Sistem Pakar Dengan Metode Forward Chaining Untuk Diagnosa Pasien Yang Terinfeksi Virus Mers Cov ( Studi Kasus Di RSUP M.Djamil Padang)

Computer Based Information System Journal, Mar 2015

Virus MERS VoC (Middle East Respiratory Syndrome Corona Virus) Penyakit ini adalah penyakit sindrom pernapasan yang disebabkan oleh virus Corona yang menyerang saluran pernapasan mulai dari yang ringan hingga berat. Gejalanya adalah demam, batuk dan sesak nafas, bersifat akut. Sistem Pakar adalah sebuah teknik untuk mempermudah kerja manusia. Sistem pakar ini bisa berupa software yang akan di implementasikan sebagai sumber informasi dan juga bisa di implementasikan berupa hardware. Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah Forward Chaining Langkah yang dilakukan dimulai dengan pengumpulan data, pengembangan dan hasil. Sementara sistem informasinya adalah dengan menggunakan bahasa pemrograman yaitu PHP yang sudah di install di program sesuai dengan kebutuhan.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://ejournal.upbatam.ac.id/index.php/cbis/article/download/398/256

Sistem Pakar Dengan Metode Forward Chaining Untuk Diagnosa Pasien Yang Terinfeksi Virus Mers Cov ( Studi Kasus Di RSUP M.Djamil Padang)

