Kajian Etnobotani Loloh dan Teh Herbal Lokal sebagai Penunjang Ekonomi Kreatif Masyarakat Desa Tradisional Penglipuran Kabupaten Bangli-Bali

Bioma : Berkala Ilmiah Biologi, Dec 2021

Penglipuran Village is a village in Bali that implements ethnobotany which is used as a medicinal plant which has been inherited in the form of a variety of traditional drinks that make use of typical plants in the village and has been widely marketed. The traditional drinks they produce are loloh cem-cem, loloh telang, turmeric loloh, plum fruit loloh and kelor and bawang berlian tea. The purpose of this article is to study the properties needed in plants used as loloh and herbal teas as well as the benefits of ethnobotany loloh and herbal teas as economic support as seen from the level of income of the people involved in their production. The writing of this article was done by taking a sample of snowballs in Penglipuran Village. Data collection techniques used in this study are: observation techniques, interview techniques, literature study techniques and data analysis using descriptive qualitative techniques. Data obtained in the field in accordance with the debates reviewed are described and interpreted qualitatively. The results obtained from this study are some plants that have been produced by economic products that are designed for local drinks, namely loloh and herbal teas. Using plants as traditional medicine by the people of Penglipuran Village, has now developed into an effort that provides economic benefits for the community. Based on the results of the study found three types of local traditional drinks (loloh) that support the welfare and economy of the Penglipuran Traditional Village community namely loloh cemcem, loloh telang flowers, and kelba tea (kelor bawang berlian) seen from the results of production in each transaction and marketing has been quite extensive.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://ejournal.undip.ac.id/index.php/bioma/article/download/43811/20821

Kajian Etnobotani Loloh dan Teh Herbal Lokal sebagai Penunjang Ekonomi Kreatif Masyarakat Desa Tradisional Penglipuran Kabupaten Bangli-Bali

