasangka rasial sehingga memicu konflik masyarakat. Berbagai konflik ras, suku, budaya dan agama di Indonesia sendiri menjadi tantangan terutama bagi sistem pendidikan untuk mengolah dan mengorganisir berbagai perbedaanperbedaan yang ada untuk menjadi potensi yang dapat mengarah kepada kemajuan dan menimbulkan sisi positif pada masyarakat yang kaya akan budaya. Mengutip penelitian Isnaini dalam (Husaini et al. 2022) mengenai keaneka ragaman suku bangsa, terdapat penyebab dan konflik atas permasalahan keberadaan suku bangsa yang cukup berkembang di Indonesia. Paham individualis akan pandangan hidup Al Ihsan: Volume 03 Nomor 02, 2022 92 Dinah Halilah & RR. Deni Widjayatri menjadi permasalahan yang muncul bagi interaksi suku bangsa di negara yang kaya budaya. Masyarakat Indonesia yang memiliki berbagai macam suku adat sebagian terisolir secara kelompok, fisik, geografis dan sosial, namun umumnya memiliki kesinambungan sejarah, fitur, marginalisasi, identitas diri dan otonomi. Sebagian komunitas ini tinggal di daerah terpencil yang sering kali sulit dijangkau. Kebiasaan sosial di masyarakat umumnya bergantung pada kekerabatan yang sangat dekat terbatas dan homogen. Aktivitas sehari-hari mereka tetap berinteraksi secara biologis tradisional dalam ikatan darah dan pernikahan. Salah satu suku adat tersebut adalah masyarakat Baduy yang terletak di Kabupaten Lebak Banten. Suku Baduy merupakan salah satu suku negara yang sangat populer di Indonesia karena masyarakatnya patuh kepada kepercayaan nenek moyang dari jaman dahulu. Sistem budaya pada suku adat Baduy meliputi kepercayaan, nilai dan sistem normatif, ekspresi, estetika dan komunikasi. Pada dasarnya suku Baduy merupakan masyarakat yang unik. Hingga saat ini suku Baduy tetap mempertahankan nilai-nilai dasar budaya yang mereka yakini dan miliki di tengah peradaban jaman. Suku Baduy memiliki warna yang kaya akan adat, budaya dan tradisi pada nilai-nilai kehidupan. Terdapat tiga hal utama dalam mewarnai aktivitas sehari-hari mereka yaitu sikap kesederhanaan dalam kehidupan, dekat dengan alam dan semangat mandiri (Hasmika and Malihah 2020). Suku Baduy merupakan salah satu keragaman budaya yang terdapat di Indonesia dengan memiliki ciri khas memegang nilai-nilai adat setempat. Suku Baduy merupakan sekelompok etnis yang hidup berdampingan dengan alam, terletak di pegunungan Kendeng, Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak Banten. Suku Baduy memiliki dua wilayah teritorial yaitu ya (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://ejournal.iaiibrahimy.ac.id/index.php/alihsan/article/download/1324/919
Article home page: https://ejournal.iaiibrahimy.ac.id/index.php/alihsan/article/view/1324/919

Dinah Halilah, RR. Deni Widjayatri. (STUDI KEPUSTAKAAN) IMPLEMENTASI ETHNOPARENTING TERHADAP ANAK USIA DINI SUKU BADUY, AL IHSAN: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini, 2022, pp. 091-100,