Persepsi Orang Tua Mengenai Pembelajaran Calistung di Kelompok B PAUD Kasih Ibu

Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education, Aug 2023

Abstract. This research is motivated by how parents perceive calistung learning in group B at Kasih Ibu PAUD. The questions to be answered from this research are: How is the application of calistung learning in PAUD Kasih Ibu and how are the results of learning calistung in group B PAUD Kasih Ibu related to parents' perceptions. The method used is a qualitative method with a type of phenomenological method. Researchers obtain data using observation, interviews and documentation. The stages of analyzing data by reducing data, presenting data and drawing conclusions. In checking the validity of data using triangulation techniques, namely, triangulation of data sources and methods. The results of this study are: (1) Many parents' perceptions of calistung learning in PAUD Kasih Ibu consider that calistung learning is very appropriate for early childhood, because at an early age children absorb everything more easily, with calistung learning parents think children read, write and count faster to prepare children to enter elementary school (SD). (2) The results of learning calistung in group B1 early childhood love mothers are associated with parents' perceptions that there are several aspects of ability in learning calistung, namely reading ability, writing ability and arithmetic ability. of the three abilities, the results are consistent with the fact that all children are able to read, write and count. Keywords: parents' perceptions, calistung learning Abstrak. Penelitian ini dilator belakangi oleh bagaimana persepsi orang tua terhadap pembelajaran calistung pada kelompok B di PAUD Kasih Ibu. Pertanyaan yang ingin dijawab dari penelitian ini adalah: Bagaimana penerapan pembelajaran calistung di PAUD Kasih Ibu dan bagaimana hasil pembelajaran calistung di kelompok B PAUD Kasih Ibu terkait dengan persepsi orang tua. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan jenis metode fenomenologis. Peneliti memperoleh data dengan menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Tahapan menganalisis data dengan mereduksi data, menyajikan data dan menarik kesimpulan. Dalam pemeriksaan keabsahan data menggunakan teknik triangulasi yaitu triangulasi sumber data dan metode. Hasil penelitian ini adalah: (1) Banyak persepsi orang tua terhadap pembelajaran calistung di PAUD Kasih Ibu menganggap bahwa pembelajaran calistung sangat tepat untuk anak usia dini, karena pada usia dini anak lebih mudah menyerap segala sesuatu, dengan pembelajaran calistung orang tua menganggap anak membaca , menulis dan berhitung lebih cepat untuk mempersiapkan anak masuk sekolah dasar (SD). (2) Hasil pembelajaran calistung pada kelompok B1 ibu-ibu cinta usia dini dikaitkan dengan persepsi orang tua bahwa ada beberapa aspek kemampuan dalam pembelajaran calistung yaitu kemampuan membaca, kemampuan menulis dan kemampuan berhitung. dari ketiga kemampuan tersebut, hasilnya sesuai dengan kenyataan bahwa semua anak mampu membaca, menulis dan berhitung. Kata kunci: persepsi orang tua, pembelajaran calistung

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://proceedings.unisba.ac.id/index.php/BCSECTE/article/download/9316/3583

