KARAKTERISTIK DAN POTENSI HARA SEDIMEN PADA LAHAN BASAH DI DESA TANGGUL TLARE KECAMATAN KEDUNG KABUPATEN JEPARA

BULETIN OSEANOGRAFI MARINA, Jan 2012

Lahan basah merupakan salah satu daerah vital di wilayah pesisir. Dipandang dari segi ekologis kawasan ini menyimpan beragam fungsi diantaranya: sebagai buffer area, konversi dan pensuplai nutrien, menyerap dan mereduksi banjir, serta habitat bagi beberapa spesies hewan pesisir. Untuk mendukung usaha pengembangan kawasan lahan basah sebagai suatu sumberdaya alamiah, maka diperlukan suatu survai tanah (lahan) ataupun pemetaan kemampuan tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil fisik dan potensi hara sedimen pada lahan basah di desa Tanggul Tlare dan sekaligus mengetahui hubungan kualitas sedimen dan sediaan hara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah “Sample Survey Method” dan bersifat deskriptif guna memberikan gambaran mengenai situasi dan kondisi secara lokal. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli – Agustus 2007 di desa Tanggul Tlarre, kelurahan Kedung, kecamatan Tahunan, kabupaten Jepara. Berdasarkan sifat dan karakteristiknya lahan basah di desa Tanggul Tlare digolongkan sebagai lahan basah tipe rawa pasang surut. Spesifikasi yang dimiliki lahan basah tersebut diantaranya adalah adanya perbedaan substrat dasar yang menyebabkan beberapa pola zonasi; zona I didominasi pasir, zona II didominasi lempung, zona III didominasi lumpur; kepayauan akan semakin berkurang untuk setiap peningkatan zona; bahan organik (BOT) yang tinggi. Dari hasil penelitian potensi hara yang dimiliki lahan basah tersebut dikategorikan dalam taraf rendah (nitrogen total dan fosfat). Kualitas sedimen berpengaruh secara nyata terhadap potensi hara dengan indeks korelasi yang erat, kecuali BOT dan fosfat (thit = 1,817 < ttab=2,633; r = 0,491) yaitu liat berpengaruh terhadap sediaan fosfat (thit = 5,800 > ttab=2,633; r = 0,878), liat berpengaruh terhadap sediaan nitrogen (thit = 6,169 > ttab=2,633; r = 0,890), BOT berpengaruh terhadap N (thit = 7,251 > ttab=2,633; r = 0,917), dan BOT berpengaruh terhadap C (thit = 38,820 > ttab=2,633; r = 0,997). Disamping itu nilai kualitas sedimen dapat dijadikan sebagai penduga sediaan hara sedimen (Y=a + bX). Kata Kunci : Lahan Basah, Kualitas Sedimen, Potensi Hara

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://ejournal.undip.ac.id/index.php/buloma/article/download/11221/8813

