Evaluasi Pemodelan Jalur Evakuasi Tsunami Wilayah Kepesisiran Pantai Krakal dan Pantai Slili Gunungkidul

BULETIN OSEANOGRAFI MARINA, Feb 2023

Bencana tsunami menyebabkan kerusakan dan korban jiwa. Pencegahan dan pengurangan risiko bencana tsunami dapat dilakukan dengan pembuatan jalur evakuasi. Perkembangan teknologi dan sistem informasi geografis (SIG) memberikan pemodelan jalur evakuasi untuk mitigasi bencana tsunami. Tujuan penelitian yaitu menganalisis hasil pemodelan jalur tsunami dengan metode Least Cost Distace berbasis raster dan Network Analysis berbasis data vektor dan melakukan evaluasi dengan melibatkan masyarakat. Penelitian dengan pendekatan eksplanatoris sekuensial, metode analisis data kuantitatif pada tahap pertama yang diikuti oleh pengumpulan dan analisis data kualitatif pada tahap kedua yang dibangun berdasarkan hasil awal kuantitatif. Penelitian menggunakan data primer berupa citra spot 7 yang dideliniasi sesuai Landuse dan dianalisis dengan 2 metode pemodelan jalur evakuasi. Hasil analisis di validasi dengan data sekunder berupa data lapangan melalui wawancara mendalam kepada narasumber meliputi pedagang, wisatawan maupun masyarakat local yang sedang beraktivitas di sekitar pantai serta kondisi jalur evakuasi sebenarnya. Metode pemodelan jalur evakuasi menggunakan 2 metode memperlihatkan hasil pemodelan jalur evakuasi menggunakan data vektor melalui Network Analysis dan data raster melalui Least Cost Distance (LCD) tidak selamanya menghasilkan rute yang berbeda. Perbedaan hasil dipengaruhi oleh faktor topografi, lereng, hambatan dan penghalang jalan. Hasil evaluasi kedua jalur evakuasi yang dilakukan kepada para informan menunjukkan bahwa kejenuhan narasumber lebih memahami jalur evakuasi yang dibuat dengan pemodelan Network Analysis. Hal ini dikarenakan jalur evakuasi tersebut tidak jauh berbeda dengan kondisi eksisting di lapangan yang sudah dibuat dan disusun oleh BPBD Yogyakarta. The tsunami disaster caused damage and loss of life. Prevention and reduction of tsunami disaster risk can be done by making evacuation routes. The development of technology and geographic information systems (GIS) provides modeling of evacuation routes for tsunami disaster mitigation. The research objectives are to analyze the results of the tsunami path modeling using the raster-based Least Cost Distace method and the vector data-based Network Analysis and to conduct an evaluation involving the community. Research with a sequential explanatory approach, quantitative data analysis method in the first stage followed by qualitative data collection and analysis in the second stage which was built based on the initial quantitative results. This study uses primary data in the form of spot 7 images which are delineated according to Landuse and analyzed by 2 evacuation route modeling methods. The results of the analysis were validated by field data through in-depth interviews with informants including traders, tourists and local people who were doing activities around the beach. Evacuation route modeling method using 2 methods shows the results of evacuation route modeling using vector data through Network Analysis and raster data through Least Cost Distance (LCD) do not always produce different routes. Differences in results are influenced by topography, slopes, obstacles and roadblocks. The results of the evaluation of the two evacuation routes carried out to the informants showed that the saturation of the informants better understood the evacuation routes made with Network Analysis modeling. This is because the evacuation route is not much different from the existing conditions in the field that have been made and compiled by BPBD Yogyakarta.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://ejournal.undip.ac.id/index.php/buloma/article/download/46458/23090

Evaluasi Pemodelan Jalur Evakuasi Tsunami Wilayah Kepesisiran Pantai Krakal dan Pantai Slili Gunungkidul

