ANALISIS KESANTUNAN BERBAHASA DALAM NOVEL MENGGAPAI MATAHARI KARYA ADNAN KATINO

Bahtera Indonesia; Jurnal Penelitian Bahasa dan Sastra Indonesia, Mar 2022

ABSTRAK Penelitian ini berlatarbelakang fenomena-fenomena yang sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari, terkait dengan kesantunan berbahasa dalam berkomunikasi. Kesantunan berbahasa juga dapat didefinisikan sebagai aturan perilaku yang telah ditetapkan dan disepakati oleh pelaku sosial di mana hal tersebut berkaitan dengan status sosial seseorang atau usianya. Kesantunan berbahasa tidak hanya ditemukan dalam komunikasi sehari-hari saja, namun dapat ditemukan dalam karya sastra yaitu novel. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesantunan berbahasa yang terdapat dalam novel Menggapai Matahari karya Adnan Katino. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori kesantunan milik Leech 1983 yang terdiri dari 6 maksim kesantunan. Hasil dari penelitian ini ditemukan sebanyak 72 tuturan yang mengandung pematuhan dan pelanggaran kesantunan, di mana hal tersebut sebanyak 64 tuturan pematuhan maksim meliputi: maksim kebijaksanaan (14), maksim penerimaan (16), maksim kemurahan (7), maksim kesimpatian (10), maksim kesetujuan (14) dan maksim kerendahan hati (3). Sedangkan data yang melangar ditemukan sebanyak 8 data meliputi: maksim kemurahan (4), maksim kebijaksanaan (2) dan maksim kesimpatian (2). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan pendekatan kualitatif. Sumber data primer yang digunakan dalam penelitian ini adalah novel Menggapai Matahari karya Adnan katino yang dinilai mengandung banyaknya dialog-dialog kesantunan. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik studi pustaka, teknik observasi, teknik dokumentasi dan teknik simak catat. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Kata Kunci: Analisis Kesantunan Berbahasa, Novel Menggapai Matahari Karya Adnan Katino, Teori Lecch 1983. ABSTRACT This research is based on a phenomenon that often happens in everyday life, related to language politeness in communication. Politeness can also be defined as established rules of conduct and agreed by the speaker related to social status or age. Politeness in the language is found in everyday communication and literary works, such as a novel. This study describes language politeness contained in the book Menggapai Matahari written by Adnan Katino. The theory used in this study is the principle of politeness by Leech 1983, which consists of 6 politeness maxims. This study found that 72 speech contains obedience and violation of politeness, whereas the 64 speech maxim compliace includes: tact maxim (14), generosity maxim (16), approbation maxim (7), sympathy maxim (10), agreement maxim (14), and modesty maxim (3). While the data that was violated was found is 8 data including: approbation maxim (3), tact maxim (2) dan sympathy maksim (2). This study used the descriptive qualitative method and qualitative approach. The primary data source used in this study is a book entitled Menggapai Matahari written by Adnan Katino, which contains many polite dialogues. Furthermore, the data collection techniques used in this study are literature study, observation, documentation, and note-taking techniques. Data analysis techniques used in this study are data reduction, data presentation, and cobcluding. Keyword(s): The Analysis Of Language Politeness, Novel Menggapai Matahari By Adnan Katino, Leech Theory 1983.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

