PEMISAHAN BANYAK SUMBER SUARA MESIN MENGGUNAKAN INDEPENDENT COMPONENT ANALYSIS (ICA) UNTUK DETEKSI KERUSAKAN
PEMISAHAN BANYAK SUMBER SUARA MESIN MENGGUNAKAN INDEPENDENT
COMPONENT ANALYSIS (ICA) UNTUK DETEKSI KERUSAKAN
B.T. Atmaja, A.S. Aisyah, dan D. Arifianto
Jurusan Teknik Fisika, Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS),
Kampus ITS Sukolilo, Surabaya, 60111, Indonesia
E-mail:
Abstrak
Pemeliharaan kondisi mesin di industri membutuhkan kecepatan dan kemudahan, salah satu
metodenya adalah dengan analisis getaran. Getaran mesin menyebabkan pola suara yang diemisikan
mesin, di mana suara mesin satu bercampur dengan mesin lainnya. Blind Source Separation (BSS)
merupakan teknik memisahkan sinyal campuran berdasarkan sifat kebebasan statistik antar sumber.
Melalui simulasi dengan beberapa motor dan susunan mikrofon sebagai sensor, didapatkan data suara
campuran dari beberapa motor yang terekam melalui tiap mikrofon. Intensitas sinyal yang diterima
mikrofon berbeda satu sama lain, tergantung pada jarak dan sudut datangnya. Tujuan penelitian ini
adalah untuk memisahkan sinyal campuran dari tiap mikrofon sehingga didapatkan sinyal estimasi
sumber untuk mendeteksi kerusakan motor. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh pemisahan sinyal
terbaik dalam Time-Domain ICA. Sinyal estimasi tersebut dianalisis untuk menentukan kondisi
kerusakan mesin berdasarkan pola frekuensi sesaatnya.
Kata Kunci: deteksi kerusakan, ICA, sinyal suara
Abstract
Maintenance of engine conditionin the industry requires speed and convenience, one of the method is
by vibration analysis. Machine’s vibration causes the machine emitted sound pattern, in which an
engine sound mixed with other machine’s. Blind Source Separation (BSS) is a technique to separate
mixed signals based on the statistical independence properties between the sources. Through
simulation with several motors and the composition of the microphones as the sensor, noise mixture
data obtained from some motors recorded by each microphone. The signal intensity received by
microphone are different from each other, depending on the distance and angle of arrival. The purpose
of this study is to separate the mixed signals from each microphone to obtain estimation of the signal
source to detect the motor damage . Based on the research, obtained the best signal separation in the
Time-Domain ICA. Signal estimation is analyzed to determine the condition of an engine failure
patterns based on instantaneous frequency.
Keywords: damage detection, ICA, sound signal
1.
Perubahan
parameter
getaran
juga
mengakibatkan perubahan terhadap parameter
suara yang diemisikan mesin. Hal ini disebabkan
karena suara yang ditimbulkan mesin berasal dari
mesin tersebut di mana hal ini berlaku secara
umum. Dengan mengetahui karakteristik suara
mesin normal dan abnormal maka dapat dibangun
suatu metode pemeliharaan berdasarkan analisis
pola suara.
Pada penelitian sebelumnya telah berhasil
dilakukan analisis sinyal suara mesin dari satu
mesin dengan menggunakan satu mikrofon
sebagai sensornya. Namun kenyataannya mesin
yang digunakan di industri tidak tunggal
melainkan lebih dari satu mesin. Suara dari mesin
satu akan bercampur dengan mesin lainnya. Untuk
mengembangkan metode pemeliharaan dengan
Pendahuluan
Strategi dalam dunia pemeliharaan di
industri mulai mengarah pada predictive
maintenance (PdM). PdM memonitor peralatan
berdasarkan kondisi peralatan tersebut sehingga
teknik ini disebut pula condition monitoring. Ada
beberapa metode yang digunakan dalam PdM,
antara lain analisis vibrasi, termografi, tribologi,
dan motor current. Menurut operator di lapangan,
analisis vibrasi merupakan metode yang paling
handal dalam menentukan kerusakan mesin.
Perubahan terhadap parameter sinyal vibrasi
(amplitudo, frekuensi, dan fase) bisa dideteksi
sebagai kelainan kondisi mesin terhadap kondisi
normal. Teknik inilah yang banyak digunakan di
industri untuk pemeliharan peralatannya.