Lido Sabda Lesmana, S.Pd., M.Kom 2015 SISTEM PAKAR DENGAN METODE FORWARD CHAINING UNTUK DIAGNOSA PASIEN YANG TERINFEKSI VIRUS MERS COV ( STUDI KASUS DI RSUP M.DJAMIL PADANG) Lido Sabda Lesmana, S.Pd., M.Kom Program Studi Sistem Informasi, Fakultas Teknik, Universitas Putera Batam Batam, Kepulauan Riau ABSTRAK Virus MERS VoC (Middle East Respiratory Syndrome Corona Virus) Penyakit ini adalah penyakit sindrom pernapasan yang disebabkan oleh virus Corona yang menyerang saluran pernapasan mulai dari yang ringan hingga berat. Gejalanya adalah demam, batuk dan sesak nafas, bersifat akut. Sistem Pakar adalah sebuah teknik untuk mempermudah kerja manusia. Sistem pakar ini bisa berupa software yang akan di implementasikan sebagai sumber informasi dan juga bisa di implementasikan berupa hardware. Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah Forward Chaining Langkah yang dilakukan dimulai dengan pengumpulan data, pengembangan dan hasil. Sementara sistem informasinya adalah dengan menggunakan bahasa pemrograman yaitu PHP yang sudah di install di program sesuai dengan kebutuhan. Kata Kunci : Virus MERS CoV, Sistem Pakar, Forward Chaining, php. I. PENDAHULUAN Ada 9 negara yang telah melaporkan kasus MERS-CoV yakni (Perancis, Jordania, Qatar, Arab Saudi, Tunisia, jerman, Inggris, dan Uni Emirat Arab). Sedangkan dari sumber WHO 9 Mei 2014 pada bulan april 2012 – 08 Mei 2014 ada 536 kasus yang dikonfirmasi laboratorium dengan angka kematian 145. Negara yang terkena dampaknya adalah Timur tengah termasuk Yordania, Kuwait, Oman, Qatar, Arab Saudi. Afrika yakni Mesir dan Tunisia. Untuk Eropa yaitu Perancis, Jerman, Yunani, Italia, Inggris. Sedangkan untuk Asia adalah Malaysia Dan Filipina. Secara keseluruhan 65,6% kasus adalah laki-laki dan usia rata-rata adalah 49 tahun. Dalam penelitian lain dilihat metode Forward Chaining sangat banyak di manfaatkan dalam dunia kesehatan seperti sistem pakar dalam mengidentifikasi penyakit kanker pada anak sejak dini dan cara penanggulangannya. Dimana dengan memanfaatkan metode Forward Chaining adalah strategi untuk memprediksi atau mencari solusi dari suatu masalah yang dimulai dari sekumpulan fakta yang diketahui, kemudian menurunkan fakta baru berdasarkan aturan premisnya cocok dengan fakta yang diketahui. Oleh sebab itu dengan adanya beberapa penelitian tersebut maka penulis termotivasi untuk membangun Aplikasi, di mana Aplikasi ini bertujuan untuk 49 CBIS Journal, Volume 3 No 2, ISSN 2337-8794 Lido Sabda Lesmana, S.Pd., M.Kom 2015 meringankan rasa gelisah pasien yang memiliki gejala tersebut sekaligus meringankan tugas tim medis dalam mendiagnosa gejala yang dirasakan oleh pasien tersebut. dengan itu penulis mencoba mengangkat judul Tesis Implementasi Sistem Pakar dalam mendiagnosa pasien yang terinfeksi Virus MERS VoC ( Middle East Respiratory Syndrome Corona Virus ) di RSUP M.Djamil Padang. Dengan harapan bisa di manfaatkan oleh Tim Medis dan pasien yang mengalami gejala tersebut. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang maka dapat diidentifikasi masalah yaitu : 1) Bagaimana mengimplementasikan Sistem Pakar untuk mengidentifikasi virus MERS? 2) Bagaaimana Mengimplementasikan Sisti Pakar dengan Metode Forward Chaining untuk Mendiagnosa Pasien yang terinfeksiVirus MERS CoV? 3) Bagaimana merancang Sistem Pakar untuk mengidentifikasi virus MERS berbasis WEB? Batasan Masalah Batasan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : 1) Perancangan sistem pakar ini dibatasi untuk pasien yang di duga terinfeksi penyakit MERS. 2) Sistem pakarnya menggunakan metoda Forward Chaining. 3) Perancangan sistem pakar ini diimplementasikan berbasis web. Tujuan Penelitian Tujuan penelitian ini adalah antara lain : 1) Membuat sistem informasi dan sistem pakar untuk pasien yang kemungkinan memiliki gejala terinfeksi virus MERS. 2) Menerapkan Sistem Pakar dengan Metode Forward Chaining untuk mendiagnosa pasien yang terinfeksi Virus MERS-CoV. 3) Menerapkan sistem pakar untuk mengetahui gejala virus mers berbasis web. Manfaat Penelitian Dengan selesainya tesis ini di harapkan : 1) Dapat membantu pasien yang mengalami gejala MERS tersebut dengan baik. 2) Dapat mempermudah kerja tim medis dalam menangani penyakit MERS. 3) 4) Membangun sistem informasi dengan Metode Forward Chaining yang bisa di manfaatkan oleh masyarakat kapanpun dan dimanapun secara online. Menguji gejala-gejala yang dirasakan masyarakat dengan sistem informasi yang dibangun ini. 50 CBIS Journal, Volume 3 No 2, ISSN 2337-8794 Lido Sabda Lesmana, S.Pd., M.Kom 2015 II. LANDASAN TEORI Artificial Intelegency Tahun 1950 – an Alan Turing seorang pionir AI dan ahli matematika Inggris melakukan percobaan. Turing (Turing Test) yaitu sebuah komputer melalui terminalnya ditempatkan pada jarak jauh. Di ujung yang satu ada terminal dengan software AI dan di ujung lain ada sebuah terminal dengan seorang operator. Operator itu tidak mengetahui kalau diujung terminal lain dipasang software AI. Mereka berkomunikasi dimana terminal diujung memberikan respon terhadap serangkaian pertanyaan yang diajukan oleh operator. Dan seorang operator itu mengira bahwa ia sedang berkomunikasi dengan operator lainnya yang berada pada terminal lain. Turing beranggapan bahwa jika mesin dapat membuat seseorang percaya bahwa dirinya mampu berkomunikasi dengan orang lain, maka dapat dikatakan bahwa mesin tersebut cerdas (seperti layaknya manusia) (Muhammad Dahria, 2008). Bidang Aplikasi Kecerdasan Buatan Penerapan Kecerdasan Buatan meliputi berbagai bidang seperti pada bagian Akar pohon AI antara lain: bahasa/linguistic, Psikologi, Filsafat, Teknik Elektro, Ilmu Komputer, dan Ilmu Manajemen. Sedangkan sistem cerdas yang banyak dikembangkan saat ini adalah Sistem Pakar (Expert System) yaitu program konsultasi (advisory) yang mencoba menirukan proses penalaran seorang pakar/ahli dalam memecahkan masalah yang rumit, Pemrosesan Bahasa Alami (Natural Language Processing), yang member kemampuan pengguna komputer untuk berkomunikasi dengan komputer dalam bahasa mereka sendiri (bahasa manusia). Kecerdasan Buatan dan Kecerdasan Alami Pada Kecerdasan terbagi dari dua jenis, yaitu Kecerdasan Buatan dan Kecerdasan Alami. Jika dibanding kecerdasan alami, kecerdasan buatan memiliki keuntungan komersial seperti : 1. Kecerdasan buatan lebih bersifat alami. 2. Kecerdasan buatan lebih mudah diduplikasikan dan disebarkan. 3. Kecerdasan buatan lebih bersifat konsisten. 4. Kecerdasan buatan dapat didokumentasikan. 5. Kecerdasan buatan dapat mengerjakan pekerjaan lebih cepat dibanding dengan kecerdasan alami. 6. Kecerdasan buatan dapat mengerjakan pekerjaan lebih baik dibanding dengan kecerdasan alami. Keuntungan kecerdasan alami : 1. Kreatif. 2. Kecerdasan alami memungkinkan orang untuk menggunakan pengalaman secara langsung. Sedang pada kecerdasan buatan harus bekerja dengan input-input simbolik. 51 CBIS Journal, Volume 3 No 2, ISSN 2337-8794 Lido Sabda Lesmana, S.Pd., M.Kom 2015 3. Pemikiran manusia dapat digunakan secara lu (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://ejournal.upbatam.ac.id/index.php/cbis/article/download/398/256
Article home page: https://ejournal.upbatam.ac.id/index.php/cbis/article/view/398/256

Lesmana Lido Sabda. Sistem Pakar Dengan Metode Forward Chaining Untuk Diagnosa Pasien Yang Terinfeksi Virus Mers Cov ( Studi Kasus Di RSUP M.Djamil Padang), Computer Based Information System Journal, 2015,