INTERFERENSI BAHASA TORAJA KE PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA PADA KHOTBAH DI GEREJA KATOLIK MAKALE
BAHTERA INDONESIA:
Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
ISSN 2541-3252
Vol. 7, No. 2 Sep. 2022
INTERFERENSI BAHASA TORAJA KE PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA
PADA KHOTBAH DI GEREJA KATOLIK MAKALE
Dina Gasong1, Ritha Tanduk2
1
Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Kristen Indonesia Toraja,
2
Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Kristen Indonesia Toraja,
ABSTRAK
Dalam menyampaikan pesan kepada masyarakat secara lisan, sering terjadi interferensi Bahasa
Indonesia oleh Bahasa ibu dan kondisi sosial penutur. Penelitian ini bertujuan untuk mengenali
jenis dan bentuk interferensi Bahasa Toraja ke dalam penggunaan Bahasa Indonesia pada
Khotbah di Gereja Katolik di stasi “Hati Tak Bernoda Santa Perawan Maria” di Makale.
Untuk mencapai tujuan penelitian ini, maka digunakan teori Sosiolinguistik yang relevan
dengan penelitian kualitatif. Data dalam penelitian ini adalah data kebahasaan berupa kata,
frasa, kalimat, leksikon, dan paragraf yang memiliki interferensi Bahasa. Data kebahasaan
dalam penelitian ini diperoleh dengan menggunakan metode Simak dengan teknik rekam dan
catat. Setelah data terkumpul, selanjutnya dianalisis menggunakan metode Analisis Kesalahan
Berbahasa yang meliputi empat langkah yaitu: (1) identifikasi Kesalahan, (2) deskripsi
kesalahan, (3) penjelasan kesalahan, (4)kuantifikasi kesalahan. Hasil penelitian ini
menunjukkan bahwa ada 4 Jenis interferensi Leksikal Bahasa dalam khotbah ‘Pengantar’ di
Gereja Katolik di Makale, yaitu: (1) Interferensi kelas kata pronominal (kata ganti), (2)
Interferensi kelas kata verba (kata kerja), (3) Bentuk interferensi leksikal pada kelas kata
adjektiva (kata sifat), (4) Interferensi leksikal pada kelas kata adverbia (kata keterangan).
Berdasarkan hasil penelitian ini, ada berbagai bentuk interferensi Bahasa Toraja ke dalam
Bahasa Indonesia.
Kata Kunci: Sosiolinguistik, dwibahasa, interferensi
How to Cite: INTERFERENSI BAHASA TORAJA KE PENGGUNAAN BAHASA
INDONESIA PADA KHOTBAH DI GEREJA KATOLIK MAKALE. Bahtera Indonesia;
Jurnal
Penelitian
Bahasa
Dan
Sastra
Indonesia,
7(2),
348–356.
https://doi.org/10.31943/bi.v7i2.214
DOI: https://doi.org/10.31943/bi.v7i2.214
PENDAHULUAN
Berinteraksi dalam masyarakat, manusia
menggunakan bahasa tutur. Bahasa tutur
348
yang digunakan dalam berinteraksi secara
sosial seringkali menyimpang dari Bahasa
standar atau Bahasa baku. Hal ini
disebabkan karena seorang penutur
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
ISSN 2541-3252
Vol. 7, No. 2, Sep. 2022
BAHTERA INDONESIA:
Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
menguasai lebih dari satu Bahasa.
Penyimpangan
ini
dalam
kajian
Sosiolinguistik disebut interferensi Bahasa.
Interferensi Bahasa secara rinci yaitu suatu
penyimpangan norma kebahasaan yang
terjadi dalam ujaran dwibahasawan, karena
keakraban penutur terhadap lebih dari satu
Bahasa, yang terjadi karena adanya kontak
Bahasa.
Bahasa merupakan alat komunikasi yang
digunakan
manusia
untuk
saling
berinteraksi satu dengan yang lainnya.
Masyarakat tutur Indonesia pada umumnya
menggunakan dua bahasa yakni bahasa
daerah sebagai bahasa ibu dan bahasa
Indonesia sebagai bahasa nasional.
Penggunaan dua bahasa oleh seorang
penutur secara bergantian dalam pandangan
Sosiolingustik dikenal dengan istilah
Bilingualisme.
