Islam vs Liberalisme: Konstruk Pemikiran Binder dan Kurzman

Al Mabhats : Jurnal Penelitian Sosial Agama, Oct 2022

Abstract: This research examines, compares, and identifies the conceptual distinctions between Binder and Kurzman's perspectives on Islamic Liberalism. The study employs a qualitative methodology and library approaches. Data were retrieved from fifty sources and then analyzed. The study's findings indicate significant distinctions between Binder's and Kurzman's modes of thought. Through talks with some western-educated Islamic philosophers, liberalism is shown to be more binding than the ideology itself. Western liberalism and the interaction between these teachings and Islamic aspects, in the context of a dialogue process between Islamic liberalism and Western liberalism, so that the two might share resources. Meanwhile, Kurzman's study of the Islamic setting will be conflict- and blessing-free. Abstrak: Penelitian bertujuan untuk menganalisis, mengkomparasi dan menemukan konstruk perbedaan pemikiran Binder dan Kurzman terkait Islam Liberal. Penelitian menggunakan paradigma kualitatif dengan teknik kepustakaan. Data diambil dari 50 rujukan, selanjutnya dianalisis secara komparatif. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan esensial antara paradigma pemikiran Binder berbeda dengan Kurzman. Binder lebih menekankan pada konsep liberalisme melalui metode diskusi dengan beberapa pemikir Islam berasal dari barat. Liberalisme barat dan hubungan ajaran tersebut dengan elemen-elemen Islam dengan pemikiran inti adanya proses dialog antara liberalisme Islam dengan liberalisme Barat sehingga terjadi adanya take and give di antara keduanya. Sedangkan kajian Kruzman mengedepankan konteks keislamannya agar terbebas dari pertikaian dan pertentangan.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://journal.iainlhokseumawe.ac.id/index.php/AlMabhats/article/download/1017/546

