Prediksi Perubahan Garis Pantai Di Pantai Tanjung Lesung, Kec. Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Banten (Studi Kasus: 2022-2047)

BULETIN OSEANOGRAFI MARINA, Jun 2023

Pantai Tanjung Lesung merupakan proyek strategis nasional yang menjadi potensi wisata pantai untuk perkembangan perekonomian Provinsi Banten. Kerusakan daerah pesisir telah terjadi dari tahun ke tahun di wilayah ini. Kondisi ini perlu dilakukan mitigasi untuk mengurangi resiko rusaknya infrastruktur dan sangat mengganggu permukiman, pariwisata, dan aktivitas masyarakat yang lain. Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi perubahan garis pantai di Pantai Tanjung Lesung yang terjadi dalam 25 (2002 – 2047) tahun yang akan datang. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi pertimbangan dalam perencanaan pengembangan wisata pantai dengan mencegah terjadinya abrasi dan akresi di titik-titik krusial. Pemodelan perubahan garis pantai pada penelitian ini, menggunakan modul LITLINE, salah satu modul utama dari LITPACK dari MIKE 21. Pengumpulan data dilakukan dengan survey lapangan dan pengambilan data dari instansi terkait. Analisis hasil model perubahan garis pantai di Pantai Tanjung Lesung, Kab. Pandeglang menunjukkan potensi terjadinya proses abrasi dan akresi untuk 25 tahun ke depan. Selama 25 tahun dari tahun 2022 – 2047 garis pantai Tanjung Lesung mengalami abrasi sebesar 48.69 m dan akresi sebesar 51,7 m. Nilai rata – rata perubahan garis pantai adalah 11,5 dan 11,75 pada kejadian abrasi dan akresi secara berurut. Akumulasi akresi dengan kala periode 5 tahun hingga 2047 di daerah teluk adalah sebesar 61,65 m, sedangkan akumulasi abrasi dengan kala periode 5 tahun hingga 2047 adalah sebesar 72,49 m. Tanjung Lesung Beach is a national strategic project that becomes a potential for coastal tourism for the economic development of Banten Province. Damage to coastal areas has occurred from year to year in this region. This condition needs to be mitigated to reduce the risk of infrastructure damage and greatly disrupt settlements, tourism, and other community activities This study aims to predict shoreline changes at Tanjung Lesung Beach that will occur in the next 25 (2002–2047) years.. The results of this study are expected to be considered in planning the development of coastal tourism by preventing abrasion and accretion at crucial points. The modeling of shoreline changes in this study uses the LITLINE module, one of the main modules of LITPACK from MIKE 21. Data collection is carried out by field surveys and data collection from relevant agencies. Analysis of the results of the model of shoreline change at Tanjung Lesung Beach, Pandeglang district shows the potential for abrasion and accretion processes for the next 25 years. For 25 years, from 2022 to 2047, the Tanjung Lesung coastline experienced 48.69 m of abrasion and 51.7 m of accretion. The average value of shoreline change is 11.5 and 11.75 for accretion and sedimentation events, respectively. The accumulation of accretion with a period of 5 years to 2047 in the bay area is 61.65 m, while the accumulation of abrasion with a period of 5 years to 2047 is 72.49m.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://ejournal.undip.ac.id/index.php/buloma/article/download/50149/23751

Prediksi Perubahan Garis Pantai Di Pantai Tanjung Lesung, Kec. Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Banten (Studi Kasus: 2022-2047)

