PERENCANAAN JALUR EVAKUASI BENCANA TSUNAMI DI KAWASAN STRATEGIS PARIWISATA NASIONAL LIKUPANG KABUPATEN MINAHASA UTARA DENGAN METODE NETWORK ANALYST

MEDIA MATRASAIN, Jun 2024

ABSTRAK Kecamatan Likupang Timur secara signifikan menunjukkan tingkat kerawanan yang tinggi terhadap potensi bencana tsunami. Hal ini disebabkan oleh posisinya yang terletak di sekitar lempengan tektonik, dimana potensi pergerakan atau pecahan lempengan tersebut dapat memicu kejadian gempa bumi yang berpotensi menimbulkan bencana tsunami. Untuk mengatasi ancaman ini, penyusunan jalur evakuasi dirancang sebagai strategi mitigasi yang krusial. Dalam rangka mengembangkan rencana mitigasi, penelitian ini memanfaatkan Sistem Informasi Geografis (SIG) sebagai Tools utama untuk membentuk model informasi pada tahap awal. Metode Analisis Jaringan diimplementasikan sebagai pendekatan kunci, dengan keunggulan mampu mengelompokkan jalur evakuasi secara terinci dan mengestimasi waktu tempuh setiap jalur. Software ArcGIS 10.8 menjadi platform yang digunakan dalam proses analisis ini. Dengan memanfaatkan data jaringan jalan di Kecamatan Likupang Timur, serta menetapkan titik awal evakuasi pada area rawan tsunami, penelitian ini mematuhi pedoman dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terkait Perencanaan Titik Evakuasi Bencana Tsunami. Hasilnya mencakup penentuan 11 titik evakuasi yang menjadi destinasi utama penduduk di wilayah yang berisiko tsunami. Dengan demikian, total 27 jalur evakuasi dan 11 titik evakuasi berhasil diidentifikasi, memberikan landasan strategis bagi masyarakat dalam menghadapi potensi bencana tsunami di Kecamatan Likupang Timur. Kata Kunci: Jalur Evakuasi Tsunami, Titik Evakuasi, Sistem Informasi Geografis, Network Analyst ABSTRACT The sub-district of Likupang Timur significantly exhibits a high vulnerability level to the potential tsunami disaster. This is attributed to its location surrounded by tectonic plates, where the potential movement or rupture of these plates can trigger seismic events that may lead to a tsunami disaster. To address this threat, the establishment of evacuation routes is identified as a crucial mitigation strategy. In developing a mitigation plan, this research utilizes Geographic Information System (GIS) as the primary tool to construct information models in the initial phase. The Network Analysis Method is implemented as a key approach, with the advantage of being able to intricately categorize evacuation routes and estimate travel times for each route. ArcGIS 10.8 software serves as the platform used in this analytical process. By utilizing road network data in Likupang Timur Sub-district and determining the starting points for evacuation in tsunami-prone areas, this research adheres to the guidelines provided by the National Disaster Management Agency (BNPB) regarding Tsunami Evacuation Point Planning. The results encompass the determination of 11 evacuation points that serve as the primary destinations for the population in tsunami-prone areas. Thus, a total of 27 evacuation routes and 11 evacuation points have been successfully identified, providing a strategic foundation for the community in facing the potential tsunami disaster in Likupang Timur Sub-district. Keywords: Tsunami Evacuation Path, Evacuation Point, Geographic Information System, Network Analyst

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://ejournal.unsrat.ac.id/v3/index.php/jmm/article/download/56039/46643

PERENCANAAN JALUR EVAKUASI BENCANA TSUNAMI DI KAWASAN STRATEGIS PARIWISATA NASIONAL LIKUPANG KABUPATEN MINAHASA UTARA DENGAN METODE NETWORK ANALYST

