SEJARAH TARI MENGUYAK PUCUK CIPTAAN BAPAK FAUZI DI KOTA TANJUNG BALAI (Fidya Tri Kartika)
SEJARAH TARI MENGUYAK PUCUK
CIPTAAN BAPAK FAUZI DI KOTA TANJUNG BALAI
Fidya Tri Kartika
Prodi Seni Tari Jurusan Sendratasik
FBS Unimed
ABSTRAK
Tari Menguyak Pucuk diciptakan oleh Bapak Fauzi seorang
seniman Melayu yang dimiliki masyarakat kota Tanjung Balai.
Tari ini bersumber dari aktifitas para buruh dalam mengolah daun
nipah yang dijadikan rokok daun, yang kebanyakan dilakukan
oleh buruh wanita Ada 6 gerak pekerjaan yang dimulai dari
mengimas, menebang, menotak, menguyak, menjemur, dan
menggundal, yang kemudian dijadikan motif dasar tari yang
dikembangkan menjadi karya Tari Menguyak Pucuk.
Kata kunci: Menguyak Pucuk, Penciptaan, Aktifitas masyarakat
A. Latar Belakang
Suku Melayu tersebar di sejumlah
daerah di Indonesia, yang terbentang
dari daerah Pesisir Timur wilayah
Sumatera, Kalimantan, Sulawesi sampai
wilayah Nusa Tenggara Barat. Di daerah
Sumatera sendiri suku Melayu menyebar
di daerah sebahagian Aceh, Sumatera
Utara, Jambi, Pesisir Timur Sumatera
Barat, Palembang, Riau, dan Lampung.
Suku Melayu di Sumatera Utara terdapat
di beberapa daerah antara lain kota
Medan, Deli Serdang, Asahan, Tanjung
Balai, Pesisir Sibolga, dan lain- lain.
Kesemua suku Melayu ini memiliki
kesamaan dalam adat budaya dengan
berpijak pada aturan-aturan yang
disesuaikan dengan hukum- hukum
dalam agama yaitu Islam, sebagai agama
yang dianut masyarakat suku Melayu.
Aturan-aturan itu tertuang dan dipatuhi
masyarakat dalam berbagai kegiatan
adat budaya, salah satunya adalah
kesenian.
Suku Melayu seperti yang sudah
dikemukakan di atas, juga memiliki
berbagai kesenian yang memiliki corak
dan ciri sendiri, yang memperlihatkan
budaya dari masyarakatnya. Kesenian
yang dimiliki ini diwariskan secara
turun temurun dari generasi ke generasi,
serta
menjadi
identitas
pribadi
masyarakat Melayu. Kesenian yang
mereka miliki
menjadi sarana
komunikasi, untuk menginformasikan
dan mewujudkan keinginan dari
2
masyarakatnya sesuai kehendak dan
tujuan dari pelaksanaan penyajian
kesenian tersebut.
Berbagai bentuk
kesenian mereka informasikan dalam
berbagai kegiatan,
dan
menjadi
cerminan
dari
kehidupan
masyarakatnya, yang kuat memegang
adat dan agama sebagai dasar dalam
menjalani hidup dan bermasyarakat.
Bentuk-bentuk
kesenian
yang
mereka miliki antara lain; seni musik,
seni rupa, seni tari, syair, dan lain
sebagainya. Seni Tari bagi masyarakat
Melayu digunakan dalam berbagai
kesempatan, baik dalam kegiatan
upacara adat, kegiatan hiburan, maupun
pertunjukan. Mereka menjadikan seni
tari sebagai media untuk penyampaian
kehendak, dan ekspresi kreatifitas, yang
diungkapankan dengan keindahan dan
ekspresi jiwa manusia melalui bentuk
gerak tubuh yang diperhalus melalui
estetika. Menurut beberapa pakar
menyatakan bahwa ekspresi jiwa
manusia diubah oleh imajinasi dan
diberi bentuk melalui media gerak
sehingga menjadi suatu bentuk gerak
yang baik dan sebagai ungkapan
sipencipta. Haukin menyatakan bahwa
tari adalah ekspresi jiwa manusia yang
diubah oleh imajinasi dan diberi bentuk
melalui media gerak sehingga menjadi
bentuk gerak yang simbolis dan sebagai
ungkapan si pencipta.
Sesuai
dengan
apa
yang
diungkapkan oleh beberapa pakar
tentang tari, suku Melayu menjadikan
tari sebagai symbol ungkapan kehendak,
yang diekspresikan lewat tubuh sebagai
media untuk menyampaikan keinginan.