Persepsi Orang Tua Mengenai Pembelajaran Calistung di Kelompok B PAUD Kasih Ibu

Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education https://doi.org/10.29313/bcsecte.v3i2.9316 Persepsi Orang Tua Mengenai Pembelajaran Calistung di Kelompok B PAUD Kasih Ibu Sulastri*, Enoh, Drs.,M.Ag, Arif Hakim, M.pd Prodi Pendidikan Guru PAUD, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Bandung, Indonesia. * , , Abstract. This research is motivated by how parents perceive calistung learning in group B at Kasih Ibu PAUD. The questions to be answered from this research are: How is the application of calistung learning in PAUD Kasih Ibu and how are the results of learning calistung in group B PAUD Kasih Ibu related to parents' perceptions. The method used is a qualitative method with a type of phenomenological method. Researchers obtain data using observation, interviews and documentation. The stages of analyzing data by reducing data, presenting data and drawing conclusions. In checking the validity of data using triangulation techniques, namely, triangulation of data sources and methods. The results of this study are: (1) Many parents' perceptions of calistung learning in PAUD Kasih Ibu consider that calistung learning is very appropriate for early childhood, because at an early age children absorb everything more easily, with calistung learning parents think children read, write and count faster to prepare children to enter elementary school (SD). (2) The results of learning calistung in group B1 early childhood love mothers are associated with parents' perceptions that there are several aspects of ability in learning calistung, namely reading ability, writing ability and arithmetic ability. of the three abilities, the results are consistent with the fact that all children are able to read, write and count. Keywords: Parents' Perceptions, Calistung Learning. Abstrak. Penelitian ini dilator belakangi oleh bagaimana persepsi orang tua terhadap pembelajaran calistung pada kelompok B di PAUD Kasih Ibu. Pertanyaan yang ingin dijawab dari penelitian ini adalah: Bagaimana penerapan pembelajaran calistung di PAUD Kasih Ibu dan bagaimana hasil pembelajaran calistung di kelompok B PAUD Kasih Ibu terkait dengan persepsi orang tua. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan jenis metode fenomenologis. Peneliti memperoleh data dengan menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Tahapan menganalisis data dengan mereduksi data, menyajikan data dan menarik kesimpulan. Dalam pemeriksaan keabsahan data menggunakan teknik triangulasi yaitu triangulasi sumber data dan metode. Hasil penelitian ini adalah: (1) Banyak persepsi orang tua terhadap pembelajaran calistung di PAUD Kasih Ibu menganggap bahwa pembelajaran calistung sangat tepat untuk anak usia dini, karena pada usia dini anak lebih mudah menyerap segala sesuatu, dengan pembelajaran calistung orang tua menganggap anak membaca , menulis dan berhitung lebih cepat untuk mempersiapkan anak masuk sekolah dasar (SD). (2) Hasil pembelajaran calistung pada kelompok B1 ibu-ibu cinta usia dini dikaitkan dengan persepsi orang tua bahwa ada beberapa aspek kemampuan dalam pembelajaran calistung yaitu kemampuan membaca, kemampuan menulis dan kemampuan berhitung. dari ketiga kemampuan tersebut, hasilnya sesuai dengan kenyataan bahwa semua anak mampu membaca, menulis dan berhitung. Kata Kunci: Persepsi Orang Tua, Pembelajaran Calistung. Corresponding Author Email: 148 Persepsi Orang Tua Mengenai Pembelajaran Calistung di Kelompok B PAUD Kasih Ibu | 149 A. Pendahuluan Di zaman modern saat ini sering kita menemukan banyak sekali orang tua yang menginginkan anaknya mampu membaca, menulis dan berhitung tanpa memikirkan aspek lainnya seperti moral agama, fisik motoric, Bahasa, sosial emosional dan seni. Banyak orang tua hanya mengutamakan aspek kognitif saja sehingga aspek lainnya terabaikan. Sebagaimana yang diungkapkan oleh Martuti berpendapat bahwa seharusnya pembelajaran yang dilakukan pada anak usia dini tidak semata-mata untuk kemampuan calistung saja, akan tetapi lebih diarahkan untuk mengembangkan berbagai potensi pada diri anak seperti fisik, kognitif, Bahasa, dan sosial emosional (Lutfatulatifah & Yuliyanto, 2017). Orang tua saat ini banyak berasumsi bahwa anak yang cerdas adalah anak yang mampu calistung sejak dini. Sehingga banyak orang tua yang berlomba-lomba untuk memberikan pembelajaran terbaik untuk anak-anaknya dengan cara memberikan tambahan belajar calistung seperti memberikan jam tambahan belajar (les) anaknya ke bimba, kursus, dan lain-lain. Asumsi yang berkembang di masyarakat menjadikan lembaga PAUD menerapkan model pembelajaran calistung karena dilatarbelakangi adanya ketentuan seleksi masuk Sekolah Dasar (SD) dengan tes calistung. Persepsi merupakan anggapan seseorang mengenai suatu obyek yang diterima oleh panca inderanya yang kemudian di terjemahkan melalui perbuatan sehingga seseorang dapat memperoleh pengertian dari hasil penginderaannya. Dengan adanya persepsi tersebut anak yang menjadi korban dari kekhawatiran para orang tua sehingga anak mengalami yang namanya mental hectic. Hal itu disebabkan karena orangtua yang terlalu memaksakan anaknya agar mampu membaca, menulis dan berhitung. Berdasarkan usianya yakni 5-6 tahun seharusnya anak belum waktunya untuk mendapat pelajaran calistung karena usia tersebut merupakan usia keemasan anak (golden age) dimana anak membutuhkan bermain sebagai salah satu kebutuhan dasar perkembangan anak usia dini. Apabila kebutuhan tersebut belum terpenuhi maka anak akan mengalami kesulitan untuk mencapai perkembangan yang ptimal. Menurut Jean Piaget anak sudah mulai belajar saat mereka sudah masuk fase operasional konkret, yaitu ketika fase anak-anak sudah dianggap bisa berpikir terstruktur, yaitu usia 7 tahun (dalam Hasan, 2012:310). Oleh sebab itu usia yang baik dalam menerapkan program pembelajaran calistung yakni usia 7 tahun saat mereka duduk di bangku sekolah dasar, karena pada usia tersebut sudah dapat berpikir terstruktur untuk mendapatkan pembelajaran calistung. Pembelajaran anak usia dini lebih menggunakan pendekatan belajar sambil bermain. Dalam bermain anak akan menggunakan otot tubuhnya untuk mengekplorasi dunia sekitar. Dengan bermain anak-anak akan menemukan dan mempelajari hal-hal baru atau keahlian baru. Tanpa disadari, hal tersebut tidak akan membebani anak. Karena dunia anak adalah dunia bermain.anak akan tertarik dengan kegiatan bermain daripada kegiatan pembelajaran. Hal tersebut nampaknya sangat memerlukan bimbingan yang sesuai agar aspek perkembangan anak berjalan baik. Orang tua adalah pendidik utama bagi anak-anaknya. Peran edukatif orang tua begitu penting sehingga tidak dapat digantikan orang lain. Itu sebabnya, tidak tepat jika orang tua hanya menggantungkan pendidikan anaknya terhadap sekolah. Dalam keluarga orang tualah yang menjadi peran utama yang bertanggung jawab membekali anakanaknya dengan pengetahuan ajaran agama, moral dan ajaran sosial bermasyarakat. Namun banyak orang tua yang memperhatikan perkembangan anak d (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://proceedings.unisba.ac.id/index.php/BCSECTE/article/download/9316/3583
Article home page: https://proceedings.unisba.ac.id/index.php/BCSECTE/article/view/9316/3583

Sulastri, Enoh, Arif Hakim. Persepsi Orang Tua Mengenai Pembelajaran Calistung di Kelompok B PAUD Kasih Ibu, Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education, 2023, pp. 148-153,