PEMISAHAN SINYAL BUNYI DARI MICROPHONE ARRAY DENGAN MENGGUNAKAN METODE BLIND SOURCE SEPARATION - INDEPENDENT COMPONENT ANALYSIS UNTUK MEMANTAU KONDISI POROS RETAK
Seminar Nasional “ARCHIPELAGO ENGINEERING” 10 April 2019
ISSN: 2620-3995
PEMISAHAN SINYAL BUNYI DARI MICROPHONE ARRAY DENGAN
MENGGUNAKAN METODE BLIND SOURCE SEPARATION - INDEPENDENT
COMPONENT ANALYSIS UNTUK MEMANTAU KONDISI POROS RETAK
Novitha L. Th. Thenu
e-mail: ,
Program Studi Teknik Sistem Perkapalan, Fakultas Teknik Universitas Pattimura - Ambon
ABSTRAK
Tulisan ini mempresentasikan tentang pemisahan sinyal bunyi untuk memantau kondisi poros dengan menggunakan
metode Blind Source Separation (BSS) - Independent Component Analysis (ICA). Pada penelitian ini, bunyi poros retak
yang sementara berputar direkam melalui susunan mikrofon (microphone array) sebagai sensornya. Tiap-tiap mikrofon
menerima sinyal dari poros tersebut, sehingga sinyal output dari tiap mikrofon merupakan sinyal campuran. BSS
merupakan teknik memisahkan sinyal campuran berdasarkan analisa kebebasan statistik ICA sumber bunyi. Dengan
memperhatikan jarak dan sudut datang antara mikrofon dengan poros maka tiap mikrofon menerima sinyal berbeda
pula. Sinyal campuran dari tiap mikrofon akan diestimasi untuk memantau kondisi poros berdasarkan analisa pola
bunyi. Pada penelitian ini pemisahan sinyal dilakukan pada time-domain dengan algoritma natural gradient.
Berdasarkan hasil penelitian diperoleh metode pemisahan sinyal terbaik adalah metode pemisahan sinyal dalam
kawasan waktu (TDICA) jauh lebih baik dari metode FDICA karena nilai MSE melalui TDICA jauh lebih kecil.
Kata Kunci: sinyal bunyi, Blind Source Separation, Independent Component Analysis, microphone array
PENDAHULUAN
Perubahan pola getaran mengindikasikan
terjadinya perubahan dinamika mesin. Perubahan
getaran mesin menyebabkan perubahan bunyi yang
diemisikan mesin, dimana bunyi mesin bercampur
dengan sumber bunyi lainnya. BSS merupakan
teknik untuk memisahkan campuran sinyal yang
berasal dari berbagai sumber bunyi. Dengan
mengikuti sifat independensi suatu sinyal, maka
melalui teknik BSS, sinyal campuran akan direkam
tanpa memikirkan asal dan proses sinyal kemudian
diproses dan dipisahkan menjadi sinyal - sinyal yang
saling bebas satu dengan lainnya. Sebuah model uji
yang terdiri dari satu unit elektromotor, kopling
sederhana, poros retak yang didukung oleh dua buah
bantalan dan satu beban radial. Model uji
mengemisikan bunyi campuran yang direkam
dengan susunan mikrofon sebagai sensor. Mikrofon
merekam bunyi yang berasal dari sumber bunyi
dengan jarak dan sudut datang yang berbeda.
KAJIAN TEORI DAN METODE
A. Metode Blins Source Separation
Metode BSS dapat dijelaskan sebagai suatu
metode pemisahan sumber secara buta dengan hanya
mengetahui sinyal yang terekam oleh sensor tanpa
mengetahui proses pencampuran Independen
Statistik yang ditunjukkan pada Gambar 1.
Prosiding ALE ke-2, Fakultas Teknik Universitas Pattimura – Ambon
Gambar 1. Proses Perekaman dan Pencampuran
sinyal (Reju, 2009 )
Gambar 2. Diagram Blok BSS (Makino, 2005)
Diagram blok BSS pada Gambar 2
menunjukkan alur dari proses pencampuran sampai
pemisahan sinyal. Dalam gambar tersebut
ditunjukkan bahwa s adalah sumber bunyi, x adalah
sinyal bunyi yang ditangkap sensor (mikrofon), w
adalah invers matrik dan y adalah sinyal bunyi yang
berhasil dipisahkan (sinyal estimasi).