Demikian juga halnya dengan tari- tari
yang ada di daerah Tanjung Balai, yang
dimiliki Suku Melayu sebagai salah
satu suku di Tanjung Balai. Masyarakat
Melayu di Tanjung Balai dalam
melaksanakan kegiatan adat budayanya,
menyertakan tari sebagai kelengkapan
dalam berbagai kegiatan, baik dalam
kegiatan upacara, kegiatan hiburan
maupun kegiatan pertunjukan. Tari
menjadi media efektif bagai masyarakat,
dalam menyampaikan keinginan dan
pesan sebagai komunikasi lewat karya
tari yang diciptakan berdasarkan
keinginan dan tujuan yang hendak
disampaikan.
Tari Menguyak Pucuk, adalah salah
satu tarian yang terdapat di daerah
Tanjung Balai, dan menjadi tarian yang
populer karena melalui tarian ini, bisa
dilihat
aktifitas
kehidupan
masyarakatnya. Tari ini diciptakan oleh
Bapak Fauzi, salah seorang seniman
kreatif yang dimiliki masyarakat Melayu
Tanjung Balai, yang mendapatkan ide
berdasarkan kehidupan masyarakat
dalam mencari nafkah untuk memenuhi
kehidupan. Tarian ini, menceritakan
tentang kehidupan buruh dalam
mengolah daun nipah untuk dijadikan
rokok, yang umumnya dikerjakan oleh
kaum wanita. Proses pembuatan rokok
menjadi inspirasi bagi Bapak Fauzi
untuk menjadikannya sebuah karya tari,
dengan mengambil wanita sebagai
penari agar aktifitas dalam proses
pembuatan rokok dapat tersampaikan.
Tari Menguyak Pucuk diiringi dengan
lagu Iyolah Molek, yang merupakan
lagu tradisi yang sangat digemari oleh
masyarakat Melayu Tanjung Balai. Lagu
ini dipilih untuk lebih menguatkan alur
cerita dari tari, dengan irama yang
manja sesuai dengan sifat kaum wanita,
3
maka lagu Iyolah Molek menjadi pilihan
Bapak Fauzi sebagai pengiring dari tari
Menguyak Pucuk.
Majunya zaman dan pesatnya
perkembangan teknologi, serta adanya
globalisasi di segala bidang, membuat
perubahan di segala aspek kehidupan
masyarakat, tidak terkecuali perubahan
yang terjadi dalam kesenian. Tari
menguyak pucuk yang semula pada
awal penciptaanya merupakan tari kreasi
yang diciptakan pada tahun 80-an, saat
ini diakui oleh masyarakatnya menjadi
tari kreasi yang ada di kota Tanjung
Balai. Hal ini dikarenakan masyarakat
sangat menggemari pertunjukan tari
Menguyak Pucuk, dan banyak para
penari dari sanggar-sanggar yang ada di
Tanjung Balai belajar tari ini, selain itu
banyak kegaiatan yang menjadikan Tari
Menguyak Pucuk sebagai materi
pertunjukan.
Berdasarkan beberapa hal ini dan
factor- faktor lain, akhirnya masyarakat
menjadikan tari menguyak Pucuk
sebagai salah satu tari kreasi yang
dimiliki, dan layak untuk dilestarikan.
Dari apa yang sudah dijelaskan,
maka penelitian ini mengkaji latar
belakang
koreografer
dalam
menciptakan Tari Menguyak Pucuk,
dengan menganalisis dasar penciptaan
tari, sumber garapan, music iringan, dan
lain sebagainya.
2. Landasan Teoretis
Landasan teoretis menjadi dasar,
pijakan, dalam menganalisis data-data
yang dikumpulkan berdasarkan batasan
masalah. Sebagai dasar, pijakan dalam
penelitian diperlukan kajian pustaka
yang berhubungan dengan topic/kajian
yang akan diteliti, agar proses
pengumpulan
data,
dan
proses
penganalisisan dapat terarah. Landasan
teori ini sangat di harapkan supaya bisa
menyelesaikan suatu masalah yang
diteliti dalam penelitian.
1. Pengertian Sejarah
Di dalam Kamus Besar Bahasa
Indonesia (WJS
poerwadarminto,
1982:646) menyebutkan bahwa sejarah
mengandung 3 pengertian yaitu:
a. Kesusasteraan lama: silsilah, asal –
usul.
b. Kejadian dan peristiwa yang benar –
benar terjadi pada masa lampau.
c. Ilmu pengetahuan, cerita pelajaran
tentang kejadian dan peristiwa yang
benar – benar terjadi pada masa
lampau
Berkaitan dengan pengertian diatas,
penelitian ini adalah penelitian yang
mengkaji tentang asal mula penciptaan
Tari Menguyak Pucuk yang dapat dikaji
dari sia (...truncated)