Sistem Pakar Dengan Metode Forward Chaining Untuk Diagnosa Pasien Yang Terinfeksi Virus Mers Cov ( Studi Kasus Di RSUP M.Djamil Padang)
Lido Sabda Lesmana, S.Pd., M.Kom
2015
SISTEM PAKAR DENGAN METODE FORWARD CHAINING UNTUK
DIAGNOSA PASIEN YANG TERINFEKSI VIRUS MERS COV ( STUDI
KASUS DI RSUP M.DJAMIL PADANG)
Lido Sabda Lesmana, S.Pd., M.Kom
Program Studi Sistem Informasi, Fakultas Teknik, Universitas Putera Batam
Batam, Kepulauan Riau
ABSTRAK
Virus MERS VoC (Middle East Respiratory Syndrome Corona Virus) Penyakit ini
adalah penyakit sindrom pernapasan yang disebabkan oleh virus Corona yang menyerang
saluran pernapasan mulai dari yang ringan hingga berat. Gejalanya adalah demam, batuk
dan sesak nafas, bersifat akut. Sistem Pakar adalah sebuah teknik untuk mempermudah kerja
manusia. Sistem pakar ini bisa berupa software yang akan di implementasikan sebagai
sumber informasi dan juga bisa di implementasikan berupa hardware. Dalam penelitian ini
metode yang digunakan adalah Forward Chaining Langkah yang dilakukan dimulai dengan
pengumpulan data, pengembangan dan hasil. Sementara sistem informasinya adalah dengan
menggunakan bahasa pemrograman yaitu PHP yang sudah di install di program sesuai
dengan kebutuhan.
Kata Kunci : Virus MERS CoV, Sistem Pakar, Forward Chaining, php.
I. PENDAHULUAN
Ada 9 negara yang telah melaporkan kasus MERS-CoV yakni (Perancis,
Jordania, Qatar, Arab Saudi, Tunisia, jerman, Inggris, dan Uni Emirat Arab).
Sedangkan dari sumber WHO 9 Mei 2014 pada bulan april 2012 – 08 Mei 2014 ada
536 kasus yang dikonfirmasi laboratorium dengan angka kematian 145. Negara
yang terkena dampaknya adalah Timur tengah termasuk Yordania, Kuwait, Oman,
Qatar, Arab Saudi. Afrika yakni Mesir dan Tunisia. Untuk Eropa yaitu Perancis,
Jerman, Yunani, Italia, Inggris. Sedangkan untuk Asia adalah Malaysia Dan
Filipina. Secara keseluruhan 65,6% kasus adalah laki-laki dan usia rata-rata adalah
49 tahun. Dalam penelitian lain dilihat metode Forward Chaining sangat banyak di
manfaatkan dalam dunia kesehatan seperti sistem pakar dalam mengidentifikasi
penyakit kanker pada anak sejak dini dan cara penanggulangannya. Dimana dengan
memanfaatkan metode Forward Chaining adalah strategi untuk memprediksi atau
mencari solusi dari suatu masalah yang dimulai dari sekumpulan fakta yang
diketahui, kemudian menurunkan fakta baru berdasarkan aturan premisnya cocok
dengan fakta yang diketahui.
Oleh sebab itu dengan adanya beberapa penelitian tersebut maka penulis
termotivasi untuk membangun Aplikasi, di mana Aplikasi ini bertujuan untuk
49
CBIS Journal, Volume 3 No 2, ISSN 2337-8794
Lido Sabda Lesmana, S.Pd., M.Kom
2015
meringankan rasa gelisah pasien yang memiliki gejala tersebut sekaligus
meringankan tugas tim medis dalam mendiagnosa gejala yang dirasakan oleh pasien
tersebut. dengan itu penulis mencoba mengangkat judul Tesis Implementasi Sistem
Pakar dalam mendiagnosa pasien yang terinfeksi Virus MERS VoC ( Middle East
Respiratory Syndrome Corona Virus ) di RSUP M.Djamil Padang. Dengan harapan
bisa di manfaatkan oleh Tim Medis dan pasien yang mengalami gejala tersebut.
Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang maka dapat diidentifikasi masalah yaitu :
1) Bagaimana mengimplementasikan Sistem Pakar untuk mengidentifikasi virus
MERS?
2) Bagaaimana Mengimplementasikan Sisti Pakar dengan Metode Forward
Chaining untuk Mendiagnosa Pasien yang terinfeksiVirus MERS CoV?
3) Bagaimana merancang Sistem Pakar untuk mengidentifikasi virus MERS
berbasis WEB?