Bioma, Desember 2021 Vol. 23, No. 2, Hal. 91-99 p ISSN: 1410-8801 e ISSN: 2598-2370 Kajian Etnobotani Loloh dan Teh Herbal Lokal sebagai Penunjang Ekonomi Kreatif Masyarakat Desa Tradisional Penglipuran Kabupaten Bangli-Bali Study of Loloh Ethnobotany and Local Herbal Tea as Supporting Creative Economy of Penglipuran Traditional Village Communities Bangli-Bali Regency Ni Putu Nadia Pebiana, Yeni Dina Puspasari, Resty Mutiara Dewi dan Ida Bagus Putu Arnyana Departemen Biologi dan Perikanan Kelautan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Pendidikan Ganesha, Singaraja Corresponding Author ; Abstract Penglipuran Village is a village in Bali that implements ethnobotany which is used as a medicinal plant which has been inherited in the form of a variety of traditional drinks that make use of typical plants in the village and has been widely marketed. The traditional drinks they produce are loloh cem-cem, loloh telang, turmeric loloh, plum fruit loloh and kelor and bawang berlian tea. The purpose of this article is to study the properties needed in plants used as loloh and herbal teas as well as the benefits of ethnobotany loloh and herbal teas as economic support as seen from the level of income of the people involved in their production. The writing of this article was done by taking a sample of snowballs in Penglipuran Village. Data collection techniques used in this study are: observation techniques, interview techniques, literature study techniques and data analysis using descriptive qualitative techniques. Data obtained in the field in accordance with the debates reviewed are described and interpreted qualitatively. The results obtained from this study are some plants that have been produced by economic products that are designed for local drinks, namely loloh and herbal teas. Using plants as traditional medicine by the people of Penglipuran Village, has now developed into an effort that provides economic benefits for the community. Based on the results of the study found three types of local traditional drinks (loloh) that support the welfare and economy of the Penglipuran Traditional Village community namely loloh cemcem, loloh telang flowers, and kelba tea (kelor bawang berlian) seen from the results of production in each transaction and marketing has been quite extensive. Key Words : ethnobotany; Penglipuran Village; traditional drink; loloh; herbal tea Abstrak Desa Penglipuran merupakan salah satu desa di Bali yang mengimplementasikan etnobotani yang dijadikan sebagai tanaman obat yang telah diwariskan dalam bentuk aneka minuman tradisional yang memanfaatkan tumbuhan khas desa tersebut dan telah banyak dipasarkan. Minuman tradisional yang mereka hasilkan adalah loloh cem-cem, loloh telang, kunyit loloh, loloh buah plum dan kelor serta bawang teh ketupat. Artikel ini bertujuan untuk mempelajari khasiat yang dibutuhkan pada tanaman yang digunakan sebagai loloh dan teh herbal serta manfaat etnobotani loloh dan teh herbal sebagai penunjang ekonomi dilihat dari tingkat pendapatan masyarakat yang terlibat dalam produksinya. Penulisan artikel ini dilakukan dengan mengambil sampel bola salju yang ada di Desa Penglipuran. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah: teknik observasi, teknik wawancara, teknik studi pustaka dan analisis data dengan menggunakan teknik deskriptif kualitatif. Data yang diperoleh di lapangan sesuai dengan debat yang dikaji dideskripsikan dan diinterpretasikan secara kualitatif. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah beberapa tanaman yang telah dihasilkan produk ekonomi yang didesain untuk minuman lokal yaitu loloh dan teh herbal. Pemanfaatan tumbuhan sebagai obat tradisional oleh masyarakat Desa Penglipuran, kini telah berkembang menjadi upaya yang memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan tiga jenis minuman tradisional daerah (loloh) yang menunjang kesejahteraan dan perekonomian masyarakat Desa Adat Penglipuran yaitu loloh cemcem, bunga loloh telang, dan teh kelba (kelor bawang ketupat) dilihat dari hasil produksi dalam setiap transaksi dan pemasaran sudah cukup luas. Kata Kunci : Etnobotani, Desa Penglipuran, minuman tradisional, loloh, the herbal PENDAHULUAN Etnobotani adalah pemanfaatan tumbuhan jenis tertentu oleh suatu etnis atau suku tertentu di suatu daerah. Kajian etnobotani merupakan kajian yang khas dan juga unik untuk dipelajari maupun dipraktekkan, karena dapat dimanfaatkan untuk Kajian Etnobotani Loloh dan Teh Herbal Lokal sebagai Penunjang Ekonomi Kreatif Masyarakat Desa Tradisional Penglipuran keberlangsungan hidup manusia dan juga lingkungan, misalnya bagaimana pemanfaatan tumbuhan obat di suatu daerah oleh etnis atau suku tertentu sehingga tumbuhan tersebut menjadi dilestarikan dan tidak punah (Iskandar, 2016). Dengan memanfaatkan tumbuhan obat yang ada di sekitar masyarakat, secara langsung atau tidak langsung mempunyai kaitan dengan upaya pelestarian pemanfaatan sumber daya alam hayati, khususnya tumbuhan obat (Hamid dan Nuryani, 1992). Pengobatan modern telah berkembang hingga ke daerah terpencil, namun penggunaan tumbuhan sebagai obat masih tetap diminati masyarakat karena tumbuhan obat pada umumnya mudah didapatkan di lingkungan sekitar. Pada daerah yang terisolir, pemanfaatan lingkungan terutama tumbuhan untuk pemenuhan kebutuhan kesehatan seperti untuk obat-obatan tradisional masih sangat tinggi. Contoh pemanfaatan tumbuhan khas oleh Suku Mentawai di Pulau Siberut Kepulauan Mentawai. Mereka memiliki kebiasaan menggunakan ranting dari pohon upas (Antiaris toxicaria) dan cabai hutan (Piper retrofractum) dengan cara ditumbuk sebagai racun pada ujung mata panah. Kebiasaan lainnya yaitu pembuatan cawat (celana dalam) menggunakan serat pada bagian dalam batang pohon dewasa (Artocarpus sp). Dalam memenuhi kebutuhan pangan, Suku Mentawai memiliki kebiasaan yaitu memanen sagu (Metroxylon sagu) yang dilakukan secara tradisional oleh pria dewasa untuk diubah menjadi tepung sagu siap olah. Di daerah Bali, etnobotani banyak dimanfaatkan sebagai tumbuhan obat yang sudah diwariskan secara turun temurun. Di Bali banyak terdapat lontar-lontar usada (dokumen yang ditulis dalam daun lontar terkait pengobatan) yang membahas berbagai macam tumbuhan yang dapat dimanfaatkan untuk pengobatan misalnya lontar taru premana. Salah satu desa tradisional di Bali yang erat kaitannya dengan etnobotani adalah Desa Wisata Penglipuran yang terletak di Kabupaten Bangli. Desa Penglipuran memiliki daya tarik pada pola tata ruang desa, arsitektur tradisional rumah penduduk, hutan bambu dengan beragam jenis pohon bambu di dalamnya, adat istiadat masyarakat lokal, makanan dan minuman tradisional, serta hasil kerajinan bambu khas desa tersebut. Karena keunikan desa tersebut, Pemerintah Daerah Kabupaten Bangli menetapkan Desa Penglipuran sebagai obyek wisata sejak tahun 1993 dan diresmikan sebagai Desa Wisata Penglipuran pada tanggal 15 Desember 2012. Etnis Bali (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://ejournal.undip.ac.id/index.php/bioma/article/download/43811/20821
Article home page: https://ejournal.undip.ac.id/index.php/bioma/article/view/43811/20821

Pebiana Ni Putu Nadia, Puspasari Yeni Dina, Dewi Resty Mutiara, Arnyana Ida Bagus Putu. Kajian Etnobotani Loloh dan Teh Herbal Lokal sebagai Penunjang Ekonomi Kreatif Masyarakat Desa Tradisional Penglipuran Kabupaten Bangli-Bali, Bioma : Berkala Ilmiah Biologi, 2021, pp. 91-99,