Buletin Oseanografi Marina Juni 2023 Vol 12 No 2:270-277 PISSN : 2089-3507 EISSN : 2550-001 Prediksi Perubahan Garis Pantai Di Pantai Tanjung Lesung, Kec. Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Banten (Studi Kasus: 2022-2047) Maria Kurniawati Lena Liwun1*, Aris Ismanto2, Elis Indrayanti2, Bayu Munandar2, Hendry Siagian3 1 Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro 2 Departemen Oseanografi, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro Jl. Prof. Jacub Rais, Tembalang, Semarang, Jawa Tengah 50275 Indonesia 3 PT. Freeport Indonesia Jl. Mile 68 Tembagapura, Papua Indonesia Email: Abstrak Pantai Tanjung Lesung merupakan proyek strategis nasional yang menjadi potensi wisata pantai untuk perkembangan perekonomian Provinsi Banten. Kerusakan daerah pesisir telah terjadi dari tahun ke tahun di wilayah ini. Kondisi ini perlu dilakukan mitigasi untuk mengurangi resiko rusaknya infrastruktur dan sangat mengganggu permukiman, pariwisata, dan aktivitas masyarakat yang lain. Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi perubahan garis pantai di Pantai Tanjung Lesung yang terjadi dalam 25 (2002 – 2047) tahun yang akan datang. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi pertimbangan dalam perencanaan pengembangan wisata pantai dengan mencegah terjadinya abrasi dan akresi di titik-titik krusial. Pemodelan perubahan garis pantai pada penelitian ini, menggunakan modul LITLINE, salah satu modul utama dari LITPACK dari MIKE 21. Pengumpulan data dilakukan dengan survey lapangan dan pengambilan data dari instansi terkait. Analisis hasil model perubahan garis pantai di Pantai Tanjung Lesung, Kab. Pandeglang menunjukkan potensi terjadinya proses abrasi dan akresi untuk 25 tahun ke depan. Selama 25 tahun dari tahun 2022 – 2047 garis pantai Tanjung Lesung mengalami abrasi sebesar 48.69 m dan akresi sebesar 51,7 m. Nilai rata – rata perubahan garis pantai adalah 11,5 dan 11,75 pada kejadian abrasi dan akresi secara berurut. Akumulasi akresi dengan kala periode 5 tahun hingga 2047 di daerah teluk adalah sebesar 61,65 m, sedangkan akumulasi abrasi dengan kala periode 5 tahun hingga 2047 adalah sebesar 72,49 m. Kata kunci: Abrasi, Akresi, LITPACK, Tanjung Lesung Abstract Prediction Of Coastline Changes In Tanjung Lesung Beach, Panimbang Regancy, Pandeglang District, Banten (Case Study: 2022-2047) Tanjung Lesung Beach is a national strategic project that becomes a potential for coastal tourism for the economic development of Banten Province. Damage to coastal areas has occurred from year to year in this region. This condition needs to be mitigated to reduce the risk of infrastructure damage and greatly disrupt settlements, tourism, and other community activities This study aims to predict shoreline changes at Tanjung Lesung Beach that will occur in the next 25 (2002–2047) years.. The results of this study are expected to be considered in planning the development of coastal tourism by preventing abrasion and accretion at crucial points. The modeling of shoreline changes in this study uses the LITLINE module, one of the main modules of LITPACK from MIKE 21. Data collection is carried out by field surveys and data collection from relevant agencies. Analysis of the results of the model of shoreline change at Tanjung Lesung Beach, Pandeglang district shows the potential for abrasion and accretion processes for the next 25 years. For 25 years, from 2022 to 2047, the Tanjung Lesung coastline experienced 48.69 m of abrasion and 51.7 m of accretion. The average value of shoreline change is 11.5 and 11.75 for accretion and sedimentation events, respectively. The accumulation of accretion with a period of 5 years to 2047 in the bay area is 61.65 m, while the accumulation of abrasion