PENGEMASAN AUDIO VISUAL TARI GUBANG PADA PEMBELAJARAN TEKNIK TARI MELAYU

BAHAS, Jul 2018

Tari Gubang adalah salah satu tari tradisi dari mayarakat Melayu Kota Tanjungbalai, yang mencerminkan keseharian kehidupan masyarakat nelayan. Tari Gubang diyakini memiliki lata rbelakang sejarah yang menjelaskan pertumbuhan kebudayaan suku Melayu. Penelitian ini memfokuskan pada penyusunan media pembelajaran berupa VCD dari tari Gubang yang erat kaitannya dengan pemahaman sosial masyarakat Tanjungbalai.Tujuan dari penelitian ini adalah (1) mengidentifikasi struktur teknik artistik tari Gubang yang tertuang dalam pertunjukannya dan menyusun media pembelajaran VCD tari Gubang dalam bentuk VCD,

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://jurnal.unimed.ac.id/2012/index.php/bahas/article/download/10091/9118

PENGEMASAN AUDIO VISUAL TARI GUBANG PADA PEMBELAJARAN TEKNIK TARI MELAYU

Polili Wete Polili Pengembangan Model Pembelajaran Audition Prononciation Berbasis Web PENGEMASAN AUDIO VISUAL TARI GUBANG PADA PEMBELAJARAN TEKNIK TARI MELAYU Yusnizar Heniwaty, Sitti Rahmah, Iskandar Muda Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan ABSTRAK Tari Gubang adalah salah satu tari tradisi dari mayarakat Melayu Kota Tanjungbalai, yang mencerminkan keseharian kehidupan masyarakat nelayan. Tari Gubang diyakini memiliki lata rbelakang sejarah yang menjelaskan pertumbuhan kebudayaan suku Melayu. Penelitian ini memfokuskan pada penyusunan media pembelajaran berupa VCD dari tari Gubang yang erat kaitannya dengan pemahaman sosial masyarakat Tanjungbalai.Tujuan dari penelitian ini adalah (1) mengidentifikasi struktur teknik artistik tari Gubang yang tertuang dalam pertunjukannya dan menyusun media pembelajaran VCD tari Gubang dalam bentuk VCD, Keyword : Suku Melayu, Tari Gubang, Media pembelajaran, VCD A. PENDAHULUAN sendiri, jenis kesenian, fungsi, dan lain sebagainya. Hal ini tentunya tidaklah mudah, mengingat kondisi kesenian satu sama lainnya menghadapi persoalan yang berbeda. Mempertahankan, mengembangkan kesenian tradisi agar dapat bertahan perlu ada kesadaran dari para pelaku seni, termasuk akademisi yang memproses pewarisan melalui pentransferan ilmu kepada anak didiknya. Peranan kesenian itu sendiri merupakan wujud dari keinginan masyarakat dalam persoalan budayanya, sehingga perlu adanya langkah kompromis dengan tidak mengurangi jati diri dari kesenian itu sendiri. Di sisi lain pewarisan juga perlu mendapat perhatian mengingat harapan yang satu inilah sebagai langkah pelestarian seni tradisi. Ada dua cara pendekatan yang dapat dilakukan dalam mewarisakan kebudayaan yaitu dengan sistem pewarisan formal dan sistem pewarisan non formal. Pewarisan secara formal Penyusunan media pembelajaran merupakan salah bentuk usaha untuk mempermudah proses pentrasferan ilmu dari guru kepada mahasiswa. Melalui media, mahasiswa akan lebih cepat memahami materi yang diberikan, sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai. Kesenian tradisi sebagai salah satu materi yang harus dipelajari, selama ini diajarkan hanya secara oral tradisi, dengan memfokuskan pada tarian, sehinga konteks dari pertunjukan yang mengupas dari sisi teknik belum tersampaikan dengan baik. Sesungguhnya, pengajaran tari tradisi harus disertai dengan pemahaman pada teks dan konteks, sebagai upaya pewarisan dari satu kebudayaan. Pewarisan kesenian tradisi adalah bentuk pembinaan dalam rangka mengupayakan memelihara kehidupan seni tradisional secara menyeluruh mulai dari memetakan segala persoalan yang berkaitan dengan materi seni itu 415 Polili Wete Polili Pengembangan Model Pembelajaran Audition Prononciation Berbasis Web dalam hal ini adalah cara proses mewariskan kesenian tradisi melalui jalur pendidikan formal dalam kegiatan di dunia pendidikan. Dalam hal ini mewariskannya dalam bentuk media, sesuai karakteristik pola pewarisan yang tentunya berbeda dengan cara pendekatan pada dunia pendidikan non formal. Dalam proses pentransferan tidak semua mahasiswa dapat mepelajarinya dengan baik, karena mahasiswa memiliki daya serap yang berbeda-beda. Sehingga diperlukan media, alat bantu untuk mempercepat