Metode BSS dapat diformulasikan (Zhou dan
Chelidze, 2007) sebagai berikut :
X=
+
(1)
78
Seminar Nasional “ARCHIPELAGO ENGINEERING” 10 April 2019
Dimana X = [x1, x2, ....xm]T∈
adalah vector yang
diukur sebagai sinyal skalar xi, s=[s1,s2,....sn]T adalah
vektor yang terdiri dari sinyal – sinyal sumber (m ≥
n), ∈
adalah matrik pencampur yang tidak
diketahui yang diatur dalam kolom, sedangkan ∈
mewakili noise selama pengukuran.
ISSN: 2620-3995
bunyi dalam kawasan frekuensi ini diilustrasikan
melalui Gambar 4. Output dari FDICA selanjutnya
menjadi input bagi TDICA. Jadi sinyal output dari
FDICA tidak perlu disimpan (dalam file .wav)
karena akan langsung diproses lagi.
B. ICA Kawasan Frekuensi ( Frequency Domain
ICA / FDICA)
Proses pemisahan sinyal bunyi pada penelitian
ini dilakukan secara multi tahap (Multistage ICA),
yakni dalam kawasan waktu dan frekuensi.
Pemisahan dalam kawasan frekuensi dilakukan lebih
dahulu (Nishikawa dkk, 2002). Untuk mencari filter
pemisah, W, digunakan metode iterasi Natural
Gradien (Amari dkk, 1996). Secara umum diagram
alir pemisahan sinyal dalam kawasan frekuensi dan
kawasan waktu dapat ditunjukkan pada Gambar 3.
Proses pemisahan sinyal bunyi diawali dengan
penyamaan ukuran byte file rekaman. Semakin kecil
ukuran file, semakin cepat proses iterasi untuk
mencari nilai W yang konvergen. Kemudian
menggabungkan file tiap kanal, dan menginputkan
file campuran pada algoritma ICA. Pada proses
FDICA, sinyal input dalam kawasan waktu diubah
menjadi kawasan frekuensi dengan transfromasi
fourier (FFT). Sebelum dipisahkan maka data
dinormalisasi (sphering), pada proses ini juga
dilakukan permutasi data input dengan vektor
permutasi yang dibangkitkan agar stasioner.
Gambar 3 Diagram Alir Pemisahan Sinyal
a. ICA Kawasan Frekuensi (FDICA)
b. ICA Kawasan Waktu (TDICA)
Untuk mengubah sinyal-sinyal estimasi menjadi
kawasan waktu, dilakukan transformasi fourier balik
(IFFT), maka didapatkan sinyal estimasi output
dalam kawasan waktu (t). Proses pemisahan sinyal
Prosiding ALE ke-2, Fakultas Teknik Universitas Pattimura – Ambon
Gambar 4 ICA Kawasan Frekuensi (FDICA)
(Nishikawa, 2005)
C. ICA Kawasan Waktu (Time Domain ICA /
TDICA)
Proses pemisahan sinyal pada TDICA mirip
dengan FDICA, diawali dengan menginputkan
sinyal output yang sudah dalam bentuk matriks.
Proses pencampuran sinyal bunyi ini dapat
dimodelkan secara konvolutif (convolutive mixture),
dimana respon dari mikrofon dikalikan dengan
respon ruang. Dengan mengasumsikan bahwa proses
pencampuran terjadi secara linear maka secara
matematis pencampuran sinyal bunyi ini dapat
direpresentasikan dalam bentuk konvolusi.
Pada TDICA, sinyal tidak perlu dirubah dalam
kawasan frekuensi, jadi proses ini lebih cepat dan
sederhana dibandingkan dengan FDICA. Iterasi
filter pemisah, W, pada proses ini juga
menggunakan metode yang sama dengan proses
sebelumnya, yakni iterasi dengan metode natural
gradient namun dengan besar langkah nilai
pembelajaran (learning rate) sebesar 0,0001. Proses
pemisahan
sinyal
dengan
TDICA
dapat
diilustrasikan seperti Gambar 5.
Gambar 5. ICA Kawasan Waktu (TDICA)
( Nishikawa, 2005)
Output dari proses TDICA ini merupakan sinyal
estimasi akhir yang diharapkan mampu mewakili
sinyal sumber terukur. Sinyal ini disimpan dalam
79
Seminar Nasional “ARCHIPELAGO ENGINEERING” 10 April 2019
ISSN: 2620-3995
bentuk file .wav untuk diproses sebagai sinyal input
perhitungan frekuensi sesaat.
D. Microphone Array
Pada penelitian ini, sensor yang digunakan
adalah mikrofon Behringer XM1800s yang
merupakan jenis mikrofon dinamik yang memiliki
polar pattern super cardioid. Mikrofon jenis ini
tidak memiliki pelemahan sinyal pada sumber bunyi
di titik depan mikrofon dan titik penangkapan
sinyalnya berada di bagian tengah mikrofon. Polar
diagr (...truncated)