PENGEMASAN AUDIO VISUAL TARI GUBANG PADA PEMBELAJARAN TEKNIK TARI MELAYU
Polili Wete Polili
Pengembangan Model Pembelajaran Audition Prononciation Berbasis Web
PENGEMASAN AUDIO VISUAL TARI GUBANG PADA
PEMBELAJARAN TEKNIK TARI MELAYU
Yusnizar Heniwaty, Sitti Rahmah, Iskandar Muda
Fakultas Bahasa dan Seni
Universitas Negeri Medan
ABSTRAK
Tari Gubang adalah salah satu tari tradisi dari mayarakat Melayu Kota
Tanjungbalai, yang mencerminkan keseharian kehidupan masyarakat
nelayan. Tari Gubang diyakini memiliki lata rbelakang sejarah yang
menjelaskan pertumbuhan kebudayaan suku Melayu. Penelitian ini
memfokuskan pada penyusunan media pembelajaran berupa VCD dari
tari Gubang yang erat kaitannya dengan pemahaman sosial
masyarakat Tanjungbalai.Tujuan dari penelitian ini adalah (1)
mengidentifikasi struktur teknik artistik tari Gubang yang tertuang
dalam pertunjukannya dan menyusun media pembelajaran VCD tari
Gubang dalam bentuk VCD,
Keyword : Suku Melayu, Tari Gubang, Media pembelajaran, VCD
A. PENDAHULUAN
sendiri, jenis kesenian, fungsi, dan lain
sebagainya. Hal ini tentunya tidaklah
mudah, mengingat kondisi kesenian
satu
sama
lainnya
menghadapi
persoalan
yang
berbeda.
Mempertahankan,
mengembangkan
kesenian tradisi agar dapat bertahan
perlu ada kesadaran dari para pelaku
seni,
termasuk
akademisi
yang
memproses
pewarisan
melalui
pentransferan ilmu kepada anak
didiknya.
Peranan kesenian itu sendiri
merupakan wujud dari keinginan
masyarakat dalam persoalan budayanya,
sehingga
perlu adanya langkah
kompromis dengan tidak mengurangi
jati diri dari kesenian itu sendiri. Di sisi
lain pewarisan juga perlu mendapat
perhatian mengingat harapan yang satu
inilah sebagai langkah pelestarian seni
tradisi. Ada dua cara pendekatan yang
dapat dilakukan dalam mewarisakan
kebudayaan yaitu dengan sistem
pewarisan formal dan sistem pewarisan
non formal. Pewarisan secara formal
Penyusunan media pembelajaran
merupakan salah bentuk usaha untuk
mempermudah proses pentrasferan ilmu
dari guru kepada mahasiswa. Melalui
media, mahasiswa akan lebih cepat
memahami materi yang diberikan,
sehingga tujuan pembelajaran dapat
tercapai. Kesenian tradisi sebagai salah
satu materi yang harus dipelajari,
selama ini diajarkan hanya secara oral
tradisi, dengan memfokuskan pada
tarian, sehinga konteks dari pertunjukan
yang mengupas dari sisi teknik belum
tersampaikan
dengan
baik.
Sesungguhnya, pengajaran tari tradisi
harus disertai dengan pemahaman pada
teks dan konteks, sebagai upaya
pewarisan dari satu kebudayaan.
Pewarisan kesenian tradisi adalah
bentuk pembinaan dalam rangka
mengupayakan memelihara kehidupan
seni tradisional secara menyeluruh
mulai dari memetakan segala persoalan
yang berkaitan dengan materi seni itu
415
Polili Wete Polili
Pengembangan Model Pembelajaran Audition Prononciation Berbasis Web
dalam hal ini adalah cara proses
mewariskan kesenian tradisi melalui
jalur pendidikan formal dalam kegiatan
di dunia pendidikan. Dalam hal ini
mewariskannya dalam bentuk media,
sesuai karakteristik pola pewarisan yang
tentunya
berbeda
dengan
cara
pendekatan pada dunia pendidikan non
formal.
Dalam proses pentransferan tidak
semua mahasiswa dapat mepelajarinya
dengan baik, karena mahasiswa
memiliki daya serap yang berbeda-beda.
Sehingga diperlukan media, alat bantu
untuk
mempercepat
proses
pentransperan.
Dalam
hal
ini
penggunaan media audio visual tentulah
mejadi alat yang mempermudah guru
dalam menyampaikan materi tari dan
sangatlah membantu dalam proses
pembelajaran
seni
tari
karena
keuntungan dalam menggunakan media
ini gambar atau video dapat di slow
motion, sehingga teknik gerak dapat
dipahami mahasiswa secara mendetail,
kemudian gambar dapat diulang berkalikali sehingga pembelajaran bisa
berjalan
seefesien
mungkin.