proses pentransperan. Dalam hal ini penggunaan media audio visual tentulah mejadi alat yang mempermudah guru dalam menyampaikan materi tari dan sangatlah membantu dalam proses pembelajaran seni tari karena keuntungan dalam menggunakan media ini gambar atau video dapat di slow motion, sehingga teknik gerak dapat dipahami mahasiswa secara mendetail, kemudian gambar dapat diulang berkalikali sehingga pembelajaran bisa berjalan seefesien mungkin. Rangsangan yang dihadirkan audio visual ini dapat membuat pembelajaran lebih menarik. Selain itu guru juga dapat terbantu dalam menyampaikan dan mengajarkan materi tari, karena materi tari yang dibuat kedalam VCD bisa dipelajari mahasiswa diluar dari waktu pelajaran seni budaya dan di rumah sehingga mahasiswa dapat terus berlatih tanpa mengandalkan pertemuan dikelas saja. Media audio visual adalah media yangmempunyai unsur suara dan unsur gambar. Jenis media ini mempunyai kemampuan yang lebih baik, karena meliputi kedua jenis media auditif (mendengar) dan visual (melihat). Media audio visual merupakan sebuah alat bantu audio visual yang berarti bahan atau alat yang dipergunakan dalam situasi belajar untuk membantu tulisan dan kata yang diucapkan dalam menularkan pengetahuan, sikap, dan ide. Dari hasil penelitian media audio visual sudah tidak diragukan lagi dapat membantu dalam pengajaran apabila dipilih secarabijaksana dan digunakan dengan baik Tari Gubang adalah tari yang dimiliki suku Melayu Tanjungbalai yang terinspirasi dari kehidupan nelayan. Masyarakat Melayu Tanjungbalai pada umumnya berprofesi sebagai nelayan dan menjadikan tari Gubang sebagai sarana interaksi hubungan antar sesama manusia, hubungan dengan Tuhannya, hubungan dengan mahluk lainnya. Mereka meyakini, penyertaan Gubang dalam berbagai kegiatan dapat mengungkapkan segala keinginan dalam berbagai tujuan. Gubang adalah kesenian yang terdiri dari musik, tari, dan pantun dipertunjukkan dalam ekspresi kegembiraan masyarakat Melayu sebagai bentuk terima kasih dari terwujudnya keinginan. Gubang dipertunjukkan sebagai hiburan, maupun dalam kegiatan adat yang dilakukan sebagai persembahan, penghormatan, maupun dalam upacara adat, yang menempatkan Gubang sebagai materi dalam pelaksanaannya. Masyarakat Kota Tanjungbalai biasa menyebut kesenian Gubang dengan nama Tari Gubang, dan menjadi salah satu kesenian yang paling dikenal dan menjadi ikon Kota Tanjungbalai Asahan. Berdasarkan dari keberadaannya, maka tari Gubang menjadi materi yang diajarkan dalam mata kuliah teknik tari Melayu. Tari Melayu Tanjungbalai merupakan salah satu materi teknik tari dasar Melayu yang diajarkan dalam Mata kuliah Teknik Tari Melayu. Dalam teknik tari Melayu Tanjungbalai 416 Polili Wete Polili Pengembangan Model Pembelajaran Audition Prononciation Berbasis Web diajarkan tari Gubang yang bercerita tentang kehidupan suku Melayu dalam mencari nafkah. Tarian ini diciptakan dengan mengembangkan motif-motif dasar tari Melayu Tanjungbalai, sehingga menjadi satu tarian yan layak untuk dipertunjukkan. Pembelajaran Tekni Tari Melayu dilakukan dalam waktu 2x45 menit, 1 x pertemuan dalam seminggu. Melihat dari waktu yang digunakan, masih banyak kendala yang dihadapi dalam penyampaiannya, ditunjang dengan 6 penugasan yang wajib diselesaikan sebagai kompetensi yang harus dimiliki oleh mahasiswa. Hal ini menjadi satu persoalan sendiri, dikarenakan kurangnya waktu, media yang tidak tercukupi, sehingga pembelajaran tidak dapat dilakukan secara maksimal. Berdasarkan permasalahan ini, maka perlu untuk ditindak lanjuti dalam penelitian ini dengan memberikan solusi penyusunan media audio visual tari Gubang. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap secara mendalam mengenai struktur Tari Gubang, dan menyusun media pembelajaran sebagai upa (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://jurnal.unimed.ac.id/2012/index.php/bahas/article/download/10091/9118
Article home page: https://jurnal.unimed.ac.id/2012/index.php/bahas/article/view/10091/9118

Heniwaty Yusnizar, Sitti Rahmah, Muda Iskandar. PENGEMASAN AUDIO VISUAL TARI GUBANG PADA PEMBELAJARAN TEKNIK TARI MELAYU, BAHAS, 2018,