Pelatihan Penggunaan Aplikasi M-Write sebagai Upaya Meningkatkan Kemampuan Menulis dan Literasi Digital Siswa
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat)
Vol. 6 ● No. 2 ● 2022
ISSN : 2581-1320 (Print) ISSN : 2581-2572 (Online)
Homepage: http://ejurnal.ikippgribojonegoro.ac.id/index.php/J-ABDIPAMAS
PELATIHAN PENGGUNAAN APLIKASI M-WRITE SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN
KEMAMPUAN MENULIS DAN LITERASI DIGITAL SISWA
Wahyu Kyestiati Sumarno¹, Hendrik Furqon², Ali Shodikin³, Nur Imro’atus Solikha⁴,
Novandi Kevin Pratama⁵, Didan Rizky Adha6
¹Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur. Email:
2Universitas Islam Darul Ulum. Email:
3Universitas Negeri Surabaya. Email:
4Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur. Email:
5Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur. Email:
6Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur. Email:
ABSTRACT
Writing skills and digital literacy are still important skills needed today. However, often the lack of these two
skills is still found. Therefore, the handling of the low level of these two skills needs to be addressed immediately.
M-Write is a digital application that facilitates the writing process for beginners by involving students'
metacognition skills and a process-genre-oriented writing approach with the help of problematized scaffolding
that can be accessed via websites or smartphones. The purpose of this training activity for using the M-Write
application is as an effort to improve students' writing skills and digital literacy at SMP Muhammadiyah 6
Pucuk. The methods used include discussion and equality of perceptions, preparation and reproduction of
training modules, preparation of assessment instruments, training and assistance in the use of practice-based
M-Write applications, and report preparation. This training was attended by 41 students in 7th and 8th grades.
The results show that the use of the M-Write application provides a good change for students in improving
their writing and digital literacy skills. The use of the M-Write application is expected to continue to be used
by schools to support learning that applies writing learning, such as Indonesian and English lessons.
Keywords: writing skills, digital literacy, M-Write, writing application
ABSTRAK
Kemampuan menulis dan literasi digital masih menjadi kemampuan penting yang dibutuhkan saat ini. Namun
seringkali rendahnya kedua kemampuan dan keterampilan ini masih banyak ditemukan. Oleh karena itu,
penanganan akan rendahnya kedua kemampuan dan keterampilan ini perlu untuk segera ditangani. M-Write
merupakan salah satu aplikasi digital yang memfasilitasi proses menulis bagi pemula dengan melibatkan
kemampuan metakognisi siswa dan pendekatan process-genre-oriented writing berbantuan problematized
scaffolding yang dapat diakses melalui website maupun smartphone. Tujuan kegiatan pelatihan penggunaan
aplikasi M-Write ini adalah sebagai upaya meningkatkan kemampuan menulis dan literasi digital siswa di
SMP Muhammadiyah 6 Pucuk. Metode yang digunakan meliputi diskusi dan penyamaan presepsi, penyusunan
dan perbanyakan modul pelatihan, penyusunan instrumen penilaian, pelatihan dan pendampingan
penggunaan aplikasi M-Write berbasis praktik, dan penyusunan laporan. Pelatihan ini diikuti oleh 41 siswa
kelas 7 dan kelas 8. Hasil pelatihan ini menunjukkan bahwa penggunaan aplikasi M-Write memberikan
perubahan yang yang baik kepada siswa dalam meningkatkan kemampuan menulis dan literasi digital
mereka. Penggunaan aplikasi M-Write ini diharapkan dapat dilanjutkan untuk digunakan oleh sekolah untuk
163
164 J-Abdipamas, Vol 6, No 2 Oktober, 2022
menunjang pembelajaran-pembelajaran yang menerapkan pembelajaran menulis, seperti pelajaran bahasa
Indonesia dan bahasa Inggris.