Batasan Masalah
Batasan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
1) Perancangan sistem pakar ini dibatasi untuk pasien yang di duga terinfeksi
penyakit MERS.
2) Sistem pakarnya menggunakan metoda Forward Chaining.
3) Perancangan sistem pakar ini diimplementasikan berbasis web.
Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian ini adalah antara lain :
1) Membuat sistem informasi dan sistem pakar untuk pasien yang kemungkinan
memiliki gejala terinfeksi virus MERS.
2) Menerapkan Sistem Pakar dengan Metode Forward Chaining untuk
mendiagnosa pasien yang terinfeksi Virus MERS-CoV.
3) Menerapkan sistem pakar untuk mengetahui gejala virus mers berbasis web.
Manfaat Penelitian
Dengan selesainya tesis ini di harapkan :
1) Dapat membantu pasien yang mengalami gejala MERS tersebut dengan baik.
2) Dapat mempermudah kerja tim medis dalam menangani penyakit MERS.
3)
4)
Membangun sistem informasi dengan Metode Forward Chaining yang bisa di
manfaatkan oleh masyarakat kapanpun dan dimanapun secara online.
Menguji gejala-gejala yang dirasakan masyarakat dengan sistem informasi
yang dibangun ini.
50
CBIS Journal, Volume 3 No 2, ISSN 2337-8794
Lido Sabda Lesmana, S.Pd., M.Kom
2015
II. LANDASAN TEORI
Artificial Intelegency
Tahun 1950 – an Alan Turing seorang pionir AI dan ahli matematika
Inggris melakukan percobaan. Turing (Turing Test) yaitu sebuah komputer melalui
terminalnya ditempatkan pada jarak jauh. Di ujung yang satu ada terminal dengan
software AI dan di ujung lain ada sebuah terminal dengan seorang operator.
Operator itu tidak mengetahui kalau diujung terminal lain dipasang software AI.
Mereka berkomunikasi dimana terminal diujung memberikan respon terhadap
serangkaian pertanyaan yang diajukan oleh operator. Dan seorang operator itu
mengira bahwa ia sedang berkomunikasi dengan operator lainnya yang berada pada
terminal lain. Turing beranggapan bahwa jika mesin dapat membuat seseorang
percaya bahwa dirinya mampu berkomunikasi dengan orang lain, maka dapat
dikatakan bahwa mesin tersebut cerdas (seperti layaknya manusia) (Muhammad
Dahria, 2008).
Bidang Aplikasi Kecerdasan Buatan
Penerapan Kecerdasan Buatan meliputi berbagai bidang seperti pada bagian
Akar pohon AI antara lain: bahasa/linguistic, Psikologi, Filsafat, Teknik Elektro,
Ilmu Komputer, dan Ilmu Manajemen.
Sedangkan sistem cerdas yang banyak dikembangkan saat ini adalah Sistem
Pakar (Expert System) yaitu program konsultasi (advisory) yang mencoba
menirukan proses penalaran seorang pakar/ahli dalam memecahkan masalah yang
rumit, Pemrosesan Bahasa Alami (Natural Language Processing), yang member
kemampuan pengguna komputer untuk berkomunikasi dengan komputer dalam
bahasa mereka sendiri (bahasa manusia).
Kecerdasan Buatan dan Kecerdasan Alami
Pada Kecerdasan terbagi dari dua jenis, yaitu Kecerdasan Buatan dan
Kecerdasan Alami. Jika dibanding kecerdasan alami, kecerdasan buatan memiliki
keuntungan komersial seperti :
1. Kecerdasan buatan lebih bersifat alami.
2. Kecerdasan buatan lebih mudah diduplikasikan dan disebarkan.
3. Kecerdasan buatan lebih bersifat konsisten.
4. Kecerdasan buatan dapat didokumentasikan.
5. Kecerdasan buatan dapat mengerjakan pekerjaan lebih cepat dibanding dengan
kecerdasan alami.
6. Kecerdasan buatan dapat mengerjakan pekerjaan lebih baik dibanding dengan
kecerdasan alami.
Keuntungan kecerdasan alami :
1. Kreatif.
2. Kecerdasan alami memungkinkan orang untuk menggunakan pengalaman secara
langsung. Sedang pada kecerdasan buatan harus bekerja dengan input-input
simbolik.
51
CBIS Journal, Volume 3 No 2, ISSN 2337-8794
Lido Sabda Lesmana, S.Pd., M.Kom
2015
3. Pemikiran manusia dapat digunakan secara lu (...truncated)