Dengan adanya kemampuan penutur
menggunakan dua bahasa secara bergantian,
maka proses penggunaan bahasa tersebut
saling mempengaruhi antar bahasa yang satu
dengan bahasa yang lain. Kedua Bahasa
tersebut saling mempengaruhi sulit
dihindari, baik penggunaan bahasa
Indonesia maupun bahasa daerah. Pada
proses penggunaan suatu bahasa pada
masyarakat penutur seringkali di campur
adukan anatara bahasa yang satu dengan
yang lain.
Dengan adanya penggunaan bahasa yang
demikian, maka dikenal suatu istilah yaitu
Interferensi bahasa. Interferensi bahasa
merupakan
penyimpangan
berupa
penyusupan unsur-unsur bahasa lain ke
dalam bahasa yang berbeda. Peristiwa
tersebut dianggap suatu kesalahan karena
penyimpangan dari kaidah atau aturan
bahasa yang sedang digunakan. Interferensi
bahasa dapat berupa interferensi Fonologis,
interferensi
Morfologis,
interferensi
Sintaksis dan interefensi Leksikon.
Interferensi bahasa biasanya terjadi pada
penggunaan bahasa seorang pembicara
seperti khotbah pengantar (pemimpin
ibadah) di Gereja Katolik Stasi Tampo
Interferensi bahasa pada khutbah di Gereja
Katolik Stasi Tampo terjadi karena pada
umumnya para pengantar (pemimpin
ibadah) menguasai dua bahasa atau lebih,
yakni Bahasa Toraja dan Bahasa Indonesia.
Di Indonesia ada tiga macam bahasa dengan
status yang berbeda, yaitu bahasa Indonesia,
bahasa daerah dan bahasa asing. Jadi bahasa
Indonesia adalah bahasa yang harus
digunakan dalam situasi resmi kenegaraan
dan bahasa yang harus penutur antar bangsa.
Bahasa daerah adalah bahasa yang dapat
digunakan dalam berinteraksi baik secara
resmi maupun tidak resmi. Bahasa asing
adalah bahasa dari bangsa lain yang hanya
digunakan berinteraksi antar bangsa dan
sebagai sarana dalam mengkaji ilmu
pengetahuan dan teknologi.
Dengan munculnya penyimpangan Bahasa
(interferensi Bahasa), maka perlu dan sangat
menarik untuk diteliti. Oleh karena itu
masalah dalam penelitian ini yaitu (1)
Bagaimana wujud interferensi Bahasa
Toraja yang muncul dalam khutbah
‘Pengantar di Gereja Katolik ‘Hati Tak
Bernoda Santa Perawan Maria’ (2) Faktorfaktor apa sajakah yang melatarbelakangi
munculnya interferensi Bahasa Toraja
Terhadap Bahasa Indonesia dalam khutbah
‘Pengantar’ di Gereja Katolik Stasi Tampo
Makale
Pengertian Sosiolinguistik
Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
349
BAHTERA INDONESIA:
Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
ISSN 2541-3252
Vol. 7, No. 2 Sep. 2022
Sosiolinguistik secara harfiah berarti Bahasa
digunakan secara sosial. Sosio =
masyarakat, linguistic = Bahasa. Oleh
karena itu Bahasa juga disebut sebagai
produk sosial.
Istilah sosiolinguistik
menurut Chaer dan Agustina (2004 : 2)
adalah bidang ilmu antara disipliner yang
mempelajari bahasa dalam kaitannya
dengan penggunaan bahasa
di dalam
masyarakat.
Menurut Kridalaksana (dalam Chaer dan
Agustina, 2004 : 3) Sosiolinguistik sering
lazim didefinisikan sebagai ilmu yang
mempelajari ciri dan pelbagai variasi
bahasa, serta hubungan di antara para
bahasawan dengan ciri fungsi variasi bahasa
348
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
ISSN 2541-3252
Vol. 7, No. 2, Sep. 2022
BAHTERA INDONESIA:
Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
itu di dalam suatu masyarakat. Fishman
(dalam Chaer dan Agustina, 2004 : 3)
merumuskan sosiolinguistik adalah kajian
tentang ciri khas variasi bahasa, fungsifungsi variasi bahasa, dan pemakaian bahasa
karena ketiga unsur ini selalu berinteraksi
dalam suatu masyarakat tutur.
Menurut Appel (dalam Suwito, 1984 : 4)
merumuskan sosiolinguistik sebagai studi
tentang bahasa dan pemakaian dalam
hubungannya dengan masyarakat dan
kebudayaan. Masyarakat dan bahasa tidak
dapat dipisahkan karena ke (...truncated)