Islam vs Liberalisme: Konstruk Pemikiran Binder dan Kurzman

Al-Mabhats : Jurnal Penelitian Sosial Agama Januari - Juni 2022 | p.51-66 DOI: 10.47766/almabhats.v7i1.1017 e-ISSN: 2615-5591| p-ISSN: 2548-3838 Islam vs Liberalisme: Konstruk Pemikiran Binder dan Kurzman Muhammad Rizkal Fajri,1 Radiansyah,2 Anjas Baik Putra3 1Universitas Utara Muhammadiyah Bandar Lampung, ARTICLE HISTORY Received: 31-03-2022 Accepted: 30-06-2022 Keywords: Charles Kurzman, Islamic View, Leonard Binder, Liberalism. Kata Kunci: Charles Kurzman, Islam Liberal, Leonard Binder. 2,3, Universitas Islam Negeri Sumatera Abstract: This research examines, compares, and identifies the conceptual distinctions between Binder and Kurzman's perspectives on Islamic Liberalism. The study employs a qualitative methodology and library approaches. Data were retrieved from fifty sources and then analyzed. The study's findings indicate significant distinctions between Binder's and Kurzman's modes of thought. Through talks with some western-educated Islamic philosophers, liberalism is shown to be more binding than the ideology itself. Western liberalism and the interaction between these teachings and Islamic aspects, in the context of a dialogue process between Islamic liberalism and Western liberalism, so that the two might share resources. Meanwhile, Kurzman's study of the Islamic setting will be conflict- and blessing-free. Abstrak: Penelitian bertujuan untuk menganalisis, mengkomparasi dan menemukan konstruk perbedaan pemikiran Binder dan Kurzman terkait Islam Liberal. Penelitian menggunakan paradigma kualitatif dengan teknik kepustakaan. Data diambil dari 50 rujukan, selanjutnya dianalisis secara komparatif. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan esensial antara paradigma pemikiran Binder berbeda dengan Kurzman. Binder lebih menekankan pada konsep liberalisme melalui metode diskusi dengan beberapa pemikir Islam berasal dari barat. Liberalisme barat dan hubungan ajaran tersebut dengan elemen-elemen Islam dengan pemikiran inti adanya proses dialog antara liberalisme Islam dengan liberalisme Barat sehingga terjadi adanya take and give di antara keduanya. Sedangkan kajian Kruzman mengedepankan konteks keislamannya agar terbebas dari pertikaian dan pertentangan. © 2022 Al Mabhats : Jurnal Penelitian Sosial Agama Under The License CC-BY SA 4.0 Corresponding Author: * https://doi.org/10.47766/almabhats.v7i1.1017 51 Muhammad Rizkal Fajri, Radiansyah, Anjas Baik Putra PENDAHULUAN Liberalisme merupakan salah satu ideologi Barat yang muncul seiring dengan gelombang modernisme dan postmodernisme, dan telah mempengaruhi sistem pemikiran politik, ekonomi, sosial, dan bahkan agama (Mohiuddin, 2018; Zarkasyi, 2012). Seiring perkembangan sejarah, istilah Islam liberal tidak terlalu dikenal dan diperhatikan orang di Indonesia. Apalagi jumlah pendukungnya hanya minoritas yang amat kecil. Majelis Pimpinan Badan Kerja Sama Pondok Pesantren se-Indonesia (BKSPPI) menyatakan bahwa apa yang ditawarkan Jaringan Islam Liberal hanyalah sebongkah kesesatan. Perbedaan dengan mereka mengalami pedangkalan yang berakhir dengan kesesatan (Fogg, 2015). Bahkan hal itu berlanjut dengan dikeluarkannya fatwa MUI pada tahun 2005 yang menyatakan bahwa faham liberalisme adalah sesat dan menganut faham itu adalah haram hukumnya (Permana, 2017). Fatwa ini menunjukkan banyak umat Islam dan para pemikirnya yang konservatif tidak menerima paham liberalisme, perkembangan ini perlu diantisipasi, karena akan membuat pukulan balik kepada cita-cita besar bangsa ini dalam mewujudkan masyarakat Indonesia yang adil, terbuka dan demokratis. Lebih-lebih kecendrungan ini tampaknya menguat belakangan ini bersamaan dengan perkembangan fundamentalisme Islam, radikalisme, dan gerakan-gerakan jihad (Rachman, 2010). Islam liberal di Indonesia dipopulerkan oleh pihak penentangnya. Banyak sekali kritikan dan klaim-klaim negatif yang ditujukan pada Islam liberal. Pertentangan dan klaim-klaim di atas, timbul karena perbedaan dasar pemikiran dan pemahaman terhadap wahyu Tuhan yaitu teks al-Quran dan Hadits. Agama yang sering dita’rifkan sebagai sistem simbol, sistem nilai, sistem keyakinan dan sistem perilaku yang terlembagakan -yang semuanya berpusat pada persoalan yang dihayati dan paling maknawi (Ultimate meaning)- dalam aplikasinya tergantung cara memahami dan menginterpretasikannya (Suprayogo, 2012). Sementara itu, dikalangan umat Islam, banyak sekali salah pemahaman terkait dengan hukum Islam (yang tercermin dalam al-Quran dan Hadits) dan pemikiran hukum Islam (yang terkenal dengan Fiqih), banyak sekali kaum Muslim yang berpegangan hitam-putih pada pemikiran hukum Islam bukan pada hukum Islamnya, sehingga hal ini menyebabkan fanatik golongan (fanatik Madzhab) (Bashori, 2020; Kasdi, 2017). Cara pemahaman tersebut melahirkan corak dan karakteristik Islam dalam tataran aksi dan aktualnya, pada akhirnya, tidak jarang perbedaan pemahaman itu menimbulkan polaritas serta friksi-friksi dalam komunitas muslim, bahkan memicu munculnya konfrontasi. Sudah barang tentu hal ini mengancam integritas umat (Moosa, 2005). Hal inilah yang terjadi pada Islam Liberal yang 52 AL-Mabhats: Jurnal Penelitian Sosial Agama – Vol. 7 No. 1 Islam vs Liberalisme: Konstruk Pemikiran Binder dan Kurzman muncul di antara Islam adat dan islam revivalis (sebagaimana yang telah dirumuskan oleh Kurzman). Islam liberal dalam sejarahnya, sangat berperan dalam perkembangan Islam, ketika Islam dan ajarannya dianggap negatif oleh non Islam, menurut mereka “Islam” yang terkenal sangat primitif, konservatif, radikal, fanatik, dan ekstrem – hal ini sangat jauh dari inti ajarannya sebagai rahmatan lil ‘alaminkesan ini oleh Islam liberal sangat ditentang, islam liberal mau menghadirkan potret asli Islam itu dengan semangat kemodernan, namun tujuan Islam liberal ini dihadapkan pada pemahaman yang sudah mengakar di kalangan kaum Muslim pada waktu itu, sehingga langkah-langkah tersebut mengalami pertentangan dan perlawanan. Bahkan sampai pada vonis kemurtadan (Mahdani, 2014). Penelitian bertujuan menganalisis, mengkomparasi dan menemukan konstruk berpikir Binder dan Kurzman tentang Islam Liberal. Acuan utama dalam telaah pemikiran tokoh pemikir liberal tersebut, Binder mengacu kepada dalam bukunya yang berjudul; Islamic Liberalisme: A Critique of Development Ideologies, (Binder, 1988); sedangkan Charles Kurzman dalam pengantar buku, Liberal Islam, A Sourcebook (Kurzman, 1998). Pengertian Islamic Liberalism-nya Leonard Binder dan Liberal Islam-nya Charles Kurzman sebenarnya mempunyai pengertian dan sudut pandang berbeda. Sebagaimana diakui sendiri oleh Kurzman, Binder menggunakan sudut pandang "Islam bagian dari liberalisme" (a subset of liberalism), sedangkan Kurzman menggunakan pendekatan bahwa "liberalisme sebagai bagian dari Islam" (a subset of Islam). Konsekuensi lebih jauh dari perbedaan cara pandang ini, jika Binder berupaya melihat secara terbuka dialog Islam dengan Barat dan membiarkannya berdialektika dalam serangkaian proses take and give, termasuk denga (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://journal.iainlhokseumawe.ac.id/index.php/AlMabhats/article/download/1017/546
Article home page: https://journal.iainlhokseumawe.ac.id/index.php/AlMabhats/article/view/1017/546

Fajri Muhammad Rizkal, Radiansyah Radiansyah, Putra Anjas Baik. Islam vs Liberalisme: Konstruk Pemikiran Binder dan Kurzman, Al Mabhats : Jurnal Penelitian Sosial Agama, 2022, pp. 51-66,