Buletin Oseanografi Marina Februari 2023 Vol 12 No 1:98-108 PISSN : 2089-3507 EISSN : 2550-0015 Evaluasi Pemodelan Jalur Evakuasi Tsunami Wilayah Kepesisiran Pantai Krakal dan Pantai Slili Gunungkidul An Nisa Nur Hera Anggarwati1*, Djati Mardiatno2,3, Estuning Tyas Wulan Mei4 1 Program Studi Ilmu Lingkungan Minat Studi Geo-Informasi untuk Manajemen Bencana, Universitas Gadjah Mada 2 Program Studi Geografi Lingkungan, Departemen Geografi Lingkungan, Universitas Gadjah Mada 3 Pusat Studi Bencana (PSBA) dan Beragam Kajian Bencana akibat Perubahan Iklim, Universitas Gadjah Mada 4 Program Studi Pembangunan Wilayah, Departemen Geografi Pembangunan, Universitas Gadjah Mada Jl. Teknika Utara, Pogung Kidul, Sinduadi, Kec. Mlati, Kabupaten Sleman, Yogyakarta, 55284 Email: Abstrak Bencana tsunami menyebabkan kerusakan dan korban jiwa. Pencegahan dan pengurangan risiko bencana tsunami dapat dilakukan dengan pembuatan jalur evakuasi. Perkembangan teknologi dan sistem informasi geografis (SIG) memberikan pemodelan jalur evakuasi untuk mitigasi bencana tsunami. Tujuan penelitian yaitu menganalisis hasil pemodelan jalur tsunami dengan metode Least Cost Distace berbasis raster dan Network Analysis berbasis data vektor dan melakukan evaluasi dengan melibatkan masyarakat. Penelitian dengan pendekatan eksplanatoris sekuensial, metode analisis data kuantitatif pada tahap pertama yang diikuti oleh pengumpulan dan analisis data kualitatif pada tahap kedua yang dibangun berdasarkan hasil awal kuantitatif. Penelitian menggunakan data primer berupa citra spot 7 yang dideliniasi sesuai Landuse dan dianalisis dengan 2 metode pemodelan jalur evakuasi. Hasil analisis di validasi dengan data sekunder berupa data lapangan melalui wawancara mendalam kepada narasumber meliputi pedagang, wisatawan maupun masyarakat local yang sedang beraktivitas di sekitar pantai serta kondisi jalur evakuasi sebenarnya. Metode pemodelan jalur evakuasi menggunakan 2 metode memperlihatkan hasil pemodelan jalur evakuasi menggunakan data vektor melalui Network Analysis dan data raster melalui Least Cost Distance (LCD) tidak selamanya menghasilkan rute yang berbeda. Perbedaan hasil dipengaruhi oleh faktor topografi, lereng, hambatan dan penghalang jalan. Hasil evaluasi kedua jalur evakuasi yang dilakukan kepada para informan menunjukkan bahwa kejenuhan narasumber lebih memahami jalur evakuasi yang dibuat dengan pemodelan Network Analysis. Hal ini dikarenakan jalur evakuasi tersebut tidak jauh berbeda dengan kondisi eksisting di lapangan yang sudah dibuat dan disusun oleh BPBD Yogyakarta. Kata kunci : Tsunami, Jalur Evakuasi, Pemodelan SIG, Evaluasi Abstract Evaluation of Tsunami Evacuation Path Modeling in the Coastal Areas of Krakal Beach and Slili Beach, Gunungkidul The tsunami disaster caused damage and loss of life. Prevention and reduction of tsunami disaster risk can be done by making evacuation routes. The development of technology and geographic information systems (GIS) provides modeling of evacuation routes for tsunami disaster mitigation. The research objectives are to analyze the results of the tsunami path modeling using the raster-based Least Cost Distace method and the vector data-based Network Analysis and to conduct an evaluation involving the community. Research with a sequential explanatory approach, quantitative data analysis method in the first stage followed by qualitative data collection and analysis in the second stage which was built based on the initial quantitative results. This study uses primary data in the form of spot 7 images which are delineated according to Landuse and analyzed by 2 evacuation route modeling methods. The results of the analysis were validated by field