KARAKTERISTIK DAN POTENSI HARA SEDIMEN PADA LAHAN BASAH DI DESA TANGGUL TLARE KECAMATAN KEDUNG KABUPATEN JEPARA
Buletin Oseanografi Marina Januari 2012.vol.1 49 - 64
KARAKTERISTIK DAN POTENSI HARA SEDIMEN PADA LAHAN BASAH DI DESA
TANGGUL TLARE KECAMATAN KEDUNG KABUPATEN JEPARA
Churun A’in
Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan FPIK-UNDIP
Jl Prof Soedarto, SH Kampus Tembalang
E-mail :
Abstrak
Lahan basah merupakan salah satu daerah vital di wilayah pesisir. Dipandang
dari segi ekologis kawasan ini menyimpan beragam fungsi diantaranya: sebagai buffer
area, konversi dan pensuplai nutrien, menyerap dan mereduksi banjir, serta habitat bagi
beberapa spesies hewan pesisir. Untuk mendukung usaha pengembangan kawasan
lahan basah sebagai suatu sumberdaya alamiah, maka diperlukan suatu survai tanah
(lahan) ataupun pemetaan kemampuan tanah.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil fisik dan potensi hara sedimen
pada lahan basah di desa Tanggul Tlare dan sekaligus mengetahui hubungan kualitas
sedimen dan sediaan hara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah “Sample
Survey Method” dan bersifat deskriptif guna memberikan gambaran mengenai situasi dan
kondisi secara lokal. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli – Agustus 2007 di desa
Tanggul Tlarre, kelurahan Kedung, kecamatan Tahunan, kabupaten Jepara.
Berdasarkan sifat dan karakteristiknya lahan basah di desa Tanggul Tlare
digolongkan sebagai lahan basah tipe rawa pasang surut. Spesifikasi yang dimiliki lahan
basah tersebut diantaranya adalah adanya perbedaan substrat dasar yang menyebabkan
beberapa pola zonasi; zona I didominasi pasir, zona II didominasi lempung, zona III
didominasi lumpur; kepayauan akan semakin berkurang untuk setiap peningkatan zona;
bahan organik (BOT) yang tinggi. Dari hasil penelitian potensi hara yang dimiliki lahan
basah tersebut dikategorikan dalam taraf rendah (nitrogen total dan fosfat). Kualitas
sedimen berpengaruh secara nyata terhadap potensi hara dengan indeks korelasi yang
erat, kecuali BOT dan fosfat (thit = 1,817 < ttab=2,633; r = 0,491) yaitu liat berpengaruh
terhadap sediaan fosfat (thit = 5,800 > ttab=2,633; r = 0,878), liat berpengaruh terhadap
sediaan nitrogen (thit = 6,169 > ttab=2,633; r = 0,890), BOT berpengaruh terhadap N (t hit =
7,251 > ttab=2,633; r = 0,917), dan BOT berpengaruh terhadap C (t hit = 38,820 >
ttab=2,633; r = 0,997). Disamping itu nilai kualitas sedimen dapat dijadikan sebagai
penduga sediaan hara sedimen (Y=a + bX).
Kata Kunci : Lahan Basah, Kualitas Sedimen, Potensi Hara
Abstract
Wetland is the one of vital areas in coastal region. From the ecological point of
view this area are keeping somany functions such as buffer area, convertion and nutrient
supplier, absorb and reduce flood, also as habitat for organism of coastal areas. To
encourage the developing wet land area exertion as a natural resources, need to make
study about the soil condition or making a map (mapping) about soil potentiality.
This objective of this research are to know about the physic profile and the
sediment nutrient potency in wetland at Tanggiul Tlare village and also to the corellation
between sediment quality and the nutrient stock. The method that used on this research
are “Sample Survey Method” and descriptivelly to give discription about the locally
situation and condition.
