Implementasi Aplikasi Toy App dan Modul Ajar Berbasis Proyek di SD Negeri 1 Padenganploso Kabupaten Lamongan
Abdimas Universal 5 (2), (2023), 182-191
ABDIMAS UNIVERSAL
http://abdimasuniversal.uniba-bpn.ac.id/index.php/abdimasuniversal
DOI : https://doi.org/10.36277/abdimasuniversal.v5i2.300
Received: 09-07-2023
Accepted: 24-08-2023
Implementasi Aplikasi Toy App dan Modul Ajar Berbasis Proyek
di SD Negeri 1 Padenganploso Kabupaten Lamongan
Wahyu Kyestiati Sumarno1*; Ali Shodikin2; Nur Imro’atus Solikha1; Novandi Kevin Pratama1
1
Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur
2
Universitas Negeri Surabaya
1*
E-mail:
Abstrak
Literasi digital menjadi salah satu keterampilan abad ke-21 yang sangat dibutuhkan. Efektifivas pengintegrasian penggunaan
teknologi dalam pembelajaran berbasis proyek terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan literasi digital. Toy App
merupakan aplikasi berbasis android yang dirancang sebagai media belajar literasi dan numerasi tingkat dasar. Tujuan kegiatan
pengabdian masyarakat ini adalah untuk mengimplementasikan aplikasi Toy App dan modul ajar berbasis proyek guna
meningkatkan literasi digital pada siswa. Kegiatan ini dilaksanakan pada siswa di SD Negeri 1 Padenganploso Kecamatan Pucuk
Kabupaten Lamongan. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa implementasi Toy App dan modul ajar berbasis proyek memberikan
dampak positif dalam meningkatkan literasi digital pada siswa. Selain itu, proses pembelajaran yang dilakukan juga lebih
menyenangkan. Berdasarkan hasil tersebut, penerapan aplikasi Toy App dan modul ajar berbasis proyek dapat digunakan sebagai
alternatif dalam mendukung literasi digital pada siwa sekolah dasar.
Kata Kunci: Toy App, modul ajar proyek, literasi digital, keterampilan abad ke-21
Abstract
Digital literacy is one of the most needed 21st century skills. The effectiveness of integrating the use of technology in projectbased learning has proven to be effective in increasing digital literacy skills. Toy App is an Android-based application designed as
a medium for learning basic literacy and numeracy. The purpose of this community service activity is to implement the Toy App
application and project-based teaching modules to increase digital literacy in students. This activity was carried out for students
at SD Negeri 1 Padenganploso, Pucuk District, Lamongan Regency. The results of this activity show that the implementation of
the Toy App and project-based teaching modules has a positive impact on increasing digital literacy in students. In addition, the
learning process is also more fun. Based on these results, the application of the Toy App application and project-based teaching
modules can be used as an alternative in supporting digital literacy in elementary school students.
Keywords: Toy App, a project-based teaching module, digital literacy, 21st century skills
1. Pendahuluan
Menjawab tantangan kebutuhan perkembangan
teknologi saat ini, pendidikan harus terus mengikuti
perkembangan zaman. Tidak bisa dipungkiri
keberadaan revolusi industri 4.0, society 5.0, dan
pandemi covid 19 menunjukkan bagaimana
pengintegrasian teknologi dalam kegiatan belajar
mengajar menjadi amat penting. Hal ini ditunjukkan
dengan meningkatnya berbagai pembelajaran berbasis
teknologi dan online. Sumber daya manusia yang
mampu menggunakan teknologi dengan baik atau
bahkan
menciptakannya
diperlukan
untuk
mengimbangi kemajuan yang ada. Oleh karena itu,
sebagai generasi penerus bangsa di masa depan, siswa
harus sudah mulai diberikan pembekalan teknologi
sejak sekolah dasar.
