REDESAIN TERMINAL TIRTONADI DENGAN PENDEKATAN GREEN TERMINAL DI SURAKARTA

Arsitektura : Jurnal Ilmiah Arsitektur dan Lingkungan Binaan, Nov 2017

Transportation is activity of people and goods in moving from one place to another place. Good transportation must be supported by good infrastructures. Transportation infrastructures consist of road, bus stop, bus terminal, rail road, train station, and airport. Bus terminal is one infrastructure which had by every city in Indonesia. Redesigning Tirtonadi Bus Terminal Surakarta is built upon the existing condition of Tirtonadi Bus Terminal in 2013 and the final result of Tirtonadi Bus Terminal development that is not appropriate with Green Terminal concept chosen by the management and the Local Government of Surakarta. This redesign is aimed to obtain appropriate Green Terminal design to change the dirty and polluting image of the bus terminal. The main problem of this design is how to redesign Tirtonadi Bus Station Surakarta by applying Green Terminal Principles. The approach used in this deisgn is Green Terminal principles, they are: ecofriendly builing, eficiency of energy, air quality, water conservation, security, and renewable natural recources management. The result of redesign is Tirtonadi Bus Terminal Surakarta with appropriate Green Terminal concept that the station can be more safe and convenient for the visitors and the building can maintain harmony between architecture and surrounding environment. Keywords: Architecture, Transportation, Redesigning, Bus Terminal, Green Terminal

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://jurnal.uns.ac.id/Arsitektura/article/download/15590/12538

