Penerapan Metode Fast Independent Component Analysis (FastICA) dalam Memisahkan Vokal dan Instrumen Seni Geguntangan
Putri, Penerapan Metode Fast Independent Component Analysis (FastICA) dalam memisahkan Vokal dan….. 77
Penerapan Metode Fast Independent Component Analysis (FastICA)
dalam Memisahkan Vokal dan Instrumen Seni Geguntangan
Luh Arida Ayu Rahning Putri1, I Gede Erwin Winata Pratama2, I Dewa Made Bayu Atmaja
Darmawan3, A. A. I. N. Eka Karyawati4, Ida Bagus Made Mahendra5, I Ketut Gede
Suhartana6
Program Studi Teknik Informatika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam,
Universitas Udayana
Jl. Kampus Bukit Jimbaran, Jimbaran, Kabupaten Badung, Bali 80362
1
, , ,
4
, ,
Abstract. Application of Fast Independent Component Analysis (Fastica) Method in
Separating Vocals and Instruments in Geguntangan. Gamelan Geguntangan is often
used in religious ceremonies to accompany ceremonies and entertain the public. Along
with its development, the Geguntangan gamelan is also used to accompany the Pesantian.
Geguntangan recording plays instruments and vocal sounds, most of which have been
mixed. The mixed sounds caused the learning process to be less effective for people who
will study Pesantian. The students could not focus because of the distracting sound of the
instrument. This study aims to separate the sound of instruments and vocals of
Geguntangan using deflationary-based FastICA. The non-linear function used is Logcosh.
This study also examines the effect of mixing matrix variables and alpha values on nonlinear functions on SDR, SIR, and SAR values. The results of the paired t-test carried out
by these two values did not have a significant effect on SDR, SIR, and SAR. The difference
in the average time of the mixing matrix testing process is 0.09 seconds and 0.42 seconds
for testing the alpha value.
Keywords: Pesantian, Geguntangan, BSS, FastICA, Deflationary Based.
Abstrak. Gamelan Geguntangan sering dipakai dalam upacara keagamaan baik untuk
mengiringi jalannya upacara dan hiburan masyarakat. Seiring perkembangannya,
gamelan Geguntangan juga digunakan untuk mengiringi Pesantian. Pada rekaman
Geguntangan terdapat suara instrumen dan vokal yang sebagian besarnya sudah
tercampur. Hal ini menyebabkan proses belajar yang kurang efektif bagi orang yang
akan belajar Pesantian. Para pemelajar tidak bisa fokus karena adanya suara instrumen
yang mengganggu. Penelitian ini bertujuan untuk memisahkan suara instrumen dan vokal
seni Geguntangan menggunakan deflationary based FastICA. Fungsi non linear yang
digunakan adalah Logcosh. Penelitian ini juga menguji pengaruh variabel matriks
pencampuran dan nilai alpha pada fungsi nonlinear terhadap nilai SDR, SIR dan SAR.
Hasil uji-t berpasangan yang dilakukan kedua nilai ini tidak mempunyai pengaruh yang
signifikan terhadap SDR, SIR dan SAR. Selisih rata-rata waktu proses pengujian matriks
pencampuran ialah 0.09 detik dan 0.42 detik untuk pengujian nilai alpha.
Kata Kunci: Pesantian, Geguntangan, BSS, FastICA, Deflationary Based.
1. Pendahuluan
Bali sudah terkenal dengan seni, tak terkecuali seni musik dimana yang paling umum
adalah gamelan. Ada banyak jenis gamelan yang dimainkan oleh masyarakat Bali salah satunya
adalah gamelan Geguntangan. Gamelan Geguntangan ini berbeda dari gamelan Bali pada
umumnya, dimana instrumen yang digunakan lebih sedikit. Instrumen yang terdapat di gamelan
Geguntangan diantaranya kendang krumpung satu pasang (lanang wadon), suling, kecak,
kleneng, gong, tawa-tawa, klenteng dan kelentit.