KARAKTERISTIK DAN POTENSI HARA SEDIMEN PADA LAHAN BASAH DI DESA TANGGUL TLARE KECAMATAN KEDUNG KABUPATEN JEPARA

Buletin Oseanografi Marina Januari 2012.vol.1 49 - 64 KARAKTERISTIK DAN POTENSI HARA SEDIMEN PADA LAHAN BASAH DI DESA TANGGUL TLARE KECAMATAN KEDUNG KABUPATEN JEPARA Churun A’in Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan FPIK-UNDIP Jl Prof Soedarto, SH Kampus Tembalang E-mail : Abstrak Lahan basah merupakan salah satu daerah vital di wilayah pesisir. Dipandang dari segi ekologis kawasan ini menyimpan beragam fungsi diantaranya: sebagai buffer area, konversi dan pensuplai nutrien, menyerap dan mereduksi banjir, serta habitat bagi beberapa spesies hewan pesisir. Untuk mendukung usaha pengembangan kawasan lahan basah sebagai suatu sumberdaya alamiah, maka diperlukan suatu survai tanah (lahan) ataupun pemetaan kemampuan tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil fisik dan potensi hara sedimen pada lahan basah di desa Tanggul Tlare dan sekaligus mengetahui hubungan kualitas sedimen dan sediaan hara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah “Sample Survey Method” dan bersifat deskriptif guna memberikan gambaran mengenai situasi dan kondisi secara lokal. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli – Agustus 2007 di desa Tanggul Tlarre, kelurahan Kedung, kecamatan Tahunan, kabupaten Jepara. Berdasarkan sifat dan karakteristiknya lahan basah di desa Tanggul Tlare digolongkan sebagai lahan basah tipe rawa pasang surut. Spesifikasi yang dimiliki lahan basah tersebut diantaranya adalah adanya perbedaan substrat dasar yang menyebabkan beberapa pola zonasi; zona I didominasi pasir, zona II didominasi lempung, zona III didominasi lumpur; kepayauan akan semakin berkurang untuk setiap peningkatan zona; bahan organik (BOT) yang tinggi. Dari hasil penelitian potensi hara yang dimiliki lahan basah tersebut dikategorikan dalam taraf rendah (nitrogen total dan fosfat). Kualitas sedimen berpengaruh secara nyata terhadap potensi hara dengan indeks korelasi yang erat, kecuali BOT dan fosfat (thit = 1,817 < ttab=2,633; r = 0,491) yaitu liat berpengaruh terhadap sediaan fosfat (thit = 5,800 > ttab=2,633; r = 0,878), liat berpengaruh terhadap sediaan nitrogen (thit = 6,169 > ttab=2,633; r = 0,890), BOT berpengaruh terhadap N (t hit = 7,251 > ttab=2,633; r = 0,917), dan BOT berpengaruh terhadap C (t hit = 38,820 > ttab=2,633; r = 0,997). Disamping itu nilai kualitas sedimen dapat dijadikan sebagai penduga sediaan hara sedimen (Y=a + bX). Kata Kunci : Lahan Basah, Kualitas Sedimen, Potensi Hara Abstract Wetland is the one of vital areas in coastal region. From the ecological point of view this area are keeping somany functions such as buffer area, convertion and nutrient supplier, absorb and reduce flood, also as habitat for organism of coastal areas. To encourage the developing wet land area exertion as a natural resources, need to make study about the soil condition or making a map (mapping) about soil potentiality. This objective of this research are to know about the physic profile and the sediment nutrient potency in wetland at Tanggiul Tlare village and also to the corellation between sediment quality and the nutrient stock. The method that used on this research are “Sample Survey Method” and descriptivelly to give discription about the locally situation and condition. Based on property and the characteristic, wetland at Tanggul Tlare village is classified as wetland tidal swamp type. The spesification of the wetland, among of them *)corresponding author http://ejournal.undip.ac.id/index.php/buloma Diterima/Received: 08-11-2011 Disetujui/Accepted: 20-12-2011 Buletin Oseanografi Marina Januari 2012 .vol.1 49 - 64 there are differences in substrat base which caused couple zoning patern; zone I dominated by sand, zone II dominated by clay; zone III dominated by mud; the salinity of soil will be decrease for every zone rise up; with high material organic content (total organic matter soil). From the research result the nutrient potency which is had by the wetland classified in low stage (total N and phosphat). Sediment quality is really affected to the nutrient potency with tight corellation index, except totalorganic matter soil and phosphat (thit = 1,817 < ttab=2,633; r = 0,491), namely that clay affects to the phosphat stocks (thit = 5,800 > ttab=2,633; r = 0,878), clay affects to the nitrogen stocks (thit = 6,169 > ttab=2,633; r = 0,890), total organic matter affects to the nitrogen (t hit = 7,251 > ttab=2,633; r = 0,917), and total organic matter affects to the C organic (t hit = 38,820 > ttab=2,633; r = 0,997).. Besides that sediment quality value can be used as asediment nutrients stock tracer (Y=a + bX). Keywords : wetland, sediment quality, nutrient potency Pendahuluan Lahan basah atau sering disebut istilah Wetland merupakan salah satu daerah vital di wilayah pesisir. Peranannya sangat penting, bukan hanya untuk keperluan perikanan akan tetapi juga keperluan lain yang kompeten di dalamnya. Dipandang dari segi ekologis kawasan ini menyimpan beragam fungsi diantaranya : sebagai buffer area, konversi dan pensuplai nutrien, menyerap dan meruduksi banjir serta habitat bagi beberapa spesies hewan pesisir. Fungsi lahan basah akhir-akhir ini semakin banyak diketahui, terutama sejak hilang dan berkurangnya banyak lahan basah di beberapa daerah yang mengakibatkan banyak kerugian pada penduduk (Davies et al., 1995). Seiring dengan pertambahan jumlah penduduk dan majunya pembangunan, keberadaan lahan basah dianggap strategis untuk dikelola dan dimanfaatkan, khususnya rawa pasang surut. Disamping dimanfaatkan untuk kepentingan-kepentingan ekonomis, perlu juga dilakukan usaha konservasi untuk kawasan ini, mengingat begitu banyak sumbangan yang diberikan bagi keseimbangan lingkungan pesisir. Untuk mendukung usaha pengembangan kawasan lahan basah sebagai suatu sumberdaya alamiah, 50 maka diperlukan suatu survai tanah (lahan) ataupun pemetaan kemampuan tanah, hal ini sesuai dasar-dasar kebijakan pembangunan berwawasan lingkungan yang berorientasi pada pendekatan ekosistem (ecological approach) sehingga akan sesuai dengan daya dukung yang dimiliki oleh lahan tersebut. Selain itu dengan mengetahui kemampuan tanah maka akan dapat memberikan kemungkinan pilihan penggunaan dalam pembangunan di masa depan. Pemilihan lahan untuk pemanfaatan khusus harus sepadan dengan potensi tanah yang akan dipakai, sehingga akan diperoleh peluang cukup bagi pencapaian taraf hasil yang diinginkan. Penilaian utama daya dukung lingkungan adalah seberapa besar lingkungan tersebut mampu memberikan dukungan bagi kelangsungan hidup organisme, termasuk di dalamnya kesuburan. Tanah sebagai sentral kehidupan manusia memberikan andil dalam penentuan kesuburan tanah. Atas dasar pertimbangan tersebut, maka penelitian ini ditekankan pada pendiskripsian profil fisik tanah dan ketersediaan nutrient, sebagai aspek dinamika lingkungan lahan basah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dan sediaan Karakteristik Dan Potensi Hara Sedimen Pada Lahan Basah Di Desa Tanggul Tlare Kecamatan Kedung (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://ejournal.undip.ac.id/index.php/buloma/article/download/11221/8813
Article home page: https://ejournal.undip.ac.id/index.php/buloma/article/view/11221/8813

A’in Churun. KARAKTERISTIK DAN POTENSI HARA SEDIMEN PADA LAHAN BASAH DI DESA TANGGUL TLARE KECAMATAN KEDUNG KABUPATEN JEPARA, BULETIN OSEANOGRAFI MARINA, 2012, pp. 49-64,