Kata Kunci: kemampuan menulis, literasi digital, M-Write, aplikasi menulis
PENDAHULUAN
Kemampuan menulis merupakan keterampilan dasar yang dibutuhkan dalam
menunjang keterampilan-keterampilan literasi yang lainnya. Berdasarkan aktivitas
menggunakannya, kemampuan menulis tergolong pada kemampuan produktif dari
keterampilan pokok berbahasa. Kemampuan menulis juga menjadi salah satu
kemampuan yang tidak bisa terlepas dari kegiatan akademik. Melalui kemampuan ini,
seseorang dapat mengungkapkan ide, gagasan, dan perasaan melalui tulisan, baik dalam
bentuk fiksi maupun nonfiksi (Mirnawati & Firman, 2019). Sebaliknya, ketidakcakapan
kemampuan menulis seseorang akan berpengaruh pada penguasaan kemampuan lain
yang lebih kompleks.
Meskipun kemampuan menulis ini penting, namun banyak fakta yang menunjukkan
bahwa kemampuan menulis masih menjadi masalah tersendiri bahkan pada kalangan
pelajar, terutama pada siswa tingkat sekolah dasar dan menengah (Fatimah, 2018;
Iskandar, 2018; Mirnawati & Firman, 2019; Mundziroh, Sumarwati, & Saddhono, 2013;
Tolibova, 2021; Wiranti, 2020). Rendahnya motivasi menulis menjadi salah satu faktor
penyebab rendah kemampuan ini (Mirnawati & Firman, 2019). Hal ini diperparah lagi
dengan rendahnya motivasi membaca (Mundziroh et al., 2013). Beberapa kendala lain
yang menjadi penyebabnya antara lain kurangnya waktu tatap muka untuk
mengakomodir proses kegiatan menulis (Aliweh, 2011; Moloudi, 2011), kurangnya
kemampuan memanfaatkan sumber belajar (Holmes, Waterbury, Baltrinic, & Davis,
2018), kurangnya media untuk memfasilitasi latihan menulis (Bilal, Tariq, Din, Latif, &
Anjum, 2013), dan kurang terlibatnya proses kognisi untuk meningkatkan kualitas tulisan
(Knox, 2017).
Beberapa penelitian sebelumnya telah mencoba memberikan alternatif solusi
tentang masalah ini, diantaranya dengan pelibatan metakognisi (Bassett, 2016; Negretti,
2012; Negretti & Kuteeva, 2011), pendekatan process-genre (Knox, 2017), pendekatan
process-genre berbantuan problematized scaffolding (Sumarno, 2015, 2019), hingga
pengembangan media pembelajaran online (Åberg, Ståhle, Engdahl, & Knutes-Nyqvist,
2016). Alternatif solusi ini menunjukkan efektifitasnya dalam meningkatkan kemampuan
menulis, terutama pada proses menulis akademik.
Berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi juga mengharuskan sekolah untuk
turut serta menyesuaikan perkembangan teknologi yang ada (Purandina & Juliari, 2021;
Sumarno, 2019). Hal inilah yang dimaksudkan sebagai literasi digital. Namun demikian,
tidak sedikit sekolah di Indonesia yang masih belum optimal dalam menggunakan peran
teknologi dalam kelas-kelas mereka.
SMP Muhammadiyah 6 Pucuk merupakan salah satu amal usaha Muhammadiyah
yang berkonsentrasi pada lembaga pendidikan di tingkat menengah pertama yang
didirikan oleh pimpinan cabang Muhammadiyah Pucuk. SMP Muhammadiyah 6 Pucuk
Sumarno, dkk., Pelatihan Penggunaan Aplikasi.....165
berada di Desa Pucuk, Kecamatan Pucuk, Lamongan. Sekolah swasta yang berdiri sejak
tahun 1974 ini merupakan sekolah tertua di Kecamatan Pucuk. Meski menyandang
sebagai sekolah tertua, namun perkembangan SMP Muhammadiyah 6 Pucuk ini tidak
sebagus sekolah-sekolah negeri yang baru berdiri di sekitarnya. Kondisi SDM dan
ekonomi masyarakat yang menengah ke bawah menjadi faktor utama SMP ini sulit
berkembang. Sumber dana oprasional hanya mengandalk (...truncated)