Parenting Style Dalam Menanamkan Nilai-Nilai Akhlaq al-karimah
Al-Miskawaih: Journal of Science Education
(MIJOSE)
P-ISSN: 2964-9161
E-ISSN: 2964-9153
Agriculture, Ecosystems and Environment xxx (2008) 1–9
Journal Homepage: https://journal.centrism.or.id/index.php/mijose
Parenting Style Dalam Menanamkan Nilai-Nilai Akhlaq alkarimah
Rachmah Sri Rahayu1* Badarussyamsi2, Abdullah Yunus3
1Pascasarjana
UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi,
UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi,
3 UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi,
* Correspondence Author
2
Article History:
Abstract
Received : October 27, 2023
Revised : November 11, 2023
Accepted : December 02, 2023
Online
: February 28, 2024
Copyright:
This article reveals the application of parenting style in instilling
akhlaq al-karimah (Noble Characters) at the Ainul Yaqien Child
Welfare Institution (LKSA) in Jambi City. This article comes from
descriptive qualitative research using an ethnographic approach.
Data collection techniques use observation, interviews and
documentation. The data analysis techniques used are data
reduction, data presentation and drawing conclusions. Research
findings show that the parenting style in instilling akhlaq al-karimah
values at LKSA Ainul Yaqien, Jambi City uses an authoritative
parenting style combined with a parenting style that is advice,
example and habituation. The actualization of akhlaq al-karimah
values in this institution takes the form of maintaining cleanliness,
good manners, helping each other, being fair, telling the truth, being
sincere, being patient and always being grateful. The efforts made by
the institution to instill akhlaq al-karimah include; carrying out
worship, religious studies, practicing queuing, and dressing politely.
© The Authors
Abstrak
Lisencing:
Artikel ini mengungkap penerapan parenting style dalam
menanamkan nilai-nilai akhlaq al-karimah di Lembaga
Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Ainul Yaqien Kota Jambi. Artikel
ini berasal dari penelitian kualitatif deskriptif dengan menggunakan
pendekatan etnografi. Teknik pengumpulan data menggunakan
observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang
digunakan ialah reduksi data, penyajian data dan penarikan
kesimpulan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa parenting style
dalam menanamkan nilai-nilai akhlaq al-karimah di LKSA Ainul
Yaqien Kota Jambi menggunakan parenting style otoritatif yang
dikombinasikan dengan parenting style yang bersifat nasehat,
keteladanan, dan pembiasaan. Aktualisasi nilai akhlaq al-karimah di
lembaga ini berupa menjaga kebersihan, sopan santun, saling
tolong-menolong, bersikap adil, berkata jujur, ikhlas, sabar dan
selalu bersyukur. Adapun upaya yang dilakukan lembaga dalam
menanamkan nilai-nilai akhlaq al-karimah antara lain;
melaksanakan ibadah, kajian keagamaan, membudayakan antri, dan
berpakaian sopan.
Keywords:
Parenting Style
Children’s Attitude
Akhlaq al-Karimah
Disciplined Character
Values Habituation
DOI:
https://doi.org/10.56436/mijose.v2i1.284
This is an open-access article distributed
under the terms of the Creative
Commons Attribution-NonCommercialShareAlike 4.0 International License.
Licensed under a Creative Commons
Attribution 4.0 International License.
A.
Pendahuluan
Terpenuhinya kebutuhan psikologis anak akan menyokong pertumbuhan psikologis secara
baik serta sehat. Kewajiban orang tua ialah memberikan proteksi serta bertanggung jawab
terhadap pertumbuhan anak. Permasalahan akan timbul apabila orang tua tidak sanggup lagi
Al-Miskawaih: Journal of Science Education (MIJOSE), Vol. 2, No. 2 (Desember 2023)
Rahayu, Badarussyamsi, Yunus
Parenting Style…
mengasuh anaknya dengan baik. Peran orang tua pasti sangat berarti dalam pertumbuhan serta
berkembangan anak. Orang tua diharapkan jadi pendidik, sauri tauladan serta pondasi
berkembangnya anak. Bila orang tua sanggup memusatkan pada perihal yang positif, hingga anak
akan menirukan hal positif tersebut, kebalikannya bila orang tua memusatkan pada perihal
negatif, maka anak akan turut terjerumus dengan hal-hal negatif. Oleh karenanya, orang tua
penting sekali peranannya dalam kembang tumbuh anak. Dari pendidikan orang tua lah anak
mendapatkan ilmu-ilmu dasar tentang kehidupan.