E-ISSN 2723-1720 MEDIA MATRASAIN Volume 21,No.1, Jan-Jun 2024 https://ejournal.unsrat.ac.id/v3/index.php/jmm/index PERENCANAAN JALUR EVAKUASI BENCANA TSUNAMI DI KAWASAN STRATEGIS PARIWISATA NASIONAL LIKUPANG KABUPATEN MINAHASA UTARA DENGAN METODE NETWORK ANALYST Enrico M.P Koemesan, Jefrey I. Kindangen, Aristotulus E. Tungka Program Studi Perencanaan Wilayah & Kota Universitas Sam Ratulangi Manado Email : ; ; ABSTRAK Kecamatan Likupang Timur secara signifikan menunjukkan tingkat kerawanan yang tinggi terhadap potensi bencana tsunami. Hal ini disebabkan oleh posisinya yang terletak di sekitar lempengan tektonik, dimana potensi pergerakan atau pecahan lempengan tersebut dapat memicu kejadian gempa bumi yang berpotensi menimbulkan bencana tsunami. Untuk mengatasi ancaman ini, penyusunan jalur evakuasi dirancang sebagai strategi mitigasi yang krusial. Dalam rangka mengembangkan rencana mitigasi, penelitian ini memanfaatkan Sistem Informasi Geografis (SIG) sebagai Tools utama untuk membentuk model informasi pada tahap awal. Metode Analisis Jaringan diimplementasikan sebagai pendekatan kunci, dengan keunggulan mampu mengelompokkan jalur evakuasi secara terinci dan mengestimasi waktu tempuh setiap jalur. Software ArcGIS 10.8 menjadi platform yang digunakan dalam proses analisis ini. Dengan memanfaatkan data jaringan jalan di Kecamatan Likupang Timur, serta menetapkan titik awal evakuasi pada area rawan tsunami, penelitian ini mematuhi pedoman dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terkait Perencanaan Titik Evakuasi Bencana Tsunami. Hasilnya mencakup penentuan 11 titik evakuasi yang menjadi destinasi utama penduduk di wilayah yang berisiko tsunami. Dengan demikian, total 27 jalur evakuasi dan 11 titik evakuasi berhasil diidentifikasi, memberikan landasan strategis bagi masyarakat dalam menghadapi potensi bencana tsunami di Kecamatan Likupang Timur. Kata Kunci: Jalur Evakuasi Tsunami, Titik Evakuasi, Sistem Informasi Geografis, Network Analyst ABSTRACT The sub-district of Likupang Timur significantly exhibits a high vulnerability level to the potential tsunami disaster. This is attributed to its location surrounded by tectonic plates, where the potential movement or rupture of these plates can trigger seismic events that may lead to a tsunami disaster. To address this threat, the establishment of evacuation routes is identified as a crucial mitigation strategy. In developing a mitigation plan, this research utilizes Geographic Information System (GIS) as the primary tool to construct information models in the initial phase. The Network Analysis Method is implemented as a key approach, with the advantage of being able to intricately categorize evacuation routes and estimate travel times for each route. ArcGIS 10.8 software serves as the platform used in this analytical process. By utilizing road network data in Likupang Timur Subdistrict and determining the starting points for evacuation in tsunami-prone areas, this research adheres to the guidelines provided by the National Disaster Management Agency (BNPB) regarding Tsunami Evacuation Point Planning. The results encompass the determination of 11 evacuation points that serve as the primary destinations for the population in tsunami-prone areas. Thus, a total of 27 evacuation routes and 11 evacuation points have been successfully identified, providing a strategic foundation for the community in facing the potential tsunami disaster in Likupang Timur Sub-district. Keywords: Tsunami Evacuation Path, Evacuation Point, Geographic Information System, Network Analyst 1. Latar Belakang PENDAHULUAN PERENCANAAN JALUR EVAKUASI BENCANA TSUNAMI DI KAWASAN STRATEGIS PARIWISATA