INDEPENDENT COMPONENT ANALYSIS (ICA) DAN SPARSE COMPONENT ANALYSIS (SCA) DALAM PEMISAHAN VOKAL DAN INSTRUMEN PADA SENI GEGUNTANGAN
Jurnal Elektronik Ilmu Komputer Udayana
Volume 8, No 1. Agustus 2019
p-ISSN: 2301-5373
e-ISSN: 2654-5101
Independent Component Analysis (ICA) dan Sparse
Component Analysis (SCA) dalam Pemisahan Vokal dan
Instrumen pada Seni Geguntangan
a1
a2
b3
Angga Pramana Putra , Ni Wayan Wiantari , Ni Putu Mira Novita Dewi ,
b4
I Dewa Made Bayu Atmaja Darmawan
a
Program Studi Teknik Informatika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam,
Universitas Udayana
Jalan Raya Kampus Unud, Jimbaran, Bali, 80361, Indonesia
1
2
3
4
Abstrak
Geguntangan adalah pesantian dalam upacara keagamaan yang diiringi dengan gamelan. Indra
pendengaran manusia cenderung memiliki keterbatasan, yang menyebabkan tidak semua vokal yang
tercampur dengan gamelan bisa didengar jelas. Oleh karena itu diperlukan suatu sistem yang dapat
digunakan untuk memisahkan vokal dengan gamelan pada geguntangan. Pemisahan sumber suara
ini dikategorikan sebagai Blind Source Separation (BSS) atau disebut juga Blind Signal Separation
yang artinya sumber tidak dikenal. Algoritma yang digunakan untuk menangani BSS adalah
algoritma Independent Component Analysis (ICA) dan Sparse Component Analysis (SCA) dengan
berfokus pada pemisahan sinyal suara pada file suara berformat wav. Algoritma SCA dan ICA
digunakan untuk proses pemisahan suara dengan parameter nilai yang digunakan adalah Mean
Square Error (MSE) dan Signalto Interference Ratio(SIR). Dari hasil simulasi menunjukkan Hasil
perhitungan MSE dan SIR dengan dengan menggunakan mixing matriks [0.3816, 0.8678], [0.8534, -5
0.5853] didapatkan hasil untuk metode ICA, nilai MSE adalah 3.60 x 10 untuk vokalnya dan 1.71 x
-6
10 untuk instrumennya, memiliki SIR 44.84784936 untuk vokalnya dan 59.89866528 untuk
-4
-6
instrumennya. Untuk metode SCA nilai MSE adalah 1.25 x 10 untuk vokalnya dan 4.21 x 10 untuk
instrumennya, memiliki SIR 40.00942668 untuk vokalnya dan 54.70771013 untuk instrumennya.
Keywords: Blind Sources Separation, Independent Component Analysis, Sparse Component
Analysis, Audio Signal Processing, Mean Square Error, Signalto Interference Ratio
1.
Pendahuluan
Geguntangan adalah pesantian dalam upacara keagamaan yang diiringi dengan gamelan.
Geguntangan sering dipakai dalam upacara keagamaan untuk mengiringi jalannya upacara dan juga
untuk hiburan masyarakat. Namun, suara yang tercampur antara vokal dengan gamelan
menyebabkan sulitnya dalam mempelajari vokal pada geguntangan.
Indra pendengaran manusia cenderung memiliki
keterbatasan,yang menyebabkan tidak
semua vokal yang tercampur dengan gamelan bisa didengar jelas. Oleh karena itu diperlukan suatu
sistem yang dapat digunakan untuk memisahkan vokal dengan gamelan pada geguntangan.
Pemisahan sumber suara ini dikategorikan sebagai Blind Source Separation (BSS) atau disebut juga
Blind Signal Separation yang artinya sumber tidak dikenal [10].