Literasi digital dimaksudkan sebagai suatu
kemampuan seseorang untuk memakai perangkat
komputer guna memperoleh informasi di ruang digital
Volume 5, Nomor 2, 2023
ISSN 2657-1439 (Print), ISSN 2684-7043 (Online)
(Montoya, 2018). Tentunya makna “komputer” yang
dimaksudkan sekarang ini bisa dimaknai secara lebih
luas seperti smartphone, tablet, laptop, ataupun
personal computer. Paling tidak ada 8 komponen
utama dalam literasi digital, yaitu: (1) kecakapan
menggunakan teknologi (functional skill and beyond),
(2) kreativitas menggunakan teknologi untuk
membangun pengetahuan (creativity), (3) melakukan
kolaborasi dalam ruang digital (collaboration), (4)
kemampuan berkomunikasi baik dalam memahami
hingga menyampaikan gagasan (communication), (5)
kemampuan memilih dan memilah informasi (the
ability to find and select infomation), (6) berpikir kritis
dan melakukan evaluasi (critical thinking and
evaluation), (7) pemahaman kultur sosial (cultural and
social understanding), dan (8) keamanan digital (esafety) (Hague & Payton, 2011). Karena literasi digital
merupakan keterampilan yang penting untuk
kebutuhan siswa di masa depan, pembekalan literasi
182 | P a g e
Abdimas Universal 5 (2), (2023), 182-191
digital pada siswa sekolah dasar juga perlu berikan dan
dikembangkan berdasarkan 8 komponen utama
tersebut.
Kurangnya perangkat teknologi yang dimiliki
sekolah menjadi salah satu faktor yang dijadikan
alasan terlambatnya literasi digital di banyak sekolah.
Namun demikian, keberadaan perangkat teknologi di
suatu sekolah tidak menjamin bahwa sekolah tersebut
akan melek literasi digital. Hal ini yang menjadi salah
satu alasan pemilihan lokasi kegiatan pengabdian
masyarakat ini dilakukan di SD Negeri 1
Padenganploso. SD Negeri Padenganploso 1 Pucuk
merupakan sekolah negeri di Desa Padenganploso,
Kecamatan Pucuk, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.
Sekolah negeri yang berdiri sejak tahun 1972 ini
merupakan salah satu sekolah dasar tua di Kecamatan
Pucuk. Meski menyandang sebagai sekolah “tua”,
namun perkembangan SD Negeri Padenganploso 1
Pucuk ini tidak sebagus sekolah-sekolah negeri yang
baru berdiri. Kondisi Sumber Daya Manusia (SDM)
dan ekonomi masyarakat yang menengah ke bawah
menjadi salah satu faktor sekolah ini sulit berkembang.
Padahal jika dilihat keberadaan sarana dan prasarana
teknologi, sekolah ini sebenarnya cukup memadai.
Sekolah ini memiliki 15 chroombook, 2 LCD
proyektor, 2 laptop, 15 tablet, dan 1 TV LED Digital.
Fasilitas internet juga sudah tersedia di sekolah.
Namun demikian, SDM yang belum terampil menjadi
salah satu penyebab terkendalanya kegiatan literasi
digital di sekolah. Oleh karena itu, perlu adanya
kesadaran untuk belajar baik dari guru maupun siswa
untuk bisa memanfaatkan teknologi yang tersedia.
Transfer pemanfaatan teknologi bisa menjadi salah
satu alternatif solusi yang dilakukan untuk
meningkatkan literasi digital ini.
Toy App merupakan sebuah aplikasi (software)
teknologi berbasis android yang dirancang sebagai
sarana pembelajaran Bahasa Indonesia, Matematika,
dan Bahasa Inggris yang interaktif sehingga proses
belajar menjadi lebih mudah dimengerti. Aplikasi ini
memiliki 10 level dengan soal-soal literasi dan
numerasi. Setiap level memiliki tema yang berbeda
dan dilengkapi 10 proyek yang dapat dikerjakan.
Aplikasi ini dikembangkan menggunakan bahasa
pemrograman Java dengan design pattern MVVM
(Model View View Model). Pengambangkan aplikasi
Toy App ini dikembangkan oleh tim yang sama dalam
pelaksana program pengabdian masyarakat ini
(Sumarno, Shodikin, Solikha, Pratama, (...truncated)