REDESAIN TERMINAL TIRTONADI DENGAN PENDEKATAN GREEN TERMINAL DI SURAKARTA

REDESAIN TERMINAL TIRTONADI DENGAN PENDEKATAN GREEN TERMINAL DI SURAKARTA Nur Aini Prisamsiwi, B. Heru Santosa, Leny Pramesti Program Studi Arsitektur Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret Surakarta Email : Abstract: Transportation is activity of people and goods in moving from one place to another place. Good transportation must be supported by good infrastructures. Transportation infrastructures consist of road, bus stop, bus terminal, rail road, train station, and airport. Bus terminal is one infrastructure which had by every city in Indonesia. Redesigning Tirtonadi Bus Terminal Surakarta is built upon the existing condition of Tirtonadi Bus Terminal in 2013 and the final result of Tirtonadi Bus Terminal development that is not appropriate with Green Terminal concept chosen by the management and the Local Government of Surakarta. This redesign is aimed to obtain appropriate Green Terminal design to change the dirty and polluting image of the bus terminal. The main problem of this design is how to redesign Tirtonadi Bus Station Surakarta by applying Green Terminal Principles. The approach used in this deisgn is Green Terminal principles, they are: ecofriendly builing, eficiency of energy, air quality, water conservation, security, and renewable natural recources management. The result of redesign is Tirtonadi Bus Terminal Surakarta with appropriate Green Terminal concept that the station can be more safe and convenient for the visitors and the building can maintain harmony between architecture and surrounding environment. Keywords: Architecture, Transportation, Redesigning, Bus Terminal, Green Terminal 1. PENDAHULUAN Transportasi merupakan proses kegiatan memindahkan barang dan orang dari satu tempat ke tempat yang lain. Transportasi adalah sarana untuk mencapai tujuan guna menanggulangi kesenjangan jarak dan waktu (Morlok, 1988). Di Indonesia, sistem transportasi diatur dalam Sistem Transportasi Nasional atau Sistranas yang terdiri dari transportasi jalan, kereta api, sungai, danau, dan penyeberangan yang membentuk sebuah jaringan sehingga transportasi yang efektif dan efisien. Setiap kota atau kabupaten di Indonesia pada umumnya memiliki terminal sebagai sarana penghubung dalam kota, antarkota, maupun antarnegara dengan tipe terminal yang sesuai dengan cakupan area yang dilayani. Piala Wahana Tata Nugraha yang didapatkan oleh Kota Surakarta pada tahun 2010 menjadi acuan Kota Surakarta untuk menerapkan Sustainable Transport System. Hal tersebut diwujudkan dengan adanya pelebaran dan pengembangan Terminal Tirtonadi Surakarta dengan konsep Green Terminal yang diwujudkan dengan alokasi ruang terbuka hijau sebesar 10% dari luas terminal. Terminal Tirtonadi Surakarta merupakan terminal Tipe A yang melayani angkutan antarkota antarprovinsi (AKAP), angkutan antarkota dalam provinsi (AKDP), angkutan dalam kota dan angkutan pedesaan. Terminal Tirtonadi Surakarta melayani penumpang selama 24 jam karena Terminal Tirtonadi merupakan terminal yang dilintasi oleh banyak trayek yang menghubungkan satu kota dengan kota lain di Pulau Jawa. Konsep Green Terminal memiliki beberapa aspek penting, antara lain: bangunan yang seirama dengan lingkungan, efisiensi energi, kualitas udara, keamanan, penggunaan dan Arsitektura, Vol. 13, No. 1, April 2015 pengelolaan sumber daya alam terbarukan (Pedric, 2006) Penelitian awal yang telah dilakukan pada tiga tahap pembangunan terminal (2010-2013) menunjukkan bahwa terdapat beberapa aspek yang tidak sesuai dengan konsep Green Terminal, antara lain:  lampu dinyalakan pada siang hari karena ruangan yang tidak mendapatkan pencahayaan alami yang cukup;  sistem pendingin udara diatur hingga 18oC;  desain emplasemen dan parkir kendaraan yang berada di dalam ruangan mengakibatkan gas buang kendaraan tidak dapat keluar ruangan;  desain emplasemen yang paralel dengan ruang tunggu mengakibatkan calon penumpang menyeberangi jalur bus untuk menuju emplasemen. Berdasarkan poin-poin di atas maka permasalahannya adalah “Bagaimana Konsep Perencanaan dan Perancangan Redesain Terminal Tirtonadi dengan Pendekatan Green Terminal” 2. METODE Metode yang dilakukan untuk mencapai tujuan dan sasaran adalah metode pemrograman arsitektur yang terdiri dari gagasan awal, penelusuran dan rumusan permasalahan, pencarian data (referensi, preseden, dan teoritik), pengolahan data dan informasi, dan konsep perancangan (building performance concept) dan konsep perancangan (programming and design criteria) dan transformasi arsitektur. 2.1 Temuan dan Penelusuran Masalah Problem Finding) Penelusuran masalah dimulai dengan survey awal yang dilakukan pada area pengembangan Terminal Tirtonadi Surakarta yang didesain sebagai green terminal. Permasalahan yang banyak muncul adalah bangunan yang kurang memenuhi konsep green terutama pada masalah pencahayaan dan penghawaan. Di samping itu, sistem sirkulasi dari luar maupun dalam terminal harus dapat memberikan keamanan dan kenyamanan bagi penggunanya. 2.2 Temuan Konsep Perencanaan dan Perancangan Pemahaman tentang Redesain Terminal Tirtonadi Surakarta dikembangkan dengan adanya kajian pustaka: teoritik, preseden, dan pengetahuan empirik. 2.3 Pendekatan dan Temuan Konsep Perencanaan Perumusan konsep perancangan dilakukan dengan metode induktif, yaitu pendekatan berdasarkan pengetahuan empirik mengenai Redesain Terminal Tirtonadi Surakarta dengan Pendekatan Green Terminal dan metode deduktif, yaitu pendekatan berdasarkan teori yang membantu mengarahkan pembahasan sesuai dengan perencanaan yang diinginkan. Cara yang digunakan adalah: 1. Analisis Suatu sistem bangunan merupakan terdiri dari beberapa komponen yang diprogramkan. Uraian dan kajian dari data dan informasi digunakan sebagai data yang relevan. Analisis data dilakukan dengan metode analisis deskriptif melalui uraian data serta informasi yang disertai gambar. Tahap analisis terbagi menjadi: a. Program fungsional untuk mengidentifikasi pengguna Terminal Tirtonadi Surakarta dengan pendekatan green terminal yaitu pengguna, kegiatan pengguna, alur kegiatan, dan lain-lain. b. Program performansi untuk menentukan skema kebutuhan pengguna seperti kebutuhan ruang, persyaratan ruang, program ruang, dan lain-lain. c. Analisis arsitektural merupakan tahap penggabungan hasil identifikasi program fungsional dan performansi. Proses ini dilakukan dengan analisis pengolahan tapak, massa, citra bangunan, tampilan, peruangan, utilitas, dan struktur bangunan. Nur Aini Prisamsiwi, B. Heru Santosa, Leny Pramesti, Redesain Terminal Tirtonadi dengan Pendekatan ... 2. Sintesis Tahap ini merupakan penggabungan referensi yang berupa teori maupun preseden dan hasil analisis fakta di lapangan sehingga didapatkan kesimpulan untuk mendapatkan konsep perancangan yang sesuai yang nantinya ditransformasikan ke bentuk ungkapan fisik yang dikehendaki sesuai dengan program fungsional, performansi, dan arsitektural. 3 ANALISIS 3.1 Analisis Peruangan Analisis kebutuhan ruang bertujuan unt (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://jurnal.uns.ac.id/Arsitektura/article/download/15590/12538
Article home page: https://jurnal.uns.ac.id/Arsitektura/article/view/15590/12538

Nur Aini Prisamsiwi, Santosa B. Heru, Leny Pramesti. REDESAIN TERMINAL TIRTONADI DENGAN PENDEKATAN GREEN TERMINAL DI SURAKARTA, Arsitektura : Jurnal Ilmiah Arsitektur dan Lingkungan Binaan, 2017,