BSS merupakan suatu cara untuk memisahkan sinyal tercampur menjadi sejumlah sinyal
pembentuknya, tanpa informasi mengenai jumlah sumber sinyal, atau proses tercampurnya sinyalsinyal tersebut. BSS memanfaatkan perbedaan sifat sinyal sebelum terdeteksi sensor dan informasi
yang diperoleh akibat perbedaan sudut datang dan jarak tempuh pada sensor. Sensor yang
digunakan adalah microphone. Terdapat dua teknik dalam merekam suara yaitu,single channel dan
105
Putra, Wiantari, Dewi, & Darmawan
Independent Component Analysis (ICA) dan Sparse Component Analysis (SCA) dalam Pemisahan
Vokal dan Instrumen pada Seni Geguntangan
multi channel. Single channel adalah teknik perekaman yang menggunakan sensor tunggal, dan multi
channel adalah teknik perekaman yang menggunakan sensor lebih dari satu.
Algoritma yang digunakan untuk menangani BSS adalah algoritma Independent Component
Analysis (ICA) dan Sparse Component Analysis (SCA) dengan berfokus pada pemisahan sinyal
suara pada file suara berformat wav yang memiliki dua atau lebih suara yang tercampur sehingga
didapatkan hasil suara terekam terpisah. Alasan digunakannya format wav adalah file berformat wav
berisi suara yang tidak mengalami kompresi [9].
Algoritma ICA digunakan pada penelitian ini, karena algoritma ICA dapat membedakan unsur
atau komponen penyusun campuran sinyal secara independen [2]. Sedangkan, algoritma SCA
digunakan dengan alasan algoritma SCA mampu memanfaatkan sedikit sinyal untuk mengekstraksi
sumber dan memiliki presisi yang lebih tinggi dalam pemisahan sinyal suara [10], yang mana pada
penelitan ini hanya menggunakan 2 sumber suara, yaitu sinyal suara vokal dan instrumen. Sebelum
melakukan proses ICA atau SCA, pertama kali yang harus dilakukan adalah beberapa proses
pendahuluan (pre-processing). Pre-processing yang dimaksud adalah centering dan whitening.
Penerapan algoritma ICA dan SCA selain digunakan dalam Blind Source Separation, bisa juga
digunakan untuk memperbaiki kualitas suara pada data audio yang tercampur dengan noise atau
suara yang mengganggu atau yang tidak diinginkan seperti penelitian yang dilakukan oleh Indra, dkk
dimana penelitian yang dilakukannya mengenai pemisahan sinyal dengan noisenya untuk
memperbaiki kualitas suatu audio atau noise reduction.
Dalam pemisahan sinyal suara, selain menggunakkan algoritma ICA dan SCA, ada juga
algoritma lain yang biasa digunakan dalam Blind Source Separation yaitu Non-negative Matrix
Factorization (NMF). NMF dapat memproses data dalam skala besar menggunakan model faktorisasi
matriks dibandingkan dengan algoritma klasik. Beberapa kelebihan dari NMF adalah implementasi
yang mudah, interpretabilitas hasil dekomposisi yang baik, dan ruang penyimpanan yang kecil [3].
Algoritma SCA dan ICA digunakan untuk proses pemisahan suara dengan parameter nilai yang
digunakan adalah Mean Square Error (MSE) atau melihat kesamaan antara hasil output dengan input
dipilih untuk menguji hasil output suara. Selain itu parameter Signalto Interference Ratio (SIR)
digunakan untuk mengetahui rasio interferensi output suara dibandingkan dengan input. Pada
pengenalan sinyal suara, proses mendengarkan secara lisan hasil output dibandingkan dengan input
suara digunakan untuk mengukur parameter keberhasilan. Selain itu, dengan membandingkan sinyal
input dan output, dapat diketahui hasil proses pemisahan suara.
2.
Metode Penelitian
2.1.
Rancangan Penelitian
Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian eksperimental dengan membandingkan MSE
dan SIR pada algoritma ICA dan SCA dalam pemisahan vokal dengan gamelan pada geguntangan.
File geguntangan yang diperoleh dalam bentuk wav akan dilakukan proses centering dan whitening
untuk mendapatkan sebuah vektor baru yang variansnya sama dengan satu, terakhir melakukan
proses ICA dan SCA terhadap vektor hasil centering dan whitening.
2.2.
Lokasi dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Jaringan Program Studi Teknik Informatika, Fakultas
Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana selama 3 bulan.
2.3.
Data dan Metode Pengumpulan Data
Alat yang digunakan pada penelitian ini meliputi alat perekam menggunakan r (...truncated)