30
Atmaja, dkk., Pemisahan Banyak Sumber Suara Mesin 31
analisis pola suara maka dibutuhkan metode untuk
memisahkan sinyal suara antar mesin tersebut,
sehingga nantinya didapatkan sinyal estimasi
sumber suara mesin yang dapat dianalisis untuk
menentukan kondisi mesin.
Pada penelitian ini akan dipaparkan hasil
penelitan yang telah dilakukan tentang pemisahan
sinyal suara dari banyak mesin untuk deteksi
kerusakan. Metode pemisahan yang digunakan
adalah Independent Component Analysis (ICA)
berdasarkan pada jurnal [1-3]. Penulisan
penelitian ini diawali dengan latar belakang
penelitian, penelitan yang telah dilakukan
sebelumnya, teori yang digunakan pada penelitian
ini, metode penelitian yang digunakan, hasil dan
analisis data, serta kesimpulan dari penelitian
yang telah dilakukan. Hasil penelitian ini
diharapkan
mampu
mengembangkan
permasalahan pada penelitian sebelumnya serta
berkelanjutan untuk mengembangkan metode
baru pemeliharaan mesin berdasarkan analisis
pola suara.
2.
Metodologi
apabila proses berlangsung secara konvolusi,
maka model ICA dapat diformulasikan ulang
dalam domain waktu sebagai berikut:
𝑥 𝑡 = 𝐴 ∗ 𝑠(𝑡)
Model ICA yang dinyatakan dalam
persamaan 5 melibatkan operasi perkalian
konvolusi. Hal ini berbeda dengan model ICA
dalam domain frekuensi yang hanya dikalikan
secara dot product. Tujuan dari model ICA adalah
mencari sinyal estimasi y yang ditentukan oleh
persamaan sebagai berikut:
𝑦 = 𝑊𝑥
𝑝 𝑦1 , 𝑦2 = 𝑝 𝑦1 . 𝑝(𝑦2 )
(1)
bila ada sumber-sumber yang bebas secara
statistik, maka aturan di atas juga berlaku. Sinyal
terukur sensor dari sinyal yang diemisikan
sumber-sumber yang bebas secara statistik dapat
dinyatakan sebagai berikut:
𝑥𝑗 = 𝑎𝑗 𝑠1 + 𝑎𝑗2 𝑠2 + … + 𝑎𝑗𝑛 𝑠𝑛
(2)
dimana x menyatakan sinyal terukur sensor, s
menyatakan sumber, dan a merupakan matrik
pencampur yang tidak diketahui. Persamaan di
atas merupakan ide dasar analisis komponen
independent ICA. Persamaan di atas dapat
disederhanakan menjadi model ICA sebagai
berikut:
𝑥 = 𝐴𝑠
(3)
bila proses pencampuran sinyal emisi sumber
berlangsung secara sesaat (instantaneous) model
di atas dapat dituliskan dalam domain frekuensi
sebagai berikut:
𝑥 𝜔 = 𝐴 𝜔 . 𝑠 (𝜔)
(4)
(6)
di mana W=A-1.
Proses pemisahan sinyal dengan model ICA
dapat digambarkan dengan blok diagram pada
gambar 1.
Unknown mixing system
S
Suatu kejadian dikatakan bebas secara
statistik bila kejadian tersebut tidak behubungan
satu sama lain. Secara matematik, peluang antar
kejadian tersebut merupakan perkalian tiap
kejadian tersebut, seperti pada persamaan di
bawah ini:
(5)
n
A
Separation system
X
m
W
y
n
Gambar 1. Proses ICA.
Permasalahan pada model ICA adalah
mencari filter pemisah W. Pemilihan filter W yang
tepat dan optimal akan memengaruhi kualitas
sinyal estimasi.
Ada beberapa algoritma ICA yang
digunakan. Masing-masing algoritma memiliki
kelebihan satu sama lain dan dari tahun ke tahun
algoritma ini terus disempurnakan. Beberapa
algoritma untuk optimasi ICA adalah Infomax,
Natural Gradient, dan FastICA
Algoritma Infomax mendekati model ICA
berdasarkan fungsi non-linear. Pada algoritma ini,
bobot filter pemisah W ditentukan seb (...truncated)