Gamelan Geguntangan mempunyai banyak kegunaan atau fungsi dapat dilihat dari tata
penyajian yang dilakukan dalam masyarakat Bali. Pada mulanya gamelan ini diciptakan untuk
78 Jurnal Buana Informatika, Volume 13, Nomor 1, April 2022: 77-84
mengiringi drama tari arja yang dalam pertunjukannya diiringi dengan gamelan Geguntangan
yang berlangsung sampai saat ini. Seiring perkembangannya, gamelan Geguntangan kini lebih
banyak digunakan untuk mengiringi pesantian misalnya geguritan, pupuh, ataupun jenis
tembang yang lainnya. Saat ini banyak ada rekaman seni Geguntangan yang beredar baik itu di
internet maupun berupa rekaman fisik. Rekaman Geguntangan sebagian besar sudah tercampur
antara instrumen dan vokal. Hal ini menyebabkan proses belajar yang kurang efektif
dikarenakan orang yang akan belajar pesantian tidak bisa fokus dengan adanya suara instrumen
yang mengganggu. Perlu adanya pemisahan antara suara instrumen dan vokal agar proses
belajar pesantian tidak terganggu.
Penelitian terkait dengan pemisahan ini antara lain [1], [2] dan [3]. Pada penelitian [1]
mengangkat masalah dalam memisahkan sumber sinyal akustik dari sinyal campuran dengan
menggunakan metode FastICA dan toolbox ICALAB. Hasil yang didapatkan berupa nilai ratarata SIR dengan FastICA sebesar 45,72dB dan nilai rata-rata SIR dengan ICALAB 53dB yang
mana nilai SIR ini yang merepresentasikan kualitas suara yang dipisahkan. Penelitian ini
menunjukkan penggunaan FastICA dapat menghasilkan suara pemisahan yang sama baiknya
dengan ICALAB. Penelitian lainnya yang terkait dengan metode FastICA seperti penelitian
yang dilakukan oleh [2]. Pada penelitian tersebut dilakukan simulasi perbandingan metode
antara FastICA, Principal Component Analysis (PCA) dan Non-negative matrix factorization
(NMF) dengan menggunakan suara katak. Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa
FastICA berbasis negentropi bekerja lebih baik dengan hasil Source to Distortion Ratio (SDR)
sebesar 65,52 dB dan 58,75 dB, Source to Interferences Ratio (SIR) sebesar 65,53 dB dan 66,71
dB dan Sources to Artifacts Ratio (SAR) sebesar 104,6 dB dan 60,66 dB yang mana nilai SDR
menunjukkan tingkat artefak pada sinyal hasil pemisahan dibandingkan dengan sumber asli,
SIR menunjukkan sumber lain yang dapat didengar pada sinyal hasil pemisahan dan SAR
menunjukkan keseluruhan hasil dari pemisahan sinyal yang dilakukan. Penelitian [3]
menerapkan penggunaan metode FastICA berbasis negentropi juga digunakan namun dengan
ortogonalisasi berbasis Deflationary. Hasil yang didapatkan FastICA berbasis negentropi
dengan Deflationary menunjukkan hasil yang lebih baik jika dibandingkan dengan FastICA
berbasis kurtosis.
Berdasarkan paparan beberapa penelitian di atas, penelitian ini menggunakan metode
FastICA Negentropy dengan Deflationary Orthogonalization dalam memisahkan instrumen dan
vokal pada Geguntangan. Ada beberapa variabel yang dapat mempengaruhi jalannya algoritma
ini seperti di penelitian [4], dimana matriks pencampuran dapat mempengaruhi hasil pemisahan.
Selain itu dalam penelitian [5] nilai alpha yang digunakan dapat bervariasi dan mempengaruhi
hasil pemisahan. Oleh karena itu, penelitian ini akan dilakukan pengujian terhadap variabelvariabel tersebut. Selain itu ada beberapa nilai yang digunakan untuk menentukan kualitas hasil
pemisahan yaitu SDR, SIR dan SAR.
2. Tinjauan Pustaka
2.1. Penelitian Terkait
Pada penelitian [2] penggunaan algoritma FastICA menggunakan negentropy dan
kurtosis lebih baik dalam memisahkan campuran sinyal bio-akustik pada katak daripada
Principal Component Analysis (PCA) dan Non-negativ (...truncated)