with a period of 5 years to 2047 is 72.49m. Keywords: Abrasion, Accretion, LITPACK, Tanjung Lesung *Corresponding author DOI:10.14710/buloma.v12i2.50149 http://ejournal.undip.ac.id/index.php/buloma Diterima/Received : 08-11-2022 Disetujui/Accepted : 21-02-2023 Buletin Oseanografi Marina Juni 2023 Vol 12 No 2:270–277 PENDAHULUAN Kerusakan wilayah pesisir pantai merupakan permasalahan sebagian besar wilayah pesisir di Indonesia dan khusunya di Pantai Tanjung Lesung. Mutaqin et al., (2021) menyatakan bahwa laju perubahan garis pantai di Pantai Tanjung Lesung sebesar -4,5 m/tahun. Widada et al. (2022) di Pantai di Kota Pekalongan mengalami abrasi dan erosi berkisar antara 10-15 m. Kerusakan pantai tersebut sangat menggangu wilayah permukiman, perekonomian dan aktivitas masyarakat. Kerusakan wilayah pantai dapat dipengaruhi oleh gelombang, pasang surut, arus laut, kenaikan muka air laut, aktivitas manusia, dan lain-lain (Widada et al., 2022; Arjasakusuma et al., 2021). Prosesproses diatas mempengaruhi dinamika perubahan garis pantai seperti abrasi dan akresi, khususnya di Pantai Tanjung Lesung (Mutaqin et al., 2021). Proses abrasi dan akresi menjadi ancaman bagi kota-kota besar atau pusat wisata yang berada di daerah pesisir laut (Marfai et al., 2008). Pantai wisata yang sedang berkembang yaitu Pantai Tanjung Lesung yang menjadi salah satu proyek strategis nasional melalui Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) (KEK Indonesia, 2022). Peningkatkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Pandeglang beberapa tahun terakhir di dorong oleh peningkatan wisata (Mutaqin et al., 2021). Peningkatan kunjungan wisata di Pantai Tanjung lesung membuat pengelola harus membangun fasilitas umum (BPS Provinsi Banten, 2022). Pembangunan fasilitas umum menimbulkan alih fungsi penggunaan lahan dan aktivitas lain yang dapat meningkatkan potensi kerusakan wilayah pesisir (Hendriyono et al., 2015; Arjasakusuma et al., 2021; Widodo et al., 2022). Tahapan mitigasi sebagai upaya mengeleminasi dampak tersebut, maka perlu menyusun strategi penanggulangan kerusakan wilayah pantai. Penyusunan strategi penanggulangan kerusakan pantai salah satunya dapat di analisis dengan menggunakan data perubahan garis pantai. Analisis perubahan garis pantai dapat memberikan gambaran dimana titiktitik lokasi abrasi dan akresi. Pengetahuan mengenai titik abrasi dan akresi dapat menjadi pedoman dalam menentukan prioritas wilayah yang perlu diselamatkan lebih dahulu. Penelitian terdahulu tentang perubahan garis pantai di daerah Kabupaten Pandeglang telah banyak dilakukan, diantaranya Rositasari (2007), menemukan bahwa sebaran sedimen dasar memperlihatkan kecenderungan tingginya sebaran fraksi kasar di lepas pantai sekitar muara sungaisungai yang terletak di sebelah Tenggara Tanjung Lesung. Keadaan ini menunjukkan adanya proses abrasi aktif di sepanjang pesisir timur Tanjung Lesung hingga sekitar Ciseukeut. Selanjutnya, Mutaqin et al. (2020) dan Wicaksono et al. (2020) menyatakan bahwa telah terjadi kemunduran garis pantai di wilayah pantai Tanjung Lesung dalam rentang waktu tahun 1990-2020 (30 Tahun). Penelitian sebelumnya menggunakan metode pendekatan penginderaan jauh (Mutaqin et al., 2021) dan analisis ukuran butir sedimen (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://ejournal.undip.ac.id/index.php/buloma/article/download/50149/23751
Article home page: https://ejournal.undip.ac.id/index.php/buloma/article/view/50149/23751

Liwun Maria Kurniawati Lena, Aris Ismanto, Elis Indrayanti, Bayu Munandar, Hendry Siagian. Prediksi Perubahan Garis Pantai Di Pantai Tanjung Lesung, Kec. Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Banten (Studi Kasus: 2022-2047), BULETIN OSEANOGRAFI MARINA, 2023, pp. 270-277,