Rangsangan yang dihadirkan audio
visual ini dapat membuat pembelajaran
lebih menarik. Selain itu guru juga
dapat terbantu dalam menyampaikan
dan mengajarkan materi tari, karena
materi tari yang dibuat kedalam VCD
bisa dipelajari mahasiswa diluar dari
waktu pelajaran seni budaya dan di
rumah sehingga mahasiswa dapat terus
berlatih tanpa mengandalkan pertemuan
dikelas saja.
Media audio visual adalah media
yangmempunyai unsur suara dan unsur
gambar. Jenis media ini mempunyai
kemampuan yang lebih baik, karena
meliputi kedua jenis media auditif
(mendengar) dan visual (melihat).
Media audio visual merupakan sebuah
alat bantu audio visual yang berarti
bahan atau alat yang dipergunakan
dalam situasi belajar untuk membantu
tulisan dan kata yang diucapkan dalam
menularkan pengetahuan, sikap, dan
ide. Dari hasil penelitian media audio
visual sudah tidak diragukan lagi dapat
membantu dalam pengajaran apabila
dipilih secarabijaksana dan digunakan
dengan baik
Tari Gubang adalah tari yang
dimiliki suku Melayu Tanjungbalai
yang terinspirasi dari kehidupan
nelayan.
Masyarakat
Melayu
Tanjungbalai pada umumnya berprofesi
sebagai nelayan dan menjadikan tari
Gubang sebagai sarana interaksi
hubungan antar sesama manusia,
hubungan dengan Tuhannya, hubungan
dengan mahluk lainnya. Mereka
meyakini, penyertaan Gubang dalam
berbagai
kegiatan
dapat
mengungkapkan
segala
keinginan
dalam berbagai tujuan.
Gubang adalah kesenian yang
terdiri dari musik, tari, dan pantun
dipertunjukkan
dalam
ekspresi
kegembiraan
masyarakat
Melayu
sebagai bentuk terima kasih dari
terwujudnya
keinginan.
Gubang
dipertunjukkan
sebagai
hiburan,
maupun dalam kegiatan adat yang
dilakukan
sebagai
persembahan,
penghormatan, maupun dalam upacara
adat, yang menempatkan Gubang
sebagai materi dalam pelaksanaannya.
Masyarakat Kota Tanjungbalai biasa
menyebut kesenian Gubang dengan
nama Tari Gubang, dan menjadi salah
satu kesenian yang paling dikenal dan
menjadi ikon Kota Tanjungbalai
Asahan.
Berdasarkan
dari
keberadaannya, maka tari Gubang
menjadi materi yang diajarkan dalam
mata kuliah teknik tari Melayu.
Tari
Melayu
Tanjungbalai
merupakan salah satu materi teknik tari
dasar Melayu yang diajarkan dalam
Mata kuliah Teknik Tari Melayu.
Dalam teknik tari Melayu Tanjungbalai
416
Polili Wete Polili
Pengembangan Model Pembelajaran Audition Prononciation Berbasis Web
diajarkan tari Gubang yang bercerita
tentang kehidupan suku Melayu dalam
mencari nafkah. Tarian ini diciptakan
dengan mengembangkan motif-motif
dasar tari Melayu Tanjungbalai,
sehingga menjadi satu tarian yan layak
untuk dipertunjukkan. Pembelajaran
Tekni Tari Melayu dilakukan dalam
waktu 2x45 menit, 1 x pertemuan dalam
seminggu. Melihat dari waktu yang
digunakan, masih banyak kendala yang
dihadapi
dalam
penyampaiannya,
ditunjang dengan 6 penugasan yang
wajib diselesaikan sebagai kompetensi
yang harus dimiliki oleh mahasiswa.
Hal ini menjadi satu persoalan sendiri,
dikarenakan kurangnya waktu, media
yang
tidak
tercukupi,
sehingga
pembelajaran tidak dapat dilakukan
secara
maksimal.
Berdasarkan
permasalahan ini, maka perlu untuk
ditindak lanjuti dalam penelitian ini
dengan memberikan solusi penyusunan
media audio visual tari Gubang.
Penelitian ini bertujuan untuk
mengungkap
secara
mendalam
mengenai struktur Tari Gubang, dan
menyusun media pembelajaran sebagai
upa (...truncated)