data through in-depth interviews with informants including traders, tourists and local people who were doing activities around the beach. Evacuation route modeling method *Corresponding author DOI:10.14710/buloma.v12i1.46458 http://ejournal.undip.ac.id/index.php/buloma Diterima/Received : 31-07-2022 Disetujui/Accepted : 29-09-2022 Buletin Oseanografi Marina Februari 2023 Vol 12 No 1:98–108 using 2 methods shows the results of evacuation route modeling using vector data through Network Analysis and raster data through Least Cost Distance (LCD) do not always produce different routes. Differences in results are influenced by topography, slopes, obstacles and roadblocks. The results of the evaluation of the two evacuation routes carried out to the informants showed that the saturation of the informants better understood the evacuation routes made with Network Analysis modeling. This is because the evacuation route is not much different from the existing conditions in the field that have been made and compiled by BPBD Yogyakarta. Keywords : Tsunami, Evacuation Route, GIS Modelling, Evaluation PENDAHULUAN Gunungkidul memiliki panjang garis pantai mencapai ±65 km. Kawasan pantai di Gunungkidul banyak mendapat perhatian wisatawan diantaranya Pantai Krakal dan Slili. Kedua pantai mempunyai pemandangan pasir putih yang indah. Namun disisi lain, memiliki kondisi geomorfologi yang sangat dinamis karena dipengaruhi oleh faktor hidro-oseanografinya. Secara umum tingkat kerentanan wilayah Pantai Krakal dan Pantai Slili dapat diklasifikasikan sebagai pantai dengan kerentanan tinggi hingga ekstrem terhadap bencana alam seperti tsunami dan badai (Finkl, 1983; Muchtar et al., 2015). Pernyataan diperkuat dengan hasil studi Anwar (2021) menunjukkan jika kejadian tsunami di wilayah utara cenderung lebih jarang dibandingkan wilayah selatan garis khatulistiwa termasuk kedua lokasi pantai. Tipe tsunami di sekitar wilayah Pesisir Selatan Jawa termasuk dalam short time travel, tsunami dapat mencapai pantai dalam waktu kurang dari 30 menit setelah adanya gempa bumi (BNPB,2012). Gelombang tsunami yang menjalar ke daratan akan menyebabkan kerusakan bangunan dan bahkan menelan korban jiwa. Risiko bahaya gempa bumi sangat ditentukan oleh kepadatan penduduk dan infrastruktur di suatu wilayah (Soehaimi, 2008). Salah satu upaya mitigasi bencana dapat dilakukan dengan membuat jalur evakuasi. Setiap pantai memiliki jalur evakuasi tsunami yang berbeda tergantung morfologinya. Pantai Krakal dan Pantai Slili termasuk Kawasan pantai Karst dengan kemiringan lereng pantainya datar bergelombang. Hal itu membuat morfologi pantainya memiliki dinamika yang cukup tinggi (Damayanti dan Ayuningtyas, 2008). Secara umum, pemilihan dan penentuan jalur evakuasi perlu mempertimbangkan dan memahami kondisi lingkungan dan perilaku masyarakat sebagai tindakan kesiapsiagaan ancaman tsunami ke depannya (Makinoshima et al., 2020). Pemilihan jalur evakuasi akan mempengaruhi tingkat angka kematian secara signifikan, sehingga penentuan jalur perlu memperhatikan jarak dan waktu (Takabatake et al., 2020). Penentuan jalur evakuasi pada wilayah kepesisiran Gunungkidul pernah dilakukan oleh Marfai et al., 2021, penentuan jalur evakuasi menggunakan citra skala resolusi tinggi dengan (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://ejournal.undip.ac.id/index.php/buloma/article/download/46458/23090
Article home page: https://ejournal.undip.ac.id/index.php/buloma/article/view/46458/23090

Anggarwati An Nisa Nur Hera, Djati Mardiatno, Mei Estuning Tyas Wulan. Evaluasi Pemodelan Jalur Evakuasi Tsunami Wilayah Kepesisiran Pantai Krakal dan Pantai Slili Gunungkidul, BULETIN OSEANOGRAFI MARINA, 2023, pp. 98-108,