Based on property and the characteristic, wetland at Tanggul Tlare village is
classified as wetland tidal swamp type. The spesification of the wetland, among of them
*)corresponding author
http://ejournal.undip.ac.id/index.php/buloma
Diterima/Received: 08-11-2011
Disetujui/Accepted: 20-12-2011
Buletin Oseanografi Marina Januari 2012 .vol.1 49 - 64
there are differences in substrat base which caused couple zoning patern; zone I
dominated by sand, zone II dominated by clay; zone III dominated by mud; the salinity of
soil will be decrease for every zone rise up; with high material organic content (total
organic matter soil). From the research result the nutrient potency which is had by the
wetland classified in low stage (total N and phosphat). Sediment quality is really affected
to the nutrient potency with tight corellation index, except totalorganic matter soil and
phosphat (thit = 1,817 < ttab=2,633; r = 0,491), namely that clay affects to the phosphat
stocks (thit = 5,800 > ttab=2,633; r = 0,878), clay affects to the nitrogen stocks (thit = 6,169
> ttab=2,633; r = 0,890), total organic matter affects to the nitrogen (t hit = 7,251 >
ttab=2,633; r = 0,917), and total organic matter affects to the C organic (t hit = 38,820 >
ttab=2,633; r = 0,997).. Besides that sediment quality value can be used as asediment
nutrients stock tracer (Y=a + bX).
Keywords : wetland, sediment quality, nutrient potency
Pendahuluan
Lahan basah atau sering
disebut istilah Wetland merupakan salah
satu daerah vital di wilayah pesisir.
Peranannya sangat penting, bukan
hanya untuk keperluan perikanan akan
tetapi juga keperluan lain yang
kompeten di dalamnya. Dipandang dari
segi ekologis kawasan ini menyimpan
beragam fungsi diantaranya : sebagai
buffer area, konversi dan pensuplai
nutrien, menyerap dan meruduksi banjir
serta habitat bagi beberapa spesies
hewan pesisir. Fungsi lahan basah
akhir-akhir ini semakin banyak diketahui,
terutama sejak hilang dan berkurangnya
banyak lahan basah di beberapa daerah
yang mengakibatkan banyak kerugian
pada penduduk (Davies et al., 1995).
Seiring dengan pertambahan
jumlah
penduduk
dan
majunya
pembangunan, keberadaan lahan basah
dianggap strategis untuk dikelola dan
dimanfaatkan, khususnya rawa pasang
surut. Disamping dimanfaatkan untuk
kepentingan-kepentingan
ekonomis,
perlu juga dilakukan usaha konservasi
untuk kawasan ini, mengingat begitu
banyak sumbangan yang diberikan bagi
keseimbangan lingkungan pesisir.
Untuk
mendukung
usaha
pengembangan kawasan lahan basah
sebagai suatu sumberdaya alamiah,
50
maka diperlukan suatu survai tanah
(lahan) ataupun pemetaan kemampuan
tanah, hal ini sesuai dasar-dasar
kebijakan pembangunan berwawasan
lingkungan yang berorientasi pada
pendekatan
ekosistem
(ecological
approach) sehingga akan sesuai
dengan daya dukung yang dimiliki oleh
lahan tersebut. Selain itu dengan
mengetahui kemampuan tanah maka
akan dapat memberikan kemungkinan
pilihan
penggunaan
dalam
pembangunan
di
masa
depan.
Pemilihan lahan untuk pemanfaatan
khusus harus sepadan dengan potensi
tanah yang akan dipakai, sehingga akan
diperoleh
peluang
cukup
bagi
pencapaian taraf hasil yang diinginkan.
Penilaian utama daya dukung
lingkungan adalah seberapa besar
lingkungan
tersebut
mampu
memberikan
dukungan
bagi
kelangsungan
hidup
organisme,
termasuk di dalamnya kesuburan.
Tanah sebagai sentral kehidupan
manusia memberikan andil dalam
penentuan kesuburan tanah. Atas dasar
pertimbangan tersebut, maka penelitian
ini ditekankan pada pendiskripsian profil
fisik tanah dan ketersediaan nutrient,
sebagai aspek dinamika lingkungan
lahan basah.
Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui karakteristik dan sediaan
Karakteristik Dan Potensi Hara Sedimen Pada Lahan Basah Di Desa Tanggul Tlare
Kecamatan Kedung (...truncated)