Pendidikan adalah suatu wadah untuk mengembangkan potensi individu. Adapun
pendidikan itu tidak hanya berasal dari sekolah saja, tetapi juga dari lingkungan keluarga dan
lingkungan masyarakat. Tentunya pendidikan didasari terlebih dahulu dan di pondasikan dari
lingkungan keluarga. Dari lingkungan keluarga itulah nantinya anak akan mendapatkan ilmu
tentang kehidupan, mulai dari cara berbicara, dari tata bahasanya, dari cara bersikap, dan
sebagainya. Namun tidak semua anak mendapat pendidikan dan pembinaan dari keluarga
mereka. Hal ini terjadi dengan berbagai alasan, misalnya ada yang berasal dari keluarga yang
mampu namun orang tua tidak memiliki waktu mendidik, ada keluarga yang tidak mampu dalam
hal keuangan sehingga menyekolahkan anak semampunya, ada anak yang tidak memiliki orang
tua lagi karena orang tua meninggal dan hanya tinggal dengan sanak-saudara saja, dan
latarbelakang kehidupan yang berbeda lainnya. Sehingga tidak semua anak beruntung, hal ini
mengakibatkan anak tidak dapat tumbuh seperti anak lainnya. Anak terlantar pada umumnya
merupakan anak-anak yang berasal dari latar belakang keluarga yang berbeda-beda.
Menurut Magdalena,1 Disorganisasi keluarga seperti penceraian kedua orang tua, krisis
ekonomi keluarga dan meninggalnya salah satu atau kedua orang tua. Hal ini menjadi penyebab
terputusnya hubungan orang tua dan anak. Sehingga mengakibatkan anak terabaikan dan tidak
terperhatikan, apalagi pendidikan mereka. Dalam hal ini diperlukan orang dewasa melakukan
pembinaan secara utuh kepada mereka, baik pembinaan secara jasmani maupun pembinaan
secara rohani. Anak terlantar atau anak yatim piatu mendapat perhatian yang besar dalam Islam.
Penyediaan fasilitas hidup dan sarana pendidikan anak yatim piatu merupakan hal penting dalam
pertumbuhannya dan Islam memperhatikan itu. Allah berfirman:
ُ ع ِن ْٱل َي َٰتَ َم َٰى ۖ قُلْ ِإص ََْل ٌح له ُه ْم َخ ْي ٌر ۖ َو ِإن تُخَا ِل
ٱَّلل
َ ِح ۚ َولَ ْو
ْ ٱَّلل َي ْعلَ ُم ْٱل ُم ْف ِس َد مِنَ ْٱل ُم
َ َفِى ٱل ُّد ْن َيا َوٱلْ َءاخِ َرةِ ۗ َو َيسْـَٔلُونَك
ُ شا ٓ َء ه
ُ طوهُ ْم فَإِ ْخ َٰ َونُ ُك ْم ۚ َو ه
ِ صل
ٌ ع ِز
يز َحكِي ٌم
َ ٱَّلل
َ ََل َ ْع َنتَ ُك ْم ۚ إِ هن ه
“Tentang dunia dan akhirat. Dan mereka bertanya kepadamu tentang anak yatim, katakalah:
"Mengurus urusan mereka secara patut adalah baik, dan jika kamu bergaul dengan mereka,
maka mereka adalah saudaramu; dan Allah mengetahui siapa yang membuat kerusakan dari
yang mengadakan perbaikan. Dan jikalau Allah menghendaki, niscaya Dia dapat
mendatangkan kesulitan kepadamu. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”2
Peran orang tua sangat dibutuhkan dalam memenuhi hak anak. Upaya yang dilakukan untuk
anak-anak yang tidak lagi memiliki orang tua, salah satunya dengan mencarikan orang tua
pengganti atau orang tua asuh. Orang tua pengganti atau orangtua asuh memi (...truncated)