NASIONAL LIKUPANG KABUPATEN MINAHASA UTARA DENGAN METODE NETWORK ANALYST 13 E-ISSN 2723-1720 MEDIA MATRASAIN Volume 21,No.1, Jan-Jun 2024 https://ejournal.unsrat.ac.id/v3/index.php/jmm/index Negara Indonesia, sebagai negara yang meningkatkan kesiapan dan keselamatan komunitas mempunyai tingkat risiko bencana tertinggi di setempat. dunia, menghadapi tantangan yang signifikan yang sebagian besar disebabkan oleh letak geografisnya. Pengertian Tsunami Berposisi di pertemuan tiga lempeng tektonik Menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana primer yaitu lempeng Indo-Australia, lempeng (BNPB) Nomor 8 Tahun 2011, tsunami dapat Eurasia, dan lempeng Pasifik - Indonesia terus dijelaskan sebagai rangkaian gelombang besar yang mengalami yang muncul akibat pergeseran di laut yang dipicu oleh berkontribusi pada terjadinya bencana, terutama gempa bumi. Sementara itu, Pedoman Penyusunan tsunami. Faktor ini semakin diperparah oleh MasterPlan Pengurangan Risiko Bencana Tsunami karakteristik geografis Indonesia sebagai kepulauan, BNPB Tahun 2014 menyatakan bahwa tsunami dengan garis pantai mencapai 99.093 km² (BIG) merupakan (Arief, Winarso, dan Prayogo, 2011). Penting untuk merupakan hasil dari deformasi dasar laut akibat dicatat bahwa sektor pariwisata di Indonesia gempa bumi pada segmen megathrust. Konsekuensi menjadi fokus utama pada program "Nawa Cita" dari bencana tsunami bervariasi tergantung pada yang digagas oleh Presiden Jokowi, sebagaimana tinggi gelombang, periode tsunami, topografi pesisir, diatur dalam Peraturan Pemerintah RI No. 50 Tahun kondisi penduduk, dan infrastruktur di daerah pesisir, 2011 Pembangunan serta faktor-faktor lainnya. Daerah pantai dengan Kepariwisataan Nasional Tahun 2010 – 2025. konfigurasi alfabet V atau teluk dengan arah Dalam konteks ini, Kawasan Strategis Pariwisata gelombang yang mengecil yang mengarah ke daratan Nasional (KSPN) memegang peran kunci, dan biasanya Likupang merupakan salah satu KSPN yang terletak Tsunami di Kecamatan Likupang Timur. Dalam konteks mengakibatkan penghancuran bangunan, tanaman, perencanaan pembangunan, Rencana Tata Ruang pelabuhan, permukiman, pertanian, dan infrastruktur Wilayah (RTRW) Kabupaten Minahasa Utara 2011 lainnya (Naryanto, 2008). aktivitas tentang tektonik Rencana Induk masif gelombang mengalami yang laut berbahaya kerusakan mencapai paling pesisir yang parah. dapat – 2031 dan data Badan Penanggulangan Bencana Tempat Evakuasi Tsunami Daerah (BPBD) mengidentifikasi Likupang Timur Tempat evakuasi tsunami merupakan lokasi yang sebagai wilayah yang rentan terhadap bencana menjadi destinasi bagi korban bencana untuk tsunami. Faktor ini disebabkan oleh posisinya yang mencari perlindungan dari ancaman tsunami. dikelilingi oleh lempengan tektonik, sehingga Terdapat dua jenis tempat evakuasi yang umum, adanya potensi pecahan lempengan dapat memicu gempa bumi dan dalam situasi yaitu Tempat Evakuasi Sementara (TES) dan tertentu, Tempat Evakuasi Akhir (TEA). Tempat Evakuasi menimbulkan bencana tsunami. Salah satu upaya Akhir menitikberatkan pada ketinggian wilayah mitigasi yang diusulkan adalah pengembangan peta digital jalur evakuasi tsunami dan sebagai penunjuk titik evakuasi, dimana shelter lokasi ters (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://ejournal.unsrat.ac.id/v3/index.php/jmm/article/download/56039/46643
Article home page: https://ejournal.unsrat.ac.id/v3/index.php/jmm/article/view/56039/46643

Koemesan Enrico M.P., Kindangen Jefrey I., Tungka Aristotulus E.. PERENCANAAN JALUR EVAKUASI BENCANA TSUNAMI DI KAWASAN STRATEGIS PARIWISATA NASIONAL LIKUPANG KABUPATEN MINAHASA UTARA DENGAN METODE NETWORK ANALYST, MEDIA MATRASAIN, 2024, pp. 13-22,