http://bahteraindonesia.unwir.ac.id/index.php/BI/article/download/155/162

ANALISIS KESANTUNAN BERBAHASA DALAM NOVEL MENGGAPAI MATAHARI KARYA ADNAN KATINO

BAHTERA INDONESIA: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia ISSN 2541-3252 Vol. 7, No. 1, Mar. 2022 KESANTUNAN BERBAHASA DALAM NOVEL MENGGAPAI MATAHARI KARYA ADNAN KATINO Ratna Ulfi Adillah1, Imam Muhtarom2, Dewi Herlina Sugiarti3 1 Universitas Singaperbangsa Karawang, Jl. HS. Ronggo Waluyo, Puseurjaya, Kec. Telukjambe Timur, 2 Universitas Singaperbangsa Karawang, Jl. HS. Ronggo Waluyo, Puseurjaya, Kec. Telukjambe Timur, 3 Universitas Singaperbangsa Karawang, Jl. HS. Ronggo Waluyo, Puseurjaya, Kec. Telukjame Timur, ABSTRACT This research is based on a phenomenon that often happens in everyday life, related to language politeness in communication. Politeness can also be defined as established rules of conduct and agreed by the speaker related to social status or age. Politeness in the language is found in everyday communication and literary works, such as a novel. This study describes language politeness contained in the book Menggapai Matahari written by Adnan Katino. The theory used in this study is the principle of politeness by Leech 1983, which consists of 6 politeness maxims. This study found that 72 speech contains obedience and violation of politeness, whereas the 64 speech maxim compliace includes: tact maxim (14), generosity maxim (16), approbation maxim (7), sympathy maxim (10), agreement maxim (14), and modesty maxim (3). While the data that was violated was found is 8 data including: approbation maxim (3), tact maxim (2) dan sympathy maksim (2). This study used the descriptive qualitative method and qualitative approach. The primary data source used in this study is a book entitled Menggapai Matahari written by Adnan Katino, which contains many polite dialogues. Furthermore, the data collection techniques used in this study are literature study, observation, documentation, and note-taking techniques. Data analysis techniques used in this study are data reduction, data presentation, and cobcluding. Keyword(s): The Analysis Of Language Politeness, Novel Menggapai Matahari By Adnan Katino, Leech Theory 1983. ABSTRAK Penelitian ini berlatarbelakang fenomena-fenomena yang sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari, terkait dengan kesantunan berbahasa dalam berkomunikasi. Kesantunan berbahasa juga dapat didefinisikan sebagai aturan perilaku yang telah ditetapkan dan disepakati oleh pelaku sosial di mana hal tersebut berkaitan dengan status sosial seseorang atau usianya. Kesantunan berbahasa tidak hanya ditemukan dalam komunikasi sehari-hari saja, namun dapat ditemukan dalam karya sastra yaitu novel. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesantunan berbahasa yang terdapat dalam novel Menggapai Matahari karya Adnan Katino. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori kesantunan milik Leech 1983 yang terdiri dari 6 maksim kesantunan. Hasil dari penelitian ini ditemukan sebanyak 72 tuturan yang mengandung pematuhan dan pelanggaran kesantunan, di mana hal tersebut sebanyak 64 tuturan pematuhan maksim meliputi: maksim kebijaksanaan (14), maksim penerimaan (16), maksim kemurahan (7), maksim kesimpatian (10), maksim kesetujuan (14) dan maksim kerendahan hati (3). Sedangkan data yang melangar ditemukan sebanyak 8 data meliputi: maksim kemurahan (4), maksim kebijaksanaan (2) dan maksim kesimpatian (2). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan pendekatan 272 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan BAHTERA INDONESIA: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia ISSN 2541-3252 Vol. 7, No. 1 Mar. 2022 kualitatif. Sumber data primer yang digunakan dalam penelitian ini adalah novel Menggapai Matahari karya Adnan katino yang dinilai mengandung banyaknya dialog-dialog kesantunan. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik studi pustaka, teknik observasi, teknik dokumentasi dan teknik simak catat. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Kata Kunci: Analisis Kesantunan berbahasa, Novel Menggapai Matahari Karya Adnan Katino, Teori Lecch 1983. How to Cite: Ratna Ulfi Adillah, Imam Muhtarom, & Dewi Herlina Sugiarti. (2022). ANALISIS KESANTUNAN BERBAHASA DALAM NOVEL MENGGAPAI MATAHARI KARYA ADNAN KATINO. Bahtera Indonesia; Jurnal Penelitian Bahasa Dan Sastra Indonesia , 7(1), 272-288. https://doi.org/10.31943/bi.v7i1.155 DOI: https://doi.org/10.31943/bi.v7i1.155 PENDAHULUAN Pada hakikatnya bahasa mempunyai peran yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Bahasa merupakan alat komunikasi atau alat interaksi yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari yang menghubungkan antar masyarakat. Menurut Chaer bahasa dapat didefinisikan sebagai sebuah sistem lambang bunyi yang bersifat sewenangwenang (arbitrer) yang digunakan oleh manusia sebagai alat komunikasi atau alat interaksi sosial (Chaer, 2014: 14). Tanpa adanya bahasa, manusia sulit untuk berkomunikasi dengan satu sama lain. Pada penelitian ini fokus utama yang akan digunakan peneliti adalah ilmu pragmatik. Pragmatik merupakan bagian ilmu bahasa yang menyoroti tentang makna language is use “bahasa dalam penggunaannya” yang terikat dengan konteks (Setiawan Wibowo, 2018: 11). Peran konteks tuturan dalam berkomunikasi memiliki peran penting untuk memperjelas maksud tuturan agar dapat dipahami oleh mitra tutur. Menurut Hymess (dalam Wibowo, 2018: 25) mendeskripsikan sebuah teori yang di dalamnya terkandung unsur-unsur konteks tidak tutur yang meliputi, setting (latar) and scene, participants (peserta), Ends (tujuan), act sequences, dan key (kunci). Penggunaan bahasa dan pemahaman konteks yang baik akan menjadikan proses komunikasi berjalan lancar dan baik. Hakikat kesantunan merupakan etiket seseorang dalam bertutur kata dengan menggunakan pilihan kata yang baik dan santun, serta memperhatikan di mana, kepada siapa, kapan, serta tujuan kita berbicara. Pada komunikasi sehari-hari kita harus memperhatikan penggunaan bahasa saat bertutur kata dengan orang yang lebih tua, berbeda dengan penggunaan bahasa dengan teman sebaya. Tuturan yang santun ialah tuturan yang tidak mengandung ejekan kepada orang lain, tidak memberikan perintah secara langsung, tidak membuat orang tersebut menjadi tersinggung. Adanya penggunaan bahasa yang santun dalam bertutur kata akan mencerminkan kepribadian yang baik bagi penuturnya di mata mitra tutur untuk memperlancar proses interaksi antar sesama. Pada era globalisasi saat ini masih banyaknya masyarakat yang kurang memperhatikan kesantunan berbahasa dalam berkomunikasi, khususnya pada tingkat remaja. Penggunaan bahasa yang tidak santun tidak hanya terjadi di lingkungan masyarakat saja melainkan bisa terjadi di lingkungan sekolah. Banyaknya pertikaian-pertikaian Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia 273 BAHTERA INDONESIA: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia yang terjadi antar remaja yang bermula dari bercanda berlanjut kepada perkelahian. Hal tersebut ternyata disebabkan penggunaan bahasa yang tidak santun saat berkomu (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: http://bahteraindonesia.unwir.ac.id/index.php/BI/article/download/155/162
Article home page: http://bahteraindonesia.unwir.ac.id/index.php/BI/article/view/155/162

Ratna Ulfi Adillah, Imam Muhtarom, Dewi Herlina Sugiarti. ANALISIS KESANTUNAN BERBAHASA DALAM NOVEL MENGGAPAI MATAHARI KARYA ADNAN KATINO, Bahtera Indonesia; Jurnal Penelitian Bahasa dan Sastra Indonesia, 2022,